NovelToon NovelToon
Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:98.5k
Nilai: 5
Nama Author: RisyArhes

Sekuel kedua dari Chat Story dengan judul yang sama.

Kisah ini akan menceritakan Dhavin Calvaro yang merupakan seorang Bos mafia yang akhirnya sudah mendapatkan wanita yang dicintainya.

Hari-harinya dipenuhi dilema karena Revina, sang istri selalu memiliki keraguan terhadapnya.

Siapa yang tidak ragu, jika suaminya adalah seorang pria kaya, punya penampilan dalam berjuta pesona yang mampu membawa dosa untuk para wanita lain, justru adalah orang yang menyukai Revina yang merupakan perempuan dari desa.

Dan satu keraguan yang dimiliki Revina pun adalah karena Dhavin masih saja menyimpan rahasianya.

Dhavin tetap menyimpan rahasia besarnya yang merupakan seorang Bos mafia, kelompok yang selalu berada di sisi dari kegelapan dari kota metropolitan.

Kisah apa saja yang dijalani oleh dua orang ini? Ikuti kisahnya.

Warning! : Yang tidak suka alur lambat, skip saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisyArhes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 : DBMJCP : Menambal lubang hati

Hanya saja, ketika melihat Dhavin berbalik dengan membawakan piyama berwarna Navy dengan desain kimono, di sudut harinya dia lagi-lagi merasakan sensasi kehangatan aneh yang cukup menggelitik hatinya. 

‘Kamu benar-benar perhatian sekali ya. Aku tidak tahu harus apa untuk membalas semua yang kamu lakukan kepadaku selama ini. Apalagi…sebentar lagi adalah hari ulang tahun pernikahan kita. Aku..tidak tahu harus membuat apa atau menghadiahkan apa padanya.’ Pikir Revina. 

Segala pikiran Revina pun dia tarik kembali saat Dhavin berkata : “Pakai ini.”

Dhavin benar-benar menyerahkan semua kebutuhan Revina saat itu juga. Jadi bukan sekedar piyama saja, tapi juga kedua pelindung asetnya. 

Revina tersenyum malu, ‘Dhavin ini, kenapa dia begitu bangga menyerahkan semua pakaianku sih?’ Revina pun mau tidak mau menerima semua pemberian Dhavin itu. “Terima kasih.” ucapnya seraya menatap semua pakaian yang sudah ada di tangannya itu. 

Dhavin yang melihat ekspresi sendu terlukis di wajah Revina, membuat tangan kanannya pun tiba-tiba terangkat untuk meraih rambut Revina yang masih basah itu dan menepisnya ke ke arah belakang telinga. ‘Apalagi yang dia senyumkan? Ekspresinya benar-benar selalu berubah cukup drastis, sampai aku sedikit kewalahan dengan perubahan hatinya yang suka mendadak ini mendadak itu.’

Kelopak matanya Dhavin pun terkulai melihat senyuman lembut itu sungguh terukir di bibir Revina. 

Bibir yang beberapa waktu lalu mengucapkan kata penuh kesedihan itu, kini berubah menjadi senyuman manis, yang membuat Dhavin ingin sekali meraih bibir itu untuk dia cium lagi. 

Tapi….

Sayangnya Dhavin harus mengistirahatkan kegiatannya yang ingin merasakan itu lagi dan lagi. 

Tapi…

“Apakah boleh?” Suara itu seketika keluar dari mulutnya, membawa Revina untuk menatap kearah wajah Dhavin dengan tatapan mata yang terlihat menyiratkan sebuah kesan rindu yang amat mendalam. 

“Apa?” Sahut Revina dengan lembut. ‘Kenapa lagi-lagi ekspresinya seperti itu?’ pikir Revina, sampai tanpa sadar air matanya ternyata sudah menggenang di pelupuk matanya. 

Nuansa aneh dari yang tercipta dari perasaan mereka berdua pun tiba-tiba saja datang. 

Yaitu suasana hati yang menginginkan satu pencapaian untuk menutupi satu kesan rindu yang ada dalam diri mereka berdua masing-masing. 

“Revina~” Panggil Dhavin dengan cukup lirih. 

Sampai si empu, diam tanpa menyahutnya dan justru digantikan dengan mata Revina yang menutup. 

Melihat Revina menutup matanya, Dhavin pun membungkukkan tubuhnya, lalu meraih wajah itu agar semakin dekat. Mengisi kekosongan dari jarak mereka berdua hingga akhirnya, satu kecupan lembut itu ternyata mendarat juga di bibir mereka masing-masing. 

‘Dia mau~ Berarti dia tidak marah lagi denganku. Hanya saja…ini lebih berbeda dari yang tadi siang. Sudah berapa lama aku menantikan suasana seperti ini lagi?’ Benak hati Dhavin. 

Lebih dari sebulan dia terus menunggu dan menunggu. Menunggu Revina yang hampir meninggalkannya. 

Tetapi penantiannya itu, akhirnya bisa terbalaskan dengan keluarga kecilnya yang akhirnya lengkap kembali, sebab istrinya itu bisa terbangun lagi dari koma. 

Dengan begini, Dhavin pun benar-benar bertekad untuk membuat Revina tidak masuk kedalam bahaya lagi. 

Itulah tekad yang ada di dalam hatinya saat ini. 

“Mphh~” Revina melenguh ingin bernafas. 

Akan tetapi, Dhavin yang tidak ingin momen itu lari begitu saja terbawa waktu, Dhavin merubah posisi bibirnya dari miring ke kanan menjadi miring ke kiri. 

Sesuatu yang jelas lembut, manis, juga hangat, bisa Dhavin rasakan lagi. Itulah yang dia nantikan sebagai pelepas kerinduannya terhadap Revina. 

‘Ini sangat berbeda dengan yang tadi siang.’ pikir Revina, sampai sudut matanya yang tak kuasa membendung air matanya, akhirnya keluar dan membasahi pipinya. ‘Bagaimana ini, rasanya dia benar-benar menikmatinya. Dhavin…kenapa kamu selalu membuatku tidak bisa lepas dari jeratan hatimu yang sudah sangat mengikatku?’

Ulasan dari perasaan paling mendalam yang cukup lembut itu pun sukses membuat kedua orang ini saling menutupi lubang kecil di hati yang mereka miliki. 

“Hmph..” Revina yang tak kuasa lagi ingin mendapatkan oksigen lebih banyak, mencengkram kemeja hitam milik Dhavin dengan kuat. 

Dhavin melepaskan tautan dari mereka berdua. Sebab pencahayaan di dalam kamar termasuk minim, Dhavin hanya mampu melihat Revina ikut menikmatinya juga.

“Hah….hh…hah….Dhavin.” Panggil Revina balik.

“Ada apa?” Tanya Dhavin dengan sorotan mata sendu, mendengar namanya akhirnya bisa di panggil lagi oleh mulut yang terasa sudah lama terdiam. “Kamu menginginkannya lagi?”

Dhavin kembali mengusap wajah Revina dengan lembut, sampai bulu kuduk Revina jadi kembali meremang karena geli. Apatah lagi, tangan kiri Dhavin yang besar itu masih melingkar di pinggangnya. Sensasi dari kulit yang bersentuhan langsung itu menjadikan Revina seperti merasakan adanya gejolak lain di dalam tubuhnya. 

Tangan yang terasa dingin itu sungguh membuat Revina merasa adanya suhu yang saling berkontradiksi dengan kulitnya.

“Bisakah kamu melepaskanku?”

“Kenapa?” Tanya Dhavin, masih sibuk untuk terus mengusik wajah Revina yang halus itu. Dia benar-benar ingin memakannya. “Aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Jawab Dhavin dengan nada berbisik, tepat di depan wajah Revina yang sudah terbawa arus malu, karena wajah mereka berdua sangatlah dekat, sampai deru nafas milik mereka bisa mereka dengar. 

“T-tapi…” Revina mengernyitkan matanya, karena Dhavin sungguh terlihat seperti ingin menggodanya terus tanpa ampun. “Aku harus …memakai pakaian.” Balas Revina, menjawab ucapan Dhavin. 

“Kalau begitu biarkan aku membantumu.” Lirih Dhavin seraya tangan kirinya merebut kembali pakaian yang sempat tadi dia berikan kepada Revina. 

“Tapi aku..bisa..sendiri.” Ungkap Revina. Tubuhnya sempat menggelinjing saking gelinya. “Jadi berbaliklah.” Pinta Revina. 

“Untuk apa aku balik badan? Lagi pula dari tadi aku juga sedang menikmati melihat tubuhmu.” Timpal Dhavin dengan serta merta. 

Geram karena Dhavin tidak memberikannya waktu pribadi untuk memakai pakaian, Revina pun menangkap tangan kanan Dhavin yang sedari tadi mengusik pipi, leher dan rambutnya itu. 

GREPP….

Dengan kekuatan penuh, Revina benar-benar meremas tangan Dhavin yang sering bertindak jahil itu. 

“Shh…..” Dhavin pun sedikit meringis, karena dia akhirnya kembali mendapatkan cengkraman tangan yang cukup kuat dari Revina. 

“Balik ya balik, sana.” Protes Revina seraya mendorong tubuh beruang besar itu agar balik badan. 

Tingkah Revina yang sedang menahan malunya itu pun menjadi tontonan menarik bagi Dhavin. Karena itulah, sekalipun mendapatkan tangannya sungguh di cengkram kuat oleh Revina, itu adalah hal yang tak seberapa, dan membuat Dhavin jadi tersenyum simpul. “Iya..iya…belum lama sadar dari koma, tenagamu ternyata sebesar ini.”

“Diamlah.” Rungut Revina, sudah tidak tahan lagi dengan segala ucapan yang keluar dari mulut Dhavin yang penuh maut itu. 

"Hmm...." Dengan cukup menurut Dhavin jadi balik badan. 'Padahal jika ada di depanku, sudah tidak ada yang perlu di tutupi lagi.'

1
Dina Novitasari
baru baca, seru crtanya😍
Mommy QieS
Like, subscribe n vote ya, Kak.
Mommy QieS
gift 🌹 untuk awal mulanya
Mommy QieS
like, subscribe n vote, Kak!
Xiaomi Redmi 4a
kok Uda tamat, maksudnya tamat beneran Thor??
Jiang Yingxia: ya.., sesi ini udah ditamatin dulu, nnti ada kelanjutannya sih. 🤧 tapi mau cri ide dulu.
total 1 replies
Xiaomi Redmi 4a
aiiih kasian Vina,,jgn lama2 amnesia nya ya thor
Xiaomi Redmi 4a
hah..jadi itu dhavin beneran,tapi kok jadi amnesia!!!??
Xiaomi Redmi 4a
Freddy nih bukan dhavin..ck
Xiaomi Redmi 4a
gimana vinella ma dhavin ya?
Xiaomi Redmi 4a
wooow...mulai terungkap satu2 ya.
Hera Imoet
ceritanya jadi ga terarah yaa arka kakak angkat Adel... tapi kakaknya vinella.... lajuttt thoorrr
Hera Imoet: owh seperti itu .. yaaa.... hehehehe
total 2 replies
Xiaomi Redmi 4a
semoga dhavin jadinya cepat plg lagi Krn ada penyerangan
Xiaomi Redmi 4a
Wuii kasian pengawal dhavin yg kocak tadi mati,,tapi jgn buat dhavin knp2 ya Thor...aq vote ya Thor... semangat
Xiaomi Redmi 4a
semoga dhavin baik2 aja
Xiaomi Redmi 4a
hmmm seminggu terasa lama yah buat yg saling mencinta
Hera Imoet
ishhh ada apa siii sebenernya... kepooo.. lanjutttt thoorrr cemungutzz
Hera Imoet
lanjutttt thoorrr cemungutzz
🍏A↪(Jabar)📍
lanjut
Xiaomi Redmi 4a
Uda la Vina,,kamu susul aja gih...
Xiaomi Redmi 4a
vinela,,kamu emang serba bisa..Ng salah kaki tangan pilihan dhavin,semua serba ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!