Bercerita tentang hubungan percintaan antara Galih dan Asmara. Sebuah kisah cinta yang dipenuhi dengan berbagai lika-liku kehidupan.
Senang, sedih, air mata serta trauma yang begitu kelam. Keduanya saling jatuh cinta secara instan, namun seiring berjalannya waktu kejadian tak diinginkan pun terjadi.
Hingga mereka dihadapkan pada suatu pilihan, BERTAHAN atau BERAKHIR.
Akankah Asmara dan Galih dapat mempertahankan hubungannya sampai akhir?
Atau Mala berakhir dengan tragis?
yuk baca dan simak kisahnya sampai akhir ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linsi putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesak Terdalam
...☘️HAPPY READING☘️...
... ----------------...
Beberapa menit yang lalu Riri memang menyelidiki tentang Asmara dimedia sosial, ia sedikit terkejut saat mengetahui ternyata Asmara bukan gadis sembarangan. Ia berasal dari keluarga terpandang bahkan orangtuanya juga sangat berpengaruh di Indonesia.
Meski tak menemukan data-data yang banyak tentang Asmara tapi itu tak membuat Riri menyerah, ia akan mencari celah yang bisa ia gunakan untuk dijadikan senjata.
Hingga akhirnya ada satu postingan yang seketika membuatnya bersorak senang.
Walau tak mendapat banyak informasi namun Riri sangat yakin jika ia akan menang melawan bendera permusuhan yang sedang dikibarkan Asmara.
"Lo bilang apa tadi, kasihan?!" Riri berdecih. "Kayaknya lo deh yang lebih pantes dikasihani," Riri terus saja berbicara dengan mata yang terus menatap Asmara. Gadis itu sangat yakin jika setelah ini Asmara tidak akan lagi berani menyombongkan diri dihadapannya atau mungkin akan berlari menghindarinya dan berakhir menangis di pelukan Galih, sepupunya.
Riri berfikir jika Asmara hanyalah gadis cantik yang kebetulan beruntung terlahir dari rahim wanita kaya dan sangat yakin jika sifat manja pasti sangat melekat dengan Asmara. Seperti kebanyakan drakor yang sering ia tonton diwaktu senggang saat jam perkuliahannya.
Asmara tak menyangka jika kedatangannya dikediaman Wijaya berakhir seperti ini. Bohong jika ia tak sakit hati namun sebisa mungkin Asmara menahannya. Ia tak ingin terlihat lemah, lagi pula ini bukan pertama kalinya ia mendapat ucapan seperti itu. Bagaimana pun memang begitulah kenyataannya. Asmara tak punya Papa.
"Ngomong-ngomong nyokap lo janda ya?"
Byuuuurrrrr...
Alex terkejut bukan main saat mendengar ucapan sepupu perempuannya, matanya seketika melotot menatap tak percaya pada gadis yang duduk disebelahnya.
Riri sudah keterlaluan, walau memang benar tapi tidak seharusnya ia mengatakan itu. Apalagi dihadapan Asmara langsung.
Air yang baru saja masuk kedalam mulutnya mendadak terdorong keluar hingga membasahi sebagian hidangan yang tersaji diatas meja, begitu juga Asmara yang duduk disebrang. Bajunya basah akibat semburan dari mulut Alex.
"Riri, lo keterlaluan... punya hak apa Lo ngomong kaya gitu ha!" Cerocos Alex pada sepupunya.
"Gue ngomong fakta Lex, seluruh dunia juga tahu klo nyokap dia itu JANDA!" Ucap Riri dengan menggebu-gebu, ia menekankan kata terakhir dikalimatnya. Bahkan jari telunjuknya mengarah ke Asmara. Seolah ia sedang menunjukkan pada dunia jika Asmara adalah gadis yang menyedihkan karena hanya memiliki orang tua tunggal.
Alex menggelengkan kepalanya, bahkan untuk menelan salivanya pun terasa berat saat matanya melihat kearah Asmara.
Gadis itu terlihat diam, namun Alex sangat yakin jika Asmara pasti sedang merencanakan sesuatu. Alex tahu betul bagaimana Asmara. Gadis itu tak akan membiarkan orang lain merendahkan harga dirinya. Apalagi sampai menyangkut orang tuanya.
"Lo tau apa bedanya lo sama anji*g?" tanya Asmara pelan dan datar. "Gak ada. Karena lo Anji*gnya, sama-sama binatang!" geramnya seraya menatap nyalang pada gadis yang ada dihadapannya.
Lagi dan lagi Alex terkejut, buah yang baru saja ia ambil terlepas dari pegangannya dan jatuh menggelinding di lantai.
Astaga! sebenarnya acara makan malam apa ini? kenapa malah berakhir seperti ini.
Riri dan Asmara tak ada yang mau mengalah. Keduanya sama-sama memiliki mulut yang tajam. Membuat Alex bingung harus berbuat apa.
"Brengsek, kenapa Galih lama sekali?" batin pemuda itu. Mendadak kepalanya berdenyut, rasanya ia ingin kabur dari tempat ini. Wanita memang tak pernah jauh dari kata masalah, benar-benar merepotkan.
Asmara tahu jika ucapannya memang terdengar kelewatan, tapi Riri sudah melewati batas dan bukankah sangat pantas jika gadis itu mendapatkan balasan karena sudah berani mengatai mamanya.
"Nyokap gue memang janda, kenapa?! masalah buat lo. Gak kan!" Asmara bangkit dari duduknya, matanya masih setia menyorot kearah Riri. "Gue harap semoga nyokap lo senasib sama nyokap gue. Supaya lo tau rasanya jadi gue," setelah menyelesaikan kalimatnya Asmara mulai beranjak dari tempatnya dengan perasaan yang tak menentu.
"Asmara!" panggil Alex namun tak dihiraukan sama sekali. Asmara terus saja berjalan tanpa memperdulikan Alex yang terus menyerukan namanya.
"Keterlaluan!" geram Riri bangkit dari duduknya. Gadis itu berjalan hendak menyusul Asmara. Ia ingin memberikan perhitungan pada kekasih sepupunya itu karena sudah berani menyumpahi mamanya agar menjadi janda.
"Mau kemana lo?!
Alex berdiri menghadang Riri.
"Awas!" bentak Riri, tangannya bergerak hendak menghempaskan Alex yang ada dihadapannya namun sia-sia karena nyatanya pemuda itu sedikit pun tak bergeser dari tempatnya.
"He! bocah... lo bisa diem gak sih!"
"Awas!" bentar Riri dengan suara cemprengnya.
"Berisik, tahu gak! lagian lo mau ngapain lagi sih?" tanya Alex yang sudah jenuh dengan pertengkaran yang tak ada hentinya.
"Gue mau buat perhitungan sama tu cewek sialan. Berani banget dia doain nyokap gue jadi janda." jawab Riri menggebu-gebu. Dadanya naik turun seirama dengan nafasnya.
"Tapi ya.. klo dipikir-pikir gak papa juga kali, mana tahu nyokap lo bisa jadi besti sama nyokapnya Asmara." celetuk Alex yang seketika membuat Riri semakin geram.
BUGH
Riri yang tidak terima akan ucapan sepupunya langsung menghadiahi Bogeman mentah diperut pemuda itu.
"Aaarrgh..," Alex meringis sambil memegangi perut bagian depannya.
"Sialan lo," umpat Riri pada Alex. Pemuda itu hanya menanggapinya dengan tertawa tanpa alih-alih membalas perbuatannya.
.
.
.
Sementara ditempat lain, Asmara masih terus melangkahkan kakinya sesuka hati. Hingga langkahnya terhenti saat matanya melihat sesuatu yang mencuri atensinya. Sebuah taman kecil diarea belakang. Ia pun segera menuju ketempat itu, lalu duduk dengan nyaman disalah satu kursi panjang yang ada disana, menatap kunang-kunang yang terbang kesana-kemari.
Tak terhitung berapa banyak kunang-kunang yang ada disana, namun Asmara sangat yakin jika jumlahnya mencapai ratusan.
"Papa..," gumam Asmara. Ia kembali teringat akan ucapan Riri. Hembusan angin dimalam itu membuatnya terbawa suasana.
"Seandainya aku punya Papa, pasti gak bakalan ada yang ngatain aku kaya gitu."
Asmara menaikkan kedua kakinya lalu memeluk lututnya, menenggelamkan wajahnya dilipatan tangannya.
"Kenapa aku berbeda?" lirih Asmara seraya memejamkan pelupuk matanya. Hatinya mendadak seperti diapit dua bongkahan batu besar. Air matanya mengalir, jatuh membasahi pipi hingga ketangannya.
Mati-matian ia menahan namun pada akhirnya percuma. Hatinya terlalu sesak. jangankan punya papa... wajah dan namanya pun Asmara tak tahu.
Hari ini Asmara merasa sangat terhina.
Asmara hanyalah seorang gadis yang belum genap berusia dua puluh tahun. Tapi kenapa perjalanan hidupnya semenyakitkan ini.
"Papa...," lirih Asmara. Air matanya mengalir tanpa bisa dicegah. Suaranya sungguh terdengar menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya.
Beberapa kali Asmara memukuli dadanya keras, mencoba menghilangkan rasa sesak didalam sana. Namun ia kembali mengingat bagaimana status Mamanya pun di permasalahkan.
.
.
Salahkah jika Asmara tak memiliki Papa?
dan salahkah jika Mamanya berstatus janda?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Yeeeyyyy.... gak terasa uda 20 bab aja😁...
...Berjuangan ditengah kemageran gak gampang ya guys, mohon dukungannya....
...Galih dan Asmara sayang kalian🥰😘...
...See you...
semangat terus kak, salam dari ARCTURUS, jangan lupa mampir ya
kenapa di kasih keterangan perut bagian depan, kan perut emang cuma di depan😃
semoga asmara dan galih cepet pulih, ntar sama siapa lagi aku nitip pop ice😁🤭
🌹 untuk author,, semangat sllu kka🤗🤗