Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20. MENJADI ASISTEN PRIBADI
Sementara di tempat lain tepatnya di rumah keluarga Emin Pak Erdana dan ibu Ernala merasa khawatir keberadaan Emin saat ini. mereka mencoba menghubungi nomor ponsel Emin. Tetapi sambungan telepon selulernya tidak tersambung Abelano yang ikut gelisah karena tidak mengetahui keberadaan saat ini, langsung meminta asistennya untuk mencari tahu keberadaan Emin saat ini.
Keluarga Basten berpamitan kepada ibu Ernala dan Pak Erdana untuk mencari keberadaan Emin saat ini. Mereka berjanji akan menemukan Emin secepatnya. Karena nyonya Agatha merasa bersalah akan apa yang terjadi kepada saat ini.
Sore hari telah tiba, mereka tak kunjung menemukan sosok Emin dimana keberadaannya. Membuat Nyonya Agatha emosi menatap Abelano. " Mami Tenang saja Abelano akan membawa Emin kembali ke rumah ini." janji Abelano kepada Nyonya Agatha.
Tidak perlu berjanji seperti itu, Mami tidak menyukainya laksanakan Apa yang ingin kamu laksanakan. Mami tidak mau tahu lagi." ucap Nyonya Agatha sambil langsung berlalu dari hadapan Abelano membuat Abelano menggelengkan kepalanya.
Ia bingung harus melakukan apa saat ini, yang membuat Nyonya Agatha merasa bahagia dan mengembalikan senyumannya. Tuan Basten meraih tubuh istrinya ke pelukannya. "Papi akan berusaha mencari menantu kita. Emin wanita yang baik, pantas menjadi menantu kita, walaupun dia hanya anak seorang pembantu.
Tetapi hatinya seperti malaikat dan Dewi, Papi juga menyukai sosok Emin yang menjadi menantu kita di rumah ini. karena tidak ada wanita sebaik Emin yang bersedia menikah dengan Abelano yang bertingkah urakan seperti Putra kita." ucap Tuan Basten sambil memeluk istrinya membuat hati nyonya Agata sedikit menghangat, mendapat perlakuan romantis dari suaminya.
Keesokan harinya, Emin dan Arum berangkat dengan semangat pergi ke Samera group untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan yang di Samera group.
Setelah tiba di kantor, tampak Emin masih kaku. ia bingung mengerjakan apa yang harus ia kerjakan saat itu. Sementara Paris menghubungi HRD yang bertugas di kantornya, dan meminta kepada HRD menempatkan Paris menjadi asisten pribadi Paris.
HRD yang mendapat perintah dari Paris pun langsung melaksanakan perintah itu, dan memanggil Emin ke ruang HRD. "Emin tolong ikut saya." ucap HRD itu kepada Emin yang masih briefing bersama leader yang selama ini menemani Arum bekerja di kantor samera Group.
"Baik bu, sahut Emin sambil langsung mengikuti HRD ke ruang kerjanya." Ada apa Ibu memanggilku?" tanya Emin penuh selidik. "Mulai hari ini kamu bekerja sebagai asisten pribadi Pak Paris. Karena dia memerlukan mu disana mengatur jadwal kerja Pak Paris dan juga mengatur segala keperluan Pak Paris, Selama dinas kerja." ucap sang HRD kepada Emin memberitahu tugas-tugasnya sebagai asisten pribadi Paris.
" Ibu serius saya menjadi asisten pribadi Pak Paris? bukankah ada yang lebih layak dariku? Aku masih baru bekerja hari ini di sini. Tetapi Mengapa saya langsung diangkat menjadi asisten pribadi CEO Pak Paris?" tanya Emin penasaran.
lalu HRD pun memberitahu kepada Emin kalau yang memintanya menjadi asisten pribadi Pak Paris, adalah Pak paris sendiri. Membuat Emin terhenyak mendengar penjelasan HRD kepadanya.
"Bagaimana Apakah kamu keberatan mendapat tugas ini?" tanya HRD kepada Emin Emin menggelengkan kepalanya. ia tidak mempermasalahkan pekerjaan apa yang ia dapat di kantor samera Group. Yang pasti pekerjaan itu masih halal dan tidak melanggar norma agama.
"Ya sudah kamu langsung ke ruang CEO. pasti pak Paris membutuhkanmu disana.nDan tanya apa saja yang harus kamu kerjakan. jangan diam saja, banyak bertanya banyak pengetahuan." ujar HRD sambil
mengembangkan senyumnya
Wanita paruh baya itu, menatap Emin.
" Kamu cantik sekali, kamu pasti masih muda Berapa usiamu?" tanya HRD itu kepada Emin padahal HRD sudah mengetahui Berapa usia Emin saat ini, dari data-data pribadi Emin yang masuk ke meja kerjanya.
"Terima kasih Ibu sudah memuji saya. Tetapi maaf, saya tidak memiliki uang receh untuk dikasih ke ibu. Karena Ibu sudah memuji saya." canda Emin yang mampu membuat Ibu paruh baya itu langsung tertawa ngakak.
mendengar jawaban dari Emin.
" Kamu memang wanita yang luar biasa. mampu menghangatkan suasana." ucap Ibu paruh baya itu sambil mempersilahkan Emin berlalu meninggalkannya ruangannya menuju ruang CEO karena Pak Paris sudah menunggu Emin di sana.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻