Seorang pemuda titisan dewa dari dunia tiny, merangkak maju demi meminta ke adilan untuk keluarga nya hingga membawa pemuda itu ke pertarungan hidup dan mati bersama dewa penguasa tertinggi yang mengusai alam itu.
Qin yan, seorang pemuda tegar, jenius dan berbudi pekerti harus menerima kenyataan kalau diri nya adalah seorang cacat. Namun takdir berkata lain, dewa merencanakan kehidupan nya agar mampu mengalahkan Kaisar dewa sage yang menguasai ruang dan waktu. Hingga ia di bawa pulang oleh di mensi dan mengalami kebangkitan kedua.
Di sini ia akan membangun kembali semua nya dan merubah takdir semua orang termasuk diri nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erwin Stayly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Yang Intens.
Maaf, jika tulisan nya tidak di mengerti. Soal nya ini pertarungan, kalian bisa menggunakan imajinasi masing masing. Selamat membaca.😊😊
******
Pertandingan turnamen di lanjutkan ke hari berikut nya. Di mana pagi itu, Qin yan melawan seorang warrior, kultivator cincin tunggal, rank putih level 5 dan memiliki atribut fleksibel. Tapi untung nya, ia bisa mengalahkan nya dengan mudah. Akhir nya ia dapat masuk ke 8 besar. Setelah ini ia akan bertarung untuk memasuki semi final.
Untuk kandidat lain di regu A, seorang gadis juga memenangkan pertarungan. Otomatis, ia akan menjadi lawan Qin yan nanti nya.
Di regu lain, ada tiga orang di mana Qin yan sudah memperhitungkan untuk masuk ke babak semi final. Yaitu, Qin Ruo Ying, pria berkipas yang nama nya Qin Feng dan seorang pemuda kekar bernama Qin Mo.
"Pertarungan selanjut nya, Qin yan vs Qin Xia. Kedua belah pihak silahkan maju ke arena."
Qin yan maju dan naik ke arena, di depan nya juga seorang gadis loli memasuki arena. Loli, namun umur nya sekitar 19 tahun. Tinggi 150 cm dan mempunyai atribut angin. Level kultivasi nya juga sedikit tinggi, putih level 7. Elemen angin, mungkin Qin yan harus berhati hati melawan nya.
"Beri hormat satu sama lain."
Kedua belah pihak sudah saling menghormati, Gadis itu langsung mundur beberapa langkah. Cincin putih bangkit dan berputar di tangan kiri nya dengan lambang angin sebagai penghias.
Melihat gadis itu yang sangat serius melawan nya, Qin yan juga ikut serius. Ia langsung melemparkan pisau peledak ke arah nya.
Namun di luar dugaan, pisau nya meleset dan meledak di udara.
"Aku sudah mengamati ke ahlianmu itu, jika itu seorang atribut fisik maka ia tidak akan bisa apa apa selain menghindari nya dengan cepat. Namun aku sadar kalau pisaumu itu dapat berbelok karena kau memanfaatkan aliran arah angin. Di depan elemen anginku ini kau tak bisa apa apa."
Qin yan mengambil nafas dalam dalam mendengar perkataan gadis itu. Benar, di depan elemen angin ke ahlian pisau nya tidak ada apa apa nya. Kali ini, ia bertarung dengan lawan yang agak merepotkan.
"Wao... Apa yang terjadi sekarang. Kartu Qin yan tidak bisa lagi di gunakan melawan gadis itu." Ucap Qin feng si pria berkipas.
Qin ruo hanya memperhatikan gerakan Qin yan selanjut nya.
Para tetua juga penasaran tentang apa yang terjadi selanjut nya. Sementara patriak mengelus janggut nya sambil menatap punggung Qin yan.
'Apa yang kau lakukan sekarang bocah.' Gumam nya.
Di arena, Qin Yan menatap gadis itu. Ia menghela napas panjang.
"Mau bagaimana lagi, kau sudah mengetahui kelemahanku."
Ia mengangkat kedua tangan nya.
Tapi gadis itu malah tambah waspada.
"Kau kira dengan itu aku akan lengah. Aku dengar sendiri dari Qin ruo, kalau pemikiranmu sangat cerdik. Jadi jangan mempermainkanku, dan aku tahu kalau kau masih punya kartu lain."
'Haish... gadis mata mata.' Qin yan hanya menggeleng kepala.
Di saat ini cincin gadis itu menyala, Qin yan kembali waspada. Cincin putih nya bersinar, pertanda skiil akan di keluarkan.
"Skill pertama, jarum angin."
Udara di sekitar Qin yan berubah, insting nya merasakan rasa bahaya yang akan datang.
'Observasi mental di aktifkan.'
Mata nya langsung terbelalak, ribuan jarum tak kasat mata sedang mengelilingi nya.
'Gadis ini gila.' Teriak Qin yan dalam hati.
"Skiil pertama Qin Xia ini sangat berbahaya, hanya orang yang punya pertahanan penuh yang bisa menahan serangan nya. Lawan sebelum nya adalah tipe kekuatan, jadi ia tak bisa apa apa selain pasrah. Tapi apa yang akan di lakukan Qin yan." Qin feng penasaran menatap Qin yan.
"Serang.!" Teriak gadis itu.
'Sial gadis ini tak mau main main denganku.'
Qin yan memang bisa merasakan semua nya, namun untuk menghindari nya itu tidak mudah. Apalagi dengan tubuh nya yang terlalu lemah.
'Pengerasan mental, di aktifkan. Tunggu, kenapa hanya tanganku saja yang di keraskan sialan.'
Qin yan masih dalam keadaan kebingunan, sementara jarum sudah melaju ke arah nya.
Ia akhir nya hanya bisa mengalirkan energi pernapasan ke seluruh tubuhnya.
Lalu dengan sekuat tenaga, berusaha menghindari serangan.
"Hiaaah....."
'Gerakan kilat.'
'Langkah bayangan.'
Mata gadis itu terbelalak, semua penonton menganga, para tetua berdiri. Qin ruo langsung mengepalkan tangan nya dengan kuat.
"Apakah dia memang anak yang cacat." Qin feng tak bisa menahan komentar nya untuk keluar.
Saat ini Qin yan dalam keadaan maksimal menghindari jarum yang lewat, namun tetap saja ada yang mengenai nya. Tapi, apa guna nya pengerasan. Ia menggunakan tangan nya untuk menangkis. Kulit nya yang begitu keras, jarum pun tak bisa menembus nya.
'Pijakan udara.'
Qin yan langsung melompat ke udara, namun tak jatuh. Karena ia bisa berpijak di udara yang kosong itu.
Patriak langsung menganga, melihat Qin yan seolah sedang menghindar di udara.
"D-dia... bisa menginjak di udara."
Qin yan masih saja menghindar, sampai jarum nya habis.
Gadis itu menggigit bibir bawah nya, lalu dua buah pedang angin tak kasat mata muncul dan langsung ia arahkan ke Qin yan.
Qin yan sudah kembali ke tanah, masih dalam keadaan mengejar napas. Namun dua serangan datang ke arah lagi.
"Hup."
Ia kembali melompat di udara, menghindari pedang itu.
Namun ternyata pedang mampu berbelok layak nya bumerang.
'Dinding mental.'
Lapisan dinding tak kasat mata menahan serangan itu.
Namun gadis itu menyerang nya dari belakang.
"Hembusan angin.!"
"Ukh...." Qin yan terlempar sambil menyemburkan darah.
Ia terpental di sampai ke batas arena, namun masih mampu berdiri.
Gadis itu malah tidak memberi nya kesempatan. Ia langsung mendekati dan menyerang nya.
'Kejut mental.'
Sebuah mental langsung memasuki pikiran nya. Karena masih terlalu lemah, ia belum bisa membuat gadis itu pingsan. Tapi cukup untuk melumpuhkan nya.
Ia langsung menyerang titik meridian nya.
Namun di saat hampir menyentuh nya, gadis itu malah mengamuk.
"HAAAAAHHH......"
Ledakan angin mampu membuat nya terpental di ke samping.
Untuk sesaat, ia tak bisa lagi bergerak. Ia menatap gadis itu, mata nya menunjukan kalau ia sudah kehilangan kesadaran.
'Sial, aku harus menyusun taktik baru.' Qin yan berpikir sejenak.
"Hei, gadis itu sudah kehilangan kesadaran." Ucap salah satu tetua.
"Itu adalah pertahanan absolut di saat ia tak mampu melindungi diri nya sendiri." Jawab tetua di sampung nya.
"Wao.. kau benar benar mengerti yah tentang cucumu yah."
"Tentu saja, ia pasti yang akan memenangkan pertarungan ini." Tetua itu tersenyum menatap Qi yan yang tak berdaya.
Qin yan perlahan berdiri, mengeluarkan sebuah kertas gulungan. Lalu menekan pola simbol di dalam nya.
Sebuah suriken raksasa seukuran tubuh manusia kini berada di genggaman nya.
Semua orang langsung terkejut.
"Benda apa itu, besar sekali dan aneh lagi. Aku tidak pernah melihatnya didunia kultivator ini." Ucap Qin feng sekali lagi.
"Bocah itu, apa yang ingin dia lakukan." Qin Ruo makin menatap Qin yan dengan kebingungan.
Tapi di saat ini, Qin yan malah menyeringai pada Qin Ruo.
"Hei, bukankah elemen anginmu tidak akan mampu mengimbangi benda seberat ini.?" Ia tertawa sendiri.
"HIYAAAAAHH...!!!" Dengan seluruh kekuatan nya, ia melempar benda itu ke arah Qin Xia.
Gadis itu langsung memusatkan angin nya
ke arah suriken.
"AKTIFKAN....!!!" Teriak Qin yan sekali lagi.
Tanpa di sadari, pola khusus dalam suriken itu langsung menyala. Ratusan suriken raksasa langsung menyerang.
"Apa.... Bocah itu gila. Apa dia ingin membunuh cucuku hah." Tetua yang duduk di sana langsung berdiri, ingin pergi ke arena. Namun Patriak menghentikan nya.
"Tenang lah, apa kau meragukan seorang wasit. Jika ada apa apa, maka wasit akan bertindak."
"Cih." berdecak mulut tetua itu menggertakan gigi.
Gadis itu membentuk sebuah pelindung yang akan menahan serangan suriken. Namun ia menyadari sesuatu, di semua suriken ada sebuah benang yang mengikat nya. Ia langsung menengok ke arah Qin yan, pusat benang itu.
Di sana Qin yan sekuat tenaga menarik benang nya.
"Hiyaaaah......"
Semua suriken langsung jatuh ke arahnya. Menembus pertahan milik nya.
Ia tidak punya cara lain lagi selain menghindar.
Di saat Gadis itu sedang berusaha menghindar, Qin yan mengambil kesempatan.
Ia mengeluarkan sebuah kuas, menggambar suatu pola di tangan nya.
Setelah ia banting tangan nya ke tanah dengan keras.
"KAMUFLASE.!!"
tapi di komik menjadi alkemis dan bisa bertarung