NovelToon NovelToon
Tak Ada Lagi Kesempatan

Tak Ada Lagi Kesempatan

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alrumi

"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."

Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.

Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.

Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.

Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.


Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Buruknya

"Iya itu aku, emang kenapa kalau aku lakuin itu, hah?" ucap Rijal akhir nya mengakui akan terornya itu.

"Kamu bilang kenapa, harusnya aku yang bilang kenapa bukan kamu. Kenapa kamu lakuin ini sama aku?" ucap Claudia yang tak habis pikir dengan jawaban Rijal.

"Suka-suka aku dong, emangnya apa hak kamu ngelarang - larang?" ucap Rijal bukannya minta maaf, ia malah menunjukkan sisi buruknya.

"Aku emang nggak ada hal, tapi di sini aku kecewa sama kamu. Kenapa harus aku yang kamu teror dan kenapa kamu baru mengakuinya setelah aku jelasin kecurigaan aku sama kamu?" ucap Claudia yang mulai emosi.

"Hey... asal kamu tau aja ya, aku nggak akan lakuin ini kalau kamu nggak ngilang terus saat aku chat. Makannya aku chat kamu lagi pake nomor yang lain." ucap Rijal akhirnya menjelaskan kenapa dirinya melakukan hal tersebut.

"Huh... ternyata di gini in sama orang nggak enak ya, tapi kita harus berusaha tetap tegar. Kenapa semuanya begitu menyebalkan. Di kehidupan nyata, aku sering dimanfaatkan. Di dunia maya pun juga sama. Apa aku terlalu bodoh karena menerima perlakukan mereka atau mereka terlalu percaya diri jika aku tak mengetahui kebohongan nya. Jujur saat ini rasanya benar-benar campur aduk. Di sisi lain aku tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima kenyataan pahit ini. Bahkan rasanya aku seperti ingin menghilang saja dalam situasi seperti ini. Tapi aku nggak bisa, karena aku yang berperan di sini. Coba saja waktu bisa aku putar, aku tak ingin berada dalam situasi ini. Situasi dimana hidup ku sudah tak sehat dan aku rindu hidup ku yang tak mengenal mereka." itulah yang dulu di katakan Claudia di saat ia terus menerima teror dari Rijal.

Ia selalu berpikir akan kehidupan nya yang dulu. Dimana ia tak pernah peduli dengan lingkungan sekitar dan tak pernah membagi waktu untuk hal seperti ini.

Namun ternyata, ia harus terjebak dalam situasi ini saat ini dan rasanya benar-benar tak bisa ia ungkapkan lagi.

Ketika ia mengetahui bahwa Rijal yang meneror dirinya lagi. Di sana ia benar-benar kecewa yang membuat ia kecewa selain Rijal merupakan pelaku utama dalam teror itu.

Ia juga merasa kecewa karena Rijal tak ada sedikit pun rasa bersalah, bahkan ia seperti menantang Claudia akan jawaban pengajuannya itu.

Di sana Claudia sudah benar-benar nggak kuat dan ingin memutuskan hubungan dengan Rijal.

Namun ntah kenapa Claudia selalu saja luluh dan akhirnya mereka berbaikan lagi.

Bahkan sempat waktu itu, Rijal pernah memberitahu Claudia mengenai perjodohan dirinya dengan perempuan pilihan orang tuanya.

Disana Rijal memberitahu Misel tentang dirinya yang sudah tak bisa menolak permintaan itu.

Ia pun pamit pada Claudia dan izin tidak akan mengirim chat lagi untuk Claudia.

Jujur di sana ntah kenapa setiap kata yang keluar dari Rijal. Tiba-tiba air mata dari Claudia menetes begitu saja.

Ntahlah Claudia tak tahu kenapa bisa terjadi hal seperti itu. Apa mungkin ia takut akan perpisahan atau ia terlalu terbawa suasana akan kata-kata yang ia baca.

Tapi jujur di sana rasanya benar-benar sulit untuk di jelaskan. Air mata itu langsung saja menetes tanpa di minta.

Lalu semuanya pun berakhir, Rijal pun tak mengirim pesan lagi pada Claudia dan Claudia pun tak mengirim pesan lagi pada Rijal.

Keesokan harinya, tiba-tiba tepat jam 12.00 wib. Rijal mengirim chat lagi pada Claudia.

Di sana ia mengirim chat yang tujuannya memberitahu Misel mengenai perjodohan yang ia maksud tersebut.

"Aku nggak jadi di jodohkan sama orang tua aku." inilah salah satu isi chat yang Rijal kirim.

"Kenapa?" ucap Claudia dalam chatnya kala itu.

"Em... sifat cewek yang mau di jodohkan sama aku, kurang baik sama mamah aku. Makannya nggak jadi di jodohkan." ucap Rijal menjelaskan pada Claudia.

"Lalu perjodohan nya batal?" ucap Claudia dalam chatnya.

"Iya di batalin, karena aku nggak mau mamah aku di bentak kaya gitu sama dia." ucap Rijal lagi seolah-olah ceritanya benar-benar nyata.

"Gitu ya." ucap Claudia yang mulai ada kecurigaan dalam dirinya.

Dan ternyata itu benar, hatinya tak pernah bohong jika memprediksi tingkah Rijal. Dalam chat yang berlangsung itu, tiba-tiba ada celah yang membuat cerita yang seolah-olah hidup menjadi redup, tak kala satu kesalahan terungkap.

Claudia pun mulai menanyakan akan rasa curiganya itu pada Rijal. Kalian tau apa yang terjadi? tentu saja Rijal tak mengakui hal tersebut. Karena ternyata ia mengelaknya lagi.

Hal itu akhirnya tak berjalan lama, karena Claudia langsung tau, jika semua ini hanyalah cerita karangan yang sengaja di buat oleh Rijal.

Kalian tahu apa yang Rijal katakan ketika ia menyerah untuk mengakui kesalahan nya itu.

Ia bilang bahwa ia hanya sengaja melakukan hal tersebut untuk menguji Claudia agar memilih mencegah perjodohan tersebut.

Namun ternyata rencananya tak sesuai, karena justru Claudia membiarkan Rijal untuk memilih perjodohan itu.

Bukan tanpa alasan Claudia membiarkan Rijal memilih perjodohan itu. Melainkan karena ada alasan. Dimana saat itu, mereka belum memiliki hubungan yang jelas dan tak mungkin jika Claudia melarang bukan? karena saat itu Claudia sadar akan dirinya yang bukan siapa-siapa Rijal dan tak memiliki hak untuk melarang nya.

Sehingga ia terkesan tak peduli akan keputusan yang di pilih oleh Rijal. Namun ternyata ia membohongi dirinya lagi. Apa hidup ini akan terus berjalan untuk kebohongan.

Kenapa dia memperlakukan Claudia seperti ini. Bahkan tak hanya itu, Claudia pun sempat berpikir. Apa mungkin ada perempuan lain yang mendapat kan perlakukan yang sama dari Rijal seperti apa yang ia rasakan saat ini.

Rasa kecewa yang terus Rijal berikan, bahkan tak berhenti sampai situ saja. Perkataannya yang sering kali membohongi dirinya pun selalu ia terima.

Dulu Claudia sebodoh itu membiarkan hidupnya di penuhi dengan orang-orang yang sering membohongi dirinya.

Mungkin inilah sebabnya, ia mendapatkan perlakukan seperti ini dari Rijal. Karena terlalu tak peduli akan dirinya yang tersiksa dengan perlakukan orang yang sering membohongi diri nya.

Bahkan saat itu, rasanya ia ingin pergi dari dunia dan lingkungan yang membohongi dirinya. Tapi sayang nya, ia terjebak dalam dunia itu.

Sehingga ia selalu menormalisasikan kebohongan demi kebohongan tersebut.

Namun berbeda hal dengan yang Rijal rasakan kala itu. Ia seperti tak akan merasa bersalah sedikit pun atas apa yang ia lakukan. Karena hal ini sudah menjadi kebiasaan dirinya.

Namun ia tak pernah tahu, jika hal ini akan membuat diri nya terluka suatu saat nanti. Mungkin memang bukan sekarang ia merasakan nya, tapi akan ada waktu dimana ia akan merasakan hal tersebut.

Bersambung...

1
falea sezi
MC oon
falea sezi
cewek oon
Rahmat Hidayatullah: jaga bicaramu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!