NovelToon NovelToon
Midnight Firefly

Midnight Firefly

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Perperangan / Kutukan / Akademi Sihir / Chicklit
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fredyanto Wijaya

Beberapa orang mendadak merasakan keanehan dengan dirinya. Semacam memiliki kekuatan sihir yang entah dari mana. Itu karena kekuatan para penyihir yang tersegel ribuan tahun terlepas. Membuat mereka yang dipercaya sebagai darah keturunan para penyihir dari masa lampau kini menjadi memilikinya.

Gadis cantik berusia 17 tahun bernama "Barbara Hailey" adalah salah satunya.

Diyakini memiliki darah keturunan penyihir legendaris yang hebat bernama "Anastasha Edith" oleh keluarganya, dia yang dipanggil Hailey akhirnya diundang ke suatu tempat di dunia penuh dengan sihir.

Mereka menyebutnya, Akademi Para Penyihir. "The Sorcerers Academy!"

Tempat berkumpulnya remaja-remaja yang ternyata mewarisi kekuatan para penyihir dari masa lampau.

Akan tetapi karena Hailey kesulitan dalam mengendalikan sihir, dirinyapun menjadi diremehkan oleh sebagian yang lain.

Jadi bagaimanakah cara Hailey agar dapat memenuhi takdirnya sebagai salah satu darah keturunan dari para penyihir terhebat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fredyanto Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19: The Sisters Around The Town(Part 2)

Baru saja tiba di kamar mereka, "Uh, Thalia...," Hailey menatapnya setelah menurunkan Pegasus di lantai. Melihat Thalia langsung ingin berbaring di ranjang. Akan tetapi itu adalah ranjang bawah_ ranjang yang pada waktu malam biasanya menjadi ranjang yang ditiduri diri Hailey.

"...," Tidak mengatakan apapun, Thalia hanya menoleh dan balas menatapnya dengan tatapan tak mengerti. Pegasus berjalan cepat dan masuk bersembunyi di bawah meja kamar. Wajahnya sedikit mengintip dari balik bawah sana sambil samar terus menggeram.

"Itu ranjangku," Menunjuk tempatnya berbaring, "Kamu ingat kan?" Hailey melanjutkan kalimatnya. Pikirnya heran.

"Oh ya! Maaf," Sontak Thalia tersadar. Terlepas dari pandangannya yang terpaku kepada Hailey, dia langsung beranjak dari sana dan bergegas pindah menaiki ranjang atas yang sudah seharusnya ditempatinya.

Duduk menjuntai di atas ranjangnya, Hailey, sejenak melirik ke arah bawah meja. Melihat kucing milik Thalia tak hentinya menggeram sambil mendongak menatap tajam ke arah Thalia yang sudah berada di ranjang kedua atas sana.

"Kucingmu terkena demam atau apa??" Hailey semakin tidak paham dengan tingkah laku kucing milik Thalia itu. Walaupun sudah sempat dikasih makan tapi dia tidak mau.

"Thalia?" Sekali lagi. Thalia di atas sana tidak merespon.

"Aku... Aku tidak tahu," Sahutnya kemudian.

"Apa mungkin ada hubungannya dengan salah seorang The Sisters barusan?! Setelah ada kehadiran mereka, kucingmu ini menjadi bertingkah aneh," Ucap Hailey hanya menduga.

Menghela nafas lelah..., "Semoga kucingmu ini segera membaik," Selip Hailey. Bergerak membaringkan tubuhnya perlahan di atas ranjang miliknya.

"Aku berharap juga begitu," Balas suara Thalia dari atas sana.

"Selamat malam kalau begitu."

"Selamat malam, Hailey. Selamat malam manis," Balas Thalia, kemudian juga mengucapkan selamat malam kepada kucingnya yang entah kenapa. Seakan benar-benar membenci, dan tidak mengenal diri Thalia yang adalah majikannya sendiri.

"Haaaaash!!!" Desis Pegasus, kucingnya membalas ucapan Thalia dengan kasar. Dan Thalia tak bisa berkata-kata lagi. Menghela nafas berusaha sabar_ menjatuh baringkan punggungnya lemas tak bersemangat.

...

Sekitar pukul 01:00 am dini hari...

Pintu balkon kamar mereka sedikit ternganga. Membuat angin kencang dan begitu dingin menghempas masuk. Juga beberapa kali membuat pintunya terus terbentur tutup dan kembali ternganga karena angin. Terus seperti itu.

"Trak!... Trak!... Trak!... ."

Saat itu juga tanpa di sadari oleh Hailey... ada seseorang berada di luar balkon kamar mereka. Samar bayangan seseorang berdiri di balik terpaan badai angin yang membuat semburan air hujan membasahi kaca dan pintu balkon kamar mereka yang juga kaca.

Kemudian... "Wreeek!!" ada suara samar terdengar, dibalik ramainya suara ramai tetesan hujan yang menutupi, angin badai, dan juga dentuman menggelegar dari petir di luar sana. Tubuh Hailey sedikit menggeliat kerena gangguan suara yang satu itu. Seperti terdengar suara bengekan atau hewan tercekik. Tapi itu tak membuat diri Hailey terbangun dari tidurnya. Matanya terlalu berat untuk dibuka. Terlalu lelah sepertinya.

Tapi bukan hanya itu! Ada juga terdengar samar suara langkah-langkah kaki beberapa saat setelahnya. Akan tetapi, itu juga tidak membuat Hailey terbangun untuk mengecek keadaan sekitar.

"Trek!" Pintu balkon tertutup. Terpaan angin yang pasti akan membuat tubuh siapapun luar biasa mengigil karena dingin tidak lagi masuk ke kamar mereka. Suara-suara bercampur aduk dari badai di luar sana juga lebih terpendam.

...

Terus terlelap di antara badai yang lagi-lagi menyelimuti tempat penginapan dan juga seluruh Kota Peridot... Hailey, kemudian terbangun pada lima jam kemudian. Itu berarti sudah pukul enam pagi, dan pagi itu juga badai sudah tidak lagi menyelimuti. Hanya sedikit rintik hujan saja.

Mengucek-ngucek matanya, "Thalia?!" Hailey mengintip naik dan mendapati si Thalia tidak berada di atas ranjangnya. "Thalia?!"

"Kemana dia?" Gumamnya sambil menoleh-noleh ke seisih ruang kamar. Kembali duduk menjuntai di atas ranjangnya.

Dan kucing Thalia juga sepertinya tidak berada di kamar mereka. Tidak terlihat sama sekali. Sempat memiringkan tubuhnya mengecek arah bawah meja_ tempat terakhir kali yang diketahuinya kalau pegasus bersembunyi di bawah sana_ juga tidak terlihat di sana.

"Crek!" Seseorang membuka pintu dari luar kamar. Dan masuklah seseorang yang adalah Thalia_ yang sudah berganti pakaian dengan rambut lembab rapih dan juga wajahnya yang terlihat segar.

"Dari mana kamu?" Tanya Hailey.

"Tentu saja mandi!" Jawabnya langsung tak ragu. Masuk ke dalam kamar sambil menggendong Pegasus di depan tubuhnya.

Melihat Pegasus bersamanya, "Bagaimana keadaannya? Apa dia sudah membaik?" Hailey penasaran. Karena kucing milik Thalia itu, sepertinya terlihat tenang-tenang saja ketika berada di rangkulan tangan Thalia.

"Kamu tidak akan percaya apa yang sebenarnya terjadi! Saat aku susah payah membawanya untuk mandi bersamaku tadi, aku menemukan satu kutu aneh di balik bulu-bulunya. Aku rasa itulah yang membuatnya menggeram kepadaku sepanjang malam tadi," Jelasnya. Thalia mengungkap apa yang terjadi. Penyebab kucingnya bertingkah aneh_ yang seharusnya kucingnya itu sangat akrab padanya... malah sifatnya menjadi berlawanan dan malah seakan seperti membencinya.

Mendengar penjelasan dari Thalia, membuat Hailey berpikir mungkin memang itulah penyebabnya. Thalia yang pada waktu malam kemarin sempat terjatuh bersama Pegasus itulah, ada kemungkin satu kutu yang dimaksud Thalia menempel pada tubuh kucingnya.

Thalia sekarang jauh lebih tenang. Mengira ada sesuatu yang akan terus membuat hubungan dirinya dan kucingnya seperti itu tapi syukur saja tidak. Begitu pula dengan Hailey. Dirinya juga ikut melepas nafas lega.

Tapi yang menjadi pertanyaan baru sekarang itu adalah mengenai Kutu yang di temukan Thalia di badan atau di balik lebatnya bulu-bulu kucing milik Thalia itu.

Memangnya kutu jenis macam apa yang dapat membuat sifat hewan atau makhluk hidup menjadi berlawanan dari sifat aslinya? Yang tenang menjadi agresif, atau mungkin bisa saja yang agresif malah menjadi tenang.

Apa mungkin itu bukanlah kutu sembarangan?

Apa mungkin itu adalah semacam makhluk sihir Bagian dari ulah The Sisters?! Hmm...Entahlah.

Tapi yasudahlah! Setidaknya Thalia dan juga Pegasus, kucingnya, saat itu sudah dalam hubungan ikatan yang kembali seperti biasanya. Ikatan normal antara majikan dan hewan peliharaannya yang sudah dianggap seperti satu keluarga.

"Lalu kamu apakan kutu itu? Sudah kamu habisi?"

"Tidak aku apakan. Itu sudah mati sebelum aku yang melakukannya. Mungkin karena air," Jawab Thalia sambil menaruh Pegasus di atas meja. Lebih merapihkan rambutnya.

"Oh ya! Apa kamu mendengar sesuatu dini hari tadi?" Thalia langsung mengganti pembahasan.

"Apa itu? Maksudmu badai? (Thalia: "Selain itu.") Aku tidak mendengar apapun dengan jelas karena badai itu. Lagi pula aku terlalu mengantuk. Tapi... Sepertinya aku mendengar sesuatu yang lain."

"Mendengar apa?" Thalia ingin tahu. Matanya menyipit.

"Uh... Entahlah. Aku tidak yakin. Suara badai bisa saja membuat suara halusinasi," Jawab Hailey seingatnya. "Memangnya ada apa? Apa kamu juga mendengar sesuatu?"

"Oh tidak! Aku hanya memastikan saja."

"Memastikan apa?"

Terdiam sejenak, "Tidak apa. Mungkin aku hanya bermimpi buruk saja," Jawab Thalia menggeleng. Kemudian berjalan ke sana sini ruangan_ sibuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke akademi.

"Hailey?! Apa kamu tidak pergi?" Ucap Thalia, memberhentikan kesibukannya sejenak karena melihat Hailey yang hanya berdiri terdiam sambil terus memandangnya berjalan ke sana sini ruangan. Menyadarkan Hailey.

"Oh ya," Pandangan Hailey sontak tersadar. Bergerak cepat melakukan segala persiapan di pagi hari_ aktifitas yang biasa pada umumnya dilakukan oleh orang-orang sebelum berangkat ke sekolah atau ke tempat kerja.

"Tok Tok Tok!" Ada yang mengetuk dari luar sana. Menginterupsi kesibukan mereka berdua.

"Kawan-kawan!! Apa kalian sudah bangun?!" Seseorang yang baru saja mengetuk, menyahut dari luar sana.

"Jangan sekarang Paul!!" Selip Hailey menyempatkan untuk balas menyahut tanpa mengentikan kesibukannya. Merapihkan cepat rambutnya yang kusut tepat di balik pintu.

"Crek!" Pintu dibukanya.

Berdiri di ambang pintu tepat di hadapan Paul... "Hey!" Senyum lebar Paul menyambut Hailey di pagi hari. Berdehem di awal. Dia juga bersama Daniel di sana.

Hailey balas tersenyum. Senyum tipis.

"Mau berangkat ke akademi bersama?"

"...Oke!" Balas Hailey tidak keberatan. Sejenak menoleh arah punggungnya_ menatap Thalia yang juga menatapnya sambil tersenyum miring.

"Kalian tunggu saja kami di luar. Aku harus mandi terlebih dahulu," tambah dari si Hailey. Itu karena dirinya bangun lebih lambat dari biasanya. "Jangan coba-coba mengintip ya!"

Terkekeh sedikit, "Aku bukan Franklin," sahutnya, sebelum dia dan Daniel menjauh dan Hailey kembali menutup pintu kamar sambil samar menggeleng.

Lirikan matanya sempat mengikuti kearah Paul menjauh.

Hailey harus bergegas. Seperti saat hari sebelumnya... Jam lima pagi mereka semua harus sudah terbangun dan bersiap-siap. Dan entah kenapa Thalia yang bahkan berada satu kamar bersamanya tidak tergerak untuk membangunkannya di pagi itu.

Karena biasanya begitu.

...----------------...

Sudah siap... Hailey, dan Thalia yang juga kembali membawa Pegasus, Paul, Daniel, Kyle, David, juga si Aubrey bersama berjalan ke akademi. Sebagian yang lain sudah lebih dahulu berjalan ke akademi. Sekitar beberapa belas menit lebih awal. Tapi itu tidak masalah. Hailey, Thalia dan yang lainnya masih punya cukup waktu untuk sampai tiba di sana. Lagi pula akademi sihir mereka tidak menggunakan batas waktu dengan lonceng bel masuk seperti yang biasa digunakan banyak sekolah.

Itu dunia sihir. Dunia sihir mempunyai aturannya tersendiri. Dan bukannya malah menggunakan lonceng sebagai tanda aktifitas ajar mengajar dimulai.

Lagi pula sepertinya tidak ada hukuman bagi mereka jika terlambat. Itu terserah para peserta akademi mau sungguh-sungguh dan tepat waktu atau tidaknya.

Juga sikap liar mereka yang mungkin kurang terkontrol. Karena mereka semua adalah para remaja yang suka berulah sesuka mereka, tanpa terlalu mempedulikan peraturan. Karena apapun keputusan yang dilakukan mereka, akan ada konsekuensi yang akan mereka tanggung sendiri.

Pihak akademi_ termasuk Para Master di akademi tidak akan bertanggung jawab apapun akibat dari kesalahan yang tanpa disengaja dibuat oleh para peserta akademi.

Tapi para Master dari akademi sudah memperingatkan. Jadi menurut atau tidaknya terserah mereka.

Little Mary juga di luar tanggung jawab untuk mengawasi mereka sepanjang waktu. Tugasnya lebih mengarah sebagai pemandu atau pembimbing pada momen atau aktifitas penting_ membantu aktifitas ajar mengajar atau semacam pelatihan sihir lainnya.

Para peserta akademi atau disebut juga sebagai calon penyihir harus dapat menjaga dirinya masing-masing.

Ngomong-ngomong membahas tentang konsekuensi... pagi itu Kepala Sekolah Horus baru saja mendapat informasi dari akademi yang satunya lagi, yaitu akademi Taurus, bahwa mereka kehilangan satu peserta akademi mereka. Menghilang tanpa jejak. Para master dan kepala sekolah yang mengajar di akademi taurus di sana hanya mengetahui, kalau terakhir kali satu peserta akademi mereka sempat membuat ulah terhadap beberapa orang warga sekitar.

Entah apa yang terjadi di sana.

"Bisa kita langsung ke bagian praktek?!" Keluh salah satu dari mereka. Sudah bosan. Sebagian yang lain juga mungkin merasakan bosan yang sama. "Kau tahu... Seperti menciptakan sihir baru atau semacam mantra menghilang, time travel?! "

"Mungkin itu terlalu jauh!" sahut seorang.

"Kita sudah duduk mendengarkan selama hampir tiga jam lamanya!" Tambah dari satu yang lain.

"Sekarang aku hampir tidak bisa merasakan kursi yang aku duduki. Bokongku mati rasa."

"Berhentilah mengeluh kalian bayi cengeng! Atau aku akan beritahu betapa lembeknya kalian kepada Kepala Sekolah!" Balas Orianna menegur mereka yang mengeluh. Setelah itu Orianna kembali melanjutkan apa yang perlu dibagikan kepada mereka mengenai ilmu sihir. Seperti teori-teori sebelum waktunya para peserta akademi siap mempraktekannya sendiri.

"Tlik Tik!" Hailey melepas jatuhkan pensil yang dipegangnya ke atas meja. Sedikit terpantul.

Menempati meja yang sama seperti hari kemarin bersama yang lainnya, Hailey, menopang kepalanya malas. Pandangan matanya terus mengarah ke arah Orianna yang sedang menjelaskan panjangnya kalimat berisi teori-teori sihir, tapi dengan cara pandang yang kosong.

Entah dirinya benar-benar mendengar setiap kata yang diucapkan Orianna atau tidak.

Sampai pada minggu ketiga di sesi pengembangan sihir bersama satu Master Akademi bernama Orianna_ Orianna masih hanya memberikan teori atau penjelasan tentang sihir kepada mereka. Untuk praktek... mereka baru di beri tes kemampuan agar dapat membuat apel melayang_ yang sudah diajarkan di hari pertama bersama si Orianna. Telekinesis. Walaupun sebagian bayak dari mereka masih payah melakukannya.

Terasa semakin membosankan setiap harinya...

"Heeaaah!" Hailey, sampai menguap lebar di tengah-tengah pembelajaran. Sejenak menoleh ke arah punggung Gloria yang duduk di lingkar meja tingkat kedua bawah sana.

Gadis rocker itu terlihat tidak mengantuk sedikitpun. Sedangkan kebanyakan yang lain terlihat gelisah_ hampir tidak mau berada di sana lebih lama lagi dan berharap waktu dapat lebih cepat berlalu.

Dan sampai berakhirnya sekian panjang pembelajaran mereka di hari itu, Orianna mengatakan kalau hari esok para peserta akademi masuk ke sesi lainnya. Mereka akan dialihkan kepada para master yang lain.

Tapi dia akan terus mengajar di kelasnya. Seperti biasanya.

Yang lain... Ada yang disebut sebagai Master Sonata akan mengajar di kelas sejarah dunia sihir pada masa Oriental Ordon, Master Silus Agathod pada kelas lapangan, dan juga Master Zorpheus Gardival di sesi yang belum boleh diberitahu.

Mendengar itu, hampir semua dari mereka langsung bangkit dari tempat duduk mereka sambil bersorak senang. Langsung bersemangat setelah momen membosankan karena terus mendengarkan pembelajaran yang sebagian masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri.

Mereka sepertinya membutuhkan sesuatu yang berupa aksi. Dan bukannya hanya duduk berdiam diri sambil terus mendengar seluruh pembahasan_ yang salah satunya membahas mengenai perjalanan masa lalu dirinya sendiri... lagi dan lagi.

Tapi pada akhirnya mereka mendapatkan yang mereka inginkan.

Diberitahu oleh Orianna juga... Kalau di sesi uji sihir yang diadakan pada keesokan harinya para peserta akademi akan mengetahui tipe kekuatan sihir yang tertanam pada diri mereka lewat uji sihir nanti. Atau pada umumnya disebut juga sebagai sesi penentuan.

"Jadi sekian untuk hari ini. Kalian boleh kembali ke tempat penginapan kalian sekarang. Dan kita akan bertemu lagi besok," Ucap Orianna menutup akhir dari sesi pembelajaran di hari itu.

"Selamat siang!" Ucapnya lagi, Orianna kemudian langsung berpaling pergi ke luar dari ruang pelatihan pengembangan sihir.

...----------------...

Mereka selesai dari pembelajaran satu jam lebih awal. Sebagian dari mereka kembali ke tempat penginapan, dan sebagian yang lain meluangkan diri mereka berkeliling di Kota Peridot. Lebih membiasakan diri dengan suasanan di sana, juga siapa tahu mendapatkan beberapa teman baru yang asli penduduk sana. Seperti Hailey dan Thalia_ yang dari awal mereka tiba di Kota Peridot tanpa disengaja langsung mendapatkan teman baru yaitu si Abe.

Hailey, Thalia, Paul, dan Daniel berjalan kembali ke tempat penginapan. Sedangkan si Aubrey, Kyle, atau si David tidak diketahui keberadaannya setelah semua bubar dari akademi barusan. Mungkin mereka bersama yang lainnya yang sedang berkeliling. Mungkin.

Di tengah-tengah langkah mereka, "Um hey. Kawan-kawan, aku permisi dulu ya!" Selip Thalia kepada yang lain. "Aku harus pergi dulu!"

"Kamu mau kemana?" Tanya Paul ingin tahu kesibukan apa yang ingin dilakukan Thalia.

"Jangan khawatirkan aku. Aku akan menyusul kalian kembali ke penginapan," Jawabnya sambil langsung berlari pergi. Tapi Thalia tidak menjawab maksud pertanyaan dari si Paul. Kemana dan mau melakukan apa.

"Okelah kalau begitu. Sampai bertemu lagi di penginapan," Tanpa mempertanyakan di balik tujuan Thalia berpisah ke entah kemana dan ingin melakukan apa seperti yang ditanyakan oleh si Paul, Hailey, membiarkannya pergi.

Thalia pun langsung berpaling dan melangkah pergi ke arah cabang jalanan Peridot yang lain.

Belum jauh, "Hey Thalia!!" Hailey menyahutnya dari belakang. Thalia sontak menghentikan langkahnya dan berpaling sebentar. Menoleh ke arah Hailey.

"Jaga baik-baik dia, oke!" Pesan dari si Hailey. Agar kejadian yang membuat mereka tak nyaman di malam kemarin waktu itu tidak terulang lagi.

"Siapa?!"

"...?! Kucingmu itu! Jangan sampai dia kenapa-napa lagi!" sahur Hailey lagi sambil menurunkan alisnya bingung. Menunjuk pada seekor kucing yang sedang di gendong Thalia saat itu juga.

"Oh ya!! ya ya ya!! maafkan aku. Pembelajaran barusan membuat ingatanku lumpuh," Thalia tertawa canggung. Lalu berpaling dan kembali melanjutkan langkahnya pergi. Menjauh dari sana.

Sejenak masih terus memandang Thalia dari kejauhan belakang sana dengan bingungnya, Hailey, mendapati sesuatu terlintas di dalam kepalanya. Pikiran yang macam-macam.

Hailey menggeleng.

Menyadarkan dirinya sendiri dari pikiran dan perasaannya yang seakan berusaha memberitahu kepadanya, kalau ada sesuatu yang tidak beres.

"Hailey?!" Paul memanggilnya dari arah punggungnya. "Ayo!"

Tersadar... Hailey melanjutkan langkahnya_ menyusul Paul dan Daniel yang hampir saja meninggalkannya seorang diri di tengah kesibukan warga Peridot.

"Kamu tak apa?!" Paul memastikan diri Hailey yang barusan malah mematung sesaat dibelakang sana. Hailey tidak menyahut.

...

Sesampainya mereka bertiga di depan tempat penginapan...

"Bau apa ini?!" Keluh Hailey mencium bau yang tidak sedap. Menutup hidungnya rapat-rapat. Paul dan Daniel pun juga mencium bau itu.

Melihat Little Mary berada tidak jauh di sana, "Mary!" Hailey memanggilnya dari kejauhan sambil melangkah cepat mendekat kepadanya. Little Mary menoleh.

"Bau apa ini?!" Lagi, pertanyaan yang sama tapi langsung kepada Little Mary. Suara Hailey terpendam di baik hidungnya yang dijepitnya sendiri.

Little Mary memberi tahu kepada Hailey, kalau selama semua calon penyihir masih berada di akademi, dirinya mulai mencium bau yang tidak enak di sekitar tempat penginapan. Awalnya, Little Mary mengira kalau itu hanyalah daging busuk dagangan mereka_ para penjual daging yang terkadang dengan sengaja sering membuang sisa daging busuk dagangan mereka sembarangan di berbagai sudut jalanan.

Tapi ternyata tidak.

Itu bukan daging busuk dari para pedagang yang sudah pasti tidak bisa dijual lagi. Tapi itu adalah suatu bangkai hewan.

Little Mary tidak tahu itu hewan apa. Dirinya mengetahui kalau itu adalah bau bangkai hewan, dari informasi salah satu warga yang berada tinggal tidak jauh dari tempat penginapan.

Dan salah satu warga itu sudah mengurusnya, sebelum Little Mary tiba di tempat penginapan hanya sekedar untuk mengecek keadaan sekitar tempat penginapan. Jadi Little Mary belum sempat melihat bangkai hewan apa itu. Seorang warga itu juga sebelumnya sama sekali tidak memberi tahu rinci hewan apa itu kepadanya.

Dan bau itu masih membekas di sekitar sana.

"Mary!! bisa kamu lakukan sesuatu untuk menghilangkan baunya?!" Beberapa peserta akademi lainnya melangkah cepat keluar dari dalam tempat penginapan. Mengeluh karena bau itu juga samar dapat tercium sampai di dalam kamar-kamar mereka. Ada yang mengipas-ngipas wajahnya, ada yang sampai terbatuk-batuk, dan ada yang melakukan hal yang sama seperti Hailey. Yaitu menjepit hidupnya sendiri.

Ikut mendengar apa yang dikatakan salah satu dari mereka, "Apa?! Bagaimana satu bangkai hewan bisa tercium sampai seluas itu?!" Paul heran.

"Aku juga tidak paham," ucap satu dari mereka yang lain, merespon Paul yang juga merasa heran sepertinya.

"Bisa saja!" selip yang lain lagi. Ekspresi wajah Luxi masam. Menyahut kalimat dari Paul dan Autumn tadi.

"Jadi... Mary! apa kamu bisa lakukan sesuatu?!" lagi darinya. Hailey mengulang kembali pertanyaan yang sama.

"Aku tidak bisa. Aku sarankan kalian untuk menjauh sejauh mungkin dari sekitar sini sampai aku pastikan bau ini tidak tercium lagi," Ucap Little Mary. Menyarankan mereka untuk sementara waktu itu tidak berada di dalam tempat penginapan atau di sekitarnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
〈⎳ FT. Zira
sub plus like✌️✌️✌️
〈⎳ FT. Zira
seriuss sih ini keren ceritanya... lanjut baca nanti ya kak. ninggalin jejal dulu
-one Step Closer-
7 ANGEL KNIGHT: Thankyou🙏☺ Masih pemula, Jadi butuh lebih banyak pembaca untuk nilai dan saran.
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
belajar tentang sihir🥰
7 ANGEL KNIGHT: /Grin//Casual//Hey/
total 1 replies
Lilliee_shiaa
bagus banget ini mah, mampir juga di ceritaku dong kak
yang Expert the Net Blue
7 ANGEL KNIGHT: /Heart//Good//Sly/
total 1 replies
Queenzele
Ceritanya bagus thor jgn lupa mampir ya dan vote makasih
7 ANGEL KNIGHT: Thankyou🥰
total 1 replies
Roudatul Jannah
suka banget☺
7 ANGEL KNIGHT: Makasih ya :)
total 1 replies
Not Found
ayo kak update lagi ... 💕
Not Found: semangat kakak ...
total 2 replies
Cynthia Octavia Wijaya
🤩
Minaa Lee💅
Thor nanti aku baca ya, suka aku subscribe . ntar malam yups mami baca
Minaa Lee💅: ukeyyyy 🤗🤗🤗
total 2 replies
7 ANGEL KNIGHT
🌹🌹🌹
7 ANGEL KNIGHT
7 ANGEL KNIGHT
"Happy reading guys😁❤"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!