ini karya pertama saya yg paling panjang dan paling menarik🤘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah Sulistiya anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 20
Setelah Sesuka diberitahu dia langsung berlari dan pergi menuju Pemakaman dan benar saja nama guru Asuma sudah ada di nisan
Setelah kembali dari lapangan latihan dia langsung pergi dan tidak kembali lagi dari rumahnya Setelah itu mereka pergi mencari Sesuka ternyata Sesuka sedang berada di taman pusat kota
"apa yang terjadi oleh guru Asuma!" tiba-tiba air matanya tumpah
"hiks..." tangis Sesuka dengan terisak
(padahal guru Asuma adalah guru yang paling aku sayang kenapa dia harus pergi duluan) Isak Sesuka dengan suara yang ada di dalam hati
Mereka semua membiarkan Sesuka sendiri karena mereka tahu Sesuka itu butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sedang diliputi duka
"ada di mana guru Jiraiya?...." kata Sesuka membuka mata lalu mulai melihat sekeliling
Tiga hari sebelum Asuma Sarutobi dinyatakan telah tewas ada sedikit percakapan antara Tsunade dan guru Jiraiya
"Jadi bagaimana?" tanya Tsunade pada jiraiya.
"ya aku akan tetap pergi walau resikonya mati, aku akan menitipkan dua muridku padamu Jika aku tidak selamat" pesan Jiraiya, Tsunade langsung memukul bahunya lalu berkata dengan senyum Haru
"jangan bilang seperti itu, Kau pasti akan pulang" ujar Tsunade
"Baiklah aku akan pergi, Jaga dirimu Tsunade" kata Jiraiya yang membuat Tsunade malu
Lalu tiba-tiba Tsunade menghentikan langkah Jiraiya dengan teriak
"kalau mereka berdua menanyakan Keberadaanmu, aku harus jawab apa! " teriak Tsunade
"Bilang saja ada keperluan, jangan suruh mereka nyusul" pesan Jiraiya lagi
Jiraiya pergi meninggalkan Tsunade lalu Jiraiya Melambaikan tangannya Seraya berkata aku akan kembali
Baiklah kita akan kembali di tempat Sesuka berada sekarang, Dia sedang mendatangi pemakaman guru Asuma Sarutobi anak dari Hokage ke-3
Asuma pergi meninggalkan Kurenai yang sedang mengandung anaknya / anak haram
Setelah pemakaman selesai, Yang lain sudah pada kembali ke rumah masing-masing kecuali Sesuka yang masih diam layaknya patung
(aku akan membalasnya untuk guruku) sumpah Sesuka dalam hatinya
"Sesuka?" guru Jiraiya menepuk bahu Sesuka lalu Sesuka tersadar dari lamunannya
"apa kamu baik-baik saja?" tanya guru Kakashi
"Iya guru aku baik-baik saja" jawab Sesuka dengan senyum paksaannya di depan wajah guru Kakashi, dan setelah Sesuka berjalan beberapa langkah dia Hampir ingin pingsan Untung ada guru Kakashi yang menopang tubuhnya
"memang kau sedang memikirkan apa Sesuka?" tanya guru Kakashi
"Aku sedang tidak memikirkan apapun aku hanya kurang istirahat" jawab Sesuka dengan berusaha berjalan sendiri tapi Baru Jalan tiga langkah Dia hampir jatuh lagi, Kakashi akhirnya rela menggendong tubuh Sesuka yang mulai lemas
"beberapa kali sudah aku peringatkan kalau tidur di bawah angka 22 harus sudah tidur" nasihat Kakashi pada sesuka
Mereka berdua Akhirnya telah sampai rumah dan Sesuka segera dibaringkan ke tempat tidurnya
Mengapa ketika Sesuka marah mereka hanya meladeninya dengan pelan-pelan biar Sesuka jinak lagi mereka sudah tahu kalau Sesuka sedang ngambek mereka harus menjawab dengan perlahan itu juga mereka tahu cuma sebagian kecil dari hidup Sesuka
Kita akan beralih ke tempat Jiraiya yang kini sedang bertarung dengan pain Lagi, ternyata Jiraiya ingin membasmi para Pain tapi Sayangnya dia harus gugur di pertempuran, dua hari setelah kepergian Jiraiya ada kakek katak yang datang ke Konoha untuk memberitahu gugurnya Jiraiya Pada pertempuran / fukasaku
Semua yang ada di kantor Hokage merasa terkejut sekaligus sedih bukan main siangnya Kakashi diperintahkan untuk memanggil kedua murid Jiraiya Uchiha Sesuka dan Uzumaki Naruto ke ruangan Hokage
"Naruto?" guru Kakashi tiba-tiba muncul di jendela kos-kosan Naruto
"Kamu dipanggil Tsunade dan disuruh menghadap dirinya" jawab Kakashi diangguki oleh Naruto
Mereka berdua pergi untuk menjemput Sesuka dan ternyata Sesuka sedang menggambar di rumah guru Kurenai
"Sesuka?" Panggil Kakashi, Sesuka pun menoleh lalu tersenyum
"ada apa guru Kakashi? Eh ada Naruto juga ya?" wajah Sesuka siang itu ceria sekali
"kalian berdua disuruh menghadap Nona Tsunade" jawab Kakashi setelah diberitahu dia dipanggil Sesuka menitipkan barang-barangnya di rumah guru Kurenai
10 menit kemudian mereka sampai, di depan kantor Hokage terdapat katak besar bernama gamabunta lalu katak yang agak kecil dari gamabunta yakni gamakichi
"Hai gamabunta! apa kabarnya kalian?" seru Sesuka
"baik" jawab gamabunta
Setelah mereka memasuki kantor Hokage mereka masuk ke ruangan Tsunade, dengan Senyum 1000 watt Sesuka menatap orang-orang yang ada di dalam ruangan itu
"Wah Aku Dikira cuma gamabunta dan anak-anaknya, ternyata ada kakek katak juga ya?" ujar Sesuka bersemangat, tapi senyum menghilang Jika dia menatap mata Tsunade yang amat serius
Oke lanjut lagi gasy !!!! ♥️♥️♥️🤗😊