Selalu mendapat hinaan dari sang bibi dan juga sepupunya, karena wajahnya di bawah rata-rata.
Akhirnya Karmila memutuskan untuk keluar dari rumah sang bibi tempatnya selama ini tinggal. Untuk mengejar impiannya mendekati Milano Justin pria baik yang pernah menolongnya, saat masih duduk di bangku sekolah dulu, dan Karmila mengklaim jika pria tersebut adalah suami masa depannya.
Sadar wajahnya di bawah rata-rata akhirnya Karmila memutuskan untuk mengubah penampilannya demi mendekati Milano Justin.
Namun saat Karmila sudah berhasil mendekatinya, ia mengetahui rahasia besar siapa Milano Justin.
Apakah yang akan di lakukan Karmila?
Tetap mendekatinya atau meninggalkan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seratus Delapan Puluh Derajat
Tiga bulan kemudian
Tidak ada lagi Karmila yang wajahnya di bawah rata rata, karena operasi plastik tiga bulan lalu berhasil dengan sempurna dan membuatnya berbeda seratus delapan puluh derajat.
Tidak ada lagi kulit kusam, tidak ada lagi wajah pas pasan, karena sekarang Karmila begitu sempurna tanpa celah, hanya menyisakan tinggi badannya yang tidak bisa di ubah.
Namun itu tidak masalah bagi Karmila, karena dirinya sudah mahir menggunakan sepatu hak tinggi, selama tiga bulan tidak muncul ke permukaan bumi.
Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Mila ketika masih duduk di kursi mobil tempatnya sekarang duduk.
Lalu Mila menoleh ke arah kanan di mana sang paman berada, tepat di depan setir pengemudi sambil tersenyum ke arahnya, tentu saja Mila langsung membalas senyum sang paman.
Paman yang sangat baik, karena selama berada di negara K, sang paman lah yang selalu bersama nya, meskipun beberapa kali dirinya di tinggal oleh sang paman kembali ke negeri nya untuk menjalankan bisnisnya.
Namun itu juga tidak lama, karena paman Anton segera kembali menyusul dan menemaninya kembali.
"Mil," ucap paman Anton yang sekarang meraih tangan Mila. "Ingat sekarang identitas kamu adalah Mil,"
Dan Mila pun langsung menganggukkan kepalanya, karena Mila sudah sepakat dengan sang paman, bukan hanya mengubah penampilannya namun juga mengubah Indentitasnya.
"Baik paman,"
"Dan sekarang turunlah, tepat pukul sembilan akan segera di adakan interview," ucap paman Anton sambil melihat jam tangan yang terpasang di pergelangan tangan kirinya.
Ketika paman Anton beberapa waktu lalu memasukkan lamaran pekerjaan ke perusahan Justin untuk sang keponakan, berharap agar Mila bisa mendekati Milano, apa lagi saat ini Milano sedang mencari asisten pribadi.
"Paman akan selalu berdoa untuk kamu bisa di terima bekerja di perusahaan ini,"
"Terima kasih paman," sambung Mil dan menghembuskan nafasnya kembali sebelum keluar dari dalam mobil yang berhenti tepat di depan lobi perusahan di mana sekarang dirinya akan melakukan wawancara kerja.
Mil melambaikan tangan nya ke arah sang paman, saat sudah turun dari mobil. Lalu membalik tubuhnya saat mobil milik sang paman sudah pergi meninggalkan gedung perusahan tersebut.
Detak jantung Mil, berdetak tidak beraturan saat melangkahkan kakinya di lantai marmer perusahaan yang selama ini ingin dimasukinya.
Perusahaan Justin Corp di mana ada pria yang sangat di cintainya, hingga dirinya mengubah penampilannya seratus delapan puluh derajat.
Mil sekarang berjalan menuju meja resepsionis di mana ada dua wanita yang duduk di kursi tepat di belakang meja resepsionis yang panjang. Dan ada satu security yang melangkahkan kakinya menuju ke arah nya.
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya security tersebut saat sudah mendekati Mil.
Saat Mil menjadi pusat perhatian setiap pasang mata yang berada di lobi apartemen tersebut, yang mengagumi kecantikannya.
"Aku ingin melakukan wawancara kerja,"
"Oke ikut dengan saya kebetulan sudah ada beberapa yang di wawancarai,"
"Apa aku terlambat,"
"Tidak Bu, hanya saja mama dari Pak Mila datang lebih cepat, dan menyuruh siapa saja yang sudah datang untuk melakukan wawancara terlebih dahulu," jelas security tersebut lalu mempersilakan Mil untuk mengikutinya.
Setelah menaiki lift menuju lantai lima belas gedung perusahaan tersebut, Mil terus melangkahkan kakinya mengikuti security tersebut dan mempersilakan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan yang Mil yakini adalah ruangan pemilihan perusahaan tersebut.
Dan benar saja saat sudah masuk ke dalam ruangan tersebut dan menuju sisi lain ruangan yang ada di dalam ruangan tersebut, Mil melihat Milano sedang duduk di sebuah kursi bersebelahan dengan wanita paruh baya di sisi kanan meja yang berukuran besar.
Namun bukan hanya ada Milano dan juga wanita paruh baya, Mil juga mendapati sepupunya Angel yang berdiri tepat di belakang Milano sambil memegang map di tangannya.
Mil tidak bisa berkata apa apa lagi saat melihat Milano dari dekat, saat Mil sudah mendekati meja di mana Milano berada.
Yang ada detak jantungnya kembali berdebat tidak seirama, dengan mata yang terus menatap ke arah Milano yang sedang fokus dengan laptop yang ada di hadapannya.
"Mila sayang sepertinya mama cocok jika wanita ini menjadi asisten pribadi kamu," bisik mama Feli tepat di telinga Milano, setelah melihat Mil.
Pasalnya mama Feli dan juga sang putra sudah berbaikan, dan mama Feli yang sekarang turun tangan untuk mencari asisten pribadi untuk sang putra, saat Aris sudah memegang anak perusahan milik Milano.
"Mana bisa begitu Ma, mama belum mewawancarai nya,"
"Tidak usah," sambung mama Feli.
Kemudian mama Feli menatap lagi ke arah Mil.
"Mulai hari ini kamu bisa bekerja,"
"Tidak bisa!"
Bersambung......................
dasar penjilat ... !!!
oke lah kalo begitu ....
hmmm... salah paham lagi deh ... 😂😂
kadang .. eh bukan kadang ya .. sering malah ...
orang2 tuh menilai negatif sama anak2 punk krn penampilan mereka.
padahal hati mereka bisa jadi lebih mulia dibanding emak2 tukang gosip yg bisanya julid aja ke orang ... ato dedemit2 yg penampilannya cantik tp sebenernya pelakor dj4l4n9 ....
good job mam Feli ... lope lope 💝💝🌹🌹💙💙🌹🌹
Milano cinta sama kamu apa adanya, Mil ....
dan dengerin penjelasan paman Anton yg ternyata mengetahui kebenaran ttg kecelakaan itu ...
nanya, tp gak mau denger penjelasan sampe tuntas..
picik, kamu Mil !!!
cepet kebongkar juga deh kalo selama ini muka dan badan kamu semuanyahasil oplas ... 🤪
bukan cuma perhatiannya, tapi juga kepekaannya ..
cepet bertindak, paman .. ✊️✊️
mending bicara dulu sama Milano ..
ato tanya deh ke paman Anton ..
pake otak Mil ... jangan cuma ngandelin otot ...
nnti kamu malah nyesel lhoh ...
emang nya Milano dan mama Feli gak penasaran sama nama lengkap istri / menantu nya ?