Cover by @Iqbald26
Hidup adalah rangkaian rasa, suka dan duka adalah antonim yang saling berkaitan. Karena tidak akan ada yang namanya suka, kalau duka itu tidak ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan
Setelah melihat-lihat foto suaminya,Aisya bergeser melihat ke diary bersampul hitam, nampaknya buku diary itu belum cukup lama ia tulis ,karena diatas buku itu tertera tanggal 01 Desember 20.. jika di ingat itu adalah hari lamaran reyhan dan Aisya.
Lembar pertama Aisya tertarik membaca tulisan Reyhan.
Aku tidak ingin melakukannya,tapi ibuku menginginkan pernikahan ini. Aku dalam dilema yang besar,dan aku terpaksa! semua demi ibuku,aku tidak ingin membuat ibu bersedih.
PB . 01 Desember 20..
Hati Aisya mulai bereaksi, hatinya sedikit perih begitupun dengan matanya. Aisya membuka lembar berikut, kemudian dia membacanya.
***Aku merasa bersalah pada istri yang ku nikahi,sudah setahun pernikahan ku namun perasaanku masih sama terhadap nya. Aku berharap bisa mencintainya seperti pasangan yang lainnya,dia istri yang baik,rasanya tak tega jika aku harus membohongi nya terus menerus.
PB. 01 Desember 20..
Reaksi Aisya semakin besar dadanya mulai sesak, matanya yang sebelumnya hanya berembun saja kini sudah mulai menetes. Aisya masih penasaran dengan halaman selanjutnya.
***Ketika istri ku mengutarakan keinginannya untuk memiliki anak,jujur saja aku sedikit menolak,karena itu terlalu cepat ,bahkan aku belum memiliki perasaan untuk dia. Sampai akhirnya aku yang memutuskan sendiri ingin memiliki anak darinya,lagi dan lagi semua demi ibu ku. Maafkan aku yang tak kunjung mencintai mu.
PB. 01 Desember 20..
Air mata Aisya semakin deras namun tanpa suara, dadanya bertambah sesak, hatinya begitu sakit. Aisya masih penasaran dengan halaman selanjutnya dan dia tetap membacanya.
***Setelah berhasil menanamkan benih dirahim istriku, akhirnya kami dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik, aku jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap anakku. Sebelumnya aku takut tidak bisa menerima anakku ,sama seperti aku belum menerima istriku,namun aku bersyukur itu tidak terjadi,dan aku masih berharap Tuhan menghadirkan rasa cinta itu untuk istriku yang sudah memberikan aku seorang anak dan menjadi istri yang baik.
PB 01 Desember 20..
Air mata Aisya semakin deras, dadanya semakin sesak lebih sesak dari sebelumnya,Aisya tak kuasa menahan sakit hati,bahwa selama ini suami yang sangat ia hormati dan cintai,adalah orang asing yang tidak pernah mempunyai perasaan terhadapnya. Aisya membaca halaman selanjutnya demi mengetahui isi hati Reyhan.
***Aku menulis novel tentang ku dan kehidupan ku beberapa tahun lalu,rasanya saat aku baca ulang novel yang ku tulis rasa bersalah ku semakin besar pada istriku,aku menjual kisahku kepada banyak orang dan yang lebih menyedihkan lagi hasil penjualan novel itu aku serahkan kepada istriku. entah apa reaksinya jika dia mengetahui semua ini . jujur saja aku takut!.
PB 01 Desember 20..
Lagi dan lagi air mata Aisya semakin deras,dia tidak menyangka bahwa Reyhan akan sejahat ini kepada dirinya,andai dia tahu lebih awal pasti dia tidak akan menyetujui perjodohan orang tuanya. Nasi sudah menjadi bubur. Aisya masih penasaran dengan halaman selanjutnya dan diapun kembali membaca.
***Maafkan aku yang tak kunjung mencintai mu, terima kasih sudah menghadirkan penawar untuk ku beralih rasa,karena anak kita aku tau rasanya cinta seperti apa, meskipun aku tak bisa memberikan perasaan itu untuk mu.
PB. 01 Desember 20..
Tangis Aisya mulai mengeluarkan suara,dadanya yang sesak mulai ia pukul dengan satu tangannya, berharap rasa sesak itu berkurang,namun nyatanya semakin sakit. Aisya tetap penasaran dengan halaman selanjutnya.
***Sudah 6 tahun pernikahan ku berlangsung namun,aku masih tersiksa dengan hubungan ini, perasaan itu tak kunjung hadir untuk istriku. Apa dia akan membenciku jika mengetahui bahwa suaminya tidak pernah mencintainya,atau dia akan tetap bertahan demi anak kita. Entahlah,aku takut!!.
PB. 01 Desember 20..
Isak tangis Aisya lebih besar dari sebelumnya,kini tangannya sudah memukul dada nya yang semakin sesak. Aisya membenamkan wajahnya di didalam selimut, rasanya tak kuasa mendapati kenyataan bahwa Selama ini dia hanya mencintai suaminya sendirian,dan perhatian dan kebaikan Reyhan semata untuk menutupi rasa bersalahnya saja,bukan murni cinta seorang suami kepada istrinya.
Aisya tetap penasaran pada halaman selanjutnya dia pun membuka lembar berikutnya, ternyata masih kosong,hanya ada tulisan tanggal dibuku itu.
PB. 01 Desember 20..
Ternyata tulisan itu terputus di lembar ke 7,mungkin jika Reysya tidak menemukan buku-buku ini Aisya akan selamanya menerima perlakuan semu dari suaminya. perasaan Aisya hancur dia bingung harus melakukan apa.
Setelah album dan diary selesai dia buka,matanya tertuju pada novel bersampul orange,di cover itu terdapat gambar wanita yang diberi hati oleh laki-laki disampingnya, namun hati itu semu dan tidak bisa digenggam, gambar hati itu terbang seperti asap lalu menghilang. Mungkin seperti itu lah perasaan Reyhan pada Aisya.
Aisya membaca judul novel itu, Sebatas Rasa
Mata Aisya sudah terlihat sembab,dia ingin membuka lembar demi lembaran cerita dalam novel itu,namun Aisya takut mendapat lebih banyak kenyataan tentang hubungannya dengan Reyhan. Aisya mendapati nama penulis novel tersebut yaitu Pemimpi Besar jika ditelisik itu adalah inisial dari PB yang ada di buku diary milik Reyhan.
Aisya menghentikan setiap kenyataan yang ingin menjumpainya,dia cukupkan dan Aisya tanpa sadar menyimpan novel itu dalam tasnya,dia ingin membaca saat hatinya mulai tenang,dan mencoba berdamai dengan keadaan saat ini.
"Mas aku tidak tahu kalau kamu tidak pernah mencintaiku. Aku pikir semua perlakuan mu padaku adalah cinta. Kebaikan ,senyuman,dan kamu selalu menjadi suami yang memenuhi kebutuhan anak dan istrimu, terlihat natural. Namun kini aku baru mengetahui bahwa kamu bersandiwara. Mas maafkan aku yang tidak peka,maafkan aku yang sudah mencintaimu,maafkan aku yang telah menerima semua perlakuan baikmu,padahal kamu sendiri tersiksa. maafkan aku mas!" ucap Aisya dengan Isak tangisnya yang semakin menjadi,Aisya menggigit selimut agar tangisnya tidak mengeluarkan suara.
Aisya menyimpan kembali album foto dan diary milik Reyhan, sebelumnya dia bingung harus menyimpan itu dimana,namun saat Aisya melihat laci yang terbuka dia menyimpulkan bahwa Aisya mengambilnya dari laci itu.
Aisya pergi ke kamar mandi untuk sekedar mencuci wajahnya yang sembab karena menangis, untuk saat ini dia akan berpura-pura tidak terjadi apa-apa,dan akan bersikap seperti biasanya. Aisya terlelap disamping anaknya,dia memeluk Reysya aangat erat.
"Nak kamu di cintai oleh ayahmu,kamu tidak perlu khawatir. Ayah mu sangat menyayangi mu itu terlihat dari sorot matanya yang memancarkan ketulusan. terima kasih sudah hadir meskipun tanpa rasa,namun kamu tetap kebahagiaan kami. semoga kelak nasibmu tidak seperti ibu,cinta yang bertepuk sebelah tangan" gumam Aisya dalam hatinya,sambil memeluk dan mencium Reysya buah hatinya.
***
Jangan lupa
- like
- komen
- Vote
- favorit novel ❤️
- ikuti Author
Pegel mata sama tangan author,udah mulai perih belum ? hehe
Terima kasih,jangan lupa bersyukur.
tertarik karena baca komentar pembaca ✔️