NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Salah Faham

Dika segera membuka pintu rumahnya takut Kamila sudah pergi dari sana. Benar saja saat membuka pintu terlihat Kamila sudah berjalan agak menjauh dari rumahnya dengan sedikit terburu-buru.

"Kamila, tunggu," teriak Dika dengan keras sehingga mampu menghentikan langkah Kamila.

Kamila berhenti dan membalikkan tubuhnya karena terkejut ternyata Dika mengejarnya. Dadanya berdesir mengingat bentakan Dika tadi dari dalam rumah. Apakah Dika akan marah kepadanya? Fikir Kamila.

"I-iya Mas, maaf aku sudah mengganggu tidurmu. Aku nggak bermaksud..," suara Kamila bergetar karena takut Dika akan marah. Dia berkata dengan sedikit terbata-bata.

"Tidak Kamila, aku yang harusnya minta maaf. Aku nggak bermaksud membentakmu tadi. Aku kira kamu tadi orang lain," Dika berusaha menjelaskan agar Kamila tidak salah faham.

"Oh gitu? Nggak apa-apa Mas. Sepertinya aku juga datang diwaktu yang kurang pas," balas Kamila merasa nggak enak.

"Nggak kok. Ayo masuk sebentar! Jauh-jauh sampai kesini masa aku biarkan kamu pulang begitu saja. Nggak sopan dong namanya," cegah Dika merasa bersalah.

"Tapi..," Kamila menjadi ragu. Pasalnya mereka bukan muhrim. Nggak pantas kan kalau mereka berada didalam rumah yang sama. Kalau digerebek bagaimana?

"Tenang Kamila, kita cuma ngobrol diteras kok," Dika tersenyum seakan mengetahui isi fikiran Kamila.

Dika berjalan lebih dahulu dan diikuti oleh Kamila. Dia nggak mungkin kembali sekarang karena sudah ketahuan Dika.

"Kamu tadi kesini sendiri?," tanya Dika karena tidak melihat Veni. Biasanya dia pergi kemanapun pasti dengan sahabatnya itu.

"Nggak, tadi diantar Veni. Tapi karena dia ada urusan jadi cuma nganter sampai depan aja," jawab Kamila masih sedikit canggung.

"Oh gitu. Tumben kamu kesini?," tanya Dika penasaran.

"Emm itu, tadi aku dengar kamu berkelahi dengan preman yang suka bikin ribut itu. Jadi aku kesini ingin tahu keadaanmu," Kamila kembali menundukkan wajahnya setelah mengatakan itu tadi.

Entah kenapa saat berhadapan dengan Dika dia menjadi sedikit pemalu tidak seperti dirinya sebelumnya. Biasanya dia sangat percaya diri dan nggak merasa canggung walau dengan baru sekalipun. Dia termasuk gadis yang mudah bergaul.

"Aku nggak apa-apa kok. Silahkan duduk Mil! maaf rumahnya sederhana," Dika mempersilahkan Kamila untuk duduk saat mereka sudah tiba diteras.

Diteras rumah yang Dika tinggali saat ini ada sebuah meja kecil yang diapit oleh dua kursi disamping kiri kanannya. Walau sederhana tapi rumah itu terasa nyaman dan sejuk karena dekat dengan persawahan.

"Iya Mas, terima kasih. Nggak apa-apa. Rumah ini nyaman kok, rasanya adem," jawaban Kamila membuat hati Dika menghangat.

Nggak menyangka putri seorang jendral tetapi dia rendah hati dan sombong. Hati Dika bergetar saat melihat wajah teduh Kamila yang sedang mengamati sekitar.

"Cantik alami, secantik hatinya," batin Dika memuji gadis disampingnya itu membuatnya terpaku untuk sejenak. Dika terhanyut oleh pemandangan indah dihadapannya saat ini.

"Mas?," panggilan Kamila menyadarkan Dika dari lamunannya.

"Mas nggak apa-apa? Dari tadi kok melamun?," tanya Kamila lagi.

"Emm, Maaf. Aku hanya kagum sama kamu Mil. Sudah cantik nggak sombong lagi," puji Dika membuat wajah Kamila memerah tersipu malu.

"Mas bisa aja," balas Kamila malu-malu.

"Oh iya, aku buatin minum dulu ya? Pasti kamu haus, perjalanan kesini lumayan lho," ucap Dika mencoba mencairkan suasana yang canggung itu.

"Nggak usah repot-repot Mas, sebentar lagi aku pulang kok," cegah Kamila tapi Dika sudah keburu masuk ke dalam rumah.

"Nggak apa-apa, santai aja," balas Dika sambil berjalan cepat kedalam rumah.

Sekitar 10 menit Dika kembali membawa nampan berisi camilan dan dua gelas air putih. Dia meletakkan nampan itu dimeja dan kemudian duduk kembali diposisi semula.

"Maaf, adanya cuma air putih dan camilan ringan," ucap Dika kikuk.

"Makasih Mas, sebenarnya nggak perlu repot-repot begini," balas Kamila disertai senyum manisnya.

"Nggak repot kok. Kamu tahu dari mana kalau aku habis berantem?," tanya Dika tiba-tiba.

"Oh itu tadi kebetulan aku dengar dari orang-orang pas pergi ke warung Mas. Kayaknya kamu dan teman-teman kamu ramai dibicarakan orang," jawab Kamila menjelaskan.

"Udah biasa kayak gitu Mil. Soalnya bukan sekali ini kita berkelahi dengan gengnya Feri. Mungkin hampir tiap hari, hehe," ucap Dika enteng seperti tidak terjadi apa-apa.

"Sebenarnya ada masalah apa sih sampai kalian berantem seperti itu hampir tiap hari?," tanya Kamila penasaran lalu meneguk minumannya karena dia merasa haus.

"Nggak apa-apa, cuma emang mereka suka bikin rusuh aja. Kami nggak mau orang-orang tertindas oleh mereka dengan seenaknya," jawab Dika beralasan.

"Emm, emang bikin geram sih orang kayak gitu. Sok berkuasa," gumam Kamila mendengar penjelasan Dika tadi.

"Sudahlah lupakan, kalau suatu saat kamu ketemu geng mereka mending menghindar aja Mil. Jangan sampai terlibat dengan mereka!," lanjut Dika mengingatkan tetapi sepertinya gadis itu tidak terlalu merespon.

Kamila justru terlihat sedang menatapnya dengan tatapan iba. Dika pun mengerutkan keningnya merasa bingung dengan ekpresi Kamila itu.

"Itu, wajah kamu memar gitu Mas? Pasti sakit ya?," tanya Kamila masih dengan tatapan ibanya.

"Nggak apa-apa kok, cuma nyeri sedikit. Sudah biasa kayak gini, nanti diobatin juga sembuh sendiri," balas Dika dengan sikap tenangnya.

Hati Dika merasa hangat mendapat perhatian dari Kamila. Walau banyak gadis yang mencoba mendekatinya tapi hanya Kamila yang mampu membuatnya seperti ini.

Kamila sendiri juga merasanya hatinya ikut nyeri melihat keadaan Dika saat ini. Entah sejak kapan dia sangat perduli dengan pemuda tampan dihadapannya itu.

"Biar aku obatin lukamu Mas," ucap Kamila mendekati Dika.

"Tidak usah Mil, aku bisa obatin sendiri," balas Dika merasa nggak enak.

"Sudah, sini obatnya. Kalau nanti-nanti kapan sembuhnya," desak Kamila lagi sedikit keras kepala.

Dika pun menyerah tak mampu menolak lagi ucapan Kamila tadi. Gadis yang tadinya malu-malu berubah menjadi gadis yang keras kepala dan tak bisa dibantah. Persis seperti atasannya yang tak lain adalah Papa Kamila sendiri. Dika tersenyum dan menggeleng pelan mengingat hal itu.

"Eheem, ada tamu nih?," tanya Aldo yang baru saja mau keluar rumah.

"Eh, Mas Aldo. Mau keluar ya?," tanya Kamila kembali ke tempat duduknya.

"Iya, mau cari angin. Dirumah panas banget hawanya," ucap Aldo bercanda membuat Kamila mengerutkan keningnya heran.

"Panas gimana? Padahal anginnya cukup kenceng lho hari ini," balas Kamila karena nggak faham dengan ucapan Aldo tadi.

"Udah, sana pergi! Biar adem tuh fikiran," ucap Dika mengerti maksud Aldo tadi.

"Yee, mau kau itu biar bisa berduaan kan sama Kamila?," balas Aldo dengan nada mengejek.

Kamila menunduk malu mendengar ucapan Aldo itu. Nggak menyangka ternyata posisi mereka saat ini membuat orang lain berfikir seperti itu.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!