Saat terbangun aku sudah berada di tempat yang asing. Aku memutar tubuhku untuk melihat lebih jelas dimana aku berada, aku merasa sedang diawasi, dia.. dia melihat kearah ku dengan mata merahnya. Dan dia tersenyum, terlihat dua buah taring keluar dari bibirnya..
Haloo semua... ini cerita pertamaku di MangaToon, Aku harap kalian seneng bacanya, semua cerita yang akan kutulis harus Happy Ending!
Why
Why
Why
Karena kopi pait adanya didunia nyata yaa, so aku bikin cerita yang bikin kalian senyum-senyum aja, just Have Fun in my Fantasi World ♥️♥️♥️
Oh yayayaa, jangan lupa love, like, kalo bisa comment juga, biar aku semangat gadang tiap malam 😆😆😆 demi kalian pencinta Fantasi World.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BFK.11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Bibi Anna
Alice ayo kejar ibuuuu...
Jangan lari cepat-cepat Buu...
Ayah juga kejar Alice... ayoooo..
Hans ayo tangkap ibu dan Ayah..!!
Okeee!! ayo lari yang kencaang Al..!!
"Alice..."
"Honey, bangun sayang..."
"Alice..."
Gara membelai lembut kepala Alice. Alice masih tertidur, Alice mengernyitkan dahinya, keringat membasahi tubuhnya.
"Alice.. sayang, bangunlah.." Gara menyentuh pipi Alice. Sensasi dingin menyebar di pipinya, Alice tersenyum.
Alice masih tertidur, matanya seperti enggan terbuka. Sepanjang malam, Gara berada disana, dia terus memperhatikan Alice.
Saat tertidur kadang Alice meminta air minum, dan Gara memberikannya lewat mulutnya.
Matahari sudah berada diatas kepala, Alice melewatkan sarapan, dokter masih memberikannya cairan lewat infus. Gara terus menanyakan kondisi Alice pada dokter, bertanya kapan Alice bangun dsb.
Alice membuka matanya perlahan, sulit sekali untuk membuka matanya, dia tetap berusaha. Hal pertama yang dia lihat adalah Gara.
Gara tertidur disebelahnya, lukanya telah hilang, dan raut mukanya cerah, Alice sangat bersyukur.
Alice melihat berkeliling, tidak ada seorangpun disana. Tangannya terasa pegal, Alice masih belum melihat ada sebuah tiang infus yang tergantung disebelahnya.
Gerakan tubuh Alice membuat Gara terbangun.
"Alice..." Gara bangkit dari tempat tidurnya.
Dia mencium kening Alice, mukanya terlihat bahagia.
"Garaa, ada apa? " raut muka Alice berubah bingung.
"Tidak apa-apa sayang.."
"Apakah tanganmu terasa pegal?" Tanya Gara.
Refleks Alice melihat tangannya, ada sebuah jarum yang menusuk punggung tangannya.
"Aww.. apa ini? lepaskan Gara.." Alice mencoba menarik infus, namun tangan Gara menghentikannya.
"Ok, ok, aku panggil dokter dulu.."
Kemudian seorang dokter datang dan melepaskan infus, lalu dia menyarankan Alice agar tidak terlalu lelah, makan sayur dan daging serta susu.
Alice tidak mengerti yang terjadi, namun dia menyetujuinya.
"Jadi... apakah aku sakit? apakah parah?" Tanya Alice bingung.
"Tidak gadis kecilku.. kau hanya merindukanku.." jawab Gara iseng.
"Omong kosong macam apa itu..!" Alice cemberut.
"Aku lupa.. kau kedatangan tamu sayang, dia sudah lama menunggu, namun aku tidak mengijinkan nya masuk sebelum kau sadar.." Ucap Gara.
"Oh ya? siapa?" Alice penasaran.
Tak berselang lama, Dean mengantarkan seorang perempuan masuk.
"Bibi Annaaaa, oh ...."
Bibi Anna berlari kepelukan Alice.
"Anakku, Alice.. kau baik-baik saja sayang?" Bibi Anna tak kuasa menahan tangis.
Seorang pelayan kerajaan mendatangi rumah Bibi Anna dan mengatakan kondisi Alice, dengan sangat terburu-buru Bibi Anna pergi ke istana. Dia sangat ketakutan sesuatu yang buruk terjadi pada Alice. Namun Yang Mulia Raja menjelaskan kondisi Alice sudah lebih baik, sehingga kekhwatiran Bibi Anna mereda.
"Aku baik-baik saja Bibi, seperti yang kau lihat..." Alice tersenyum senang melihat Bibi Anna.
"Apa yang sebenarnya terjadi sayang?" Tanya Bibi Anna.
"Hmm, aku sebenarnya tidak terlalu ingat, mungkin Gara akan menceritakan nya menggantikan aku?" Alice melihat ke arah Gara.
Gara melihatnya, tidak mungkin Gara akan melupakan kejadian itu, dan tentu saja Gara tidak bisa menolak mata Alice yang memohon padanya.
"Alice diterkam oleh seseorang, dia adalah Sasa, seorang Vampire kekasih William. Dia kesal melihat Alice berada didekatnya. Kemudian Sasa mendorong Alice di kamar mandi dan menghisap kaki Alice." Gara berhenti bercerita. Dia memandang Bibi Anna yang terlihat shock.
"Oh maafkan aku.." Ucap Gara
"Aku tak pandai merangkai kata, kau tau." tambahnya.
"Well well well, Gara kau sangat membantu.." Alice melihat Bibi Anna.
"Bibi, aku baik-baik saja, kau bisa tenang, lihat.. lukaku sudah hilang.." Alice membuka penutup pahanya.
Bibi Anna terkejut.
"Sayang, bagaimana.. bagaimana bisa tidak ada bekasnya.." Bibi Anna penasaran.
"Hmm, Kent menjilatnya, dan lukanya hilang. Seperti itu.." Alice berkata seadanya.
Bibi Anna mencoba memahami, dia tertawa..
"Oh oh , aku mengerti.. syukurlah, sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi.." Bibi Anna memeluk Alice.
Saat Gara akan pergi untuk memberi mereka waktu berdua Bibi Anna melarangnya.
"Tuan muda.. maafkaan kelancangan saya, tapi tinggalan sebentar, saya akan menceritakan sebuah kisah. " Bibi Anna menjelaskan.
Alice dan Gara berpandangan, merek tampak gugup. Susana yang tadinya ceria berganti dengan cepat. Perasaan tegang dapat dirasakan jika seseorang memasuki ruangan ini.
Bibi Anna menarik nafas dan memulai bercerita.
"Cerita ini terjadi jauh sebelum Alice lahir. Kedua orang tua Alice adalah seorang peneliti di kerajaan ini. Mereka adalah teman baik yang mulia Raja. Bahkan Yang Mulia Raja datang ke pernikahan Annie, Ya Annie adalah Ibu dari Alice dan James adalah Ayah Alice. "
"Annie selalu mencintai James, begitupun sebaliknya James. Setelah beberapa tahun menikah mereka dikaruniai seorang Anak lelaki yang bernama Hans. Kaka dari Alice."
"Hans ingin mempunyai seorang adik perempuan, maka Annie dan James berencana memulai program bayi perempuan. Tidak ada yang mustahil bagi mereka, tentu saja mereka adalah sepasang profesor."
"Rencana mereka terwujud beberapa tahun kemudian, Annie mengandung seorang bayi perempuan, benar kau Alice." (Bibi Anna menatap Alice)
"Mereka mempunyai seorang teman dipusat penelitian, seorang perempuan cantik bernama Messy, dia meneliti Werewolf" (Muka Alice menegang)
"Kabarnya Messy menikah dengan Werewolf tersebut, namun aku tidak tau apa yang selanjutnya terjadi. Dan beberapa bulan kemudian perut Annie sudah sangat besar sekali."
" Saat usia kandungan Annie 9 bulan, Annie jatuh sakit, James sangat khawatir dengan kondisi Annie yang memburuk. Banyak yang menyarankan untuk membuat bayi dalam kandungan mati agar ibunya dapat sehat kembali, namun Annie menolak mentah-mentah. Dia lebih memilih mati dari pada membunuhmu Alice."
"Kabar tersebut terdengar oleh yang Mulia Raja, beliau datang ke pusat penelitian dan memberikan sebuah serum pada James. Raja menyuruh James menyuntikkan serum itu langsung ke kandungan Annie. Tidak lama diketahui itu adalah racun Vampire."
"Beberapa saat setelah serum itu masuk, Annie menjadi sehat kembali, seperti tidak terjadi apapun padanya. Raja senang mendengar sahabatnya kembali pulih."
"Hal yang aneh terjadi saat Annie melahirkan mu Alice.. tubuhmu bersinar dan keluar aroma yang aneh dari tubuhmu. "
"Yang mulia Raja datang untuk melihatmu, beliau berpesan kepada Annie dan James untuk merawatmu baik-baik dan membuatmu tidak keluar dari ruang penelitian. Kalian adalah keluarga yang sangat bahagia, kau dan Hans sangat dicintai oleh semua orang." (Bibi Anna tersenyum mengingat Annie dan James)
"Mereka berhasil menjagamu hingga kau berusia 5 taun Alice, hal yang tak terduga terjadi di kerajaan. Terjadi pemberontakan yang menyebabkan Yang Mulia Ratu terbunuh. Semua orang panik, aku masih ingat malam itu purnama, hujan deras disertai angin dan petir, itu adalah malam yang menakutkan."
"Annie dan James datang ke rumahku, mereka membawamu dan Hans ditengah hujan yang deras. Punggung mereka terluka parah, seperti cabikan kuku yang besar. Annie ingin aku merawatmu dirumah itu. Mereka telah membuat barrier dirumah itu sehingga kau akan aman Sampai kau berusia 19 tahu. Dan Barrier itu akan menghilang."
Alice mendengarkan dengan seksama cerita Bibi Anna, dia baru mengerti mengapa Bibi Anna selalu melarangnya keluar, dan baru sekarang dia membebaskan Alice.
Gara masih menyimak cerita Bibi Anna, dia teringat kembali saat pemberontakan itu, Ibunya meninggal tepat didepan matanya. Semuanya menjadi gelap bagi Gara. Sejak saat itulah kepribadian Gara berubah total. Tidak pernah ada senyuman diwajahnya. Tidak pernah ingin melakukan apapun dan tidak mendengarkan siapapun. Meskipun pelaku pemberontak telah ditemukan dan dihukum, namun Gara tetap tidak bisa melupakan wajah licik orang-orang itu.
"Jadi, Hans tau kalau aku berbeda?" tanya Alice penasaran.
"Tentu saja, Kau adalah orang yang paling dia sayangi didunia ini, mungkin saja tujuan hidupnya adalah kau, kau tidak pernah tau apa saja yang telah dia perbuat untukmu Alice. Hans begitu berambisi untuk membuat mu aman dan bahagia." Jawab Bibi Anna.
"Hans memang kakakku yang terbaik.." Alice tersenyum.
"Tuan Muda... maafkan kelancangan saya, apakah perkataan saya telah menyinggung anda?" Tanya Bibi Anna.
"Tidak, tidak.. hanya saja ada yang mengganggu ku.." jawab Gara.
"Apa itu tuan muda?" Tanya Bibi Anna.
"Lalu apa yang harus dilakukan agar aroma Alice hilang? sehingga dia dapat aman?"
Bibi Anna tersenyum, dia tau bahwa Gara selalu memikirkan Alice.
"Tuan Muda, Aroma tubuh Alice akan hilang saat dia melahirkan dan mempunyai anak. Itulah teori yang Annie jelaskan kepada saya, Karena Annie mendapatkannya saat dia hamil, mungkin aroma itu juga akan hilang saat Alice melahirkan." Bibi Anna berhenti bercerita.
Gara berfikir, berarti teori itu belum sepenuhnya benar. Apa yang harus dilakukan untuk menjaga Alice Gara terus berfikir.
Alice menepuk pundaknya.
"Gara, tenanglah, aku akan baik-baik saja, lagi pula kau sudah berjanji akan melindungi ku, bukan begitu?" Alice tersenyum.
Gara menyimpan kekhawatirannya, dia memeluk Alice dengan lembut.
"Aku akan melakukannya, kau tau.. kau adalah segalanya bagiku.." jawab Gara.
Bibi Anna tidak kuat melihat adegan yang begitu mesra, dia memutuskan untuk pergi keluar.
Hans berdiri dibalik pintu, dia begitu terkejut saat pintu terbuka dan hampir terjatuh.
"Oh my.. Hans! kau mengagetkan ku! apa yang kau lakukan? " Bibi Anna melihat Hans.
"Yah, aku.. " Hans ragu-ragu menjawab.
"Masuklah Hans, Alice menunggumu..," Bibi Anna menepuk punggung Hans dan pergi.
padahal ceritanya mantaaaaaaaf ...aku suka aku ssuka
lanjuuuuuuut thor sampai keistimewaan si kembar di perlihatkan .
keluarkan imajinasimu yg rrrruuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrr biasaaaaaaaah ...
akuu tunguuuu...