Jasmine Elnora Brown, seorang pelukis yang menyukai hal sederhana dan tidak rumit harus menghadapi sebuah cinta unik dari seorang pria pendiam nan misterius, Edward Maleaki Lendsman. Semua berawal baik, tapi semakin jauh Jasmine melangkah dia akhirnya menyadari bahwa dia tidak hanya menghadapi satu sisi pribadi saja dalam diri Edward, tapi juga menghadapi sisi tergelap Edward yang begitu hitam. Sisi yang akan membuat dia berpikir dua kali untuk memperjuangankan Edward.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan
Happy Reading
***
Jasmine POV
Aku berjalan cepat setelah aku membeli beberapa pasang pakaain dalam seraya mengutuki diriku sendiri. Aku membeli pakaian dalam bukan untukku, tapi untuk Edward. Betapa aneh dan gilanya itu?
Sesampainya aku di apartemen, aku segera mandi dan berpakaian. Yah.. Tentu saja aku menggunakan pakaian dalam yang baru saja kubeli itu.
Aku mengenakan sweater turtle neck hitam serta celana jeans hitam. Aku memang lebih baik menggunakan jeans dari pada gaun. Itu terlihat bagus untukku.
Aku mengenakan make-up ringan pada wajahku lalu syal dan mantel berwarna hitam. Aku melepaskan rambutku dan keseluruhan aku seperti ingin menghadiri ke pemakaman.
"I don't care..." bisikku pelan seraya mengenakan bootku
Beberapa saat kemudian, aku mendengar bel apartemenku dibunyikan. Itu pasti Edward. Aku segera mengambil tas kecilku dan berjalan menuju pintu.
Sebelum aku membuka pintu, aku menarik napas dan membuangnya perlahan. Aku menatap wajah Edward di layar interkom dan seperti biasa dia begitu tampan.
Aku membuka pintu dan wangi semerbak tubuh Edward memenuhi indera penciumanku. Aku begitu terpana dengan penampilannya. Begitu kasual, bergaya, dan mewah.
"Hai..." sapaku.
Dia tersenyum kecil, "Ayo..." ajaknya dan kami berjalan menuju lift.
"Aku suka jeans mu..." ucap Edward dan mau tak mau aku tersenyum.
"Thank you..."
Kami masuk ke dalam lift dan Edward menekan tombol lantai 20 dan bukan lantai bawah. Aku menatapnya.
"Kita tidak pergi ke basement?" tanyaku.
Dia melihatku, "Apa kau mudah mabuk udara, Jasmine?"
Aku menatapnya heran. Bingung.
"Entahlah.. Aku hanya pernah naik pesawat komersial tiga kali dan baik-baik saja...."
Pintu lift terbuka dan kami sampai pada lantai tertinggi gedung ini. Itu luas dan pandanganku tertuju pada sebuah helicopter yang terparkir di helipad.
"Ayo..." Edward menggenggam tangan kananku dan aku yang masih dalam keadaan sedikit syok hanya mengikut saja.
Oh my.... Aku ternganga.
"Kita akan naik itu?" tanyaku
"Yah..."dia melihat ke arahku dengan senyumnya yang menawan.
"Mr.Lendsman..." Edward menjabat seorang pria berambut panjang dan bersetelan rapi tanpa melepas genggaman tangan kirinya dariku
"Mr.Denver..."
"Monalisa siap terbang untuk hari ini, Sir.." ucap pria bernama Denver tersebut
Monalisa?
"Thank you, Mr.Denver..." ucap Edward lalu dia beralih padaku yang masih setengah syok. Aku menatap helicopter hitam tersebut. Terdapat stiker Lendsman dan Monalisa di sana, tanda kepemilikan oleh Edward. Dia punya helikopter pribadi?! Tapi, apa makna Monalisa?
"C'mon Jasmine..." Edward mengarahkanku untuk naik ke arah helikopter. Dia mengangkat tubuhku dengan kedua tangannya di pinggulku utnuk mempermudahku naik. Aku segera naik dan duduk di kursi helikopter dan disusul oleh Edward.
"Edward..." ucapku pelan seraya mengangkat sabuk pengaman dengan wajah boodohku. Aku tidak pernah naik seperti ini sebelumnya dan wajah jika aku tidak paham.
"Biarkan aku membantumu..." ucapnya seraya memasang sabuk pengamanku. Dia begitu dekat dan aku bisa merasakan sentuhan tangannya di balik celana jeansku. Tangannya yang sedikit berurat itu begitu jantan. Tanpa sadar, aku menahan napasku
"Jangan gugup.." bisiknya seraya memasang handphone untukku. Kemudian Edward memasang sabuk pengaman dan handphone untuk dirinya sendiri.
Aku menatap Edward menyalakan mesin helikopter dan aku benar-benar bingung serta gugup menatap semua tombol-tombol yang ada di sana.
Badan helikopter bergetar halus dan suara baling-baling terdengar, tapi itu tidak kuat karena teredam oleh headphone yang kugunakan.
"Kau mendengarku, Miss Brown?" suara Edward terdengar begitu nyaring di telingaku
"Yah..."
"Bagus... Kau tidak perlu gugup..."
"Kau bisa mengendarai benda ini?"
"Aku sangat ahli...." Edward beralih ke depan dan mulai menekan tombol mesin lainnya. Dia memegang semaccam stick bergagang dua yang kuyakini sebagai setirnya
"Monalisa siap landing..."
Aku mendengar suara-suara halus dan detik itu juga aku merasakan helikopter ini terbang.
"Oh my...." ucapku dengan tawa. Aku tertawa senang melihat bangunan itu menjauh di bawah.
"Kau senang?" tanya Edward
"Yah!" aku berteriak dan begitu senang melihat kota London dari atas. Ini masih siang hari dan semuanya nampak cantik. Aku tidak bisa membayangkan betapa indahnya pemandangan kota ini saat malam.
"Ahh!!" aku berteriak dengan girang, "It's so cool..."
"Enjoy your flight, Miss Brown..."
Aku tertawa gembira seraya, "Okay, Mr.Lendman....'
"Ini pertama kali aku terbang menggunakan helikopter...." aku menatap bangunan-bangunan yang tampak kecil dari atas.
"Aku akan selalu menjadi yang pertama, Jasmine..."
Aku menatapnya yang juga menatapku. Dia tersenyum manis. Lalu menarik tangan kananku dan mengecupnya lembut.
"Remember that, Jasmine Brown...."
"Yes, Mr.Lendsman..." bisikku
***
MrsFox
Iyah aku tau ini adegannya mirip sama film yg pernah kalian tonton. Tapi tidak ada unsur tiru :) Oh yah, kalo rincian pas adegan helikopternya aneh, sorry yah soalnya aku pun gak pernah naik helikap :'). Itu wajah kedua pemain kita, maaf kalau wajah mereka terlalu tidak manusiawi dan kurang pasa sama imajinasi kalian. Just enjoy. Jangan lupa vote, like,koment dan love
sukaaa bgt semua tulisan miss Foxxy ini
❤️❤️❤️
dan kasihan juga Edward..
terimakasih thor cerita mu luar biasa