NovelToon NovelToon
AKU DI USIR SUAMIKU

AKU DI USIR SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Poligami / Single Mom / Cerai / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ridwan jujun

fatimah azzahra yang kerap di panggil fafa atau patimah oleh teman dekat maupun orang lain. fatimah sudah 3 tahun nikah bersama Hengki Affandi.dari pernikahan itu belum juga mendapatkan seorang pun anak sampai ia di usir oleh suaminya.

beberapa tahun hengki dan fatimah berpisah dan gak pernah ketemu,di suatu hari hengki bertemu dengan fatimah dan kedua anak kembar fatimah dari pernikahan mereka.


apa kelanjutannya baca ajah yah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panti

Sinar surya menampakkan wajahnya dengan malu-malu. Sepasang suami istri tampak masih bergelung dalam selimut mereka. Kicauan burung yang berada diluar tak dapat menganggu tidur nyenyak ke-duanya. Tak berapa lama salah satu dari mereka tebangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Membiarkan sang imam tetap bergelung tanpa ada niat membangunkannya. Takut tidur nyenyak sang imam akan terganggu. 20 menit Jihan berada di dalam kamar mandi. Ia keluar dengan kimono yang menutupi tubuh putihnya. Kaki jenjang itu melangkah mendekat pada sosok lelaki yang selama ini berada di hidupnya.

Ia tampak mulai mengoyang-goyangkan tubuh itu guna membangunkan sang pemilik tumbuh. "Mas ayo bangun! Sekarang sudah pagi. Sebentar lagi kita mau pergi ke panti, Mas." Jihan terus berusaha membangunkan Suaminya hingga netra hitam itu terbuka sempurna.

"Pagi Sayang,"

"Pagi Mas. Ayo bangun Mas. Sebentar lagi kita akan ke panti," ujar Jihan lembut.

"Baiklah Sayang. Hari bahagia ini kamu harus berdandan yang cantik buat anak kita nanti Sayang," pinta Hengki dengan menatap lembut sang istri.

"Baiklah komandan. Akan dilaksanakan," jawab Jihan dengan kekehan.

Hengki tertawa mendengar ucapan pujaan hatinya. Ia ikut bahagia, karena mulai hari ini ia akan memiliki seorang anak yang akan meramaikan rumah mereka. Keluarga Affandi akan memiliki cucu. Betapa bahagianya mereka dengan kehadiran hari ini.

Bersiap dengan pakain santai, Hengki dan Jihan berjalan memasuki mobil setelah tadi izin pulang pada Ayah dan Bunda. Senyuman menghiasi kedua wajah suami istri itu.

Perjalan menuju panti tak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Ibu Putri selaku pengurus panti sudah menunggu kehadiran sepasang suami istri itu di depan panti. Ia juga bahagia akhirnya ada lagi yang akan mengadopsi anak pantinya, setelah 1 minggu yang lalu juga ada orang yang datang kesana mengadopsi seorang anak.

"Assalamualaikum Ibu Putri," salam Hengki dan Jihan saat mereka sudah berada di depan Ibu Putri.

"Waalaikumsalam, mari masuk Nak?" ajak Ibu Putri dengan ramah.

Mereka berdua mengikuti Ibu Putri masuk ke dalam panti. Mereka duduk berbincang-bincang tentang masalah panti juga tentang perkembangan anak-anak panti. Selanjutnya mereka akan memilih seorang anak yang akan mereka bawa pulang untuk diadopsi.

"Mari Pak ikut saya. Sekarang anak-anak lagi bermain di halaman belakang," ajak Ibu Putri kepada mereka berdua.

Sekarang mereka sudah berada di tempat anak-anak panti yang sedang asik bermain satu sama lain. Mata Jihan jatuh pada seorang anak laki-laki yang sedang duduk di atas bangku.

Dengan langkah pelan Jihan berjalan menuju anak itu. "Hey Sayang, kenapa duduk di sini sendiri, hmm?" tanya Jihan lembut dan duduk di samping anak laki-laki itu.

Anak laki-laki itu menghadap ke arah Jihan dengan wajah polosnya. "Kevin malas main Tante, makanya Kevin duduk di sini sambil liat teman-teman main," jelasnya dengan suara imutnya.

"Hmm, kenapa Kevin malas main sama teman-teman?"

"Nggak apa-apa Tante, kevin hanya lelah,"

"Oo, Kevin mau ikut sama tante nggak? Nanti tante beliin es krim buat Kevin. Apa Kevin mau?"

"Beneran Tante?" tanyanya antusias.

"Iya Sayang, ayo!"

Jihan membawa Kevin ke arah Hengki dan Ibu Putri. "Mas gimana kalau Kevin yang kita bawa?" tanya Jihan penuh harap.

"Iya nggak apa-apa Sayang, asal kamu bahagia mas akan ikut bahagia," jawab Hengki lembut.

Selesai dengan itu semua, sekarang Kevin resmi ikut bersama mereka dan menjadi anak angkat mereka. Mereka juga sudah menanyakan kepada Kevin apakah ia mau ikut bersama mereka, dan jawaban Kevin membuat senyum Jihan mengembang.

Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil menuju rumah Hengki. Bocah laki-laki itu berceloteh dengan Jihan tanpa henti-hentinya. Jihan juga menanggapi dengan bahagia ucapan sang anak.

"Kevin, mulai sekarang Kevin panggil tante dan Om, Mommy dan Daddy ya?" pinta Jihan lembut.

"Baik Mommy," jawab bocah itu girang. Selama ini Kevin sangat menginginkan seorang Ibu dan sekarang semua keinginannya sudah terpenuhi.

"Mommy, kevin mau es krim itu," tunjuknya pada seorang pedangang es krim yang berada di pinggir jalan.

"Ngak boleh Sayang, nanti kita beli es krimnya ya?" tolak Hengki lembut sambil membujuk sang putra.

"Mom, kavin mau es krimnya," ujarnya yang sudah mulai mengeluarkan isak tangis.

"Sayang dengerin deddy ya? Nanti deddy beliin Kevin es krim yang banyak tapi tidak yang ada di pinggir jalan seperti tadi," jelas Hengki dengan lembut.

"Benarkah Dad?" tanyanya antusias.

"Iya Sayang. Sebentar lagi kita akan sampai di tempat penjual es krim," jelas Hengki

Mobil yang dibawa Hengki sudah berhenti di depan sebuah Mall. Mereka semua turun dari dalam mobil menuju dalam mall. Kevin berlari menarik tangan sang mommy. "Ayo Mom, kevin sudah ingin sekali makan es krim." Tarikan pada tangan Jihan juga semakin erat.

"Iya Sayang, kita jalannya pelan-pelan saja. Nanti jatuh," pringatan Jihan.

Sekarang mereka sudah berada di depan tumpukan berbagai macam es krim. Wajah bocah itu sudah sangat berbinar melihat banyaknya es krim dengan berbeda rasa.

"Mom, Dad, kevin mau yang ini, ini dan itu!" tunjuknya pada es krim rasa coklat, stoberi dan jangung.

"Iya Sayang, semuanya akan kita beli," jawab Jihan lembut.

Hengki mengambil es krim yang ditunjuk Kevin dengan setiap rasa 10 buah. Nanti jika Kevin mau es krim Hengki maupun Jihan tak perlu lagi membeli keluar karena sudah ada stok di rumah.

Selesai dari mall, mereka langsung menuju kediaman Affandi. Di depan rumah sudah berdiri Hendra serta Viola menunggu kepulangan anak, menantu dan cucu mereka.

"Mom, Dad ini rumah siapa?" tanya Kevin melihat rumah megah didepannya dari dalam mobil.

"Ini rumah kita, Sayang," jawab Hengki.

"Rumah Daddy besar sekali. Kevin suka," ujarnya bahagia.

"Alhamdulillah kalau kamu suka Sayang, Ayo kita turun itu Kakek dan Nenek sudah menunggu kita," ujar Hengki.

"Baik Daddy,"

Hendra dan Viola menyambut cucu mereka dengan senang hati. Mereka langsung memeluk sang cucu saat sudah berada di depan mereka. Mereka juga berbincang sedikit dengan bocah laki-laki itu. Sekarang Hendra serta Viola juga sudah mengetahui nama Kevin dari Kevin sendiri. Setelahnya mereka semua masuk ke dalam rumah mewah itu.

Bersambung

Hay hay readers tercinta. Apa kalian nggak mau cepet-cepet tau kelanjutan cerita ini, hmm? Padahal kalau dibaca langsung lebih enak loh, apalagi ini cerita udah tamat. Mari kunjungi kisah mereka di wp aku guys. Kan lebih seru bacanya kalau udah tamat. Kalu di sini kan upnya nggak tiap sebentar. Ayo guys Berkunjung ke wp aku. Dan jangan lupa follow ya😊 (@IndahYuliana278)

1
Fansuri
aku Mala kepo kalo di lanjuti ..sayangnya Uda the end
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
walaupun singkat tapi mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
tamat yang cukup baik..
makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
moga Fatimah dan Ali hidup bahagia
Yunerty Blessa
penyesalan mu Hengki dah tak berguna....
Yunerty Blessa
apa memang enak Hengki..anak sendiri tidak ada yang mau mengaku
Yunerty Blessa
Hengki pasti menyesal telah menceraikan Fatimah setelah tahu ada anaknya
Yunerty Blessa
kenapa tidak jujur saja Hengki
Yunerty Blessa
pasti akan ketemu
Yunerty Blessa
padahal cuma anak angkat..ngak sadar diri Kevin nih
Yunerty Blessa
pasti mantan mertua nya heran
Yunerty Blessa
tahniah buat kelahiran baby boys nya
Yunerty Blessa
entah seperti apa perasaan Hengki bila berjumpa dengan Fatimah..yang sedang hamil.... sekarang Hengki tidak dapat memiliki anak lagi..
Yunerty Blessa
Hengki menyesal kalo dapat tau Fatimah hamil
Yunerty Blessa
apa jangan² Hengki sudah punya perempuan lain makanya dia ceraikan Fatimah
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Reza... suatu masa Hengki akan menyesal
Yunerty Blessa
moga Hengki tidak menyesal dengan keputusan nya tu
dian hr
lawanlah jangan diem aja,mereka berdua kevin cuma sendiri,masa gak berani
Mei Mei
Luar biasa
AR Althafunisa
nah bagus ketemu udah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!