NovelToon NovelToon
One More Time

One More Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa / Chicklit
Popularitas:31.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Linda

"Jika diberi kesempatan mengulang waktu. Hal apa yang akan kamu ubah?"

"Mencegah pertemuan ku dengan suami ku!"

Ita diberi kesempatan oleh sang waktu untuk menulis kembali hidupnya. Namun, siapa yang menyangka kesempatan emas itu membuatnya terlempar jauh di masa SMA sebelum semua tragedi dimulai.

Mampukah Ita membelokan takdir yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Me Time

"Sera?" suara baritone terdengar.

Ternyata Reon yang memanggil. Kantung matanya mengingatkan Ita di kehidupan lamanya. Orang ini pasti sedang berjuang sekuat tenaga.

"Eh, ada kamu juga," sautnya lagi.

Ita hanya tersenyum kaku, "Kak Reon kenal dia?" tanya gadis yang di panggil Sera itu.

"Iya. Dia itu—“

Gawat!

"Ah....anuu...." saut Ita cepat. Entahlah, insting Ita bilang. Jangan sampai gadis ini tau kalau Ita ada kaitannya dengan kecelakaan Raga.

"S-saya Hitagina Rakasiwi. Saya anaknya Pak Haris Admadjaya. M-mau jenguk Pak Raga.... emh.... anu.... s-soalnya Papa nyuruh anterin ini...." tunjuk Ita pada bingkisan buah segar yang sempat ia beli tadi.

"Oh, iya.... makasih ya. Ayo masuk," ajak Reon. Untung saja ia lupa pertanyaan Sera tadi.

Tidak diduga, Sera berdecak kemudian melangkah pergi tanpa suara. Gadis dengan seragam SMA berbalut hodie dongker itu terlihat menjauh. Lalu buat apa dia repot-repot kemari? Pakai acara marah-marah lagi!

Sabar! Bagaimana pun wajahnya mirip sekali dengan Zera. Alam bawah sadar Ita tidak mengizinkan ia membencinya.

Kalau dipikir-pikir Ita tidak pernah melihat Sera di kehidupan lalu. Kalau benar ia sepupu Raga. Pasti di acara-acara keluarga mereka bertemu. Aneh!

Setelah Memutuskan untuk tidak berpikir mendalam. Ita memilih masuk. Di sana Raga terbaring dengan banyaknya selang infus di tubuh.

Dering handphone Reon terdengar. Ia buru-buru keluar setelah melihat nama dial di layar. Sepertinya itu panggilan mendesak.

Yah, memangku jabatan sebagai wakil direktur memang tidak mudah. Apalagi si direktur utama sedang berbaring seperti ini. Pasti Reon sangat keteteran.

Ita memandangi cukup lama wajah Raga sebelum menarik kursi dan duduk di samping Raga. "Nggak kasihan sama Reon? Dia udah kayak mayat hidup tau nggak," ucap Ita satu arah.

Tatapan Ita perlahan menyendu. Sama halnya di kehidupan masa depan. Ketika semuanya belum rumit. Ita selalu memandangi wajah Raga saat tidur.

"Persis banget Zera sama Zeno," gumamnya di luar kendali.

"Nggak adil. Aku yang hamil sembilan bulan. Melahirin susah. Pas keluar mirip kamu. Mana dua-dua-nya lagi," beo Ita.

Diam cukup lama. "Maaf. Aku nggak bermaksud buat kamu jadi kayak gini."

"Aku.... berniat merubah takdir. Tapi selama ini yang aku lakukan hanya mencegah pertemuan dengan mu. Aku sadar itu tindakan pengecut."

"Pertemuan kita nggak bisa dicegah. Kali ini aku nggak akan lari. Bangunlah dan datangi aku. Dari pada orang lain, setidaknya aku udah kenal karakter mu. Dan sekali lagi aku nggak akan jatuh cinta."

Suara pintu mengalihkan fokus Ita. Reon muncul di sana.

"Lho Sera kemana?" tanyanya yang tidak sadar Sera sudah pergi dari tadi.

"Tadi diajak masuk malah pulang. Cewek tadi sepupunya Direktur Raga ya?" tanya Ita basa-basi.

"Iya."

"Hemm.... pantes mirip," gumam Ita mengarah pada wajahnya yang seperti jiplakan Zera.

"Hm?"

"Ahaha.... nggak Kak. Emh.... saya izin pulang dulu ya Kak. Semoga Direktur Raga cepet sembuh."

"Kok bentar banget. Kita belum ngobrol lho," sautnya ramah. Setahu Ita, Reon memang sudah ramah dari sananya.

"Iya nih. Soalnya ada janji sama teman. Hehe," dusta Ita.

Reon hanya berdehem. Tidak ada alasan untuk menahan Ita di sini. Padahal ada hal yang ingin ia tanyakan mengenai nomor bisnis Raga yang harusnya hanya segelintir orang yang mengetahui.

"Apa mungkin dari Ayahnya?" monolog Reon sembari menatap kepergian Ita.

"Hum, mungkin dari Ayahnya. Mana mungkin dia punya nomor Raga," liriknya ke samping. Detik berikutnya Reon dibuat terbelalak dengan mata Raga yang telah terbuka.

Hari ini Raga mengakhiri masa tidur panjangnya. Berkat keajaiban yang datang entah dari mana. Jika tempat duka dipenuhi orang-orang dengan hati dipaksa ikhlas maka rumah sakit adalah tempat bagi orang-orang tulus berharap.

^^^^^^

"Eh Ta, lihat deh. Lucu banget nggak sih?" tunjuk Tina pada barisan plaster berbagai gambar karakter lucu.

"Iyaa. Ihh! Kiyowo. Mau satu deh."

"Buat apa? Lo punya banyak di rumah."

"Tapi ini lucu banget Tin! Nggak bisa! Gue harus beli satu biar nggak kebawa mimpi." elak Ita. Satu kelemahannya terungkap. Ia tidak tahan membeli benda-benda kecil yang terlihat imut.

"Terserah lo dah! Inget ya, tujuan kita mau salon. Bukan belanja asesoris kecil-kecil kayak gini."

"Salah lo nunjukin tempat ini!"

"Agak nyesel juga sebenarnya," Tina mendengus. Ia memandangi temannya yang bingung memilih asesoris kecil dengan mata berbinar.

"Tin! Gua beli ini ya?" tunjuk Ita entah yang keberapa kalinya.

"Buat apa? Kita nggak butuh pensil lagi Ta. Seenggaknya pilih pena kek," dengus Tina.

"Tapi ini lucu," lagi-lagi alasan yang sama.

"Udah yuk ke kasir. Gue yakin lo bakal beli semua barang di sini kalau nggak cepet keluar," ajak Tina.

"Inget tujuan kita Ta! Udah mau siang juga. Keburu panas!"

"Tsk, nggak asik!" gerutu Ita.

Dua sejoli itu beralih ke tempat selanjutnya. Mereka meninggalkan Toko asesoris yang baru dibuka itu untuk pergi ke salon yang hanya berjarak tiga gedung.

"Menurut lo gue bagus cat rambut warna apa?" tanya Tina. Sudah sejak lama ia menantikan mewarnai rambutnya saat masuk kuliah.

"Tosca," jeplak Ita sembari mencari referensi model rambut curly.

"Oke deh. Mbak tolong ya," pinta Tina pada petugas salon.

Tunggu! Ita langsung menoleh saat Tina setuju begitu saja usulannya, "lo yakin mau warna tosca?"

"Kata lo bagus," jawabnya datar.

Ita menghela nafas. Ia lupa sahabatnya ini termasuk manusia goa yang nggak kenal fashion saat SMA. Berbeda di masa depan yang sudah terkontaminasi barang branded, "Mbak tolong ganti warna coklat tua aja ya."

"Lho kok jadi coklat tua? Nggak kelihatan dong," bantah Tina.

"Besok lo mau diospek. Mau jadi sasaran kakak tingkat perkara lo warnain rambut?"

Alis Tina sempat terangkat sejenak, "oh iya juga ya."

Mereka menikmati perawatan diri sambil mendengarkan musik. Bagi Ita, me time seperti ini sangat sulit ia dapatkan di masa depan. Ia tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi.

"Hais ****!" umpat Tina tiba-tiba.

"Kenapa?"

"Tsk! Kakak gue nyuruh pulang," saut Tina. "Mana nitip seblak lagi! Nggak ada otak emang!"

"Ya udah gih. Pulang duluan aja. Tempat lo udah selesai kan?"

"Udah sih. Tapi entar dulu deh. Nunggu lo."

"Ih kayak apa aja sih! Gue bisa pulang sendiri kali. Udah sana, masih untung lo dapet izin masuk jurusan Design Grafis. Dari pada Kakak lo berubah pikiran."

Tina berdecak sebelum berat hati pulang. Sangat disayangkan kalau Kakaknya berubah pikiran setelah usaha mogok makannya membuahkan hasil.

Ita membayar tagihan ke kasir. Hari ini ia meng-curly rambutnya dan sedikit khilaf karena tadi melihat promo nail art.

"Mbak!"

"Mbak tunggu!" pekik salah satu pegawai salon memekikkan seseorang yang hampir menaiki taxi online.

Kalau mata Ita tidak salah lihat. Dia si cewek emosian kemarin.

"Aduh, gimana ini. Handphone Mbaknya ketinggalan," keluh si pegawai salon.

"Simpan dulu aja Mbak. Nanti kalau orangnya sadar handphone-nya ketinggalan pasti balik lagi," saut Ita yang tidak tega melihat raut panik pegawai itu.

"Aduh Mbak, masalahnya besok salon ini tutup karena yang punya salon nikahan. Jadi kami diundang kesana semua. Ini pun kami nggak full day. Cuma buka setengah hari."

"Hemm...."

"Mbak kenal Mbak yang tadi?"

"Nggak kenal sih. Tapi aku kenal pamannya," celetuk Ita tanpa tau resiko setelahnya.

"Kalau gitu titip boleh Mbak?"

"Ha?”

Tbc

Bantu vote, like dan hadiahnya ya. Biar tambah semangatt. Makasih 😁

1
Nahda Nabila
luarbiasa
charis@ŕŕa
up lg donk
charis@ŕŕa
selalu terbaik
kpn up lg thor
charis@ŕŕa
kak part satu ny mn?? tahun baru nich bikin greget aj se
Nur Hayati
kasihan raga juga y
charis@ŕŕa
waduh....bingung nich
......

hesa apa raga y...🤔🤔🤔🤔🤔⁉️⁉️⁉️⁉️
charis@ŕŕa
lanjut thor...raga gmn nich
Nur Hayati
sedih.... klo ujungnya ita meninggal juga sm j bohong kehidupan kedua y... padahal ud g sm raga tp msh juga... hehrh
charis@ŕŕa
OMG thor.......
q kehabisan kata".....
lg dong thor part ny
LaDDy KhayNaz
novel kedua yg kubaca dan certanya berakhir sad end galau
charis@ŕŕa
gk ad flash back setelah kecelakaan t???
Linda: Okee. Kalo badan masih sehat. Insha Allah up tiap hari
total 6 replies
Nur Hayati
iy cm yg jd misteri dia meninggal kenapa y? klo ita kan kecelakaan... trs bukannya raga selingkuh sm shasha
Linda: Nanti ada penjelasannya. pantengin terus yaa 😀
total 1 replies
Nuraini Aini Aza
berarti raga ikut kembali kemasa lalu ya Thor???
Linda: Iyes. Nanti bakal ke jawab semua
total 1 replies
Nur Hayati
kayanya sama2 mengulang waktu... ita pas hbs operasi, raga pad kecelakaan n koma
charis@ŕŕa
masih misteri....
iini msih pov ita....
pov raga nya blm....😄😄
Nur Hayati
suka klo lihat dihidupkan kedua. cm klo dikehidupan pertama kenapa cuek y. bahkan g sadar bininya yg ketabrak
Nur Hayati
up lg
Nur Hayati
apa sasa yg dipilih lg?
nuke
semoga fano bisa masuk penjara.
charis@ŕŕa
kok seperti misteri ya....
khidupan sebelum it mninggal raga berkhianat tp stelah kehidupan ke-2 kok raga ud knal ita ....
pusing kn jd ny??? tlong dong buka tabir chaya ny.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!