kisah Elma yang terpaksa harus pergi karena suaminya aldio menghamili dan akan menikahi kakak tirinya yang bernama Nani ,dia sangat terluka hingga akhirnya memilih pergi .
namun setelah 12 tahun mereka di pertemukan kembali akan tetapi lagi dan lagi kakak tirinya selalu berusaha memisahkannya . hingga akhirnya Elma memilih mengikhlaskan dan kembali membuka hati untuk pria masa lalu nya sebelum Elma menikah dengan Aldio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelia Elisnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
"kak Danil aku pinjam pacarnya ya , sebentar aja kok . Plis " mohon Naura kepada Danil , karena Naura merasa kalau Elma tidak asing di matanya.
"gak boleh , dasar bocil . Enak aja main angkut "
Naura cemberut lalu menatap Elma kemudian dia menggenggam tangan Elma.
"kak Elma Hira ya ?"
"kok kamu tahu ?" bukan Elma yang jawab melainkan Danil .
Elma tersenyum , di sangat suka dengan tingkah menggemaskan cewek ini . siapa sih namanya ?
"jangan buat Elma bingung deh , Nau . Kalau kamu mau tahu dia ini calon istri aku ".
"cih aku gak nanya kali kak , udah ih jangn nyaut aku mau ngobrol sama kak Elma Hira dulu ." ketus Naura .
Danil sangat merasa aneh dengan anak random ini , apa mungkin dia mau interogasi Elma . Wah jangan -jangan naura cemburu lagi.
"kak Elma ..." lalu handphone nya berbunyi , Naura menghentikan pertanyaan nya untuk Elma . Dia izin angkat telpon .
"aku angkat telpon dulu ya " Naura pergi dari sana sambil menggerutu,kesal dengan kakak nya yang selalu saja mengganggu nya .
"apa sih kak ?"
"jangan usik Elma ,Naura . Biarkan dia tahu dengan sendirinya ".
Naura mengikuti gaya bicara kakaknya di sebrang sana .
"kamu dengar, Nau ?"
"iya iya ,maaf . Gak deh gak bakalan aku apa-apa in kak Elma nya , tapi kalo aku ajak shopping boleh dong ya "
"jangan aneh-aneh Naura " geram kakaknya namun Naura tidak peduli dia malah mematikan teleponnya lalu berlalu dari sana menghampiri Danil namun Elma sudah pergi sepertinya.
"Kak Elma mana ?"
"udah pergi , jujur deh sama aku . Kamu mau ngelabrak Elma kan yang kaya di sinetron itu ?" ucap Danil mengintimidasi Naura .
"dih , PD banget kak Nil ini ." ucap Naura kemudian berlalu dari sana membuat Danil mengernyit heran .
Ah sudahlah , bagus Naura tidak menyulitkan nya lagi . Danil pun kembali ke tempat kerjanya .
Elma mengingat kembali siapa gadis yang bernama Nau ini , seperti pernah melihatnya . Mungkin cuma perasaannya saja .
###
Elma mulai bekerja hari ini , Kemudian dia menemui bagian resepsionis.
"permisi mbak , kalau boleh tahu ruangannya pek Muh dimana ya ?"
" oh ,ini mbak Elmahira ya ?". Elma menganggukkan kepalanya" baik , mari saya antar ke ruangannya pak Muh ".
Lalu mbak resepsionis itu membawa Elma ke lantai 2 dimana ruangan pak Muh berada , setelah sampai mbak resepsionis mengetuk pintu pak Muh dan mengatakan kalau yang bernama Elma Hira sudah datang .
Pak Muh mempersilahkan Elma untuk masuk sedangkan mbak resepsionis permisi untuk kembali ke tempat kerja .
Pak Muh langsung saja menunjukkan dimana ruangan kerja Elma ,
"baik semuanya , hari ini Elma Hira akan bergabung bersama kalian semua " ucap pak Muh " itu meja kerja kamu , semoga betah ya " lanjut pak Muh lalu dia pergi dari ruangan divisi pemasaran .
"hallo , namaku ayu ."
"Elma "
"aku Rudi ,itu Mesya ,itu sella dan itu melati ."
"hallo semuanya , aku Elmahira "
setelah sesi kenalan Elma pun duduk di bangku yang sudah di tunjuk pak Muh , masih ada 1 kursi kosong lagi entah milik siapa karena di meja itu ramai sekali dengan pernak pernik. Sepertinya perempuan feminim.
Elma memulai pekerjaan nya hari ini , disaat semua sedang sibuk tiba-tiba pintu terbuka . Seorang gadis masuk dengan bibir cemberut dan sambil menghentakkan kakinya di lantai ,sepertinya sedang tidak baik-baik saja.
Semua yang disana tetap fokus bekerja karena mereka sudah tidak aneh lagi dengan kelakuan Naura , karena yang mereka tahu naura itu adiknya pak direktur .
Setelah duduk Naura melirik ke kiri dan disana ada Elma , Naura membolakan matanya kemudian berteriak heboh.
"kak Elma ... " Naura berdiri menghampiri Elma dan memeluknya erat membuat Elma canggung.
"ih seneng deh kak Elma kerja disini , Naura berjanji akan bekerja dengan sungguh -sungguh " ucap Naura sambil berdiri tangan di atas .
Semua yang ada diruang tersebut sangat senang jika ada yang bisa membuat Naura semangat untuk bekerja, karena jika Naura malas-malasan pasti mereka yang kena marah pak direktur.
"kamu kerja disini juga ,Nau ?"
"Iya ,kak . Oh iya kak Danil gimana kabarnya?"
Elma manyun , dia sebenarnya masih kesal sama si kuda Nil itu .
" Pasti dia gak peka ya sampai buat kakak cantik cemberut gitu , awas aja tuh sungai Nil . Aku bejek-bejek " ungkap Naura gemas karena Danil selalu tidak peka .
"gak juga sih ,Nau . Si kuda Nil itu rese , lagian aku gak pacaran sama kuda Nil kok " jujur Elma takutnya Naura salah paham lagi .
"hahaha kuda Nil , kakak bisa saja ngatain orang . Tapi serius kakak gak ada hubungan sama kak Danil ?"
"Serius Naura sayang , udah ah kerja lagi ".
Terpaksa Naura kembali ke meja kerjanya , dia mulai fokus bekerja. Tidak terasa hari sudah beranjak siang , waktunya istirahat. Elma dan Naura keluar bersama mereka mengobrol dan bercanda bersama .
Reza menghampiri Naura .
"loh Elma "
"eh Za ,kamu kerja disini ?"
"Kakak kenal sama pacar aku ?"
" ya ampun , Reza pacaran sama Naura . Wah pasti hidup kamu berwarna,Za . Soalnya Naura ceria banget " ungkap Elma tulus .
Reza dan naura salah tingkah , sepertinya mereka berdua sedang bucin-bucinnya . Elma sangat senang sekali melihat pasangan berdua ini .
Menjelang sore waktu nya Elma pulang , dia sudah tidak sabar untuk sampai ke rumah . Dia kangen dengan Aluna .
Setelah sampai rumah , Elma melihat Aldio dan Aluna sedang belajar bersama . Elma perlahan mendekat .
"eh, mama udah pulang ?"
Elma tersenyum kaku , kemudian Elma masuk kedalam rumah . Jujur Elma belum siap bertemu Aldio sesering ini , dia takut kembali jatuh cinta .
"papa pulang dulu ya ,sayang . El , aku pulang yah ." ucap Aldio pamit .
"papa hati-hati ya di jalannya , jangan buang aku "
"papa tidak akan pernah buang kamu sayang , kamu tetap anak papa . Yasudah papa pulang dulu ya ".
Setelah Aldio pulang Elma merosotkan tubuhnya dari balik pintu, dia menangis . Dirasa sudah cukup Elma berdiri dan menghapus air matanya lalu bergegas mandi .
Nani sangat geram dengan kelakuan Aldio , yang ada di pikiran nya saat ini hanya Elma dan Elma saja . Ternyata Nani masih kalah dengan Elma , dia mengacak-acak barang yang ada di sekitarnya.
Aldio masuk tanpa bertanya kenapa di rumahnya berantakan , membuat Nani tambah kesal .
" Al ,aku gak terima ya kamu temuin Elma terus "
Namun Aldio hanya diam saja .malas rasanya untuk debat dengan Nani karena ujungnya pasti menyalahkan Elma.
"aku istri kamu sekarang Al . Coba dong kamu luangin waktu buat aku "
"yang mau jadi istri aku siapa ? Bukankah kamu ? Jadi seperti ini lah jika kamu memaksa untuk hidup sama aku "
Aldio menaiki tangga dan masuk kamar nya , lalu mengunci pintu kemudian merebahkan dirinya di kasur .
Danil tersenyum lebar ketika dia sudah menemukan alamat rumah Elma , dia langsung menyambar kunci mobilnya lalu pergi ke rumah Elma .
Setelah sampai dia turun dari mobil , dengan tidak sabar dia mengetuk pintu dengan keras membuat Elma geram .
Elma membuka pintu lalu tampilan Danil dengan tersenyum lebar membuat Elma tambah kesal .
"dasar kuda Nil , ngapain kamu kesini ?"
"aku mau nagih janji kwaktu itu "
"janji yang mana ?" tanya Elma pura-pura lupa kemudian melewati Danil dan duduk di kursi teras . Danil mengikuti Elma dan duduk .
"yang waktu itu ,kalau ketemu lagi kita akan menikah "
"mimpi " ketus Elma
" ayolah El , cuman 1 tahun kok . kalau misalnya dalam 1 tahun kita saling mencintai kita lanjut pernikahan , tapi kalau tidak aku akan ngebebasin kamu . Janji "
"pernikahan itu bukan mainan kuda Nil , udah deh jangan aneh-aneh ".
"plis bantu aku " mohon Danil namun Elma kekeh dengan pendiriannya , Elma hanya pingin menikah dengan orang yang benar-benar dia cintai dan mencintainya .
Elma juga tidak tahu sampai mana dan kapan jodohnya akan datang kembali . Atau mungkin Aldio masih jodohnya atau Danil dan entah siapa lagi .
Elma menghembuskan napas nya kasar , dia sudah lelah dengan kehidupannya yang rumit ini . Namun tetap harus di syukuri mungkin sudah takdirnya harus begini dulu .
Dia yakin suatu saat akan indah pada waktunya .
membiayai ortu.
sekolah dulu yg pintar
hobynya makan
Krn Melda udah membunuh janin yg TDK berdosa.
ntar kumat lagi
biar tau rasanya