NovelToon NovelToon
Love And Possessive

Love And Possessive

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan
Popularitas:271.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Saki_chan

Menikahlah denganku......!!

Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...

Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.

Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan Belas..

Mereka sudah sampai di sebuah restoran yang ada di dekat butik . Ayra dan Baikal memakan makanannya dengan lahap dan tenang .

"Bai kamu gak ke kantor ? " tanya Ayra .

"Gak ...aku mau sama kamu saja."

"Bai jangan gitu deh....kamu kan punya tanggung jawab."

"Hari ini aku sudah suruh Devan buat ngehandle semuanya jadi tenang saja," jelas Baikal.

"Gak papa seperti itu ? "

"Iya."

"Kamu gak akan dimarahin Papi Arga kan? "

Baikal sontak saja tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ayra .

"Jadi kamu suruh aku ke kantor itu biar aku gk dimarahin Papi? , lucu banget sih pertanyaan kamu ," ucap Baikal sambil mengacak-acak pelan rambut Ayra . Dia sudah dibuat sangat gemas dengan Ayranya .

"Emang gak pernah dimarahin Papi Arga?, soalnya Kakak suka gitu kalau kerjanya tidak benar pasti dimarahi, " jelas Ayra.

"Ya enggak lah sayang ...paypi aja sekarang di luar negri , mana sempat dia marahin aku ."

Ayra kemudian hanya ber oh ria saja meresponnya. Kemudian dia bersiap-siap untuk kembali ke butik.

"Ya udah yuk balik ....aku banyak kerjaan ," ajak Ayra .

"Ingat perkataanmu tadi Ayra ," Baikal kembali mengingatkan .

Ayra berhenti sebentar menghadap Baikal .

"Perkataan yang mana ? " ucap Ayra pura-pura lupa.

"Tuh kan , kalau gitu gak usah kerja saja , ayo pulang ."

Mendengar perkataan Baikal Ayra berubah gelagapan , niatnya yang tadi hanya pura-pura saja malah jadi boomerang buat dirinya sendiri .

"Eh enggak kok aku ingat ....!!" cepat-cepat Ayra meralat omongannya sambil menggandeng lengan Baikal .

"Udah yuk anterin aku ke butik," ucapnya lagi sambil memperlihatkan puppy eyenya berharap Baikal melupakan ucapannya tadi.

Baikal sudah tak punya kekuatan untuk menolak . Ayra benar-benar punya seribu cara untuk menggoyahkan hatinya . Selalu saja ada hal-hal yang bisa membuat Baikal nurut padannya.

"Ay jangan berani-berani ya nunjukin ekspresi kayak gini pada laki-laki lain . Aku akan benar-benar marah saat itu ," ucap Baikal sensual di telinga Ayra .

Ayra merasa hatinya sedikit aneh dengan perkataan Baikal . Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya . Tapi sebisa mungkin dia menormalkan dirinya kembali.

"Dan kamu tau gak , kalau aku lihat kamu kayak gitu bawaannya pengen di ranjang terus ."

"Nah kan mulai lagi ," Ayra sudah hafal sekali arah pembicaraan Baikal . Pasti tidak akan jauh-jauh dari hal itu.

Baikal hanya terkekeh mendengar ucapan Ayra.

"Yuk Ay ...kita pulang saja . Aku sudah gak sabar pengen coba gaya baru ," rengeknya.

Ayra sudah sangat malu sekarang . Pasalnya mereka masih di tempat umum . Gimana kalau nanti ada orang yang mendengar . Baikal memang tidak tau tempat .

Ayra kemudian mencubit sangat keras lengan Baikal yang ia gandeng .

"Bisa diam gak mulutnya ."

"Aduh Ay...., sumpah ini sakit banget ...kamu nih kebiasaan suka cubit-cubit aku ," ringis Baikal sambil mengusap-usap lengannya .

"Makanya kalau ngomong jangan sembarangan ."

"Sembarangan gimana , orang sama istri sendiri kok," elak Baikal.

"Tuh kan gak bisa diam . Aku mau balik sendiri kalau gitu , kamu pulang aja ."

Ayra sudah mulai kesal menghadapi Baikal . Dia sudah melepas gandengan tangannya pada lengan Baikal sedari tadi.

"Gak bisa gitu dong sayang . Aku anterin kamu ke butik ya . Pokoknya aku gak menerima penolakan ," Baikal langsung menggenggam tangan Ayra kembali dan berjalan menuju mobil mereka.

Beberapa saat kemudian mobil Baikal sudah berhenti di depan butik Ayra . Ayra turun dari mobil dan diikuti Baikal di belakangnya . Ayra berhenti sebentar dan menghadap ke arah Baikal.

"Kamu gak pulang ? "

"Enggak , aku kan sudah bilang mau sama kamu saja ," jawab Baikal santai .

"Hiisshh ...terserah kamu aja , kalau kamu bosan aku gak mau tanggung jawab."

Ayra benar-benar sangat heran dengan Baikal hari ini , dia terus saja menempel padannya sampai membuat laki-laki itu tidak masuk bekerja . Ayra sudah tidak paham lagi dengan jalan pikiran Baikal .

Baikal menganggukan kepalanya dan menggandeng tangan Ayra lagi . kemudian masuk ke dalam butik bersama-sama. Baikal sudah pernah menunggu Ayra bekerja sebelumnya dan rasanya tidak buruk . Emang ya kalau sama orang yang kita cintai mau menunggu selama mungkin rasanya juga akan tetap menyenangkan . Walaupun faktanya menunggu itu membosankan .

Baikal mendudukan dirinya di sofa yang ada di ruangan Ayra . Dia membuka ponselnya untuk memantau pekerjaan kantor dari sana . Sedangkan Ayra , dia sudah kembali ke meja kerjanya mengambil pensil dan mulai mencoret-coret kertas yang ada di depannya . Ayra berencana membuatkan beberapa kemeja untuk Baikal .

Jam sudah menunjukan pukul lima sore . Ayra sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya . Dia tadi juga sudah selesi membuat beberapa disain kemeja untuk Baikal kemudian ia juga sudah menyerahkannya kepada Sisil untuk segera dibuat . Ayra membereskan dan merapikan alat-alat kerjanya . Dia melirik ke arah Baikal . Baikal masih tertidur di sofa. Dia sudah tidur disana sedari tadi . Ayra berjalan ke arah Baikal , ia hendak membangunkannya . Ia berharap semoga Baikal tidak terlalu sulit untuk dibangunkan . Ayra menatap wajah Baikal sebentar . Dia tertidur dengan sangat pulasnya hingga Ayra benar-benar tidak tega untuk membangunkannya . Tapi ini sudah terlalu sore untuk mereka tetap di butik hingga dengan sedikit rasa tidak tega akhirnya Ayra membangunkannya .

"Bai....." Ayra langsung saja menggoyang-goyang bahu Baikal . Ayra tau kalau hanya memanggilnya saja sampai kapan pun Baikal juga tidak akan bangun.

Baikal yang mulai terusik tidurnya mulai membuka mata . Dia membuka matanya perlahan-lahan dan pandangan pertama yang ia lihat adalah istrinya sedang ada di sampingnya . Baikal sangat menyukai pemandangan itu . Baikal mulai mendudukkan dirinya sebentar .

"Sudah selesai Ay ..? " pertanyaan pertama yang Baikal tanyakan.

"Iya ..yuk pulang ."

Baikal kemudian berdiri dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan karena tertidur . Ia kembali menggandeng tangan Ayra dan keluar dari butik bersama .

Seperti biasa Baikal akan selalu membukakan pintu mobilnya terlebih dahulu untuk Ayra baru dia akan masuk ke dalam mobil dan mendudukan dirinya di kursi kemudi samping Ayra .Baikal mulai menyalakan mobilnya dan mengendarainya .

" Bai berhenti sebentar aku mau ke apotek ."

Baikal kemudian menghentikan mobilnya di sebuah apotek di pinggir jalan.

"Kamu sakit Ay ..." tanya Baikal ketika selesai memakirkan mobilnya.

"Enggak , aku mau beli sesuatu . Kamu tunggu sini saja ya .Aku cuma sebentar," pamit Ayra dan mulai melangkahkan kakinya menuju apotek .

Beberapa saat kemudian Ayra sudah kembali ke mobil dengan menenteng satu kresek kecil di tangannya .

"Beli apa..?" tanya Baikal .

" Pil KB , " jawab Ayra singkat sambil kembali memasang seat belt di tubuhnya .

"Untuk siapa ?"

"Untuk aku ," jawabnya sambil menatap ke arah Baikal .

Baikal benar-benar sangat kaget mendengar jawaban dari Ayra . Hatinya merasa kecewa .Ayra juga tidak membicarakan hal ini terlebih dahulu dengannya .

"Kamu mau minum pil KB!! " kini suara Baikal sudah mulai meninggi , dia sedikit kecewa dengan Ayra . Pasalnya Ayra mengambil keputusannya secara sepihak.

Ayra sangat terkejut mendengar suara Baikal yang mulai meninggi . Kenapa reaksi Baikal sampai seperti ini.

"I iya , boleh ya ? " tanya Ayra dengan nada gugupnya . Dia tidak menyangka kalau Baikal akan marah .

"Gak!!! " jawabnya tegas .

Baikal kembali menyalakan mobilnya dan mengemudikannya ke apartemen . Sangat hening sekali . Ayra pun sudah tidak berani membuka suaranya .

Beberapa saat kemudian mobil mereka sudah tiba di depan sebuah apartemen mewah . Baikal langsung turun begitu saja dan berjalan meninggalkan Ayra yang masih duduk di mobil . Baikal biasanya membukakan pintu terlebih dahulu untuk Ayra tapi dia tak melakukannya kali ini . Baikal benar-benar sangat kecewa padanya sekarang dan Ayra menyadari akan hal itu .

____________________

Jangan lupa vote ya...dan tinggalkan jejak juga...like dan komennya aku tunggu..

1
Apa Aja
novel ini emng GK adaklnjutannya
Yocky Zulkarnaen Nizar
kok gk diterusin critannya kak pdhal bagus lho...
Artati Sukreni
apa segampang itu ngancurin perusahaan punya baikal...nggaklah harusnya....
Artati Sukreni
kayaknya theo deh, soalnya felix dah pernah bilang sm baikal hati2 sm theo....
Artati Sukreni
rasain luu bai..emang enak ngegantung..
Artati Sukreni
ayra sdh tau apa yg bakal diomongin theo malah mau aja ...ga menghargai suaminya blas..
Artati Sukreni
ayra..ayra...ga ada ra sa syukurnya kamu punyai suami kaya baikal....
Artati Sukreni
ayra goblog....sebel aq bacanya....
Artati Sukreni
ayra bener2 deh ga inget suamiya posesif nih...
Artati Sukreni
ayra cari penyakit deh....
Artati Sukreni
ni kayaknya nanti ayra hamil tp suaminya meragukan deh...gara2 pergi sm theo dan bau parfumnya....
Artati Sukreni
ingat lo ayra..kamu tuh seorang istri.... jaga martabat sbg seorang istri...
Artati Sukreni
kenapa sih ayra ga terus terang sm suaminya....bs perang dunia ke 3 tuh kalau ketahuan...
Artati Sukreni
wah..bakal ada yg ngamuk.nih...sisuami posesif....
Artati Sukreni
hadeuuh....kasian sijomblo...
Artati Sukreni
bucinnyaaa....
Artati Sukreni
suami posesif bucin akut..hadeuuh...
Artati Sukreni
lo..katanya baikal blm pernah pacaran...kok ada mantan pacar2nya..gmn sih...
Artati Sukreni
gercep...
Artati Sukreni
baikal..gaspoolll....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!