Aku pernah kecewa pada garis takdir, aku juga pernah menyaksikan betapa kuat garis takdir itu hingga sangat sulit untuk diputus bahkan alam tak mampu merenggut takdir. Aku pergi berkelana dengan sejuta luka dan kecewa.
Aku terus mencintai Sorinku yang sudah terikat di takdir orang lain, entah sampai kapan aku harus berada di laut lepas mungin samapai takdir membawa ku berlabu di dermaga yang lain atau malah menenggelamkan ku di dasar samudra.
Tapi dia berhasil menarikku dan aku yakin dia lah cintaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HILANG
"Liya tidak bisakah kita menghubingi Sean?" tanya Neve pada Liya yang masih terbaring di ranjang pasca persalinannya "Entahlah Neve aku belum mendapat kabar dari Tuan Sean, aku akan segera mengabarimu saat ada berita tentangnya," kata Liya pada Neve "Tapi kudengar, sekarang hotel dipimpin oleh orang lain untuk sementara," sambung Liya dan membuat hati Neve makin dirundung rasa khawatir "Apa kau tak akan kembalu Sea..".
Neve tak merespon malah asik memperhatikan bayi kecil yang ada di samping Liya itu "Aaa, bayi ini sangat cantik, putrimu sangat cantik Liya" kata Neve gemas pada bayi perempuan itu. Liya memperhatikan Neve, ada kesedihan di mata yang biasanya terlihat ceria itu "Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" tanya Liya dengan serius "Tidak ada," jawab Neve sambil tersenyum, berkilah dan bersikap seakan tak ada yang terjadi.
"Aku sangat suka aroma bayi, sangat wangi," kata Neve dan membuat Liya tertawa "Kalau begitu punyalah bayi sendiri Neve," kata Liya dan membuat Neve tersenyum sambil mengelus perutnya sendiri "Aku akan segera punya juga. Dia sudah hadir dalam hidupku," gumam Neve dalam hati dengan segala keresahannya.
Semua garis takdir benar-benar kacau, semuanya berkaitan satu sama lain. Hanya ada satu musibah yang digariskan tapi mampu meluluh lantakan harapan banyak orang. Garis takdir begitu unik dengan segala polemiknya, dengan semua kegilaannya yang tidak tertebak. Tidak satu pun manusia yang bisa menebak atas garis takdir yang sudah digariskan.
Aku tak akan sanggup menjalankan garis takdir ini lagi, kenapa hanya ada kesedihan dan penderitaan dalam hidupku, aku tak pernah mengelus atas apa pun yang terjadi dalam hidupku, tapi kali ini aku ingin mengeluh bahkan sangat ingin menangis karena semua garis takdir yang terus saja mempermainkanku.
***
Ambulan membawa Sean ke rumah sakit, keadaannya begitu kacau, darah terus mengalir dari beberapa bagian tubuhnya yang terlihat begitu lemah dan mengenaskan. Kecelakaan itu begitu parah sudah ada beberapa orang yang dinyatakan meninggal, kedua orang tua Sean kalang kabut menunggui putra satu-satunya itu di rumah sakit. Rasa khawatir atas keselamatan putranya itu terus saja bekecambuk dalam hati mereka, doa juga tak henti-henti diberikan pada anak tercinta itu. Hanya bisa berharap semuanya baik-baik saja dan putra tercinta mereka bisa segera pulih dan dinyatakan baik-baik saja.
Takdir yang ada begitu ngeri, tapi seperti inilah cara takdir bekerja, seperti inilah cara pembuat skenario membantu semua orang untuk menemukan ketulusan dan mengerti arti penantian dalam sebuah cinta.
"Neve, aku akan menyesali setiap detik waktu di akhir nafas ini. Tidak, aku tak mau menjadikan ini waktu terakhirku, paling tidak aku harus mengatakan bahwa aku ingin memulai sesuatu yang baru bersamamu, paling tidak aku harus memelukmu dengan hangat dan memberi taumu atas rasa yang sudah hadir dalam hatiku. Neve, aku akan berjuang untuk segera pulih dan kuharap kau bersabar dalam penantianmu, kuharap kau tak pernah lelah menanti, aku tak bisa memastikan kehadiranku, tapi aku akan segera datang. Bersabarlah.. "
***
"Sea!" teriak Neve dalam tidurnya lalu terbangun dan menangis, mungkin dia sudah begitu merindukan pria itu hingga membuatnya memimpikan pria itu "Sea," gumam Neve sambil menangis. Dia sungguh tak mengerti dengan semua yang terjadi padanya dan takdirnya "Sea.. Kau kemana, aku sudah tak sanggup lagi! Kau menbuat kutakur Sea, kau sungguh membuat kutakut," Neve merintih sambil mengelus dadanya yang terasa begitu sesak dipenuhi rasa takut dan gelisah.
Sudah hampir dua bulan Sean menghilang tak ada kabar, kabar terakhirnya adalah saat dia meminta Neve untuk menunggu, Neve sudah menunggu tapi hingga sekarang tak ada kabar dari pria itu "Apa kau tak berniat untuk kembali Sea? Apa kau akan meninggalkan aku? Lalu apa arti malam itu? Apa arti semua janji manis yang kau buat Sea?" pertanyaan itu terus saja menghum jantung hati Neve seperti racun yang berlahan akan menewasakannya.
Neve mendudukan tubuhnya dan segera berlari ke kamar mandi saat merasakan hal yang aneh pada perutnya, sudah beberapa hari ini tubuhnya rasa tak enak dan lemas, perutnya juga begitu terus saja merasa mual dan muntah. Setelah memuntahkan semua isi perutnya Neve dengan malas membarikan tubuhnya di atas ranjang "Kemana kau," bisik Neve lirih sambil menatap later Hp-nya yang menampilkan pesan terakhir dari Sean "Aku akan sangat membecimu, jika kau ingkar janji," sambung Neve dalam kepiluan.
Dunia bekerja dengan begitu kejam. Neve melangkahkan kakinya untuk membantu Dona di tempatnya "Neve kau terlihat sangat pucat," kata Dona "Benarkah?" tanya Neve "Kau bilang tubuhmu tak enak akhir-akhir ini. Pergi lah ke Dokter Neve," kata Donna "Ya, aku akan melakukannya nanti," kata Neve sambil tersenyum. Neve segera mendudukan dirinya saat di rasa matanya berkunang, kepalanya berputar dan pada akhirnya ambruk tak dasarkan diri jatuh kelantai.
Neve terbangun di rumah sakit dengan Dona yang menemaninya "Kau sudah bangun," kata Dona sambil mengelus rambut Neve "Ada apa Dona? kenapa menatapku begitu?" tanya Neve "Kau tau, kau hamil Neve..," kata Dona dan membuat semua tulang Neve menjadi lunak karena pada akhirnya Dona mengetahui semuanya
"Kami melakukannya tanpa sadar dan dia hadir dengan begitu cepat," kata Neve sambil memegangi perutnya sambil menangis pilu "Aku tak mengerti sama sekali. Takdir apa yang akan kami hadapi," sambung Neve begitu terpuruk dengan cepat Dona merengkuh tubuh Neve ke dalam pelukannya untuk menenangkan Neve yang terlihat sangat terpukul itu.
Sementara ada bahagia saat menyambut calon kehidupan baru itu di sisi lain ada yang tengah berjuang keras untuk bertahan hidup dengan semua selang yang menusuk tubuhnya demi menunjang kehidupan Sean yang terlihat sangat mengenaskan.
"Tuan Sean begitu kuat," kata Dokter pada kedua orang tua Sean "Seperti ada dorongan dari dalam dirinya, agar dia pulih dari sekeratnya. Kita sudah melakukan perawatan yang terbaik, kita hanya perlu menunggu sampai Tuan Sean sadar dari komanya," sambung Dokter berusaha menjelaskan.
Ibu Sean hanya bisa menangis menatap putranya itu dengan selang yang ada di tubuh Sean yang terbaring tak sadarkan diri. Takdir kembali bermain-main dengan kehidupan Sean, saat satu rasa baru mulai tumbuh kenapa harus ada maut di antara mekarnya rasa itu.
Bayi kecil yang akan memperkuat setiap ikatan yang ada, bayi kecil yang akan terus tumbuh dan berkembang di rahim Neve dan akan menjadi kekuatan untuk bersatunya dua insan yang tak mengerti tentang kinerja cinta maka alam menghadirkan malaikat kecil itu sebagai tanda cinta.
ziva dihukum
geram aku
mulai dari kai dan crys😍😍😍
pangeran dan selirnya💕💕💕
smpai ini sean dan neve😍💕😍💕
semangat terus ya thor 💪💪💪
setuju bgt sama ayah 😍😍😍
jgn kau bikin nangis lah kt nih 😞