Setelah menyegel Bangsa Yao, bangsa pembawa kerusakan dan kehancuran. Dunia memulai lembaran dari nol kembali. Lambat laun kisah-kisah menjadi sejarah. Sejarah menjadi legenda. Hingga akhirnya dilupakan...
Tentang perjalanan seorang pemuda menuju tahta tertinggi.
***
Pak Tua Shi menangis. Ini adalah air suci. Air yang mampu membuat siapapun mengubah gubuk reyot menjadi halaman immortal.
Airnya mengalir dan meresap ke tanah, terbuang sia-sia.
Ini sangat langka dan ternilai harganya.
Ini tidak ada di dunia ini.
Ini akan menjadi rebutan para bigshot di seluruh dunia.
Ini akan membuat sekte ampas menjadi penguasa semesta.
Untuk mandi .... Hanya untuk mandi ...
Pak Tua Shi pingsan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Histeris
Pagi yang Mengejutkan
Di pagi yang cerah, saat burung-burung berkicau, teriakan histeris memecah kedamaian di kediaman Keluarga Shen. Seorang pelayan berteriak sambil menunjuk seseorang dengan wajah pucat dan mata terpejam.
"Ada orang gila masuk!"
Li Hua menelan ludah. Ia pikir reaksi pelayan itu terlalu berlebihan. Penampilannya memang amburadul: pakaiannya sobek dan kotor, badannya penuh luka, dan ia memikul seekor babi hutan besar yang ukurannya tiga kali tubuh manusia dewasa.
Mao Yu datang terlambat.
"Oh... Kamu bisa bertahan hidup?" ucapnya datar. Suasana langsung hening.
Li Hua: "..."
"Jangan diam saja! Cepat bantu Li Hua dan rawat lukanya!" perintah Mao Yu pada kerumunan.
"Yang lain, bersihkan babi ini! Kulit, tulang, jeroan, dan seperempat dagingnya ambil untuk kalian. Sisanya, tiga perempat, antar ke kedai Bakmi Hwa. Inti binatang buasnya serahkan padaku."
Ia melangkah pergi, lalu berbalik.
"Li Hua, setelah dirawat, temui aku di ruanganku."
Beberapa saat kemudian, Li Hua, yang kini berbalut perban, masuk ke kamar Mao Yu.
"Silakan duduk," kata Mao Yu, menyajikan teh dalam poci antik.
"Jangan bengong saja, minumlah."
Mao Yu menyeruput tehnya dengan elegan. Sementara itu, Li Hua memegang cangkirnya gemetar. Beratnya terasa ratusan kilo. Ia ingat, cangkir antik ini adalah salah satu benda yang ia pikul beberapa hari lalu, dan trauma itu masih membekas.
"Sungguh segar dan nikmat... Menikmati teh dari cangkir antik hasil perjuangan keras!" Mao Yu meletakkan cangkirnya.
Li Hua hampir tersedak. Ia segera menahan napas agar tidak menyemburkan tehnya.
Shen Yangxuan Ditangkap
Tok tok tok.
"Ya, Paman Mubai, silakan masuk!" panggil Mao Yu.
Shen Mubai masuk dengan wajah serius.
"Tuan Muda, Shen Yangxuan ditangkap Klan Mo. Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanyanya, nada gusar sedikit terasa karena ini menyangkut keponakannya.
Setelah menyeruput teh, Mao Yu menjawab santai.
"Paman, aku punya rencana khusus untuk Shen Yangxuan."
Shen Mubai langsung percaya, tanpa ragu sedikit pun. Namun, sebagai seorang paman, ia tetap cemas. Li Hua, yang duduk di sampingnya, memberi salam pembuka. Shen Mubai mengangguk.
"Tabiat Mo Tian, dia selalu mengirim orang yang ditangkap ke pertambangan Klan Mo di hutan timur," Li Hua memberi informasi.
"Saya yakin Tuan Muda Yangxuan ada di sana."
Mereka tahu pertambangan itu juga menyimpan kristal energi yang bernilai 10.000 koin emas per kristal, yang membuat Klan Mo semakin ambisius.
"Kalian tak perlu khawatir. Kakak Yangxuan punya tubuh besar dan tenaga kuat. Pasti dia diperlakukan dengan baik oleh para sipir," Mao Yu menenangkan, sambil menyeruput tehnya.
Li Hua dan Shen Mubai saling pandang. Justru karena besar dan kuat, Shen Yangxuan akan dipaksa menambang lebih keras. Hal itu justru membuatnya lebih menderita. Mereka heran dengan jalan pikiran tuan muda mereka.
"Oke, lupakan soal Kakak Yangxuan. Aku akan segera mengurusnya," kata Mao Yu, meredakan kekhawatiran Shen Mubai.
Shen Mubai mengangguk, penuh kepercayaan.
Hadiah dan Penderitaan Li Hua
"Tuan Muda, ini emas pelunasan daging Beruang Bulu Logam." Shen Mubai membuka kantong besar, memperlihatkan 115.000 koin emas di hadapan Mao Yu.
Li Hua gemetar. Ia belum pernah melihat emas sebanyak ini. Dulu, gajinya hanya 800 keping perak sebulan.
"Paman, aku ambil 50.000 keping. Sisanya untuk Paman dan Paviliun Shen," Mao Yu mengambil bagiannya.
"Terima kasih, Tuan Muda," ucap Shen Mubai, lega. Emas itu cukup untuk biaya operasional paviliun selama tiga tahun.
Mao Yu kembali menyajikan teh.
"Li Hua, ini inti Babi Crimson untukmu. Aku sudah memodifikasinya agar mudah diserap." Mao Yu menyerahkan inti binatang buas sebesar kepalan tangan.
Li Hua terbelalak. Ia ingat, inti binatang buas level empat seperti ini biasanya harus dibagi sepuluh orang. Tapi kini ia mendapatkan seluruhnya.
Shen Mubai menepuk bahu Li Hua, menenangkannya.
"Tuan Muda kita penuh berkah dan welas asih," katanya bijak.
Hati Li Hua terenyuh. Pikiran buruk tentang tuan mudanya lenyap, digantikan perasaan damai.
"Li Hua, besok pagi kamu harus ke hutan lagi. Buru binatang level empat untuk dijual dagingnya," kata Mao Yu, matanya berkaca-kaca.
"Tuan Mudamu ini sangat miskin, dan kita butuh uang untuk gaji para pelayan. Kamu adalah tulang punggung kami sekarang."
Perasaan damai Li Hua hancur. Ia menatap Shen Mubai, mulutnya ternganga. Bagaimana mungkin Mao Yu miskin dengan 50.000 emas di tangan? Bagaimana bisa paviliun bangkrut dengan 65.000 emas di kas Shen Mubai?
Shen Mubai hanya mengangguk, mendukung perkataan Mao Yu seolah Paviliun Shen benar-benar akan bangkrut besok pagi.
Li Hua: "..."
Kirain MC sedang ngigau...🤣🤣😄😄😃😃🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
koneksi dr 1 plot ke yg lain sangat anu...
lanjouts.
pejalanan mencari kitab suci..?
lanjouts..