NovelToon NovelToon
Jadi Tawanan Preman Galak

Jadi Tawanan Preman Galak

Status: tamat
Genre:Mafia / Obsesi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:93.1k
Nilai: 5
Nama Author: Candradimuka

Kesialan hidup Suri dimulai setelah dia menyelamatkan seorang preman yang sekarat. Niat Suri cuma menjadi manusia baik dan punya kontribusi sosial menolong yang susah, ternyata malah jadi alasan dirinya terjebak dalam belenggu posesif preman aneh.

Preman itu tidak mau menyebutkan namanya, tidak mau menjawab pertanyaan Suri, melarangnya bekerja dan tidak mau pergi, hingga rasanya seluruh hak pribadi Suri direnggut paksa.

Tapi, dia preman yang bisa memberi bertumpuk-tumpuk uang pada Suri seperti sedang meludah.

*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Sensitif Kayak Bayi

Tanjung memicing kesal pada kedatangan Dayan. Sebenarnya ia sudah tahu anak ini ada sejak meninggalkan Suri tadi, tapi Tanjung tidak bisa mendatanginya karena mata Suri tertuju pada dia.

Gadis ini tidak perlu banyak tahu, itu yang Tanjung pikirkan.

Dayan ternyata malah memanfaatkan itu untuk bertingkah bebas.

"Oh, abangnya Suri." Dayan menyeringai terang-terangan. Berkata 'elo dikata abang ini cewek' lewat tatapannya. "Hai."

Suri langsung berdiri. "Enggak usah disapa. Abang gue galak."

Lalu dia menarik lengan Dayan mendekat padanya. Membisikinya sesuatu entah apa tapi kentara Dayan melirik Tanjung sambil menahan tawa.

Bawahan Tanjung datang membawakan makanan yang ia pesan, jelas untuk Suri karena dia bilang lapar, tapi Tanjung terlalu sibuk melihat lengan Dayan di tangan Suri.

Sudah Tanjung bilang diam saja kalau tidak mengerti. Dia malah masuk ke mulut buaya secara sukarela.

Tanjung memegangi perutnya saat mulai merasakan sakit lagi. Jika ia berdiri dan menggunakan terlalu banyak tenaga, Tanjung hanya akan menyusahkan diri sendiri.

Ayo diam saja.

"Lo mau pergi sama gue habis ini?"

Tanjung langsung berdiri, menarik Suri dari tangan Dayan.

"Akh!"

Didorong gadis itu duduk, karena mau diucapkan pun dia tidak paham. Mata Tanjung lebih fokus pada Dayan yang tidak menyembunyikan sedikitpun tatapan bermainnya.

Jadi begitu.

Dia tahu Tanjung akan kesal kalau dia mengganggu Suri, makanya dia terus mendekatinya.

"Bro." Dayan menepuk bahunya, berbisik samar. "Lo nih misoginis, iya kan?"

Omong kosong apa lagi yang dia katakan?

"Pulang ke kandang lo," gumam Tanjung dingin. "Urusan lo di sini selesai."

"Dari dulu gue bilang," Dayan menepuk-nepuk lengan Tanjung, "tangan lo lebih cocok bunuh orang."

Dia melewati Tanjung begitu saja, mendekati Suri lagi.

"Lo enggak pa-pa?" tanya dia seakan ada hal penting. "Sakit? Buka jaket lo coba, gue liat."

Kenapa dia begitu berlebihan? Tanjung bukan memukul atau menusuk dia dengan pisau.

Begitu pikir Tanjung sampai Suri melepas jaketnya, dan Dayan menyibak kaus di lengan gadis itu. Tanjung sedikit kaget melihat kulit Suri dihiasi memar biru, seolah dia baru dipukuli oleh seseorang.

Siapa yang—

"Kakak lo suka main kasar, yah." Dayan tersenyum manis. "Mungkin dia enggak sengaja."

Tanjung membeku.

Itu ... bekas tangannya?

*

"Kenapa lo enggak bilang?"

Suri lebih suka melihat tembok kamar. "Soal?"

"Tangan lo, kenapa enggak bilang?"

"Bilang apa?" balasnya sengit. "Bilang tangan gue sakit? Emang mau denger? Lo seenaknya narik-narik orang, seenaknya dorong-dorong orang, enggak mau tau pendapat orang, sekarang malah nyalahin gue enggak ngomong? Kata siapa gue berisik? Lo kan cuma tau diem, terus nyuruh gue diem, terus enggak mau tau gue kenapa."

Tapi, cowok ini adalah tipe cowok normal dan paling banyak di bumi: alias cowok yang brengsekk, tidak mau salah, tidak mau mengalah.

Lihat. Matanya melihat Suri kesal alih-alih merasa bersalah.

Bukannya membalas apa kek, dia berbalik pergi, menelepon seseorang.

"Ke sini sekarang."

Suri pikir siapa gitu yang dia panggil, tak tahunya malah Dokter Moris.

Jelas Suri kaget. Sempat ia kira Dokter Moris datang memeriksa cowok itu, ternyata dipanggil untuk Suri.

"Well," Dokter Moris melirik cowok aneh tersebut dan pikirannya sebelas dua belas dengan Suri, "lukanya enggak parah."

Yaiyalah! Orang ini cuma lebam! Kalau Suri butuh dokter untuk lebam, dari dulu ia mati karena tertabrak pintu!

"Kenapa dia malah luka cuma gara-gara dipegang?" tanya sowok Tak Bernama itu. "Emangnya kulit dia ada penyakit? Sensitif kayak bayi."

"Heh!" Suri protes.

***

MISOGINIS : orang yang benci perempuan

1
Kurnia Triartanti
plisss, lanjut kak
Rafkah
tnjung kyk org amesia
Rafkah
gk ppa kmu bnyk sury asl jgn ngrokok. gk enk kesan ny
Lintang Villa
bagus, tulisannya mudah dipahami ini jejeran novel terbagus sih _ menurutku
Mei Muntiani
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KOQ GANTUNG CERITANYA.... BIKIN KECEWA....
secret 🌪️
kaka author novelnya ko ga dilanjutin padahal lagi seru"nya
Take: iya kan :((( kangen Tanjung pake banget
total 1 replies
Sadar Usman
novel yg paling keren yg pernah gue baca.. sehat slalu thoor..
Sadar Usman
paling ga suka cewek ngeroko alaw cuma dlm cerita ..semangat thorr
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya👏
Helmi Manalu
pertahankan terus istri dan anak mu Tanjung,,, jangan menyerah... lanjut thor semangat,,
Rumi Tirta
ceritanya unik
Helmi Manalu
jangan pisahkan Suri,Rana,sama Tanjung dong Thor
Kam1la
keren... bikin deg degan...
Raning Raning
bagus thor semangat upnya
Kam1la
seru....!
Helmi Manalu
sdh mulai seru nih,,,deg-degan,apa suri bakalan ninggalin Tanjung nggak ia,,, lanjut thor semangat
Kam1la
like kak...
Helmi Manalu
kira"kertas apa itu ya,,,jd penasaran... lanjut thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!