Elina gadis berusia 21 tahun yang bekerja sebagai delivery makanan di sebuah restoran cepat saji. Hidupnya berubah dalam satu malam saat ia sedang mengantarkan pesanan dan mengetuk pintu kamar yang salah. Pria asing dalam keadaan mabuk itu menyeret Elina ke dalam kamar lalu merampas kesucian nya secara paksa. Bukannya bertanggungjawab, pria itu malah memberikan sebuah cek pada Elina. Karena merasa takut, Elina pun kabur dari ibu kota.
Bertahun-tahun menghilang dan pergi dari ibu kota, Elina sudah tidak sendirian lagi, ia bersama 2 orang anak kembar yang lucu dan cerdik. Penasaran dengan sosok papa yang selama ini tak diberitahukan ibunya, mereka berinisiatif nekad pergi ke ibu kota berdua untuk mencari sang papa sekaligus mencari suami untuk mama nya.
Suatu hari, seorang pria tampan dan berjas rapi melihat kedua anak itu "Kenapa bisa ada pria yang tampan di dunia ini selain aku?"
"Kakak, bukankah om ini mirip denganmu?"
Lalu berhasilkah si kembar mencari papanya? Dan mencari suami untuk mama nya?
Sumber gambar: pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku mencintai Elina?
🍂🍂🍂
" Kalau gitu, aku pulang dulu ya El. Kalau ada apa-apa, kamu bisa hubungi aku " ucap Dava
" Iya pak, eh kak Dava " jawab Elina
Dava hendak menyentuh bahu Elina, namun ia menyimpan kembali tangannya itu. Mengurungkan niatnya.
" Semangat ya Elina " ucap Dava sambil tersenyum " Assalamualaikum "
" Waalaikum salam, hati-hati kak Dava " Elina tersenyum
Dava masuk ke dalam mobilnya, dan ia segera meninggalkan rumah itu. Dava terus kepikiran dengan hidup Elina yang kesulitan mengurus kedua anaknya. Bagaimana pun juga bukan keinginan Elina ia melahirkan kedua anaknya? bukan salah Elina sampai ia hamil di luar nikah dan di hujat masyarakat.
" Pasti berat baginya menjalani semua nya sendirian, sedangkan pria itu pasti hanya ingin merebut anak-anak nya saja. Sekarang dia membuang Elina, sudah jelas kan tidak ada cinta diantara mereka. Aku harus membantu Elina dan anak-anak nya, selalu ada disisi nya " ucap Dava penuh keyakinan
Setelah Dava pergi jauh, Elina merasa ada seseorang yang memperhatikan nya. Ia berjalan ke arah depan rumahnya yang sepi, namun tidak ada siapa-siapa disana.
" Haah, mungkin ini hanya perasaan ku saja " Elina kembali berjalan menuju ke rumahnya.
2 orang pria yang bersembunyi itu, keluar dari persembunyiannya setelah Elina masuk ke dalam rumah. Mereka ada bodyguard yang diperintahkan oleh Chris untuk mengikuti Elina dan si kembar.
Sementara itu Chris sedang berada di sebuah apartemen, bersama kedua temannya yaitu Ken dan Adrian. Chris sedang curhat kepada kedua sahabatnya itu tentang Elina dan si kembar.
🎶🎶🎶
Drett.. drett..
Ponsel Chris berbunyi, lalu ia pun segera mengangkatnya.
" Ya, bagaimana Anton? " tanya Chris
" Presdir, saya ingin melaporkan kalau Nona Elina, tuan muda dan nona muda masih berada di Jakarta " jelas Anton, salah satu bodyguard Chris
" Benarkah? lalu sekarang dimana dia dan kedua anakku tinggal? apa mereka baik-baik saja? " tanya Chris lega
Syukurlah, ternyata Elina, Adhy dan Amayra masih berada di kota ini.
" Presdir tenang saja, mereka baik-baik saja dan seperti nya sudah tidur. Nanti saya akan kirim alamat tempat tinggal nona Elina, tuan dan nona muda " jelas Anton
" Oke. Kalian terus saja awasi Elina dan kedua anakku dari kejauhan. Jika mereka membutuhkan pertolongan, kalian tau harus melakukan apa kan?"
" Siap Presdir, kami akan melaksanakan tugas." jawab Anton patuh
Tit..
Chris menutup telponnya, lalu menyandarkan tubuhnya di sofa. Adrian dan Ken melihat Chris yang tampan galau.
" Apa ini soal wanita itu dan anak-anak mu?" tanya Ken
" iya, seperti yang ku katakan tadi pada kalian kalau mereka pergi dari rumah " Chris sedih
" Lalu kenapa kamu tidak mencegahnya? kamu biarkan mereka pergi begitu saja?" tanya Adrian sambil mengambil minuman yang ada di depannya
" Aku sudah mencegahnya, tapi apa dayaku. Mereka seperti nya membenci ku, apalagi Adhy dan Amayra mereka mengatakan bahwa mereka tidak mau punya Papa seperti ku " jelas Chris
" Saran ku sih, kamu ambil saja anak-anak itu dari ibunya dengan jalur hukum. Lalu menikah dengan Sheryl. Nah, kalau sudah begitu , semuanya sudah teratasi kan? ibu mu juga tak akan marah " jelas Ken santai
" Aku tidak akan melakukan itu pada Elina! aku tidak seperti itu, anak-anak bukan hanya milikku saja tapi milik Elina juga "
" Wah, kalau aku dengar-dengar dari tadi kamu terus membela ibu dari anak-anak mu. Apakah mungkin kamu menyukai wanita itu?" tanya Ken sambil tersenyum
" Aku.. aku .. " Chris terlihat bingung dengan pertanyaan Ken
Aku suka Elina?
" Chris jangan dengarkan saran sesat dari si Ken. Aku punya pendapat tentang semua kegalauan mu itu " ucap Adrian serius
" Katakan !"
" Aku menyambungkan pertanyaan dari si Ken barusan, dan aku menyimpulkan dari semua cerita mu tentang Elina dan anak-anak mu. Aku yakin kamu menyukai nya "
" Apa ? "
" Kamu menyukai Elina, ibu dari anak-anak mu itu. Kamu melihatnya sebagai wanita "
" Tapi aku tidak pernah merasakan hal hal seperti itu " Chris bingung
" Coba pikirkan kan lah baik-baik, apa kamu nyaman saat bersama nya? apa kamu merasa hangat saat bersentuhan dengan nya? jantungmu berdebar kah sesaat di dekatnya? dan ada perasaan bahagia di dalam hatimu saat jalan dengannya. " jelas Adrian
Chris bukannya tidak punya hati atau perasaan untuk Elina. Ia juga merasa bingung terhadap dirinya sendiri. Ia meminta saran sahabat-sahabat nya.
Satu satunya jawaban yang ia temukan dari mereka yakin bahwa Chris mencintai Elina, ibu dari anak-anaknya itu. Hanya Elina satu satunya wanita yang bisa ia sentuh dan membuatnya nyaman. Walaupun mereka sering bertengkar, tapi mereka cukup dekat satu sama lain. Belum lagi mereka sudah memiliki anak bersama. Namun, apakah ada cinta diantara mereka?
Adrian dan Ken mengerti bahwa selama ini Chris selalu menuruti kemauan ibunya. Tak pernah membantah, namun masalah cinta adalah soal yang lain. Adrian dan Ken menyarankan agar Chris jangan menyerah pada Elina dan kedua anaknya, karena keluarga adalah harta yang paling berharga.
" Chris, coba kamu pikirkan baik-baik. Pastikan perasaan mu padanya itu cinta atau bukan. Jika kamu benar-benar mencintai ibu dari anak anak mu, maka kamu harus mengejarnya. Dengan begitu kamu dapat dua keuntungan, jika kamu memang mencintai nya, maka anak-anak mu juga akan kembali padamu. Karena aku yakin kalau anak anak mu ingin Mama dan Papa nya bersama, bukan? " jelas Adrian
" Memastikan perasaan? bagaimana caranya aku memastikan perasaan ku padanya?" tanya Chris polos
Ken berbisik pada Chris, terlihat senyum di bibirnya itu.
" A-apa? aku harus melakukan itu?" tanya Chris kaget dan wajahnya langsung memerah saat mendengarnya.
" Ya, kalau kamu kesulitan melakukan nya lakukan saja saran ku yang kedua " Ken tersenyum
" Haha, aku setuju dengan saran nya " Adrian setuju
" Yang ada aku dipukul olehnya kalau aku melakukan itu!" ujar Chris malu
" Kalau kamu tidak mau ya sudahlah, tapi jangan salahkan aku kalau kamu terus penasaran dengan perasaan mu sendiri " kata Adrian memanasi
" Aku akan pergi menemuinya " ucap Chris sambil berdiri, dari tempat duduknya. Chris terlihat seperti anak kecil yang belum pernah jatuh cinta.
Chris membuka pesan dari salah satu bodyguard nya yang berisi alamat rumah Elina yang baru.
" Semangat bro!" Adrian tersenyum memberikan semangat pada Chris
" Hidup cinta! cintai keluarga mu !" ujar Ken
" Thanks guys " Chris melangkah pergi dari apartemen Ken.
Semoga kamu berhasil Chris, jangan sampai terlambat seperti aku. batin Ken berdoa yang terbaik untuk sahabat nya itu.
🍂🍂🍂
Malam itu pukul 10, Amayra dan Adhy terbangun dari tidur mereka karena mereka merasa lapar.
" Mama pikir kalian tidak akan bangun lagi sampai besok " kata Elina bingung sambil mencari makanan
KRUKKK----
KRUKK ---
Terdengar suara perut yang ricuh, dari perut Amayra dan Adhy. Mereka merasakan lapar karena belum makan malam. Elina merasa bersalah karena membiarkan kedua anaknya kelaparan.
Elina mencari bahan makanan namun tidak ada apapun di dalam rumah baru mereka selain Snack dan kue yang diberikan oleh Dava sebelum nya.
" Ya sudah, Mama pergi keluar dulu ya siapa tau ada warung atau supermarket yang masih buka. Adhy kamu jaga adik kamu dulu ya sebentar. Mama gak akan lama kok " jelas Elina
Kasihan sekali anak-anak ku mereka melewatkan makan malam. Kalau dalam keadaan lapar seperti ini, mereka akan kesulitan tidur. Mereka sama seperti pak Chris, ha.. kenapa aku jadi memikirkan nya?
" Iya Ma, tenang saja. Kami makan dulu yang ada, kami juga tidak akan kemana-mana " kata Adhy sambil memakan Snack
" Iya Ma " Mulut Amayra asik mengunyah Snack dengan kakak nya itu.
" Mama pintu kuncinya, dan Mama simpan kunci cadangan nya disana. Jangan buka pintu sebelum Mama datang !" seru Elina mengingatkan
" Oke Ma ! siap !" Adhy memberi hormat pada ibunya itu.
Elina pergi keluar rumah, ia mengunci pintu rumahnya. Takut-takut ada orang jahat yang masuk ke dalam rumah, ia juga membekali Adhy dengan kunci cadangan kalau-kalau terjadi sesuatu di dalam rumah yang mengharuskan mereka membuka pintu.
Elina berjalan sendirian malam itu, ia mencari warung terdekat yang masih buka. Jalanan tampak sepi, hanya ada Elina sendirian yang ada disana.
" Aku baru tau kalau jalanan di dekat restoran malam seperti ini sangat sepi. Bahkan tidak ada kendaraan yang lewat satupun. Aku harus mencari makanan untuk Adhy dan Mayra, kasihan mereka. " gumam Elina sambil memegang tubuhnya yang kedinginan. Ia lupa membawa jaket nya.
Elina terus berjalan sampai menuju ke jalan raya, akhirnya ia menemukan supermaket yang masih buka.
****
Chris sampai di depan rumah Elina, mobilnya berhenti tepat di depan pekarangan rumah baru Elina.
Adhy dan Amayra yang mendengar suara mobil yang berhenti, segera melihat ke arah jendela.
" Kak, bukannya itu mobil Papa?" tanya Amayra yang mengenali dengan jelas mobil Chris
" Benarkah? kenapa dia ada disini?" tanya Adhy dengan nada yang kesal
Tok, tok,tok
Chris mengetuk pintu rumah Elina. Adhy dan Amayra mengabaikan Chris yang terus mengetuk pintu.
" Elina, aku tau kamu di dalam. Buka pintunya, aku mau bicara. Adhy, Amayra, Papa mau bicara sama kalian " Chris memohon
" Kak, gimana nih? Papa terus ngetuk pintu " kata Amayra cemas
" Ya udah kita bukain aja, siapa tau dia bisa bantuin kita cari Mama. Mama belum pulang dari tadi " ucap Adhy
Adhy dan Amayra membuka pintunya, terlihat Chris sudah berdiri di ambang pintu. Chris tersenyum melihat anak-anak nya yang membuka pintu.
" Adhy, Amayra.."
" Mau apa bapak Chris kemari?" tanya Adhy sinis
Mendengar Adhy memanggil namanya dengan sebutan pak Chris, membuat Chris merasa seperti orang asing. Namun, ia tak menyerah disitu. Chris menyadari bahwa ia memang pantas diperlakukan seperti itu oleh kedua anaknya.
" Papa kesini mau bicara sama Mama kalian "
" Kebetulan, Mama lagi gak ada. Bisa gak pak Chris bantu cari Mama " kata Adhy terpaksa
" Apa? Elina tidak ada? kemana Mama kalian jam segini ?" tanya Chris
Adhy dan Amayra mengatakan pada Chris bahwa Elina keluar dari rumah setengah jam yang lalu untuk mencari makanan untuk kedua anaknya. Chris cemas dan langsung mencari Elina dengan berjalan kaki.
Terlihat Elina sedang berjalan dipinggir jalan dan membawa bungkusan di tangannya. Elina tersenyum senang, akhirnya ia bisa membawakan makanan untuk si kembar.
" Syukurlah, akhirnya anak-anak bisa makan. Huu.. dingin juga BRRR "
Elina kaget mendapati Chris berdiri tak jauh dari tempatnya berjalan. Chris menatap Elina dengan wajah cemas. " Kenapa dia ada di depan ku? ah aku pasti berhalusinasi, mana mungkin dia ada disini pada waktu begini. Ini pasti karena udara yang dingin nih, makanya aku berhalusinasi " gumam Elina
Chris mendekat ke arah Elina, hingga mereka hanya berjarak 1 langkah. Elina kaget melihat Chris yang tampak nyata di depannya.
" Aku sudah mencari mu, ternyata kamu ada disini. Ada yang ingin aku pastikan Elina "
" apa ini? halusinasi ini terlalu nyata! kenapa kamu mengatakan sesuatu dengan nada lembut seperti ini? hei jangan menipuku, dasar halusinasi yang tidak jelas " Elina tersenyum pada Chris yang berdiri di depannya, dan ia masih berfikir kalau Chris adalah bayangan nya saja.
Kenapa aku tidak bisa menghilangkannya dari pikiran ku?
" Aku bukan halusinasi mu, ini bukan halusinasi. Aku adalah Chris " Chris tersenyum
" Haha.. aku sudah gila, saking rindunya aku pada mu. Aku sampai membayangkan kamu ada di depanku. " Elina tertawa pedih
Elina merindukan ku?. Chris terdiam mendengar nya, ada sesuatu yang berdenyut di dalam dirinya
" Seharusnya kamu pergi saja! kalau kamu mau menikah dengan wanita lain, kamu jangan muncul lagi di depanku. Dasar menyebalkan! kamu seperti hantu tau tidak?! Kamu jahat, menggunakan ku sebagai alat untuk melahirkan anak, aku tidak akan membiarkan mu mengambil anak-anak ku. Kamu dengar itu tuan Christian Tarant?" Elina mengacungkan jarinya ke wajah Chris
" Jadi kamu menganggap ku begitu Elina? aku tidak pernah menganggap mu seperti itu, kamu dan anak-anak sama pentingnya bagiku " kata Chris tulus
" Apa apaan ini? bahkan bayangan saja bisa bicara. Sudahlah aku mau pulang " Elina berjalan ke depan dan menabrak tubuh Chris.
Apa ini? bayangan kok terasa nyata?
" Ini bukan bayangan Elina, juga bukan halusinasi. Biar aku tunjukkan padamu "
Aku harus memastikan perasaan ku padamu.
Kedua tangan Chris meraih wajah Elina, lalu membenamkan bibirnya di bibir merah milik Elina. Wanita itu terkejut sampai menjatuhkan keresek yang dipegangnya. Elina terkesiap mendapat ciuman yang mendadak itu.
" Hmmphh!
Sentuhan nya terasa nyata, apa ini benar-benar dia?
Sekarang aku yakin, debaran di dalam hatiku ini adalah cinta. Chris masih mencium Elina dengan lembut. Mereka pun sama-sama terlena dalam ciuman itu.
...---***---...
karya mu slalu keren