NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Sahabatku

Terpaksa Menikahi Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: putri sulis

Kerap kali persahabatkan akan menumbuhkan ras cinta, terlebih jika persahabatan antara laki - laki dan perempuan.

Seperti yang aku alami, aku dan Arjuna sudah bersahabat sejak lama tepatnya sejak SMP. Usiaku memang lebih muda dua tahun darinya. Tapi karena keenceran otakku aku bisa tinggat dengannya.

Dan ini kisahku dengan sahabatku Arjuna, yang terpaksa menikah karena suatu alasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri sulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama mertua.

Sepulang dari kampus, aku duduk disofa ruang TV. Menikmati rasa gelisah dan panas yang berkecambuk dalam dada. Cemburu, ditahan sakit mau bilang pun malu.

Sedari pagi waktu ngajar pun aku tak bisa sepenuhnya konsen gara - gara masalah ini. Aku menghela nafas panjang, Arjuna gak akan mengerti gimana rasanya karena takut kehilangan.

Sudah beberapa hari ini aku dibuat kacau bin galau. Apalagi ditambah beberapa jam yang lalu, membaca postingan tentang pelakor ditime line media sosial.

Mengingat Lisa, aku jadi memikirkan bagaimana Arjuna dikantor. Lalu menggeleng, menepis bayangan yang bukan - bukan saat mampir dibenakku. Aku memejamkan mata sejenak, menghela nafas berat. Cemburu membuatku kacau beberapa hari ini.

" Kenapa sih, kayaknya gelisah banget.?" mama yang tadi sibuk mengecat kukunya itu. Terusik dengan kehediranku.

Aku mendesah pelan, " Ma, gimana sih biar suami gak melirik perempuan lain.?" Akhirnya pertanyaan itu terpaksa ku lontarkan. Semoga mama gak menertawaiku.

" Kecil " jawab mama remeh, sambil menjentikkan jarinya.

" Manjain matanya, perutnya terus anunya."

Aku mengerutkan kening, nggak ngerti apa yang mama bicarakan.?

" Hadeeh... Farhana." mama menggeleng pelan.

" Manjain matanya itu, dandan yang cantik, yang wangi terus yang seksi.!"

Aku mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali berOo ria. Meski tak bersuara.

" Manjain perutnya kamu tahulah, masakin yang enak, yang suami suka. Bikin dia ketagihan masakan kamu. Kamu pinter masak pastilah gampang itu.!"

" Terus yang dimaksud Anunya itu.?" tanyaku polos. Mama menahan senyumnya melihat kepolosanku.

" Nah, ini yang paling penting. Manjain anunya itu genitin." Mama mengedipkan mata sebelah kiri, membuatku bergidik ngeri sendiri.

Haah... Genitin Arjuna? Nggak - nggak bukan ide yang bagus. Aku mengrenyit melihat mama mertuaku ini.

" Harus banget yaa, ma?"

" Iya, donk sayang! Kalau laki - laki udah digenitin pasti bakalan kan minta.... kamu tahu kan maksud mama.? Nah dengan begitu kalian akan semakin intimite." jawab mama, dengan nada suara sedikit menggoda.

Aku menelan salivaku susah payah. Allah, masa harus gitu banget sih.

" Termasuk itu?" tanyaku menunjuk kuku mama yang dicat warna peach itu.

" Sebenarnya ini me time sih. Udah lama mama gak kesalon.!" jawab mama tersenyum.

" Ooyaa, kamu tahu kan makanan kesukaan Arjuna?"

Aku mengangguk, " Ayam bakar bumbu rujak, sambel terasi sama lalap pete kan ma?"

" Satu lagi, Arjuna tuu suka banget sama sayur asem, kamu bisa masaknya kan?"

Aku mengangguk antusias, kalau cuma sayur asam mah kecil.

" Ehh, tunggu deh.! Kamu sama Mas Juna baik - baik aja kan?"

" Baik - baik aja kok, ma!"

" Mas Juna gak macem - macem kan?"

" Nggak ma," kataku menyakinkan.

Aku menghela nafas, tentang Lisa nggak mungkin aku kasih tahu mama. Bisa - bisa mama mertuaku ini marah sama aku dan Arjuna.

Dreetttt... dretttt...

suara ponsel yang kuletak kan dimeja bergetar dan berkedip beberapa kali. Lalu ku raih ponsel itu, seutas senyum terbit diwajahku saat kulihat nama yang muncul dalam panggilan masuk. ' Mas Bojo '

" Asalamualaikum, ada apa Jun?" tanyaku setelah menggeser layar lalu menempelkan benda pipih itu di telinga kiri.

" Walaikumsalam, Han. Nanti malam jam 8 ikut aku keacara resepsi pernikahan.!" kata Arjuna dari sebrang sana.

" Yakin mau ngajak aku? Kok mendadak sih, Jun. Gak bilang dari tadi pagi?"

" Iya, sayang! Ini juga aku baru tahu, Lisa baru aja kasih tahu.!"

Mendengar Arjuna menyebut nama sekretarisnya, membuat hati ku terasa panas. Cepat aku berisiqfar. Nggak boleh suudzon. Aku menyugesti diri sendiri.

" Pokoknya aku sampai rumah jam 8 kamu udah harus siap.!"

" Ehh, tunggu kenapa pulang terlambat, biasanya jam 5 udah sampai rumah.?"

" Aku harus ketemu temen dulu, sudah yaa. Assalamualaikum!"

" Walaikumsalam." jawabku dasar siJuna selalu gitu gak pernah jelasin apa - apa. Aku ini dianggap apa sih?

Aku memejamkan mata, menikmati rasa panas bersama rasa sakit yang mengaduk hati. Yaa, Allah wajah Lisa yang tersenyum saat berfoto dengan Arjuna waktu itu selalu membayangiku.

****

Malam itu selepas sholat Isya, aku mulai berdandan dari sekian baju yang aku coba akhirnya aku memillih gamis berwarna peace dengan tali kebelakang dan bordir bunga dipundak kiri turun sampai kebagian pinggang. Memantaskan diri dicermin aku masih kurang.

" Belum di make up aja udah manis mbak!" kata Gina yang baru saja masuk membawa clutch sepatu hak yang aku pinjam.

" Mbak pinjem ponselnya yaa, mau balas pesan sama ngasih tahu kalau ponselku mati.!" lanjut Gina meraih ponsel yang tergeletak ditempat tidur.

Aku tersenyum, lalu mendudukan diri mulai memoleskan make up diwajah dan memakai hijab warna senada dengan gamis yang ku kenakan.

" Gimana, berlebihan gak make upnya.?"

" Wah, cantik banget mbak Hana. Pas, natural tapi mempesona!" jawabnya.

Satu panggilan masuk kedalam ponselku yang masih ditangan Gina.

" Arjuna?" tanyaku, Gina meletakan benda pipih itu di telinganya.

" Bukan!" katanya tanpa suara.

" Ini nomor mbak Hana, hapeku mati!" kata Gina pada seseorang disebrang sana.

" .......... "

" Udah mau ngasih tahu itu aja. Ini mbak Hananya mau jalan."

Gina mematikan ponselnya, bersamaan suara pintu berderit dan Arjuna datang. Kutoleh Arjuna yang menatapku tanpa berkedip. Aku mengulum senyum tersipu dengan tatapannya.

" Cantik ."

Allah ' cantik ' katanya. Rasanya bunga bermekaran dalam dada bersama hati yang berlompatan. Ada rasa hangat yang mengaliri pipi. Arjuna memang pandai membuatku melayang.

" Jalan sekarang.?" tanyaku, nggak bisa lagi nahan senyum.

" Oke." jawabnya tersenyum.

Aku berjalan mengambil clutch diatas tempat tidur dan ponsel di Gina. Masih tersenyum, aku menganyunkan langkah menghampiri Arjuna. Aku menunduk saat berhadapan dengannya. Salah tingkah dengan tatapannya.

" Jangan, lihatin gitu. Aku malu, Jun!"

" Kalau aja gak ada Gina disini, pasti kamu udah habis aku makan." bisik Arjuna.

" Woi, jangan bikin orang baper napa?" protes Gina.

Sedang aku masih menunduk malu, menyembunyikan wajah yang merona. Pipi pasti sudah bersemu merah. Arjuna hanya mengekeh. Lalu meraih tanganku, menggenggamnya erat. Aku tercengang, namun setengah mati berusaha bersikap biasa saja. Lalu berjala beriringan dengan tangan saling menggenggam. Jatuh cinta pada sahabat sendiri ternyata sungguh manis.

Terima kasih, sudah mampir dan membaca.

Semoga suka yaa. Maaf bisa up lagi karena si kecil lagi sakit dan saya sendiri kena cikungunya. Maaf semuanya.

Sehat selalu semua.

1
vivit nurhidayah
Luar biasa
Aulia Ananda
seru bgt ceritanya
Ade Diah
kok gitu...
Ade Diah
Baguslah ceritanya ampe nangis tadi...
Ade Diah
Baguslah ceritanya ampe nangis tadi... pas baca yang Juna bilang sepupu
Ade Diah
Luar biasa
Ade Diah
Banget ampe netes air mata saking sakitnya.
Elizabeth Zulfa
ini si kembar blm dikasih nama loh.. tpi udah gak up lgi smpek skrg..
IndraAsya
jejak 🐾
Intan Reni Agustina
bagus
Rha Shantika
good
Olivia Jasmine Arsend
alur ceritanya bikin aku nyesek thor.. jd ingat masa lalu 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Olivia Jasmine Arsend
cowok emang susah minta maaf klo punya salah yg ada kita yg kena omelnya
Olivia Jasmine Arsend
cowok emang susah minta maaf klo punya salah yg ada kita yg kena omelnya
Indrijati Saptarita
lanjuuuuuuuuutttt udah setahun lebih tuuu.....
Indrijati Saptarita
ngeselin amat yaa....
Bunda Salma
egois sekali nih orang tua, kenapa gak anak kamu yang kamu cecar... dia yang gagal move on dari mantan calon istrinya koq yg disalahin hana?
Dafina Delisha
sebel sama si Juna.. Kurang apa pengorbanan hana 😡😡
miramiramp
bikin baper, ceritanya bagus banget thor
Rully Salahudin
CCTV, Thor... bukan sisi TV
D€LLANØ ARZZ: typo nya kejauhan njirr😭🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!