NovelToon NovelToon
Antagonist Yang Menghindari Takdir

Antagonist Yang Menghindari Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Obsesi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:588.2k
Nilai: 3.8
Nama Author: Aplolyn

Saat tragedi mengambil jiwanya, Syifa menemukan dirinya yang masuk ke dunia novel sebagai seorang antagonis yang secara obsesif mengejar protagonist pria bahkan berencana untuk menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih.

Pada akhirnya dia akan mati terbunuh karna alur itu, oleh sebab itu untuk menghindarinya, dia selalu menghindari pria itu.

Namun bagaimana jika tiba-tiba alurnya berubah, pria itu malah memperhatikannya..

"Tidak! ini tidak ada dalam plot!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Bram terdiam sesaat sebelum menjawab pelan, “Di kampus. Dia baru selesai kelas. Harusnya masih di parkiran gedung E.”

Deg.

Wenda langsung bangkit dari tempat tidur. Adrenalin menyapu kantuk, lelah, semuanya. Telapak tangannya dingin.

“Wen? Lo mau ke sana?” Bram bertanya hati-hati.

“Aku cuma mau lihat.”

Itu bohong.

Ia bahkan tidak tahu apa yang ingin ia lakukan. Tapi tubuhnya bergerak lebih cepat daripada pikirannya.

“Wen.. gue cuma ngasih tau. Jangan salahin gue kalau.."

Wenda memutus panggilan.

Ponsel hampir terjatuh dari tangannya yang gemetar.

Ia menatap cermin sebentar. Rambut awut-awutan, wajah masih pucat setelah penerbangan panjang. Tapi ia tidak peduli. Jantungnya menghantam tulang rusuk seperti ingin keluar.

Dia gak mungkin suka Syifa. Gak mungkin.

Namun kata-kata Bram menusuk terlalu dalam untuk diabaikan.

Tanpa pikir panjang, Wenda mengambil kunci mobil yang ayahnya letakkan di meja ruang tamu, lalu bergegas keluar.

“Wen? Mau kemana?” tanya ayahnya yang baru keluar dari dapur.

“Cari angin, Pa,” jawabnya cepat. “Nanti pulang.”

Wenda tidak menunggu balasan. Ia masuk mobil dan melaju keluar dari halaman rumah.

Jalanan menuju kampus terasa lebih pendek dari yang ia ingat. Atau mungkin karena pikirannya terus dipenuhi satu nama yang membuat napasnya terasa sesak.

Kayden.

Dua tahun ia pergi. Dua tahun ia memutus semua kontak. Dua tahun ia berharap Kayden tetap menunggunya..

..meski ia sendiri yang menghancurkan hubungan itu.

“Bodoh,” desis Wenda pelan pada dirinya sendiri. “Kamu yang ninggalin dia.. sekarang kamu cemburu?”

Tapi perasaan tidak pernah bisa dibohongi.

Hatinya panas, perih, campur aduk.

Jangan sampai aku terlambat..

***

KAMPUS — PARKIRAN GEDUNG E

Begitu mobilnya berhenti, Wenda langsung turun. Napasnya tercekat ketika melihat beberapa mahasiswa berlalu-lalang.

Matanya mencari.

Dan kemudian.. ia melihatnya.

Kayden.

Berdiri di samping motor sport hitamnya, mengenakan kemeja gelap dan tas selempang. Rambutnya sedikit lebih panjang dari terakhir kali Wenda melihatnya. Sorot matanya.. lebih dewasa. Lebih tajam.

Dan di sampingnya..

Wenda merasakan dunia berhenti karna itu adalah Syifa.

***

"Kamu agak gila ya?! Udah berapa hari ini ngikutin aku terus! Pergi gak?!"

Syifa merasa tensinya bisa naik berkali-kali lipat setiap hari hanya karna berurusan dengan Kayden yang mulai mendekatinya.

Pertanyaannya sekarang: Kenapa Kayden jadi tertarik padanya?!

"Emang kenapa? kan biasanya kamu yang deketin aku, gantian gini juga kamu risih?"

Syifa mendengus keras. “Aku gak pernah deketin kamu! Aku cuma..”

“Cuma apa?” Kayden memotong, satu alisnya terangkat. “Cuma muncul di depan kelas tiap jam aku kuliah? Cuma selalu bawain catatan buat aku? Cuma selalu nungguin aku di parkiran?”

Syifa membeku, itu semua sudah pasti bukan dilakukan olehnya tapi oleh si tokoh antagonis pemilik tubuh ini.

Wajahnya memanas, bukan karena malu.. tapi karena merasa kesal, padahal dalam alur ceritanya, Kayden sangat membenci apa yang Syifa lakukan itu.

Lalu sekarang? Pria itu malah merasa tertarik karna dia malah menjauhinya? Apa itu masuk akal?

Kayden mendekat setengah langkah.

Senyum tipis muncul, sangat tipis, tapi cukup membuat Syifa gugup.

“Kamu selalu punya alasan,” katanya pelan. “Padahal aku tahu kok.”

Syifa menelan ludah, memutar bola mata untuk menyembunyikan rasa malunya.

“Tahu apa?!”

Kayden menatapnya lama sebelum menjawab, suaranya rendah.

“Kalau kamu suka sama aku.”

Syifa terbatuk spontan. “A-Apa?! Engg..”

“Tenang.”

Kayden menunduk sedikit, suaranya lebih lembut dari biasanya. “Aku gak ngejek kamu.”

Syifa terdiam.

Pertama kalinya Kayden bicara dengannya.. tanpa ketus, tanpa marah, tanpa dingin yang menyakitkan.

“Kayden… kamu kenapa sih akhir-akhir ini?” tanya Syifa lebih pelan, nada heran. “Kamu bukan tipe orang yang..”

“Perhatian sama orang?” Kayden menyelesaikan kalimat itu.

Syifa mengangguk kecil.

Kayden menghela napas pendek, menatap Syifa seperti sedang membaca isi hatinya.

“Aku juga gak ngerti,” katanya jujur. “Tapi kamu bikin aku gak berhenti mikirin sesuatu yang harusnya udah selesai.”

Syifa terpaku, ia tidak tahu apa maksud 'sesuatu' itu.

“Kamu memang nyebelin,” gumam Kayden, suaranya hampir seperti gumaman. “Tapi kamu nyata. Kamu ribut. Kamu berisik. Kamu.. bikin otak aku gak muter ke hal-hal yang gak penting.”

Syifa menelan saliva keras.

Wajahnya panas.

Jantungnya berdebar tidak karuan.

“Aku gak ngerti maksud kamu,” katanya, meski pipinya memerah habis-habisan.

Kayden tersenyum tipis, senyum yang belum pernah ia tunjukkan pada Syifa sebelumnya.

“Gak apa. Aku juga lagi mencoba ngerti.”

Lalu pada detik itulah, dari kejauhan.. Wenda melihat semuanya.

Dan dunia Wenda runtuh tanpa suara.

Tawa kecil Kayden.

Senyum tipisnya.

Cara Kayden menatap Syifa seolah ia menarik perhatiannya.

Seolah Kayden menemukan sesuatu yang hilang darinya.

Wenda memegang pintu mobil sampai buku jarinya memutih.

1
Suhana Sulaiman
dh tau alur yg tetap tapi masih bodoh ya mati 2 kali.
Atoen Bumz Bums
perasaan di cerita lain kok enak bener ngempaskan koruptor di perusahaan sendiri
beda cerita kalau di negara Konoha pasti kayak gini melipat-lipat taruhannya nyawa🤭
Atoen Bumz Bums
mc-nya mengecewakan
pengen jadi kaya tapi sifatnya sifat miskin
Atoen Bumz Bums
masa nggak sadar sih ada yang aneh
Atoen Bumz Bums
kok jijik ya bodoh dari tadi nggak ngomong-ngomong diem aja di sudutkan
Hibatul Wafiroh
lama lama alurnya membosankan kan
Hibatul Wafiroh
huuh aku kira keren sifa tuh...gak taunya lelet ngomngnya ga tegas
Pipit Ayu
masa ga ada pembelaan diri sedikitpun? kebangetan bgt nyiptain karakternya
ea
aneh jln ceritanya, ada org baru kenal minta tolong ngebujuk soal bisnis , eh dia mau bkn nya langsung nolak
ongkoh takut, tp diladenin trs, dibantuin jg /Sweat//Speechless/
ea
setengah 7? td aja c'kayden jemput kan jam 6.55 trus syfa jg sarapan dl sblm brngkt ma kayden?? authornya linglung or gmn nih? bnyk yg ngaco atau ga fokus jln ceritanya kdg ga nyambung
ArlettaByanca
Syifa lancarin aja lah Wenda n Kayden....
embun senja
mertua gue juga kerja disawah,tapi pas udah pulang langsung mandi dia dandan lohhhh,dengan gincu kebanggaannya dan selalu dipamerin... gintu elisabet katanya yg merah merona kek abis makan cabe sekilo🤣🤣🤣
ina
🤭🤭🤭
saputri
cerita sampah g jls
Retno Palupi
ini Zayn ada d cafe apa d rumah kok jd bingung aq
Retno Palupi
zayn itu suka Sifa dari dulu ya
Nadia Ulfani
karakter syifa ada bodoh’ nya yah
Latifah nurraini tijani
menye² banget ni fl bacanya juga monoton malah kesel, buat author juga baca lagi deh dari eps awal banyak kata typo juga, sorry buat baca juga aku berhenti alurnya kek gimana gitu
Shen
halo, kak! pembaca baru. ironisnya namanya sama sama aku. aku juga Syifa 🤣
Jumaidah Nasution
iya, syifa jiwa baru kok terlalu lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!