Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beli baju
Siang ini mereka berencana pergi ke kediaman Adhinatha. Seperti yang dikatakan mama Rianti tadi malam. Mereka akan menjelaskan semuanya pada mama dan papa. Tapi pastinya sesuai dengan apa yang direncanakan oleh Briyan dan Istana hanya bisa mengikutinya dengan berat hati.
"Kamu tidak bersiap? Bukannya aku sudah bilang kita akan kerumah sekarang? " Tanya Briyan yang selesai bersiap dan melihat Isyana masih duduk santai di sofa ruang santai
"Aku sudah siap dari tadi" Jawab Isyana cewek
"Dengan pakaian seperti itu? " Briyan melihat sinis Isyana hanya menggunakan kaos dan celana levis selututnya.
"Oh iya... Apa aku lupa bilang kalau ini adalah harta aku satu-satunya?" Jelas Isyana dengan senyum kakunya dan sambil memegang kaos yang sekarang dia pake.
"Ayo ikut aku... " Briyan menarik tangan Isyana
"Lepasin... Aku bisa jalan sendiri" Isyana melepaskan tangan Briyan. Briyan tak banyak bicara, dia berjalan keluar apartemen dan diikuti Isyana dibelakangnya.
***
Ditengah perjalanan Briyan menghentikan mobilnya didepan sebuah butik.
"Ayo turun... " Ajak Briyan sambil melepaskan sabuk pengamannya
"Apa sudah sampai? " Tanya Isyana
"Kita ganti pakaianmu dulu. Ayo turun... " ajak Briyan yang membuka pintu mobil untuk keluar. Isyana mengikuti Briyan keluar dari mobil. Mereka berjalan memasuki butik.
"Selamat datang di butik kami... Ada yang bisa dibantu" Sapa karyawan butik ketika Briyan dan Isyana masuk.
"Tolong carikan baju yang bagus untuk dia" Briyan meminta karyawan butik mencarikan baju untuk Isyana
"Mari nona ikuti kami" Ajak karyawan butik pada Isyana. Isyana mengikuti karyawan tersebut dan Briyan duduk di kursi tunggu didalam butik.
Tak selang lama Isyana yang sudah berganti pakaian menghampiri Briyan. Untuk menunjukkannya kepada Briyan. Dan diikuti karyawan butik.
" Bagai mana pak? " Tanya karyawan butik pada Briyan
"Apa tidak ada model yang lain? Itu kurang bagus buat dia" Ucap Briyan pada pelayan toko.
"Tapi ini nona sendiri yang memilihnya" Jawab karyawan butik itu
"Pantas tidak berkelas... " Ucap Briyan sambil menatap Isyana dari atas sampai bawah.
'hadeh...kayak yang tau model aja. Pakek kelas-kelasan segala... ' bati Isyana yang hanya diam sedari tadi
"Biar aku yang pilihkan" Briyan beranjak dari duduknya dan memilih baju untuk Isyana.
"Kamu pakai ini" Briyan memberikan sebuah dress motif bunga selutut tanpa lengan kepada Isyana
Isyana kembali ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang dipilihkan Briyan.
"Aku merasa tidak aman dan nyaman pake dress ini" Ucap Isyana setelah mengganti pakaiannya dan melihat dirinya.
" Tapi itu cukup bagus" komentar Briyan
"Banyak angin... Aku takut masuk angin nanti" Alasan konyol Isyana.
'Haduh... Ini mah bahaya kalau roknya naik karena ketiup angin... ini juga kenapa baju gak ada lengannya... Beneran bisa masuk angin kalau kayak gini... 'Batin Isyana
"Alasan yang gak masuk akal" ucap Briyan.
"Sebentar... " Ijin Isyana. Dia kembali mengambil outer yang sesuai dengan bajunya dan celana leging pendek, kemudian memakainya dikamar ganti.
"Bagai mana kalau begini pak? " Tanya Isyana setelah keluar dari kamar ganti.
"Begitu juga bagus" Komentar Briyan
"Kita ambil ini mbak" Ucap Briyan pada karyawan butik. Dan memberikan kartu debitnya.
" Iya Pak tolong ditunggu sebentar ya pak... " Karyawan butik itu membawa kartu debit Briyan kebagian kasir
"Nanti kalau aku ada uang akan aku ganti semuanya" Ucap Isyana setelah karyawan itu pergi
"Selama kamu melaksanakan perjanjian kita dengan baik. Kamu tidak perlu menggantinya" Ucap Briyan. Isyana hanya diam dan menelan ludahnya dengan kasar.
"Ini pak total belanja anda dan ini kartu anda" Karyawan butik itu memberikan struk pembayaran dak kartu debit Briyan.
"Trimakasih atas kunjungannya selamat datang kembali" Sapa karyawan butik itu.
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya