Xiao Heilong dan Sherly adalah sepasang kekasih yang mati dibunuh oleh sekawan perampok saat mereka berdua sedang membeli sebuah kalung.
Berkat kekuatan misterius yang ada di dalam kalung itulah mereka berdua akhirnya mendapat kesempatan untuk hidup kembali di sebuah Planet yang bernama Dreamland.
Roh Heilong masuk ke tubuh seorang pangeran bernama Long Bai, sedangkan Roh Sherly masuk ke tubuh seorang Putri bernama Xin Ye.
Namun, ketika Heilong berhasil menyelesaikan ujian dari salah satu dewa yang menjaga planet itu, tiba-tiba roh Long Bai kembali bangkit dari tidurnya.
Ternyata roh Long Bai selama ini tidak menghilang, tapi hanya tertidur dalam keadaan diambang kehancuran.
Dan ketika sedang melakukan petualangan di Benua Utara, Heilong akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya dia adalah reinkarnasi dari seorang dewa perang yang bernama dewa Li Xuan, sedangkan Sherly adalah reinkarnasi dari seorang dewi yang bernama dewi Xi Shi.
Dia juga mengetahui bahwa semua bencana yang menimpanya adalah siasat dari Raja Iblis Dark Etheroz setelah dia berhasil bertemu dengan leluhurnya di Dunia Game The Power Of Java.
Penasaran bagaimana petualangan Heilong mencari Raja Iblis dan membalas dendamnya ...?
Dan bagaimana pula keadaan Heilong setelah roh asli dari pemilik tubuh itu bangkit ...?
Ikuti terus kisahnya....!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NITACC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
V1 # CH 18 — Makam Es Seribu Pedang. ( Part 3 )
Aura energi es yang sangat kuat tiba-tiba terpancar dari ke-dua tangan Beruang Es itu.
Aura ini membuat Heilong yang tadinya sedikit tenang, menjadi kembali waspada karena dia merasakan bahaya yang menakutkan datang dari ke-dua tangan itu.
Di saat Heilong terlihat lengah, Beruang Es itu langsung menggerakkan tangannya untuk menyerang.
Boom ....
Suara ledakan terdengar sangat keras saat serangan itu menghantam tubuh Heilong tanpa ampun dan membuatnya terpental sangat jauh sampai akhirnya jatuh ke tanah setelah menabrak sebuah pegunungan es.
"Kekuatan pukulan Beruang Es itu ternyata sangat kuat. Untung saja Ayah sempat memberiku beberapa artefak pelindung tingkat tinggi. Jika tidak, maka aku pasti benar-benar sudah mati karena kekuatan pukulan itu bisa menghancurkan sebuah gunung. Tapi, kenapa Beruang Es itu ingin sekali membunuhku?" gumam Heilong sambil melihat artefak pelindung yang berada di dalam bajunya memiliki retakan yang cukup dalam.
Melihat Heilong yang masih bisa berdiri dan tidak terluka sedikitpun, Beruang es itu menjadi sangat marah. Dia lalu membuka mulutnya dan mengeluarkan raungan yang lebih mengerikan dari sebelumnya.
Roar ...
Raungan ini memancarkan energi angin yang sangat luar biasa kuat dan segera membentuk sebuah angin tornado.
Tornado yang awalnya hanya setinggi beberapa meter itu, tumbuh dengan sangat cepat. Dalam sekejap mata, angin tornado itu sudah berubah menjadi tornado setinggi dua ratus meter.
Pusaran tornado yang sangat besar itu, membawa kekuatan penghancur yang sangat dahsyat.
Di dalam tornado yang menutupi seluruh langit, muncul suara gemuruh yang seakan mengguncang seluruh isi langit.
Boom …
Suara ledakan kembali muncul ketika angin tornado itu akan menghantam tubuh Heilong.
Namun, Heilong sekali lagi berhasil menghindari serangan itu dengan mengandalkan kecepatannya.
Pusaran angin tornado itu pun akhirnya menghantam sebuah gunung yang berada di belakang Heilong.
Seketika, gunung itu menjadi hancur berubah menjadi serpihan bebatuan dan ikut berterbangan bersama dengan pohong-pohon di sekitarnya ke langit.
"Jadi sebenarnya kamu mempunyai kekuatan elemen angin yang lumayan kuat. Tidak heran kau dapat menghindari semua seranganku," seru Beruang Es geram. "Tapi karena kau berani datang dan mencoba untuk menerobos masuk ke tanah terlarang ini, maka jangan berharap kau bisa kembali hidup-hidup kecuali kau mampu untuk mengalahkanmu."
"Aku tidak sengaja melewati tempat ini karena sedang mencari tempat berlindung untuk menghindari badai salju. Dan, aku juga sama sekali tidak tahu kalau tempat ini adalah sebuah tempat terlarang,” balas Heilong menjawab dengan dingin.
"Siapa kau sebenarnya? kenapa tiba-tiba menyerangku," tambah Heilong.
"Diam kau manusia!! Kalian adalah makhluk yang serakah. Selama bertahun-tahun, kalian selalu berusaha untuk mencuri harta karun yang ada di tanah terlarang ini. Aku adalah Emperor White bear. Aku adalah penjaga tanah terlarang ini. Dan nama tempat ini adalah Makam Es Seribu Pedang ini," jawab Beruang Es dipenuhi dengan amarah.
"Sudah aku katakan berkali-kali bahwa aku hanya kebetulan saja melewati tempat ini. Aku sama sekali tidak punya niat untuk mencuri apapun di tempat ini." Heilong sekali Lagi berusaha menjelaskan.
Akan tetapi, Emperor White Bear sepertinya tidak mau mendengar penjelasan Heilong. "Tempat ini adalah tempat tuanku menghabiskan sebagian waktunya selama dia masih hidup dan seluruh benda peninggalan tuanku juga di simpan di tempat ini. Tidak akan kubiarkan kalian para manusia mengotori tempat ini. Matilah kau manusia serakah!!"
Roar ...
Raungan Emperor White Bear yang dipenuhi amarah kembali mengguncang langit.