"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - CINTA
Rumah Vincent Carter.
keesokan harinya, Nayla menuruni tangga dan berjalan menuju ke ruang makan untuk menemui Vincent. Sesampainya di ruang makan, Vincent kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh Nayla.
"Wanita ini lumayan cantik juga. Tetapi kenapa suaminya tidak peduli padanya. Sungguh menyedihkan," - Batin Vincent.
"Duduklah, sarapan bersamaku. Setelah sarapan aku akan mengantarkanmu pulang,"
"Terimakasih, kamu sangat baik. Kamu sudah banyak membantuku,"
"Sama - sama. Tapi jangan pernah kamu berkata kalau aku adalah pria baik hanya karena aku menolongmu kemarin. Kamu belum mengenal siapa diriku,"
Nayla pun hanya tersenyum kecil pada Vincent. Lalu, duduk di salah satu kursi kosong.
"Kemarin aku hanya mengetahui namamu saja. Tapi aku belum memperkenalkan diriku, namaku Nayla Anggita,"
"Nama yang bagus,"
"Dingin sekali, apakah memang seperti itu dirimu,"
Vincent pun menatap tajam ke arah Nayla.
"Ya seperti itulah, Aku memang sudah seperti ini sejak dulu. Kamu cepatlah makan. Setelah itu aku akan mengantarkanmu kembali ke rumahmu sekalian aku akan pergi keluar untuk mengurus pekerjaanku pagi ini,"
...******************...
Villa Keluarga Alanza.
Pukul 09:00.
Akbar yang masih mengkhawatirkan Nayla pun berjalan keluar rumah dengan sangat terburu - buru untuk segera mencari Nayla kembali. Sementara Maudy masih terus berusaha untuk mencegah Akbar pergi. Saat Akbar ingin masuk ke dalam mobilnya tiba - tiba saja sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan Villa mereka.
Nayla keluar dari mobil itu, Akbar terus melihatnya. Akbar terus melihat ke arah Nayla sampai kaca mobil itu terbuka dan ia melihat seorang pria di dalam mobil itu. Nayla berbicara sesuatu kepada pria itu dan tersenyum padanya. Dan setelah itu, Pria itu pun pergi meninggalkan Villa dengan mengendarai mobilnya.
"Kamu lihat itu, pakai matamu Akbar. Wanita yang kamu cari - cari dari kemarin ternyata sejak kemarin sedang bersenang - senang dengan pria lain. Kasihan banget,"
Mendengar ucapan dari Maudy, Amarah Akbar pun mulai memuncak. Ia berjalan mendekati Nayla. Lalu, menarik pergelangan tangannya dengan sangat kuat hingga membuat pergelangan tangan Nayla terasa sakit.
"Akbar sakit, lepaskan Akbar, kamu ini apa - apaan sih, Akbar kamu dengar aku gak sih, lepaskan aku,"
Akbar terus menarik tangan Nayla hingga masuk ke dalam Villa. Maudy pun hanya tersenyum melihat pertengkaran antara Akbar dan Nayla.
"Bakalan seru nih," Ucap Maudy sambil tersenyum.
...******************...
Kamar.
Sesampainya di dalam kamar, Akbar langsung melempar tubuh Nayla dengan sangat kuat hingga dirinya jatuh tersungkur ke lantai. Nayla pun mulai merasakan sakit di sekitar bagian perutnya. Tetapi dirinya mencoba untuk bisa menahan rasa sakit itu karena dirinya yang tidak tau bahwa saat ini ia sedang mengandung.
"Akbar kamu ini kenapa sih?,"
Akbar dengan menunjukkan ekspresi marah berjalan ke arah Nayla. Lalu, merendahkan posisi tubuhnya.
"Kamu masih bisa bertanya padaku, ada apa? Kamu sadar tidak apa yang sudah kamu lakukan, Nayla,"
"Maksudmu? Apa yang sudah aku lakukan? Aku melakukan apa, Akbar. Aku tidak melakukan apapun,"
"Aku sudah mencarimu dari kemarin, Nayla. Tapi ternyata kamu enak - enakan berduaan dengan laki - laki lain,"
"Kamu marah aku berduaan dengan laki - laki lain. Lalu, bagaimana dengan dirimu yang disaat kita liburan saja kamu masih membawa selingkuhan kamu itu. Ini itu liburan impian aku, Akbar. Tapi kamu menghancurkan semuanya. Kamu menghancurkan semuanya, Akbar. Kamu menghancurkan semua impian indahku tentang pernikahan saat aku masih kecil. Kamu tau tidak, saat aku masih kecil aku pernah berharap menikah dengan seorang pangeran dan hidup bahagia dengannya. Tapi apa kenyataannya sekarang? Aku malah seakan - akan melebihi hidup di neraka,"
Akbar pun hanya terdiam saja mendengar ucapan Nayla. Lalu, dirinya pun pergi begitu saja meninggalkan kamar itu.
...***************...
Indonesia.
Pukul 10:00.
Ilham mengajak Silvana jalan - jalan di taman rumah sakit. Silvana yang masih belum kuat untuk berjalan pun hanya bisa terduduk di kursi roda dengan Ilham yang terus mendorongnya.
"Sayang,"
"Iya, kenapa sayang?,"
"Kamu malu gak, punya kekasih cacat seperti aku,"
"Kamu kok bilang seperti itu sih sayang, kamu itu gak cacat tau. Bagiku kamu adalah wanita yang paling sempurna. Aku akan tetap mencintaimu dalam kondisi apapun dirimu,"
Silvana pun tersenyum mendengar ucapan Ilham yang sangat menenangkan dirinya.
"Sekarang kita mau kemana sayang?,"
"Jalan - jalan saja sayang, aku ingin melihat pemandangan sekitar taman ini. Bosen soalnya aku tiduran di kamar rawat terus,"
"Siap tuan Puteri,"
Ha..Ha..Ha..Ha..Ha, mereka berdua pun tertawa bersama.
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor