NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik Akhir Pembukaan Segel dan Kedatangan Tamu Agung Malaikat

Hari pertama di bulan yang baru tiba dengan ketenangan yang luar biasa di Lembah Mirakel. Namun, bagi dunia di luar batas magis tersebut, hari ini adalah hari yang paling mendebarkan dalam satu dekade terakhir.

Sesuai dengan instruksi yang tertulis dalam burung bangau kertas perak milik Zhu Xuan, sosok penting yang mengendalikan benang konspirasi di Kekaisaran Heaven Dou akhirnya melangkah keluar dari istana megahnya demi sebuah kunjungan rahasia yang menentukan masa depan daratan.

Di batas luar gerbang bambu lembah, kabut perak pelindung kosmik perlahan membelah sejak fajar menyingsing.

Sesosok pria muda dengan jubah sutra emas pucat berhias sulaman naga langit berjalan dengan langkah yang sangat anggun dan teratur.

Wajahnya tampan, memancarkan aura kepemimpinan seorang Putra Mahkota Kekaisaran Heaven Dou—Xue Qinghe. Namun, di belakangnya, tidak ada satu pun pengawal kekaisaran yang menemani. Ia hanya membawa sebuah kotak kayu cendana hitam beraroma harum di tangan kanannya.

Begitu melangkah melewati batas garis formasi terluar lembah, struktur penyamaran spiritual dari Wuhun tulang jiwa milik Xue Qinghe bergetar hebat sebelum akhirnya luruh bagai cermin yang pecah.

WUSH————!

Rambut pendek cokelat mudanya memanjang seketika, berubah menjadi jalinan rambut emas murni yang berkilau layaknya helai benang cahaya matahari. Jubah naganya bertransformasi menjadi gaun zirah putih suci berhias aksen emas murni yang melekat sempurna pada tubuh indahnya yang ramping dan menonjolkan keanggunan seorang dewi fana. Enam buah sayap bulu putih suci yang memancarkan pendaran cahaya ketuhanan Malaikat sempat mengepak samar di punggungnya sebelum akhirnya ia sembunyikan kembali.

Qian Renxue telah kembali ke wujud aslinya.

Sebagai putri dari mantan Paus Aula Roh dan pemegang warisan Dewa Malaikat, ia memiliki harga diri yang lebih tinggi dari langit. Namun pagi ini, saat sepasang mata indahnya menatap hamparan kebun persik yang mekar di depannya, seluruh keangkuhan itu lenyap tanpa bekas. Ia bisa merasakan bahwa setiap helai rumput yang ia injak mengandung hukum alam yang jauh lebih padat dan murni daripada altar suci Malaikat di Istana Penatua.

"Gadis bodoh itu... dia benar-benar mengira bisa menantang tempat seperti ini dengan racun laba-labanya," bisik Qian Renxue dengan suara femininnya yang lembut namun dipenuhi nada kecaman terhadap ibunya sendiri, Bibi Dong.

Ia menarik napas dalam-dalam, menstabilkan detak jantungnya yang berdegup kencang, lalu melanjutkan langkah kakinya menyusuri jalan setapak batu giok menuju pondok kayu.

Di bawah naungan rindang Pohon Teh Asal Mula, Zhu Xuan duduk dengan posisi bersila di atas tikar rumput kosmik. Di hadapannya, sebuah teko keramik putih berisi air mendidih dari mata air murni lembah telah disiapkan.

Di sampingnya, Zhu Ling'er yang kini mengenakan Gaun Sutra Kosmik Pelindung Jiwa Anak yang baru tampak begitu anggun dan menggemaskan. Gaun pelangi miliknya kini memiliki pendaran bintang-bintang kecil yang bergerak konstan di sepanjang keliman kainnya, memancarkan aura perlindungan mutlak yang takkan bisa ditembus bahkan oleh serangan penuh dari dewa tingkat pertama sekalipun. Jepit rambut bunga melati es pemberian Qian Renxue terpasang rapi di rambut kuncir kudanya, menyebarkan aroma sejuk yang menyegarkan di sekeliling teras.

"Ayah, Kakak cantik yang waktu itu mengirimi Ling'er jepit rambut es sudah datang ya?" tanya Ling'er sambil menatap ke arah ujung jalan setapak dengan mata bulatnya yang jernih. Melalui perluasan lautan kesadaran spiritual tingkat Setengah Dewa, ia sudah bisa mendeteksi kedatangan Qian Renxue sejak gadis itu berada sepuluh kilometer di luar lembah.

Zhu Xuan mengusap kepala putrinya dengan kehangatan yang tak terbatas. "Iya, Sayang. Kakak itu datang membawa teh melati kesukaanmu. Nanti Ling'er harus mengucapkan terima kasih dengan sopan, ya."

"Siap, Ayah!" Ling'er mengangguk mantap, memberikan senyuman termanisnya yang mampu mencairkan es abadi sekalipun.

Tepat pada saat itu, sosok Qian Renxue muncul dari balik rimbunnya kebun persik. Ketika pandangan matanya bertemu dengan Zhu Xuan, ia merasa seolah-olah sedang menatap pusat dari seluruh garis waktu alam semesta. Pria berjubah putih di hadapannya tidak melepaskan tekanan jiwa sedikit pun, namun ketenangan mutlak yang dipancarkannya justru ratusan kali lebih mengerikan daripada seluruh tekanan Peerless Douluo milik kakeknya, Qian Daoliu.

Qian Renxue segera merapatkan kedua tangannya di depan dada, lalu membungkuk hormat sembilan puluh derajat dengan ketulusan yang murni.

"Qian Renxue, pelayan jalan kebenaran, memberi salam kepada Tuan Agung Penguasa Lembah Mirakel, dan Nona Kecil Ling'er yang terhormat," ucap Qian Renxue, suaranya bergetar samar karena rasa hormat yang mendalam.

Zhu Xuan tidak mendongak, jemari tangannya yang bersih bergerak dengan anggun menuangkan air panas ke dalam cangkir teh kosong. "Duduklah, Qian Renxue. Serahkan teh melati yang kau bawa pada Dugu Bo untuk diseduh."

Dugu Bo yang berdiri di samping tiang pondok segera maju satu langkah, menerima kotak kayu cendana hitam dari tangan Qian Renxue dengan anggukan kepala yang formal. Sebagai mantan master racun yang kini telah bertransformasi menjadi pengawal setia lembah, Dugu Bo memperlakukan setiap tamu dengan standar ketat yang ditetapkan oleh Zhu Xuan.

Qian Renxue duduk di atas bangku bambu dengan posisi tubuh yang sangat kaku, melipat kedua tangannya di atas pangkuan. Matanya secara insting beralih ke arah Zhu Ling'er yang sedang menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu.

Saat melihat jepit rambut bunga melati es yang ia kirimkan terpasang dengan begitu indahnya di rambut Ling'er, seulas senyum kebahagiaan yang tulus muncul di wajah cantik Qian Renxue. Jiwanya yang selama bertahun-tahun hidup dalam kegelapan penyamaran politik dan dinginnya persaingan Aula Roh, mendadak merasakan kehangatan yang sangat murni hanya dengan melihat senyuman anak kecil di hadapannya.

"Halo, Kakak Cantik! Terima kasih untuk jepit rambutnya, Ling'er suka sekali! Rasanya dingin-dingin segar seperti makan es krim!" ucap Ling'er ceria sambil melambaikan tangan kecilnya.

"Sama-sama, Nona Kecil Ling'er. Selama Nona Kecil menyukainya, itu adalah kehormatan terbesar bagi saya," jawab Qian Renxue lembut, nada suaranya berubah menjadi sangat keibuan dan penuh kasih sayang, sesuatu yang belum pernah ia tunjukkan kepada siapa pun di dunia luar.

Zhu Xuan meletakkan cangkir teh yang baru diseduh di depan Qian Renxue. Pandangan matanya yang sedalam kosmos mengunci pergerakan energi Malaikat di dalam tubuh gadis itu.

"Qian Renxue, kau memiliki hati yang jauh lebih bersih daripada ibumu, dan tekad yang lebih lurus daripada kakekmu," kata Zhu Xuan santai, memulai pembicaraan dengan nada yang tenang namun berbobot ganda. "Kau datang ke sini hari ini bukan hanya untuk mengantarkan teh, tetapi juga untuk mencari jawaban atas kemacetan kultivasi warisan dewa milikmu yang terikat oleh hukum fana Douluo, bukan?"

DEG!

Jantung Qian Renxue berdetak kencang, tangannya yang berada di atas pangkuan mengepal erat. Tebakan Zhu Xuan tepat mengenai sasaran terdalam dari kegelisahan batinnya selama satu tahun terakhir. Sebagai calon penerus Dewa Malaikat, ia merasa ada sebuah dinding transparan tak kasat mata yang menahan jiwanya untuk menyatu sempurna dengan hukum cahaya kosmik sejati.

"Tuan Agung... Anda benar," Qian Renxue menundukkan kepalanya dengan rasa hormat yang semakin membubung tinggi. "Saya merasa bahwa ujian dewa yang saya jalani di Istana Penatua memiliki batasan yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah... dewa yang kami sembah pun berada di bawah tekanan rantai tak terlihat."

Zhu Xuan terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar sangat merdu namun dipenuhi oleh pengetahuan absolut atas segala rahasia penciptaan dimensi.

"Dewa Malaikat yang kau sembah... hanyalah seorang master jiwa tingkat tinggi yang berhasil menembus batasan dimensi fana ini sepuluh ribu tahun lalu dan menduduki sebuah kursi kecil di Ranah Ilahi fana Douluo," ucap Zhu Xuan datar, mengungkapkan fakta tabu yang mampu membuat seluruh master jiwa di benua menjadi gila jika mendengarnya. "Hukum cahaya yang dia miliki hanyalah sebagian kecil dari percikan api kosmik yang sejati. Jika kau terus mengikuti jalurnya, batas tertinggimu hanyalah menjadi boneka hukum yang diatur oleh sistem Ranah Ilahi."

Zhu Xuan mengangkat tangan kanannya dari saku jubah putihnya, membiarkan seberkas benang cahaya perak murni yang sangat halus melayang di atas ujung jari telunjuknya.

"Cahaya yang sejati... tidak membutuhkan pengakuan dari sistem dewa mana pun. Dia ada karena kehendak kosmik untuk menerangi kegelapan abadi," lanjut Zhu Xuan.

WUSH————!

Zhu Xuan menyentil benang cahaya perak itu ke arah kening Qian Renxue. Begitu cahaya itu meresap masuk ke dalam pusat kesadaran spiritualnya, seluruh tubuh Qian Renxue bergetar hebat. Di dalam benaknya, visualisasi patung Malaikat Bersayap Enam yang selama ini ia agungkan seketika runtuh, digantikan oleh pemandangan sebuah matahari kosmik raksasa yang menerangi miliaran galaksi di ruang hampa udara dimensi luar!

Sembilan ujian Malaikat yang diberikan oleh sistem kuilnya seketika terselesaikan secara otomatis, memurnikan seluruh garis keturunan energinya menjadi Cahaya Kosmik Suci Tingkat Transendental, melompati batas hukum fana secara mutlak!

[Ding! Anda telah membimbing dan memurnikan jalur kultivasi Qian Renxue, memastikan kesetiaan mutlak dari penerus Dewa Malaikat demi keamanan jangka panjang halaman bermain putri Anda.]

[Misi Utama Selesai dengan Evaluasi: Sempurna di Atas Segala Batasan!]

[Hadiah Utama dikirimkan: Poin Daddy +8.500.]

[Deteksi Sistem: Seluruh akumulasi kebahagiaan putri Anda dan penyelesaian misi pelindung telah memenuhi syarat akhir!]

[Peringatan Penting: Segel 0,1% terakhir dari 'Pedang Langit Abadi' Anda... KINI MULAI TERBUKA SECARA TOTAL!]

BOOM——————!!!

Tepat setelah panel sistem memberikan notifikasi tersebut, seluruh dimensi di dalam dan di luar Lembah Mirakel mengalami keheningan yang mutlak. Angin berhenti berembus, aliran air sungai membeku di posisinya, dan sehelai daun pohon persik yang sedang melayang jatuh di udara terkunci kokoh di ruang garis waktu.

Dari dalam pusat tubuh Zhu Xuan, sebuah pilar cahaya putih kosmik yang murni, tak terbatas, dan membawa otoritas penciptaan absolut melesat menembus langit Benua Douluo. Pilar cahaya itu begitu raksasa hingga mencakup seluruh area Lembah Mirakel, menembus lapisan atmosfer planet, membelah awan kosmik, dan langsung menghantam pusat Ranah Ilahi (Divine Realm) yang berada di dimensi atas!

Di Ranah Ilahi, lima dewa agung penguasa tertinggi—Dewa Penegak Hukum Asura, Dewa Kehancuran, Dewi Kehidupan, Dewa Kebaikan, dan Dewa Kejahatan—yang sedang duduk di atas singgasana emas mereka, seketika terhempas jatuh ke atas lantai kristal langit.

Seluruh fondasi Ranah Ilahi bergetar hebat, retakan-retakan besar bermunculan di sepanjang pilar-pilar dewa utama. Alat pendeteksi kausalitas dimensi mereka meledak menjadi abu karena tidak mampu menahan pembacaan tingkat energi yang dilepaskan dari dunia fana di bawah sana.

"Kekuatan apa ini?! Ini... ini bukan kekuatan dewa! Ini adalah kehendak dari pencipta seluruh dimensi alam semesta!" Dewa Asura berteriak dengan wajah yang dipenuhi ketakutan mutlak, memegangi pedang merahnya yang kini menangis ketakutan di dalam genggamannya.

Kembali ke teras pondok kayu Lembah Mirakel.

Segel hitam terakhir sekecil ujung jarum pada bagian ujung bilah Pedang Langit Abadi di dalam jiwa Zhu Xuan akhirnya meleleh sepenuhnya menjadi partikel cahaya putih murni yang bersih.

Segel 100% Terbuka Sempurna!

Zhu Xuan perlahan membuka matanya. Sepasang matanya kini tidak lagi berwarna hitam fana; di dalam pupilnya mengalir visualisasi miliaran galaksi yang berputar, nebula kosmik yang lahir dan mati, serta garis waktu masa lalu, masa kini, dan masa depan yang berputar konstan di bawah kendali pikirannya yang mutlak. Ia telah kembali sepenuhnya ke takhta sebagai Penguasa Kosmik Surgawi yang Transendental—makhluk tertinggi yang keberadaannya berada di atas seluruh hukum penciptaan alam semesta raya.

Namun, di tengah kemegahan kekuatan tingkat pencipta yang baru saja kembali secara utuh ke dalam tubuhnya, tatapan mata Zhu Xuan seketika melunak saat melihat sosok kecil yang sedang duduk di sampingnya.

Zhu Ling'er tidak terpengaruh oleh pembekuan waktu atau tekanan kosmik tersebut, karena jubah pelindung kosmik yang ditenun oleh kasih sayang ayahnya menjaganya dengan kesempurnaan mutlak. Ia menatap ayahnya dengan mata berbinar-binar penuh kekaguman.

"Wah, Ayah! Mata Ayah sekarang ada bintang-bintang kecilnya yang berputar cantik sekali! Ayah terlihat sangat keren seperti raja langit!" Ling'er melompat gembira, langsung menubrukkan tubuh kecilnya ke dalam pelukan hangat Zhu Xuan.

Zhu Xuan tertawa renyah, sebuah suara yang seketika mengembalikan seluruh sirkulasi waktu dan angin di Benua Douluo kembali normal dalam sekejap. Ia menggendong putrinya, mendekapnya begitu erat di atas dadanya dengan kehangatan seorang ayah super yang tiada banding.

"Iya, Ling'er sayang. Mulai hari ini, Ayah sudah bisa memastikan bahwa tidak ada satu pun badai, tidak ada satu pun makhluk di bawah langit atau di atas langit sana, yang bisa mengganggu tawa ceria dan kebahagiaanmu lagi seumur hidup," bisik Zhu Xuan lembut, mencium pipi gembil putrinya dengan penuh kasih sayang yang tak terbatas.

Qian Renxue yang baru saja terbangun dari pencerahan cahayanya, langsung berlutut bersujud dengan tubuh yang gemetar penuh rasa syukur dan ketakutan suci di atas lantai teras. Ia menyadari bahwa di hadapannya saat ini, bukan lagi seorang master jiwa fana tingkat tinggi, melainkan penguasa dari seluruh takdir eksistensi yang mengizinkan dunia ini ada demi kebahagiaan anak perempuan di dalam gendongannya.

Di bawah langit Lembah Mirakel yang kini bersinar lebih cerah dari biasanya, perjalanan panjang pembukaan segel telah berakhir dengan kesempurnaan yang legendaris. Badai di dunia luar mungkin akan terus berputar, dan tatanan dewa di Ranah Ilahi mungkin sedang gemetar menanti kehancuran mereka. Namun di dalam dunia kecil ini, kisah kehangatan seorang ayah super dan putri kecil berkuncir kuda akan terus mengalir indah, abadi, dan takkan pernah bisa diguncang oleh siapa pun di seluruh jagat semesta raya.

1
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!