NovelToon NovelToon
Salah Kamar

Salah Kamar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahkontrak / Cintamanis
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Salwaa RJ

'Salah kamar bukan salah jodoh'

Kisah 2 insan yang memiliki kisah tersendiri. Di mana Kinan yang sangat menjunjung tinggi kriteria untuk pasangannya dan Bram yang bergelut dengan lukanya di masa lalu. Siapa sangka? Keduanya dipertemukan dalam keadaan tak terduga yang justru membuat mereka harus terpaksa menikah.

Up : Jum'at & Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salwaa RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19 Hanya Jebakan (?)

Bram melirik Kinan dengan tatapan kesal. Masalahnya, mereka harus pergi ke rumah sakit untuk menemui Nenek Rosa. Namun, gadis itu justru memintanya berbelok ke sebuah apotek.

"Kenapa gak sekalian di rumah sakit aja?" tanya Bram, membuat Kinan menghela napas seraya memutar malas kedua bola matanya. "Kamu penasaran 'kan?"

"Gak. Seenggaknya harus persiapan mental dulu. Beliin sana."

Perintah Kinan tentu membuat Bram membulatkan mata. Sebenarnya ia juga malu jika harus datang ke apotek lalu menanyakan benda keramat itu.

"Gak, yang butuh kamu 'kan?"

"Ini juga anak kamu." Kinan melipat kedua tangannya lalu memalingkan wajah ke samping kiri. Ia sudah kesal karena Bram banyak bicara sepanjang perjalanan.

Bram menggaruk pelipisnya. Ia ingin sekali mengakhiri segalanya dengan mengatakan bahwa ia sama sekali belum menyentuh Kinan. Namun, menurutnya itu akan kurang menyenangkan. Ia akan biarkan gadis itu larut dalam kehamilan ilusi itu.

Bram membuka sabuk pengamannya. "Oke oke, saya yang beli."

Suara pintu mobil tertutup, membuat Kinan segera menoleh. Ia merubah ekspresi kesalnya menjadi ekspresi keputus asaan. Ia bersandar sambil memejamkan mata. Gadis itu benar-benar tak menyangka jika semuanya akan berakhiran seperti ini. Padahal ia ingin sekali di kehamilan pertamanya, ia bisa menyambut dengan senang hati. Namun, kali ini ia tak bisa melakukannya.

Ini bener-bener di luar dugaan, batin Kinan. Masalahnya, ia masih belum bisa memastikan apakah pernikahannya akan bertahan lama atau tidak.

Tak berselang lama, Bram sudah kembali dengan kantung plastik kecil. Ia lantas memberikannya pada Kinan, membuat gadis itu segera berterima kasih meski dengan nada ketus.

Bram melajukan mobilnya, meninggalkan apotek itu dengan perasaan puas. Bahkan hal ini cukup membutnya menyeringai.

Kinan memicing. "Bapak macem-macem ya?"

"Terus kenapa kamu berpikir kalo kamu hamil? Itu artinya saya macem-macem 'kan?"

Kinan berdecak. Suasana hatinya sedang tak bagus. Ia malas berdebat karena perutnya terasa tak nyaman. Gadis itu memilih untuk memejamkan mata. Setidaknya, ia bisa tidur meski hanya sekejap.

Dering ponsel membuat Bram melirik ke arah ponselnya. Namun, ia memilih untuk tak langsung mengangkatnya.

Ponsel itu kembali berdering, membuat Kinan berdecak lalu mengangkatnya.

"Halo?"

"Mas, kamu bisa ke sini 'kan?" Suara Lia mulai terdengar karena Kinan menyalakan loud speaker. Namun, Bram menggeleng sebagai sebuah penolakan.

"Dia bilang gak mau," ujar Kinan. Meski pernikahannya hanya sebuah kontrak saja, Ia tetap geram pada wanita yang dengan berani mendekati pria beristri.

"Tolong, Mas, perut aku sakit."

Kinan mengangkat sedikit kepalanya, memunggu jawaban dari Bram. Namun, pria itu justru mengusap kasar wajahnya dengan tangan kiri.

"Mas?" Suara Lia kembali terdengar saat Bram atau Kinan tak kunjung menjawab.

"Sepuluh menit lagi," putus Kinan yang tentu membuat Bram membulatkan mata. Padahal ia belum sempat memutuskan. Bahkan saat Bram akan bicara, Kinan sudah lebih dulu memutus telepon itu.

"Seenggaknya Bapak harus peduli sama anak Bapak."

"Saya gak pernah ngelakuin sesuatu sama Lia," kesal Bram.

"Buktinya bayi itu ada. Ke rumah Lia dulu terus ke rumah sakit."

...***...

Bram cukup muak dengan drama yang Lia buat. Bahkan kali ini, gadis itu seolah menciptakan kecelakaan kecil itu sendiri. Menurutnya, mustahil jika Lia terjatuh di tangga. Terlebih, Lia sangat ingin kembali padanya dengan menggunakan bayi itu sebagai alasan.

Kinan memapah Lia. Ia berdeham saat Bram tak kunjung membantunya. Namun, pada akhirnya Bram mengalah lalu menggendong Lia.

Kinan segera duduk di kursi penumpang, membuat Bram menatapnya dengan tatapan dingin. "Aku harus nemenin Lia 'kan?"

Bram tak bereaksi. Ia hanya memberikan jalan agar Kinan bisa masuk ke mobil. Selanjutnya, ia menutup pintu tanpa mengatakan apa pun.

Perjalanan cukup sunyi. Hanya ada suara rintihan yang keluar dari mulut Lia. Sementara, Bram memutuskan untuk tetap diam. Pria itu masih kesal. Bukan karena Lia tak menjaga bayi itu dengan baik. Namun, ia kesal karena drama yang dibuat Lia.

Sekejam itu? Ya ampun, dia bahkan gak peduli sama bayinya sendiri? batin Kinan. Ia bahkan sampai mengutuk pria dingin yang sangat menyebalkan itu. Ia heran sudah berapa wanita yang pria itu hamili lalu dicampakkan. Ia harap nasibnya takkan seperti itu jika hamil nanti. Namun, ia lebih berharap jika ia takkan mengandung anak dari pria yang kini menjadi suaminya.

Apa kontrak itu cuman jebakan?

...***...

Kinan menggenggam tangan Rosa. Setelah perdebatan panjang, gadis itulah yang memutuskan untuk menemui Rosa. Memang sudah berhari-hari mereka tak bertemu. Sebab, minggu kemarin adalah waktunya Sarah yang menemani wanita tua itu.

"Nenek seneng kamu yang ke sini."

Kinan tersenyum kemudian menyelipkan helaiam rambutnya ke belakang telinga. "Aku juga seneng bisa ketemu Nenek lagi."

"Muka kamu pucet. Kenapa?"

Kinan tersenyum kemudian menggeleng. "Gak kenapa-kenapa kok. Aku cuman ngerasa gak enak badan aja."

Sejak tadi perutnya memang terasa sangat begah. Bahkan kepalanya juga mulai terasa sakit. Ia juga merasa mual lagi. Namun, ia justru takit untuk diperiksa.

"Kamu harus sehat terus. Nanti siapa yang temenin Nenek?"

Kinan tersenyum. "Iya, Nek."

Kinan belum memberitahu siapa pun soal ini. Ia merasa jika alibinya masih belum bisa diyakini. Ia juga tak yakin jika saat ini ia benar-benar hamil.

Bram baru saja tiba. Ia menatap Kinan dengan tatapan penuh kesal.

"Bram, Kinan lagi sakit. Jangan dimarahin."

Bram kemudian memasang senyum palsunya. Ia meraih tangan Kinan lalu menariknya perlahan agar gadis itu ikut dengannya. Namun, gadis itu malah berontak saat keduanya sudah berada di luar.

"Kamu harus ikut saya."

"Gak," tolak Kinan lalu melipat kedua tangannya.

"Apa susahnya diperiksa? Kamu sakit."

Kinan memutar malas kedua bola matanya. Ia tak mau jatuh pada perhatian kecil Bram. Lagi pula, ia tak mau menjadi korban Bram yang selanjutnya. Ia yakin, kontrak itu hanya akal-akalan Bram agar mereka berdua terikat.

Bram memutar malas kedua bola matanya. "Beneran gak mau periksa?"

"Gak, gak perlu," ketus Kinan.

"Apa bedanya test pack sama periksa langsung ke dokter? Sama aja 'kan?" Bram menarik paksa Kinan.

Tidak, Bram tidak marah pada Kinan. Namun, drama Lia membuat Bram akhirnya meluapkan rasa kesal itu pada Kinan. Padahal, awalnya ia ingin menjelaskan semuanya jika ia tak pernah menyentuh Lia atau Kinan.

Namun, langkahnya berhenti saat mendengar isakan Kinan. Ia berbalik, mendapati gadis itu menangis sambil berusaha melepas cengkraman tangannya.

"Anda bukan manusia."

"Nan ...."

"Apa? Bapak mau buktiin kalo Bapak juga berhasil ngejebak saya? Sebenernya kontrak itu juga cuman nguntungin Bapak 'kan?"

Kinan segera berjalan meninggalkan Bram. Meski ia tak mencintai pria itu, ia tetap merasa hatinya patah. Setidaknya, ia ingin dihargai oleh pria itu meski hanya berstatus sebagai istri kontrak saja. Namun, yang ia dapat justru sebaliknya.

Kinan menghentikan langkah saat gawainya bergetar. Ia semakin ingin menangis saja saat mendapati nama Aldo tampil di layar gawainya, seolah tahu jika Kinan sedang membutuhkan seseorang untuk diajak berbicara.

Namun, Kinan memilih untuk menolak panggilan itu. Bahkan mematikan daya ponselnya.

Maaf, Al, sekarang gue lagi kacau banget, batin Kinan.

Sementara itu, Bram mengusak rambutnya sebelum duduk di kursi panjang yang ada di lorong. Ia yakin Kinan salah tangkap. Padahal, awal mula kontrak itu adalah karena Bram ingin menyelamatkan Kinan. Namun, Kinan malah menganggapnya yang lain.

Aku sulit jatuh cinta dan mungkin aja kamu bisa bantu saya, Kinan, batin Bram.

*****

Bandung, 9 Mei 2021

Salwaa RJ

jangan lupa tambah ke favorite, rate, vote, sama komen yaa, biar semakin semangat hehe

1
Yus Warkop
up nya sedikit padahal lama up nya 🙏🙏lanjut thor
Yus Warkop
semoga bayinya selamat
Yus Warkop
yg nabrak siapa yah
Yuli Alfian
up nya masih lama kak
Yus Warkop
nyesek banget nih hatiku
Yuli Alfian
kok udah g pernah update ya. .
Yuli Alfian: ok kak di tunggu update annya. .
tp masih di lanjut kan kak kapan2
total 2 replies
Yus Warkop
harusnya bram terus terang aja jujur . itu akan lebih menyakitkan kinan
Yus Warkop
baiknya bram terus terang aj biar jujur deh
Yus Warkop
makin sensitif aja kinan nih
Salwaa Roudlootul: iyaaa nih🤣
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Semangat kak, btw mampir di Master Dunia Game ya, jangan lupa tinggalkan jejak♡⁠(⁠Ӧ⁠v⁠Ӧ⁠。⁠)
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Akhirnya sampai sini
Yus Warkop
makasih thor semoga bram cepet bisa menemukan orang yg dicurigai
Salwaa Roudlootul: mksih juga udah dukung karya inii✨
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Yus Warkop
kinan ngidam kayanya yah thor
Salwaa Roudlootul: wah spertinya iya😶
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut thor
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Abid Aqila
semangat thor
Salwaa Roudlootul: siap 86!👌
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap!!!
total 1 replies
Yus Warkop
asiiik nih kan walinya udah ketemu sama bram
Salwaa Roudlootul: 😂😂 awal kisahnya bnr2 dimulai
total 1 replies
Yus Warkop
ok
Ratih Shakiya
kurang greget ah😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!