NovelToon NovelToon
Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Wanita Karir / Chicklit / Sugar daddy / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:546.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nindi'G

Bercerita tentang seorang wanita yang sedang bekerja di kota lain demi bisa menghidupi anaknya. Nabila Maharani namanya, bekerja sebagai karyawan biasa disebuah perusahaan dikota tempat tinggalnya. Karna tuntutan pekerjaan Nabila terpaksa meninggalkan anaknya bersama sang suami dikampung halamannya....


Apa yang akan terjadi, Ikuti kisah selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindi'G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat tinggal

Tanpa Nabila dan ibu Ros sadari, ternyata Kasiar menyaksikan tangisan pilu kakaknya. Kaisar berkaca-kaca melihat kakaknya terlihat sangat rapuh.

"Sakit melihatmu menangis seperti itu, Mba," gumam Kaisar, airmatanya jatuh menyentuh pipinya.

Kaisar memilih meninggalkan kedua wanita beda usia itu. Dia menuju teras depan, disana ada pak Wahyu dan Raksa yang sedang bermain robot.

Sementara itu di dalam kamar, Nabila merasa lega setelah melepaskan semua beban yang dipikul nya.

"Maaf ya, Bu. Nabila cengeng ya?" tanya Nabila dengan mata bengkak efek terlalu lama menangis.

"Anak ibu tidak cengeng, menangis hal wajar jika seseorang merasakan kekecewaan yang luar biasa," ujar ibu Ros lembut seraya membelai wajah sembab anaknya.

"Nabila janji, setelah ini Nabila tidak akan lagi menangis. Bu," ujar Nabila tersenyum tipis.

"Tidak pa-pa, Nak. InsyAllah dibalik semua masalah yang menimpamu akan ada pelangi setelahnya. Jadi, jangan pernah putus berdoa," nasihat ibu Ros.

Nabila mengangguk tersenyum, "Iya, Bu. Aamiin, InsyaAllah Nabila akan terus berdoa terutama untuk kebahagiaan Ibu dan Raksa," ujar Nabila merebahkan kepalanya dipangkuan Ibunya.

"Ibu akan bahagia jika anak-anak Ibu bahagia." Ibu Ros membelai kepala anaknya.

"Semoga kelak Kaisar akan menemukan pasangan yang betul-betul tulus menerimanya, Bu."

"Aamiin... Kamu juga Nak. Ibu doakan anak-anak Ibu menemukan pasangan yang bisa menerima kalian dengan tulus."

"Nabila rasanya trauma untuk menikah, Bu."

"Jangan seperti itu, Nak. Tidak semua laki-laki seperti Samudra, sebelumnya kamu diuji dengan suami seperti Samudra, Tapi kedepannya Ibu yakin akan ada pria yang tulus menyayangimu dan Raksa."

"Iya, Bu. Tapi untuk saat ini, Nabila ingin fokus mengurus Raksa dulu, Bu."

"Iya, itu sudah kewajiban orangtua membesarkan anaknya. Sudah bersedihnya, sekarang ayo bantu Ibu bawa koper ini kedepan agar besok tinggal dimasukkan ke dalam mobil," ucap Ibu Ros menunjuk koper miliknya.

Nabila mengangkat kepalanya, lalu mengarahkan pandangannya mengikuti telunjuk ibunya.

"Biar Nabila yang bawa, Bu. Cuma 1 koper sama 1 tas ajak?" tanya Nabila.

"Iya itu aja. Tapi tasnya biar ibu yang bawa, itu sangat berat," sahut ibu Ros.

"Nggak akan berat, Bu." Nabila berjalan menghampiri koper dan tas. Nabila mengangkat tas tersebut ditaruhnya diatas koper, "Nih, taruh disini aja, Bu. Jadi lebih mudah dibawanya," ujar Nabila seraya menarik pegangan koper.

Nabila meletakkan koper ibunya di dekat pintu utama, lalu masu ke kamar Raksa lalu keluar dengan membawa koper Raksa yang ukuran sedang serta tas mainannya.

"Mba, lagi ngapain?" tanya Kaisar.

"Mba lagi pindah-pindahin koper untuk besok, jadi gampang ngangkatnya," jawab Nabila.

"Ya ampun, Mba. Kan bisa panggil Isar, biar Isar yang ngurusin ini koper."

"Selagi mba bisa kerjakan kenapa harus merepotkan kamu." Nabila tersenyum.

Kaisar mendengus, "Mba terlalu mandiri," ucap Kaisar kesal.

"Bukannya jadi wanita mandiri itu yang disuka laki-laki?"

"Nggak semua, Mba."

"Yaa maaf, Mba kira semua begitu," jawab Nabila cengengesan.

"Yaudahlah. Isar mau kekamar dulu, mau ngambil koper biar digabungkan sama yang lainnya," ujar Kaisar berlalu menuju kamarnya.

 

Tiba hari dimana Nabila akan memboyong keluarganya ke Jakarta. Nabila sibuk memeriksa kondisi rumah ibunya sebelum benar-benar ditinggalkan.

"Sudah dicek semuanya, Mba?" tanya Kaisar.

"Iya sudah. Nanti seminggu sekali akan ada orang yang datang membersihkan, jadi aman," jawab Nabila.

"Mba bayar orang untuk bersihin rumah?"

"Iya, itu mba lakukan supaya sewaktu-waktu kita pulang kesini rumah tetap dalam keadaan bersih."

Kaisar mangangguk-anggukan kepala tanda mengerti, "Ayo, Mba. Mobil jemputan sudah datang," ajak Kaisar.

"Iya, ayo."

Nabila dan Kaisar keluar rumah. Nabila mengunci rapat pintu rumahnya. Merasa semua aman Nabila ikut masuk kedalam mobil.

"Sudah?" tanya pak Wahyu saat Nabila sudag duduk disamping ibunya.

"Iya, Pak," jawab Nabila tersenyum.

"Bismillah, selamat tinggal Pontianak. Mungkin akan memerlukan waktu yang sangat untuk kembali kesini lagi," ucap batin Nabila.

Mobil yang ditumpangi rombongan Nabila perlahan meninggalkan pekarangan rumah ibu Ros. Mereka rencana akan makan siang dibandara.

Tiba dibandara, Kaisar dan pak Wahyu menurunkan koper-koper dan lainnya dari mobil.

"Sudah semua, Sar?" tanya Nabila.

"Sudah, Mba."

"Ayo kita kedalam, kita makan dulu. Kasian Raksa pasti sudah lapar," ajak pak Wahyu.

"Laksa lapalll," celoteh Raksa.

"Aduadu... Anak ibu laper ya, Nak? Ayo kita makan," tanya Nabila pada anaknya.

Raksa didudukkan di stroller nya didorong oleh ibunya. Koper dan barang lainnya disusun diatas trolly. Karna jadwal keberangkatan masih sekitar sejam lagi, pak Wahyu menitipkan trollynya dibagian keamanan. Lalu rombongan menuju restoran. Mereka makan siang dengan hikmat.

Sejam berlalu, kini mereka sudah duduk dikursi pesawat. Pesawat sudah lepas landas.

"Ayah... Maafkan ibu karna meninggalkan rumah kita, ibu lakukan ini semua demi kebahagiaan anak-anak kita, Yah," ujar batin ibu Ros.

Seseorang menepuk pundak ibu Ros, "Ibu kenapa?" tanya Kaisar khawatir.

Ibu Ros tersenyum, "Ibu nggak ap-pa, Nak."

"Jika Ibu merasa kurang sehat, sebaiknya Ibu istrahat. Nanti saat sampai Isar bangunin Ibu," sahut Kaisar.

"Ibu tidak apa-apa. Ibu cuma takut, kan baru pertama kali ibu naik pesawat," jawab ibu Ros bergurau.

"Pejamkan mata, Bu. Lalu genggam tangan Kaisar," ucap Kaisar lembut, "Isar akan selalu ada untuk Ibu, mba Nabila dan Raksa," lanjutnya.

Ibu Ros mengikuti kata anaknya. Memejamkan mata dan menggenggam tangannya. Perasaab nyaman dirasakan ibu Ros.

"Yah, kita berhasil mendidik anak-anak kita," ucap batin ibu Ros tersenyum.

Sedangkan Nabila memposisikan Raksa agar duduknya nyaman selama penerbangan.

"Raksa, duduknya nyaman?" tanya Nabila lembut.

"Iya, Bu," jawab Raksa.

Nabila tersenyum, "Anak sholeh," ucap Nabila mengusap-usap kepala anaknya.

Pesawat mendarat dengan mulus di bandara Jakarta. Semua penumpang bergantian turun, termasuk rombongan Nabila.

Mereka sekarang sedang menunggu jemputan yang belum juga datang.

"Jemputannya belum tiba, mungkin terjebak macet," ucap pak Wahyu.

"Iya, Pak," jawab Nabila.

"Sebaiknya kita duduk dulu, pasti akan sangat melelahkan menunggu sambil berdiri begini, hehehe..." usul Kaisar dengan sedikit gurauan.

"Iya, Kaisar benar. Kita duduj disebelah sana," sahut pak Wahyu seraya menunjuk kursi kosong.

Sekitar 30 menit seorang gadis periang yang sangat dikenal Nabila datang dengan terburu-buru.

"Hallo... Assalamualaikum semuanya," salam Clara dengan ceria.

"Waalaikumssalam..." jawab mereka serempak.

"Maaf, saya datang terlambat," sesal Clara.

"Nggak masalah, Clara. Kita maklum, kau juga punya tanggung jawab dikantor yang lebih penting," sahut pak Wahyu cepat.

"Sekali lagi saya minta maaf... Kalau begitu, mari, mobil ada disebelah sana," ucap Clara menunjuk mobil yang dibawanya.

"Makasih ya, Clara. Udah sempetin waktu jemput kita," ucap Nabila tersenyum.

Clara tersenyum sumringah melihat Nabila, "Mba Nabila santai aja, Clara senang jemput Mba, tau nggak," ucap Clara terkekeh.

"Ayo, itu yang lain sudah jalan kita masih diam disini," ajak Nabila terkekeh karna mereka ditinggal rombongan.

"Iya, Mba. Sini biar saya yang dorong anak comel ini," ucap Clara lalu mengambil alih pegangan stroller Raksa.

"Aduuuh... Jadi nggak enak, udah dijemput, barang-barang ada yang bawain, sekarang Raksa juga ada yang momong," ucap Nabila terkekeh.

1
salma
penasaran
Jasmin Melor
Luar biasa
Fetty Fineke
apalagi aku yg suaminya tukang ojek,,tiba2 dikasih ma suami duit segitu,,,,
mustahil .....
Memyr 67
𝗶𝗻𝗶 𝗴𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗮𝗹𝗮𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮? 𝗸𝗼𝗸 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻? 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗽𝗼𝗸? 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿 𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸, 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘁𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝘀𝗲𝗺𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮.
Astrid valleria.s.
lama banget Thor update nya....apa udah ditamatin...ga enak digantung...
Sulfia Nuriawati
kok blm up lg udah lama sekaleeeee
Erina Munir
halluu loh samud....udh dehh ...klo udh ga mampu ya udhh
Jue
Aku ingatkan Caca dan Mamanya aja yang Gila tapi rupanya yang lebih parah adalah Samudra , Sungguh keturunan keluarga yang tidak sedar diri .
AZ & AR
sudahlah samudra. ke kota fokus aja cari adek & mama kau. trus balik ke kampung sono. gk usah cari pintu masuk kehancuran..

udh bener2 di kasih kesempatan buat bahagia eh malah cari kehancuran lagi..
Nindi: Tiupin ketelinga Samudra supaya cepat kembali sadar kak🤭
total 1 replies
Tarminah Tarminah
lo sampai ga bahagia ku skip thor
Sulfia Nuriawati
dih g nyadar, dulu aja cm d jd kan sapi perah, skrg mw d ambil lg, telaaat mantan udah bahagia skrg, jgn d ganggu kalo g mw msk penjara pg
Rizky Sandy
kirain sdh insaf ternyata msh sama saja,,,,,
ros
yg terlanggar nabila pasti cici
Jue
Lucu nih Samudra , Kalau Nabila sendiri ngotot mahu cerai kena pula harus susah-susah rujuk kembali , Kamu aja sudah kek sampah yang layaknya hanya dalam Tong MDKT
Nindi: Entah apa yang dipikiran Samudra ini
total 1 replies
Ali aziz
pokoknya keluarga nabila jangan ada sangkut paut lagi sama keluarga samudera dan jangan pula galaksi dg cici pokoknya putus hubungan telak ga boleh ada ikatan apapun dlm kelurga nabila
Nindi: Oke siap dicatat kak
total 1 replies
Jue
Sungguh muka tak malu Samudra kalau masih tak sedar diri untuk berharap kembali kepada Nabila dan Raksa , Seluruh keluarga Samudra enggak ada benarnya , Nabila yang sudah hidup bahagia dengan Wahyu yang kaya raya serta Galaksi sebagai anak tiri yang baik , Jadi jangan pernah jodohkan Galaksi dan Cici Author , Ya mungkin sikap Cici berubah tapi dia bukanlah jodoh yang baik buat Galaksi , Tambah-tambah lagi kalau harus terikat kembali dengan keluarga mantan sampah , Euuh ... , Sungguh akan merosakkan jiwa Nabila kembali Author .
Nindi: Kapan tobatnya keluarga Samudra
total 1 replies
Erina Munir
niat jelek mah ga bakalan berhasil neeng....prett deh iihh...
Erina Munir
ya...ampuunn....anak n maknya sama aja klakuaan...klakuaan....
Ira
Makin serem aja kelakuan caca
Nindi: Hy, Kak. Terima kasih masih setia jadi pembaca karya author. lopeu sekebooon/Joyful/
total 1 replies
Memyr 67
𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 𝗲𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗵𝗼𝗰𝗸. 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻, 𝗾𝗸𝗶𝗿𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗴𝗶𝘁𝘂
Nindi: /Smirk/ maafkan author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!