NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO / Tamat
Popularitas:347.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Kama yang baru saja selesai memasukkan pakaian ke mesin cuci, menoleh ke arah Kyara yang masih berdiri kaku di dekatnya. Tanpa banyak kata, ia melangkah mendekat.

Lalu dengan lembut, ia meraih tangan Kyara. "Teh, ayo," ujarnya hangat. "Minum dulu teh jahenya, sama makan mienya mumpung masih hangat."

Kyara sedikit terkejut, namun tidak menolak. Tubuhnya seperti mengikuti begitu saja, dituntun keluar dari ruang mencuci menuju dapur yang sudah dipenuhi aroma hangat.

Kama menarik kursi, mempersilakan Kyara duduk.

Wanita berkaus putih itu duduk perlahan, masih dengan rasa canggung yang belum sepenuhnya hilang. "Makasih, Kama," ucapnya lirih, matanya menatap semangkuk mie hangat dan secangkir teh jahe di depannya.

"Iya, Teh," jawab Kama singkat, lalu ikut duduk di kursi seberangnya.

Hening sejenak.

Kyara menatap makanan itu. Sederhana. Tapi entah kenapa terasa begitu istimewa. Tangannya bergerak pelan, meraih cangkir teh jahe. Ia meniupnya sedikit, lalu menyeruput perlahan. Hangatnya langsung menyebar ke dalam tubuhnya. Mengusir dingin yang sejak tadi membekap. Matanya langsung berkaca-kaca.

Namun ia tak berhenti. Ia mengambil garpu, lalu mulai menyuap mie itu perlahan. Setiap suapan terasa berbeda. Bukan sekadar mengenyangkan. Tapi seperti mengisi sesuatu yang kosong di dalam dirinya. Air matanya jatuh tanpa suara. Ia tetap makan. Tetap menyeruput. Meski penglihatannya mulai kabur oleh genangan air di matanya.

Di seberangnya, Kama memperhatikan dalam diam. Tak ada interupsi. Tak ada pertanyaan. Hanya tatapan tenang yang sesekali berubah menjadi senyum kecil. Senyum yang muncul begitu saja, tanpa ia sadari. Melihat Kyara makan dengan lahap meski sambil menangis, entah kenapa membuat hatinya terasa hangat. Ada rasa lega. Bahwa setidaknya malam ini, perempuan itu tidak lagi sendirian di luar sana.

Kama menyandarkan tubuhnya sedikit, tetap menatap Kyara dengan tenang. Sesekali ia menunduk, menyembunyikan senyum tipis yang muncul.

Sementara Kyara masih sibuk dengan mie hangatnya. Dengan air mata yang terus jatuh, tapi kini tidak lagi terasa seburuk sebelumnya. Karena di hadapannya ada seseorang yang diam-diam menjaga.

_______

Pintu rumah Doni tertutup rapat.

Suasana yang tadi penuh kepura-puraan kini berubah drastis. Tak ada lagi wajah sedih. Tak ada lagi air mata palsu. Yang tersisa hanya tawa.

Doni berdiri di tengah ruang tamu, lalu mengembuskan napas panjang. "Capek juga pura-pura dari tadi," gumamnya sambil meregangkan leher.

Di depannya, Hesti langsung tersenyum lebar, berbeda jauh dari raut sendu yang tadi ia tunjukkan di depan para tetangga. "Yang penting berhasil," sahutnya santai.

Dini yang sejak tadi berdiri di samping, ikut tertawa kecil. "Kasihan banget si Kyara," ujarnya ringan, tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Diusir di depan banyak orang ... malu banget pasti."

Bukannya iba, mereka justru saling bertukar pandang ... lalu tertawa.

Hesti mendekat ke arah Doni, lalu merangkul anaknya itu dengan bangga. "Anak mama memang hebat," ucapnya puas. "Sekali langkah, langsung bersih." Doni tersenyum tipis, menikmati pujian itu. "Sekarang sudah tidak ada lagi penghalang," lanjut Hesti.

Dini ikut mendekat, merangkul mereka berdua. Ketiganya berdiri dalam satu lingkaran kecil, bukan duka, tapi perayaan.

"Jadi ..." kata Hesti kemudian, nadanya berubah serius namun penuh ambisi. "Secepatnya kamu harus melamar Nayla."

Doni mengangguk tanpa ragu. "Siap, Ma."

"Mama sudah tidak sabar," lanjut Hesti, matanya berbinar penuh kebanggaan. "Ingin segera memamerkan Nayla ke ibu-ibu kompleks ini." Ia tersenyum lebar. "Biar mereka tahu ... menantu baru Mama itu wanita karier, cantik, pintar dan berkelas." Nada suaranya sarat kesombongan.

Doni menyeringai kecil. "Tenang saja, Ma. Semua akan sesuai rencana."

Dini langsung menyela dengan wajah antusias. "Iya, Mas! Lebih cepat lebih baik," katanya semangat. "Supaya aku juga bisa sesekali pinjam barang branded-nya Kak Nayla."

Hesti terkekeh pelan. "Kamu ini," ujarnya, meski tak benar-benar menegur.

Doni hanya menggeleng sambil tersenyum.

Mereka bertiga kembali saling berpelukan. Bukan karena kehilangan, tapi karena kemenangan.

Di balik dinding rumah itu, tawa mereka terdengar ringan. Sementara di luar sana, perempuan yang mereka hancurkan baru saja memulai malam terberat dalam hidupnya.

Doni akhirnya masuk ke kamar. Pintu ditutup rapat di belakangnya, memutus semua suara dari luar. Ia menghela napas panjang, lalu melempar tubuhnya ke atas ranjang dengan santai ... sangat berbeda dari sosok "terpukul" yang tadi ia pertontonkan di depan para tetangga.

Senyum tipis terukir di bibirnya. Rencananya berjalan mulus. Tanpa pikir panjang, ia meraih ponselnya dari atas nakas. Jemarinya dengan cepat menekan nama yang sudah sangat ia tunggu untuk dihubungi.

Nayla.

Nada sambung terdengar beberapa detik.

"Halo, Mas?" suara Nayla terdengar manja dari seberang.

Doni tersenyum. "Nay ..." panggilnya santai. "Aku mau kasih kabar."

"Apa?" suara Nayla langsung terdengar antusias.

Doni menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit kamar dengan ekspresi puas. "Aku ... baru saja menceraikan Kyara."

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Lalu tiba-tiba. "APA?!" Nayla menjerit heboh dari seberang sana. Suaranya nyaris memekakkan telinga. "Serius, Mas?!" lanjutnya tak percaya. "Beneran? Akhirnya!"

Doni terkekeh kecil mendengar pertanyaan-pertanyaan kekasih gelapnya yang begitu antusias. "Iya. Semuanya sudah selesai. Aku sudah resmi menjadi duda. Kyara kutalak tiga sekaligus," ungkapnya dengan bangga.

Di seberang, Nayla terdengar seperti tak bisa menahan kegembiraannya. "Ya ampun, Mas!" suaranya penuh euforia. "Berarti ... berarti kita jadi menikah dalam waktu dekat ini, dong?!"

Doni tersenyum lebar. "Jadi dong," jawabnya mantap. "Mau langsung menikah atau tunangan dulu?"

Tanpa berpikir panjang, Nayla langsung menjawab cepat. "Langsung nikah saja!"

Nada suaranya tegas, penuh ambisi. "Nggak usah tunangan-tunangan," lanjutnya. "Aku sudah capek sembunyi-sembunyi, Mas. Sekarang semuanya sudah jelas, aku mau langsung jadi istri sah kamu."

Doni mengangguk-angguk kecil, meski Nayla tak bisa melihatnya. "Oke," katanya santai.

Namun Nayla belum selesai. "Tapi, Mas," suaranya berubah sedikit manja, namun tetap penuh tuntutan. "Aku mau pernikahan yang mewah."

Doni terdiam sejenak. "Mewah gimana?"

"Pokoknya harus menakjubkan!" seru Nayla penuh semangat. "Gedungnya harus besar, dekorasinya elegan, gaunnya harus yang paling mahal dan tamunya harus banyak! Aku mau semua orang lihat ... kalau aku menikah dengan pria sukses."

Doni tersenyum tipis. Ambisi Nayla memang selalu seperti itu. "Siap, Sayang," jawabnya santai. "Semua bisa diatur."

Di seberang, Nayla tertawa kecil puas. "Mas memang yang terbaik."

Doni menggeser posisinya, kini duduk di tepi ranjang. "Buat kamu, apa sih yang enggak." Kekehan keluar dari bibirnya. "Oh ya," katanya tiba-tiba. "Kamu mau mahar apa?"Pertanyaan itu keluar begitu saja.

Namun ternyata, jawaban Nayla jauh dari sederhana. "Aku mau mobil Lamborghini keluaran terbaru." Kalimat itu diucapkan dengan ringan. Seolah hanya meminta sesuatu yang biasa.

Dan seketika,  Doni membeku.

Matanya membelalak. Mulutnya sedikit terbuka tanpa suara. "Lamborghini?" ulangnya pelan, seakan memastikan dirinya tidak salah dengar.

"Iya," jawab Nayla santai. "Yang terbaru, ya. Jangan yang lama."

Doni terdiam. Pikirannya langsung berputar cepat. Harga mobil itu bukan main-main. Bahkan untuknya. Itu bukan angka kecil.

Namun di seberang sana, Nayla tetap terdengar santai, seolah itu hal yang wajar. "Mas kan mampu," lanjutnya manja. "Masa calon istri sendiri tidak dimanjakan?"

Doni menelan ludah. Senyumnya perlahan memudar. Antara ingin menolak tapi juga tak ingin kehilangan Nayla. "Kalau aku tidak memenuhi keinginan Nayla, pasti dia akan marah. Aku tidak mau kehilangan dia. Aku tidak mau kehilangan goyangan nikmatnya." Kamar itu tiba-tiba terasa lebih sempit.

Doni merasa ada sesuatu yang mulai di luar kendalinya. Mulutnya masih menganga. Tak tahu harus menjawab apa. Sementara di seberang ... Nayla menunggu dengan penuh harap.

1
Marlina
✨always love you ✨
ceritanya gantung banget kak thor..tp gpp deh yg penting happy ending tokoh utama nya
Ama Apr: wkwkwk
total 5 replies
Marlina
✨always love you ✨
kalau sudah tiada baru terasa 😅 itulah yg di alami doni
Ama Apr: hoohh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
bertaubat lah sebelum ajal menjemput mu Don
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
akhirnya terungkap juga kematian nayla
Ama Apr: yappp🥲
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
karena kama ingin menikah mu secara resmi tanpa ada kesepakatan
Ama Apr: hehe betul
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh Din gak usah kebanyakan mikir.. mending nikah sama Roy jelas² pria baik tulus.. lagi pula km udh gak perawan juga kan
Ama Apr: hooj ya
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
klo Roy mau menerima dini apa adanya knp gak nikah aja
Marlina
✨always love you ✨
si Nayla udh metong dan di kubur sama dokter abal² tuh
Ama Apr: haha atut
total 3 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha tuh kan bener perkutut nya Doni kurapan 🤣🤣🤣
Ama Apr: iuhhh jijik
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
hayolo udh mulai penyakit mu keluar Doni.. perkutut nya kudisan ya 🤣
Ama Apr: hooh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
ibu anda metong karena gak kuat anus nya keluar dan mengeluarkan banyak berlian 😅
Ama Apr: hahaha geuleuh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
azab di dunia aja udh mengenaskan gitu gmna di akhirat nya hiiiii... auzhuminzalik
Ama Apr: 🥲 amit2
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
astaghfirullah 🤮 aku gak ikut di situ ikut mual
Marlina
✨always love you ✨:
iyuuuhhhh gak deh 🤮
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
pasti syok berat tuh si Doni knp calon suami nya kyara bersama pak darta.. ternyata mantan istri yg kau sia sia kan akan menjadi ratu di keluarga sultan.. itu lah pembalasan bt setan seperti dirimu
Marlina
✨always love you ✨:
hu'umm
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh tau salah masih menyangkal aja tuh si Doni.. pengen ku geprek tuh pala nya
Marlina
✨always love you ✨
metong aja sekalian Hesti
Marlina
✨always love you ✨
kira" Doni jadi gila gak ya..klo si dini jelas tobat.. orang yg lu salah kan udh di kubur dokter abal² tuh udh metong Nayla nya 😅
Marlina
✨always love you ✨
selamat ya keluarga pezina dapat karma yg spektakuler 🤣🤣🤣🤣
Marlina
✨always love you ✨
nah puas banget aku sama kejutan hari ini buat keluarga pezina
Marlina
✨always love you ✨:
banget
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha ketakutan tuh si doni🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!