Special moment dalam hidup gue itu: Pertama, Bokap gue kembali. Kedua, bersyukur karena ada Langit yang suka sama gue. -Adista Felisia
Special moment dalam hidup gue yaitu, pertama bisa meyukai Adista dan kedua bersyukur Adista juga suka sama gue. Hehehe. -Langit Alaric
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alviona27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 - Basecamp Langit
Langit : By, kamu lagi gak nonton Oppa,
kan?
Adista : Enggak, lagi bosen. Memang kenapa?
Langit tersenyum saat melihat balasan dari Adista, dengan cepat dia mengganti
pakaiannya dan membalas chat Adista.
Langit : Aku jemput ya By. Kita jalan, aku
juga bosen di rumah.
Adista : Oke.
Setelah selesai dengan semua kegiatannya,
Langit langsung turun ke bawah dan melihat Lala yang sudah tersenyum mesem-mesem melihat Langit yang sudah rapih.
“Yang udah pacaran mah beda,” ejek Lala
sambil meminum jus alpukatnya.
Langit hanya terkekeh, mendekati Lala dan
menimum jus alpukatnya membuat Lala kesal.
“Yang jomblo mah dirumah aja terus, kasian
banget,” giliran Langit yang mengejek Lala, Lala hanya mendengus.
“Awas aja kalo gue punya cowok kayak Mingyu, bisa-bisa Kak Adis berpaling dari lo.”
“Uh ... percaya banget gue,” Langit terkekeh. “Gue pergi dulu, bilang ke Bunda kalo gue pergi.”
“Iya,” ucap Lala sambil mengangguk. “Bang,
kemarin si rambut ungu datang kesini.”
Langit mengernyit. “Geandra?”
Lala mengangguk. “Dia nyariin Abang.”
“Terus?”
“Gue jawab aja kalo lo itu lagi pacaran.”
“Pinter,” ucap Langit sambil mengacak
pelan rambut Lala dan keluar dari rumah setelah berpamitan lagi kepada Lala.
Motor merah bernama Libert sudah kinclong setelah dicuci habis-habisan kemarin karena Langit memang sudah memiliki rencana untuk pergi dengan Adista hari ini.
Helm dengan stiker keroppi di sisi kanan
kiri dia pakai karena yang memberikan stiker disana adalah Adista yang membuat
helm miliknya menjadi hancur. Awalnya Langit ingin melepaskannya tapi saat
Adista bilang kalau Langit melepaskannya, Adista akan menempelkan stiker
lainnya di body motor Langit.
Jangan sampai Libert rusak karena Adista.
Adista punya Oppa sedangkan Langit punya
Libert, itu sudah cukup.
Langit sudah sampai di rumah Adista dan
terpaksa harus menghela napasnya saat melihat Kakek tua sedang duduk manis di
teras rumah Adista sambil meminum tehnya.
Langit tidak habis pikir. Kapan Kakek cerewet ini kembali ke asalnya?
“Kamu masih mau datang?” tanya Kakek.
Langit menyalami tangan Kakek dan duduk di sebelahnya. “Jelas Kek, kan mau ngedate sama Adista. Kakek jangan iri ah, nanti saya cariin yang lebih muda dari Kakek. Kakek mau?”
Kakek Adista melotot, menaruh cangkir di
atas meja. Kakek duduk dengan anggun, membuat Langit semakin terkekeh. Kakek Adista sedang menahan marah.
“Kamu main motor?”
Langit mengangguk.
“Kamu agak nakal?”
Langit mengangguk.
“Kamu ngerokok?”
Langit mengangguk.
“Ck, memang kamu ini tidak cocok dengan
cucu saya. Kamu kasih pelet apa ke Adista?”
Langit menaikkan sebelah alisnya. “Mungkin dia pikir wajah saya ini mirip Oppanya, makanya dia suka sama saya.”
“Percaya diri banget kamu,” ejek Kakek
Adista.
“Jelas Kek, orang itu harus punya kepercayaan diri yang tinggi biar hidupnya gak direndahin orang lain.”
“Suka-suka kamu mau ngomong apa, saya
pusing dengar kamu ngomong terus.”
Langit hanya terkekeh, kemudian Adista
keluar dengan gaya kasualnya yang membuat Langit tidak bisa mengedipkan matanya sejenak, enggak dia sudah lama tergila-gila dengan Adista.
“Cucu saya memang cantik gak perlu kamu
liatin segitunya,” cibir Kakek kemudian pergi meninggalkan mereka.
Adista hanya terkekeh dan mengangkat
sebelah alisnya bingung saat Langit sama sekali tidak berpaling dari dirinya. Apa diwajahnya ada sesuatu? Apa bedaknya tidak rata sehingga Langit terus-terusan melihat ke arahnya?
“Kenapa?” akhirnya Adista bertanya saat
Langit masih tetap tidak berpaling dari Adista.
“Kamu cantik hari ini By,” ucap Langit. “Eh ... enggak, kamu setiap hari memang cantik By.”
“Jangan gombal.”
“Aku seriusan By.”
“Iya, aku percaya,” kata Adista tidak bisa
menahan senyumannya. “Buruan, kita mau kemana nih?”
“Ketemu ... Oppa?”
* * *
Entah ketemu Oppa apa yang dimaksudkan
oleh Langit tadi, tapi sepertinya ketemu Oppa yang dimaksudkan oleh Langit
bukan benar-benar Oppa yang dia pikirkan. Like not her expectation.
Motor merah bernama Libert itu berhenti di
depan sebuah rumah tua yang jauh dari orang ramai. Awalnya Adista merasa was-was saat Langit membawanya ke tempat yang sepi seperti yang dia lihat saat ini.
“Lo mau ngapain?” tanya Adista was-was
saat Langit hanya diam tidak menggubriskan pertanyaan Adista.
Langit menggenggam tangan Adista tapi
Adista menahannya. “Enggak! Gue gak mau! Langit!” Langit menarik tangan Adista.
“Langit! Lepasin tangan gue!”
Langit masih menarik tangan Adista hingga
sampai di depan pintu rumah itu Langit melepaskan genggamannya.
“Kamu kalo takut cerewet banget ya,” ucap
Langit, Adista kesal.
“Jelas lah! Siapa yang gak cerewet saat—”
Langit membuka pintu itu dan masuk
meninggalkan Adista yang siap meledak. Adista menghela napasnya dan ikut masuk
mengikuti Langit.
Adista tercengang, tidak seperti
penampilan luarnya. Rumah tua yang jauh dari keramaian itu sangat indah saat
berada di dalamnya. Semua dinding di coret-coret dan dibuat gravity yang terlihat sangat menawan, serta sofa-sofa yang tidak terpakai dirubah menjadi lebih baik sehingga layak di pakai, dan disana juga terdapat banyak barang bekas yang dirubah menjadi benda yang lebih berguna lagi.
Percayalah, Adista tidak bisa menutupnya mulutnya saat melihat seisi rumah itu!
Bayangkan yang baru saja dilihat Adista
hanyalah ruang tamu belum ruangan lainnya yang membuat Adista penasaran.
“Aku tahu ini bagus By, tapi muka kamu gak usah segitunya kali,” ucap Langit sambil
terkekeh, Adista mendelik menatap tajam Langit.
“Ini basecamp yang kamu maksud itu?”
Langit mengangguk kemudian duduk di sofa yang ada disana, Adista mengikuti dan duduk di samping Langit. Tidak lama
setelah itu muncul dua cowok dari salah satu ruangan yang ada disana, cowok
merokok dan cowok kalem.
“Langit, tumben kamu teh bawa cewek kesini,” kata cowok kalem. “Ini cewek yang sukanya Oppa tapi lebih suka kamu ya?”
Adista mengangkat sebelah alisnya menatap Langit.
“Itu Asep, biasalah dia memang suka gitu,”
Langit terkekeh. “Kalo itu Bayu, kita satu sekolah sama dia. Anak IPS dia.”
Adista hanya mengangguk, kemudian cowok yang bernama Asep dan Bayu itu duduk di sofa yang ada di sebelah Adista.
“Terus Oppanya mana?” tanya Adista.
“Itu,” ucap Langit sambil menunjuk Asep
dan Bayu dengan dagunya. “Asep mirip lah dengan Oppa, Bayu kurang lebih mirip
juga. Kamu aja yang gak ngerasain.”
Adista berbalik menatap wajah Asep dan
Bayu dengan seksama, alisnya mengernyit menatap keduanya. Omong-omong, dari
mana wajah Oppa dari wajah Asep dan Bayu, mereka berdua sama-sama memiliki
wajah yang asli Indonesia.
“Gue tahu gue ganteng, ngeliatnya gak usah segitunya,” ucap Bayu sambil menghisap rokoknya, Adista mengerjap dan langsung mengalihkan wajahnya menatap Langit.
Langit hanya terkekeh. “Bayu memang gitu
orangnya.”
Adista menghela napasnya menatap kesal
Langit.
“Sep, kita punya minum gak?” tanya Langit
kemudian bangkit dari duduknya. “Tunggu sini aja, aku ambilin minum.”
“Disana ada minuman soda, kalo gak salah
tinggal sedikit.”
Langit mengangguk kemudian pergi
meninggalkan Adista yang masih canggung dengan Bayu dan Asep.
“Adis, kamu teh kenapa bisa suka sama Langit?” tanya Asep.
“Gue gak suka sama dia, kata siapa yang
suka sama dia,” Adista berkata tenang.
“Tapi kan kalian pacaran.”
“Pacaran juga bisa gak suka sama pacar.”
“Bohong banget,” ucap Bayu dan menginjak
putung rokoknya. “Lo bilang gak suka sama Langit? Semua orang pun bisa lihat
kalo lo itu suka sama dia. Lo aja yang selalu menyangkal kalo lo suka sama
dia.”
Adista terdiam tidak menjawab ucapan Bayu dan juga tidak menyangkal apa yang cowok itu ucapkan barusan.
Apa dia sudah suka dengan Langit?
TBC
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "love miracle" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih
Hai kak, numpang promote nggeh 😅
Yuk mampir dikarya saya "Ainun" dan "Because of you". Update setiap hari kok 😁 like+vote+comment juga boleh kok 😂
Tankeyu 💞