NovelToon NovelToon
Hidden Feelings

Hidden Feelings

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lautan Biru

"Bagaimana rasanya jatuh cinta dengan wali yang ditugaskan oleh ayah saya?"
Amara yang muda dan cantik memiliki kehidupan yang bahagia dan sempurna; ia dicintai oleh orang tuanya, sukses dalam studinya, dan telah menjadi direktur perusahaan sejak usia sembilan belas tahun.
Namun, di balik permukaan yang di irikan semua orang itu, ada sesuatu yang membuatnya sedih. Melihat pria yang dikaguminya sejak kecil menikah dengan wanita lain, Amara yang sombong hampir tidak bisa menyembunyikan rasa sakit dan kesedihan di hatinya.
Di sisi lain, Akmal yang tahu dirinya tidak boleh jatuh cinta, namun tanpa sadar dirinya terus memperhatikan Amara. Saat melihat Amara bersama pria lain, ia peduli dan cemburu...
Akankah roda takdir menuntun keduanya untuk saling mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhenti bekerja

Ucapan Akmal terngiang-ngiang di telinga Amara, gadis itu sejak tadi tidak bisa memejamkan matanya. Hanya berguling kanan dan kiri tanpa bisa menghilangkan ucapan Akmal.

Menghembuskan napas panjang Amara memilih bangun dan keluar dari kamar, minuman dingin mungkin bisa membuatnya lebih tenang.

Lemari pendingin adalah tujuannya, megambil sebotol air dingin saat menutup pintu lemari pendingin Amara terkejut melihat ayahnya yang sudah berdiri.

"Ya ampun ayah! bikin kaget saja." Amara mengusap dadanya karena benar-benar terkejut.

"Kenapa belum tidur," Maher mengambil air mineral sebelum ikut duduk di kursi bersama putrinya.

"Ngak bisa tidur Yah," gumam Amara sebelum menenggak minuman dinginnya.

"Apa ada yang menganggu pikiran mu?" Tanya Maher dengan penuh selidik.

Amara tampak ragu untuk mengatakan sesuatu yang sejak tadi menganggu pikiranya, tapi segala sesuatu tanpa ia bicara pun ayah nya sudah pasti tahu.

"Ayah bisa menjadi pendengar yang baik, jika kamu ingin bercerita." Ucap Maher pada akhirnya saat melihat Amara diam saja.

Amara tampak menimang jika ia bercerita, takut jika ayahnya akan kecewa atau sedih. Namun Amara juga butuh seseorang untuk berbagi keluh kesahnya.

"Menurut ayah, bagaimana Om Akmal?" Katanya dengan nada lirih.

Maher mengerutkan keningnya, "Bagaimana apanya? Akmal tentu saja baik dan bisa di andalkan." Jawab Maher apa adanya.

Karena selama bekerja dengannya Akmal dan Jonas sama-sama orang yang bisa diandalkan dalam bisnis.

"Hm, kalau Amara menyukai pria yang lebih dewasa bagaimana?" Lirih Amara lagi sambil mengigit bibir bawahnya.

*

*

"Kamu dari mana sayang," Arabella terbangun saat tidak merasakan pelukan hangat suaminya, wanita itu terbiasa terlelap dalam dekapan Maher, dan saat pria itu pergi tak lagi memeluknya ia akan terbangun.

Maher menutup pintu sambil berjalan menuju ranjang, pria itu tersenyum dan memeluk Arabella membawanya kembali ke dalam pelukannya.

"Hanya mengecek pekerjaan," katanya sambil mendaratkan kecupan di kening sang istri.

"Sudah malam begini, kenapa masih berkerja." Arabella memposisikan tidurnya sambil menghirup aroma tubuh suaminya yang selalu membuat dirinya begitu nyaman.

"Besok ada meeting pagi, ayo tidur sudah larut malam." Maher mengusap punggung istrinya agar kembali terlelap.

Dan tak butuh waktu lama Arabella kembali terlelap, terlihat dari deru napasnya yang mulai teratur.

Maher mengecup pucuk kepala istirnya, ia mengingat bagaimana putrinya mengutarakan perasaannya tadi.

"Rasanya aku tidak rela, tapi aku tidak bisa memaksakan perasaannya akan jatuh pada siapa." Gumam Maher yang justru merasa galau setelah mendengar penuturan putrinya.

Maher tidak menyangka jika putrinya ternyata menyimpan rasa pada asistennya, bahkan sampai sekarang putrinya masih menyimpan perasaan itu disaat status Akmal menduda.

Mungkin jika Akmal masih memiliki rumah tangga yang utuh, Amara tidak akan lagi mengharapkan perasaanya untuk terbalas, tapi sekarang.

"Jadi kamu ingin menjadi bagian dalam hidup Akmal?"

Amara masih diam, wajahnya mendadak sendu.

"Apa aku boleh mewujudkan perasaan ini?" Katanya dengan suara yang bergetar, jantungnya sejak tadi berdetak cepat ia terlalu takut mengakui perasaannya pada ayahnya.

"Amara, Akmal memang baik dan bertanggung jawab, tapi-" Maher tak lagi melanjutkan ucapanya, ia menarik napas dan membuangnya perlahan. "Ayah hanya tidak ingin melihat putri ayah kecewa, tapi ayah juga tidak bisa melarang perasaan kamu berlabuh dengan siapa." Katanya dengan nada yang sedikit sendu.

*

*

"Kak jangan lupa!"

Arjun berlari mendekati Amara yang hendak masuk kedalam mobil.

Sore ini Amara akan ke bandara, gadis itu akan berangkat ke Ausie.

"Ish, kenapa aku harus membawa ini." Amara mengembalikan boneka yang adiknya kasih.

"Ini untuk kakak, aku sengaja buatkan ini tau!" Arjun sedikit kesal dan kembali menyodorkan bonekanya lagi pada Amara.

"Arjun, kakak bukan anak kecil lagi!" Amara kekeh menolak.

"Ish, ambil kak. Di dalam sini ada sesuatu kalau kakak bisa menemukan caranya." Arjun menaik turunkan alisnya sambil tersenyum menggoda.

"Apaan sih, ngak jelas kamu!"

"Udah kak, bawa aja. Kasihan Arjun yang sudah susah payah buatkan itu boneka Anabel mata belok." Arabella menahan tawa melihat boneka buatan anaknya yang terbilang aneh.

Arjun mengerucutkan bibirnya, "Jelek bentuknya tapi bagus isinya," Gumam Arjun.

"Iya deh, nyebelin!" Amara melirik Arjun sinis.

"Hati-hati kak!"

Amara masuk kedalam mobil yang akan mengantarkannya ke bandara. Ada Maher dan Arabella di dalam mobil seperti biasa.

"Sayang, nanti kalau sudah sampai-"

"Iya Mama, telepon dan kasih kabar. Tanpa Amara lakukan pasti Om Jo sudah laporkan lebih dulu." Katanya sambil memutar kedua bola matanya malas.

Arabella hanya tersenyum, "Tapi Mama ingin kamu bukan laporan dari Jonas."

"Lagian Jonas sudah tidak bekerja, nanti ada Evan yang menggantikan."

Deg

"Om Jonas berhenti? kenapa bisa!" Tanya Amara yang terdengar panik.

"Dia tidak mengatakan alasannya sayang,"

"Jadi ucapanya itu -"

*

*

Nah loooo

1
Hariyanti
tamat juga akhirnya.thanks Thor🤗 ceritanya bagus dan menyenangkan 😘😘😘
LENY
DASAR LENA LICIK IRI KRN GAK DIPERDULIIN AKMAL 😂😂
LENY
ASTRID PAPA KAYLA KAN BUKAN AKMAL KOK SEOLAH OLAH AKMAL PAPA KANDUNG KAYLA🙈
LENY
TERIMA JONAS BIARIN AKMAL
LENY
DASAR KURANG AJAR AKMAL
LENY
JD WANITA HRS PUNYA SIKAP JGN GOBLOK
LENY
NAH GITU DONG
LENY
MAKANYA SADAR AMARA JGN BEGO KRN CINTA. 🙈
LENY
SETUJU SAMA SAMUEL AYO AMARA JGN GOBLOK JD ORANG JGN MAU SAMA SI PLIN PLAN AKMAL😡🙈
LENY
BETUL JGN MAU SAMA AKMAL NNT BIKIN KAMU SAKIT HATI AMARA
LENY
AMARA SEKOLAH PINTER LULUS CUM LAUDE TAPI BEGO MAU AJA SAMA AKMAL
LENY
BEGO AMARA MAU SAMA AKMAL KAMU GAK AKAN TENANG PASTI DIRECOKI ASTRID TERUS🙈
LENY
GAK SUKA LIHAT AMARA SAMA AKMAL 🙈🙏
LENY
AMARA MABUK NNT DUH. AMARA INI GAK BISA ILMU BELA DIRI YA SEPERTI ANSK ORANG KAYA BIASA DARI KECIL SDH DILATIH BIAR BISA JG DIRI GAK CUMA MENGANDALKAN BODY GUARD🙈
LENY
GOBLOK BENER AMARA KL MAU MENERIMA AKMAL SDH PASTI TERGANGGU TERUS SAMA KAYLA DAN ASTRID🙈. BPK KANDUNGNYA AJA GAK BERTANGGUNG JAWAB😡
LENY
JGN MAU AMARA SAMA AKMAL MENDING SAMA JONAS🙏
LENY
AKMAL SETELAH DIKECEWAKAN ASTRID BARU MAU DEKAT DGN AMARA. MAAF AKU KURANG SETUJU KL AMARA SAMA AKMAL 🙏🙏
LENY
TERNYATA ASTRID SDH TERNODA PANTAS AKMAL KECEWA MERASA DIBOHONGI CONA KL TERUS TERANG DARI AWAL
LENY
KOK AKMAL BEGITU YA SAMA ISTRINYA ASTRID KAN ITU PILIHAN DIA SENDIRI ANEH😱
Azmy
thor ceritanya sudah ending tp jonas belum menjelaskan siapa wanita pertama yg mengambil perjakanya di bab bab sebelumnya kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!