Rendra Wijaya (24 tahun) adalah definisi nyata dari pecundang urban. Bekerja belasan jam sehari sebagai kurir paket dengan sistem kemitraan yang mencekik, ia harus menerima kenyataan pahit: saldo m-banking yang tersisa Rp 14.500,-, cicilan motor menunggak, dan ancaman kelaparan di depan mata. Di titik terendah hidupnya saat diguyur hujan deras Jakarta, sebuah keajaiban fiksi ilmiah menghampirinya. Sebuah kecerdasan buatan misterius bernama Sistem Auto Rich mengikat jiwanya.
Mau tau kelanjutan nya yok simak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmad riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 : Palagan Sisi Gelap Bulan – Benturan Dua Peradaban
Sisi gelap Bulan yang biasanya senyap dan beku mendadak membara oleh badai energi kuantum. Jarak pandang di sektor orbit ini terdistorsi sepenuhnya ketika kapal induk Eraser milik faksi The Observer keluar dari lipatan dimensi. Lambung kapal musuh berbentuk silinder raksasa berwarna perak monolitik, memancarkan gelombang antiproduksi yang siap menghapus materi organik di Bumi.
Namun, Rendra Wijaya tidak memberi mereka waktu untuk memindai target. Ark-Alpha meluncur memotong gravitasi Bulan, memancarkan riak energi emas murni dari reaktor Zero-Point.
Ding!
\=\=\= MISI PERTEMPURAN KOSMIK (LEVEL 6 - MONARCH) \=\=\=
Nama Misi: Gerhana Pengawas (The Observer's Eclipse)
Tugas: Hancurkan inti komputasi Kapal Induk Eraser sebelum mereka menembakkan Ray Penghapus Massa ke Bumi.
Kondisi Medan: Radiasi Kosmik Tinggi, Tekanan Ruang Terdistorsi.
Efisiensi Serangan Harem: Aktif (Level 5 - Cosmic Harmony).
"Hancurkan armada garis depan mereka. Jangan biarkan satu pun drone mendekati atmosfer Bumi," perintah Rendra, suaranya menggema di seluruh anjungan Ark-Alpha.
Dansa Kematian di Ruang Hampa
Aura memimpin armada Star-Wraith dari garis depan. Menggunakan jet tempur taktis berkemampuan Shadow Cloaking, ia menembus barisan drone musuh seperti hantu.
"Target terkunci. Menembak!" seru Aura. Jemari tangannya yang mengenakan sarung tangan taktis menekan tuas kendali. Bilah plasma makro dari sayap jetnya membelah formasi mekanik musuh menjadi serpihan debu kosmik.
Di dalam pusat kendali Ark-Alpha, Valerie menggunakan kemampuan Siren’s Glitch yang telah ditingkatkan ke skala kosmik oleh sistem. Ia memanipulasi frekuensi kuantum yang dipancarkan oleh kapal induk musuh, membalikkan logika pemrosesan data mereka.
"Eve, sekarang! Sistem navigasi mereka mengalami error massal selama 15 detik!" teriak Valerie dengan napas yang memburu, memancarkan pesona liarnya bahkan di tengah ketegangan perang.
Eve, yang kesadarannya telah menyatu 100% dengan superkomputer Ark-Alpha, langsung mengeksekusi perintah tersebut. Mata indahnya yang berwarna biru safir bersinar biner tanpa jeda. "Mengunci koordinat reaktor musuh. Mengisi daya senjata utama."
Singularity Cannon: Penghapus Eksistensi
Lambung depan Ark-Alpha perlahan terbuka, memunculkan moncong lingkaran raksasa yang memancarkan pusaran energi hitam pekat berbingkai emas. Itu adalah Singularity Cannon, senjata yang memanfaatkan manipulasi ruang tingkat Monarch milik Rendra.
"Kalian ingin menghapus garis waktu gua?" Rendra melangkah ke depan dek observasi transparan, menatap kapal induk Eraser yang mulai panik memutar arah. "Sekarang, rasakan bagaimana rasanya dihapus dari ruang fisik."
Rendra menjentikkan jarinya, memicu kemampuan Chronos Control.
“Mengaktifkan Chronos Control! Mengunci pergerakan Kapal Induk Eraser selama 5 detik lokal!”
Waktu di sekitar kapal raksasa musuh berhenti total. Mesin pendorong mereka membeku di tengah kepulan plasma. Dalam keheningan mutlak kosmik itu, Eve melepaskan tembakan utama.
BZZZZZZT—BOOM!
Gelombang energi singularitas melesat secepat cahaya, menghantam tepat di tengah-tengah kapal induk musuh. Ketika waktu kembali berjalan normal, tidak ada ledakan api konvensional. Kapal raksasa sepanjang beberapa kilometer itu mendadak terlipat ke dalam satu titik hitam kecil, lalu lenyap tanpa menyisakan satu atom pun. Seluruh massa kapal tersebut tersedot ke dalam dimensi saku yang diciptakan oleh sistem Rendra.
Ding!
[ PERTEMPURAN SELESAI: KAPAL INDUK ERASER DIHANCURKAN! ] [ Menyerap Sisa Energi Kuantum Musuh... ]
[ Saldo Sistem Bertambah: Rp 200.000.000.000.000,- (Dua Ratus Triliun Rupiah)! ]
Penjinakan Sang Komandan yang Terluka
Meskipun kapal induk utama telah lenyap, sebuah kapsul penyelamat darurat berpelindung berat milik musuh terlempar dan menempel di dek hangar Ark-Alpha. Aura dan pasukannya langsung mengepung kapsul tersebut dengan senjata plasma terkokang.
Ketika pintu kapsul meledak terbuka, sesosok wanita terjatuh ke atas lantai baja hangar. Ia bukan android cair seperti pasukan bawahannya, melainkan manusia sibernetik tingkat tinggi yang menjabat sebagai jenderal perang faksi The Observer.
Wanita itu memiliki rambut pendek berwarna merah menyala dengan potongan asimetris. Tubuhnya dibalut zirah mekanik putih-emas yang seksi, menonjolkan lekuk dadanya yang membusung kencang karena napas yang terengah-engah. Di pipi kirinya terdapat tato sirkuit bercahaya biru elektrik yang menandakan pangkat tingginya.
"K-Bagaimana mungkin... teknologi abad ke-21 bisa melampaui komputasi masa depan..." rintih sang jenderal wanita, mencoba mengangkat pedang energinya dengan tangan yang gemetar.
Rendra melangkah masuk ke dalam hangar, dikelilingi oleh aura keemasan Time-Spatial Monarch yang luar biasa menekan. Begitu sang jenderal menatap mata Rendra, fungsi analitis di dalam otaknya mendadak lumpuh akibat hantaman Dominance Aura Level 6.
"Siapa namamu, Jenderal?" tanya Rendra, berdiri tepat di depan wanita yang sedang berlutut tersebut.
"V-Vesta..." jawabnya terbata-bata. Air mata frustrasi dan gairah yang tidak dapat dijelaskan mulai mengalir dari pelupuk matanya. Efek Cosmic Harmony dari sistem harem Rendra mulai meretas kesetiaan militer Vesta, mengubah doktrin kepatuhannya dari faksi masa depan langsung menuju pesona mutlak Rendra.
Eve berjalan mendekat, menyentuh dahi Vesta dengan ujung jarinya untuk menyalin kode enkripsi terakhir miliknya. "Tuan, kesadaran Vesta siap diintegrasikan. Dia memegang seluruh peta navigasi menuju markas utama The Observer di sabuk asteroid."
Konsolidasi di Orbit Bulan
Dengan hancurnya armada pengintai, ancaman langsung terhadap Bumi berhasil diredam untuk sementara waktu. Namun, Rendra tahu ini barulah awal dari perang salib kosmiknya.
Di dalam kamar kapten Ark-Alpha yang megah dengan pemandangan langsung ke arah planet Bumi yang biru, Rendra duduk bersama para wanitanya. Vesta, sang tawanan baru yang kini mengenakan pakaian sutra longgar milik Valerie, berlutut dengan patuh di samping ranjang Rendra, menyerahkan seluruh kode otoritas militernya demi mendapatkan belaian dari sang Monarch.
Ding!
[ PROSES INTEGRASI VESTA DIMULAI: PROSPEK HAREM KELIMA ] [ STATUS SISTEM: SIAP MELAKUKAN LOMPATAN QUANTUM KE MARS ]
Rendra mengecup bibir Viona dan Valerie bergantian, sementara tangannya mengusap rambut merah Vesta yang kini mendesah pasrah di bawah dominasinya. "Bumi sudah aman di bawah kendali Lion-Tech. Sekarang, mari kita bawa armada ini untuk menjemput sisa teknologi mereka di sabuk asteroid."