Gak ada kata-kata, kecuali, sehat selalu buat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEBUAH RASA.
🐥SELAMAT MEMBACA🐥
Mata Abie terpejam, rasa sakit benar-benar membenam di sekujur tubuh, terutama bagian pingang sampai kekaki, benar tak bisa di tahan lagi oleh anak muda itu
Walau mata terpejam, Abie masih bisa mendengar dengan sangat jelas, orang-orang di sekitarnya berbicara, bahkan Abie mendengar saat si papa menghubugi si mama.
____
Beberapa jam kemudian, Abie mulai merasa lebih baik, infus masih menancap di tangan kirinya, namun senyum sudah mulai keluar dari bibir merahnya.
"Bagaimana, Bie, apa masih ada yang sakit?" Tanya si papa lirih.
"Gak." Jawabnya singkat.
"Besok lagi ya, sekalian hancurin mobil barunya! Tanggung sekali, mobil cuma rusak bagian depan doang." Tegas si papa yang sedikit kecewa.
"Ihh setan...!" Abie berdecak kesal. "Bukan Khawatir sama aku, tapi malah mikirin nasib mobil baru." Omel Abie pula.
Si papa hanya menautkan kedua alisnya, sebab, dia tak benar-benar marah terhadap Abie, omelanya itu dia tunjukan agar Abie lebih bisa menjaga diri dan menjaga barang apa pun yang dia miliki, karena, Abie adalah Abie, jika marah jangankan barang, dia bahkan merusak dirinya sendiri.
____
Malam sudah menyapa, namun Abie masih berada di rumah sakit, dokter belum mengizinkan dia pulang, karena anak muda itu tak baik-baik saja, walau terlihat bagai tak ada apa-apa di rasakanya.
"Abie!" Suara lembut itu keluar dari bibir si mama.
"Carla!" Abie cukup terkejut dengan hadirnya si mama, padahal dia baru saja melangsungkan pernikahan siang tadi, sudah tentu si mama tak datang sendiri, Carla datang bersama suami barunya.
"Bie, apa yang terjadi. Kenapa kamu bisa sampai kecelakaan, sayang?" Tanya si mama seraya mendekati keberadaan Abie.
"Eh, eh, eh. Jangan deket-deket gue! Ini semua terjadi gegara elu, jadi gak usah sok kepo! Lu berdua tu senengkan, gue kenapa-kenapa!" Tuduh Abie tanpa alasan.
Si mama dan papa barunya, hanya mampu terdiam, tak ada jawaban atas ucapan yang keluar dari bibir anak muda itu.
"Terserah Abie mau apa, marah ke mama juga gak apa-apa, tapi mama akan tetep tunggu Abie di sini, karena papamu tugas, jadi Abie gak ada yang jaga." Ucap si mama lembut.
"Eelleh, gak usah sok perduli lu, selama ini gue sendiri gak masalah kok, sakit sendiri, demam sendiri dan ada apa-apa juga sendiri, bahkan saat hari penting dalam hidup gue pun selalu sendiri, jadi berhenti sok perduli!" Amarah Abie namun kepala anak muda itu tertunduk, entah apa yang di rasakanya.
Lagi-lagi si mama hanya diam, namun tidak dengan papa barunya, lelaki paruh baya itu segera mendekati keberadaan Abie. "Kau boleh marah padaku, tapi jangan pernah benci kepada mamamu, sebab sejahat apa pun dia, mamamu tetap mamamu, wanita yang telah menghadirkanmu kedunia." Ucapnya pelan.
Kini giliran Abie yang terdiam, karena semarah dan sebenci apa pun dia terhadap si mama, rasa sayang tetap paling depan untuk wanita yang telah melahirkanya itu, hanya saja dia tak pernah menunjukanya.
_______
Jam menunjukan pukul 10 malam, Abie kini tengah sibuk dengan benda pipih miliknya, lagi-lagi anak muda itu berselancar di dunia maya.
"Malam all, numpang rusuh!" Abie memulai percakapanya.
"Rusuh aja, Bie! Gak ada yang larang," kali ini Desy paling depan menanggapi celotehan anak muda tersebut.
"Wih tumben kak Desh, langsung hadir lebih dulu!" Canda Abie kepada Desy Puspita.
Seketika semua orang menanggapi rusuhya Abie di dunia maya, bahkan semua teman-teman tak terlihatnya itu mampu merasakan betapa galaunya Abie malam ini.
"Kak Desh, chat pribadi ya!" Pinta Abie kepada Desy Puspita.
"Oke, Bie!" Jawab Desy singkat
Kini keduanya pun melakukan obrolan secara pribadi, ini kali ketiga keduanya melakukan, obrolan hanya berdua saja, setelah 4 bulan lamanya saling mengenal.
⚘CHAT⚘
"Bie kemana sih, kok ngilang beberapa hari ini?" Tanya Desy tanpa basa basi.
"Ada kak desh, aku abis kecelakaan😊!" Jawab Abie jujur.
"😱... Kecelakaan gimana, Bie. Terus gimana keadaanmu sekarang?"
"🙄 Gak apa-apa sih kak, cuma mobil aja yang rusak!" Jawab Abie.
"Kamu beneran gak apa-apa? Gak luka gitu."
"Iya kak bener, kaki aja yang lecet dikit," balas Abie lagi. "Untung gak mati!" Tambahnya tiba-tiba dan membuat Desy sedikit kesal.
"Ihh apaan sih, Bie, gak lucu tau!"
"Siapa juga yang bilang lucu," jawab Abie lagi
"Kamu beneran gak apa-apa, Bie? Ngomongnya kok gitu sih.
"Aku lagi kesel aja kak, dengan kedua orang tuaku." Akhirnya Abie curhat juga.
"Kesel kenapa, Bie? Cerita sini, aku dengerin!"
"Orang tuaku pada begok semua, asli. Anak kecelakan yang di khawatirin bukan aku, tapi mobilnya," curhat Abie seketika.
"😱... Ihhh kok gitu sih!"
"Gak tau aku, kak. mati aja udah." Tulisnya lumayan kasar.
"Eh, Bie gak boleh gitu ah, gimana pun mereka tetep orang tuamu."
Abie dan Desy melakukan obrolan hingga larut malam, inilah kali pertama keduanya, melakukan obrolan cukup lama, jika biasanya hanya sekedar saling menyapa saja. Hal itu tentu membuat hati Abie yang tengah gundah merasa cukup bahagia, walau dia merasa Desy hanya mau menemaninya chat malam ini karena sebuah rasa kasihan. "It is oke, kasihan bisa jadi cinta." Gumam Abie percaya diri.
Bagaimana tidak, anak muda yang terjebak sebuah rasa atas permainanya sendiri itu, benar-benar susah payah mencuri perhatian seorang Desy Puspita. Karena awalnya, Abie hanya ingin membalas sifat cuek yang membahana pada diri penulis syantik tersebut, namun pada akhirnya dia sendiri terjebak dalam rasa yang tak biasa, dia justru jatuh cinta tanpa melihat wajah dan mendengar suara, entah bagaimana cinta itu bersemayam di dalam hatinya, yang jelas semakin hari, tak ada yang di lakukan Abie kecuali memperhatian apa yang di lakukan Desy dan mencari tau siapa Desy itu melalui siapa saja yang mengenalnya, termasuk Shafa, wanita yang sempat di kejarnya juga itu mengenal dan berteman dengan Desy.
"Heeem, semoga nich cewek belum nikah, gue gak siap kali patah hati mulu berkali-kali." Gumamnya dalam hati.
Tanpa di sadari atau pura-pura tak sadar, ada sebuah rasa yang tak bisa saling di ungkapkan, betapa manyunya seorang Shafa, saat Abie mencari tahu tentang Desy melalu'i dirinya, namun Shafa tetaplah Shafa, penulis yang selalu ceplas ceplos dengan ucapanya itu tetap berusaha meyakinkan seorang Desy Puspita, bahwa betapa besar cinta Abie, dan bagaimana berjuangnya anak muda itu untuk mencari tahu siapa Desy.
"Titip adek gue, Des, dia suka ma elu, karena katanya dia udah perhatiin Desy diam-diam selama hampir dua bulan." Jelas Shafa.
"😂... Dia masih bocil kak, jangan main-main dengan rasa." Begitulah jawaban penulis syantik itu ketika Shafa selalu membahas bahwa si Abie menyukainya.
Walau sebenaranya memang ada rasa sayang di hati Desy untuk anak muda tersebut, namun yang dia tau rasa sayang itu hanya sebatas sayang seorang kakak untuk adik laki-lakinya, karena selama Desy dan Shafa mengenal Abie anak muda itu terkesan manja bahkan sangat-sangat manja.
"Makluminlah, 19 tahun, anak horang kaya kurang perhatian pula, ya wajar dia caper ma kita,"
Begitulah kamus awal hadirnya rasa suka yang sesungguhnya, di awali dari yang namanya kasihan🙄.
Yang akhirnya bucin beneran😭.
.
.
.
.
.
.
🐥TERIMA KASIH🐥
bank abie maaf ya waktu itu gak sengaja kepencet unfollow jadi ilang pertemanan kita pdhal banyak yg pingin diobrolin.
Tetap semangat dan selalu positif thingking meski semua bergantung takdir yang kuasa
Semoga dipermudahkan, dikuatkan dan selalu ikhlaskan hati
Apapun serba mungkin jika Yang Kuàsa berkehendak
sepertinya ortunya jg mengingkari kenyataan🤔
kangeeeeeeeennnnn 🥰
mdh2n Abang selalu d beri kesehatan yahhh
aku gabung d GC tp baru tau segala nya hari ini 😭😭😭😭
yg sabar ka Desi buat ngasih semangat k bang BIE 💪💪💪💪