Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.
Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Vanessa sedang bekerja di kantor papanya dan ia di minta ke bagian pemasaran untuk meminta berkas yang di perlukan. Namun saat ia hampir sampai ke divisi pemasaran tangannya tiba-tiba di tarik oleh seseorang yang tak ia kenal namun kala orang ia terlihat jelas ternyata lelaki itu Riki.
“Kau...untuk apa kau menarikku”. Vanessa menghentakkan tangan Riki agar terlepas dari lengannya. Dari semua orang yang tak ingin Vanessa temui Riki adalah yang paling tidak ingin ia temui tapi kenapa selalu bertemu.
“sayang ini sudah lama aku merindukanmu apakah kau masih tidak menganaliku ?”. Vanessa melipat tangannya di atas dada karena kesal dan memang ingin memperlihatkan kekesalannya.
“sayang cobalah untuk mengingatku okey aku pacarmu ?”. lagi-lagi Riki menyakinkannya bahwa ia adalah pacar Vanessa padahal mau ia menjadi pacar Adelia atau pacar Vanessa ia sudah tak peduli lagi, bahkan sangat muak dengan lelaki itu.
“tidak aku sangat tidak ingat maaf aku harus bekerja”. Vanessa hendak pergi meninggalkan Riki tapi lagi-lagi Riki mencegahnya pergi.
“sayang cobalah ingat kembali atau kita menikah dulu pasti setelah itu kau ingat aku, kapan aku bisa menemui orang tuamu ?”. mata Vanessa melebar sempurna mendengar penuturan Riki.
Dalam benak Vanessa ia sangat ingin memaki Riki sekaligus ingin menertawakan Riki saat ini. Riki bilang ia ingin bertemu dengan orang tuanya Vanessa dan ingin menikahinya katanya, tentu supaya ia bisa menjadi suami Vanessa yang merupakan anak semata wayang keluarga kaya.
Ia bisa mengerti jika dulu Riki selalu punya alasan jika ia ingin Riki segera menikahinya tentu Riki ingin menjadi menantu orang kaya. Dan Vanessa adalah gadis yang cocok karena bisa Riki tipu dan permainkan seenaknya tapi yang saat ini ada di hadapan Riki bukanlah Vanessa melainkan Adelia yang sudah mengetahui kebusukan Riki.
“tunggu sepertinya memang aku mengingat sesuatu...”. Vanessa punya ide untuk mempermainkan Riki dan sepertinya berhasil karena saat ini Riki tersenyum.
“sepertinya aku ingat kau sedang tidur dengan perempuan lain dan aku melihatnya secara langsung hah iya aku yakin jika itu kau”. Vanessa berhasil dan ia bisa melihat wajah ketakutan Riki setelah mendengar apa yang ia katakan.
Riki terpaku dengan dahinya yang tiba-tiba berkeringat dingin bahkan ia seperti mencari alasan tapi tak bisa. Dalam hati Vanessa ia tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mempermainkan Riki.
Jika dulu Adelia hanya bisa menerima perlakuan Riki yang selalu mengabaikannya dan tak menganggapnya padahal ia sudah melakukan apapun demi Riki dan balasannya malah ia mendapat penghianatan yang sangat menyakitkan maka sekarang balasan untuk Riki akan segera di mulai.
“sepertinya aku tak ada waktu meladenimu, dan aku rasa kau sedang sakit jadi selamat tinggal”. Adelia melangkah melewati Riki dan tak memperdulikan Riki yang memanggilnya beberapa kali di belakang.
Adelia melangkah menuju ke devisi marketing karena tadi terhambat dengan adanya Riki namun saat ia melangkah ia merasa melewati seseorang yang ia kenal, vanessa memundurkan langkah kakinya dan sangat terkejut kala melihat mas Arya sedang melipat tangan dan bersender di dinding.
“siapa dia, bukankah sekarang kau milikku kenapa kau dekat dengan yang lain aku tidak suka segera jauhi dia”. Vanessa menghela nafas mendengar kata-kata mas Arya yang sangat terasa sekali jika ia sedang cemburu.
Padahal tanpa mas Arya minta juga ia tidak suka bertemu dengan Riki tapi di sisi lain Vanessa juga tak bisa menghindar lantaran Riki bekerja satu kantor dengannya. Bahkan dulu Vanessa juga punya hubungan dengan Riki, rasanya sulit untuk menghindari Riki karena Riki adalah orang yang akan selalu ia temui untuk membalaskan dendam.
“Aku tau mas Arya tidak suka dengan Riki aku juga tidak suka dengannya, bahkan dia yang mendekatiku padahal aku selalu menghindar”.
Mas Arya terlihat berfikir karena pernah mendengar nama Riki tapi ia lupa pernah bertemu atau mendengar nama Riki di mana padahal ia tak merasa pernah bertemu dengan wajah Riki, mengapa rasanya begitu tak asing, tiba-tiba ia ingat siapa Riki itu dan melihat Vanessa dengan tajam.
“bukankah dia pacarmu ?”. tanyanya dan Vanessa mengangguk.
Vanessa melihat jam yang melingkar di tangannya dan tepat ini jam istirahat, kalau begini ia akan ke divisi pemasaran nanti saja setelah istirahat. Dan sekarang yang utama adalah memadamkan api cemburu mas Arya yang sudah terlihat membara.
“ikut aku dulu aku akan menjelaskan semuanya”. Vanessa menarik tangan mas Arya dan membawaya ke kafe dengat kantor karena ia ingin menjelaskan semuanya, entah mengapa ia ingin mas Arya tau apa yang selama ini ia pendam dan rasakan.
******
Sekarang mereka sudah ada di kafe itu dan kebetulan sekali kafe tersebut tidak terlalu ramai. Ini adalah kesempatan Vanessa untuk menceritakan bagaimana masa lalunya yang kelam dan berharap mas Arya mengerti dan tak menganggapnya mengatakan suatu kebohongan.
“katakan kenapa kau bisa dekat lagi dengan mantanmu atau kau memang masih mencintainya maka di hidupmu sekarang sebagai Vanessa kau mencarinya lagi ?”. seperti biasa mas Arya akan memperlihatkan kemarahannya jika ia sudah kesal.
“tenanglah mas aku tidak mencintainya lagi malah aku sangat membencinya sekarang karena sebenarnya....”. Vanessa menghentikan perkataanya karena ragu untuk bilang atau tidak dan itu membuat mas Arya menjadi penasaran.
“sebenarnya apa ? katakan padaku semuanya aku harap kau tidak menutupi apapun”. Vanessa menghela nafas sebelum mengatakannya.
“karena sebenarnya Riki dan kakakku lah yang membunuhku waktu itu”. Terlihat wajah mas Arya sangat terkejut.
“apa yang kau katakan itu benar ? kejam sekali mereka berbuat itu padamu, aku akan membuat mereka membayar semuanya”. Vanessa tersenyum, ia merasa ada yang akan membantunya dan melancarkan aksinya untuk membalas dendam.
Vanessa dengan sepontan menggenggam tangan mas Arya saking senangnya, “benarkah mas Arya akan membantuku membalas dendam ?”.
“iya tentu saja mereka harus mendapatkan balasan karena bertindak jahat padamu”. Mas Arya lalu melihat tangannya yang di genggam oleh Vanessa dan itu membuat Vanessa juga melihat ke arah pandang mas Arya.
“maaf aku terlalu sepontan”. Ia melepaskan genggaman tangannya namun kini mas Arya yang menggenggam balik tangan Vanessa lalu memberikan ciuman ke punggung tangan Vanessa.
“jangan canggung ataupun sungkan, apapun akan kulakukan untukmu, aku senang kau terbuka padaku”. Vanessa entah merasa tenang kala bersama mas Arya.
Mungkinkah ia sudah mencintai mas Arya dan mempercayai lelaki yang kini ada di hadapannya. Saat ia berfikir untuk balas dendam sendiri dan tak mengatakan siapapun jika ia adalah Adelia tapi saat ini ia merasa jika percaya dengan mas Arya membuatnya berfikir jika mas Arya adalah orang yang bisa dipercaya.
“Adelia ayo kita terima perjdohan ini dan menikah “
“baiklah”.
aldikn gak tau
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi