memang apa yang aku harapkan dari hubungan ini?memang apa yang aku harapakan dari hubungan ini?
Aku hanya tempat singgah mu untuk sementara,
Karna pada akhirnya kamu lebih memilih dia – aeri anaima salsabila
Kakak tau apa yang lebih seru dari menangkap belut di sawah?
Kak ikut dika ke empang yuk!
Kakak cantik ko nangis?
Siapapun orang di masa lalu aku akan berterima kasih telah melespaskan wanita se keren ini – andika pratama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhmawty Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 dika
minggu pagi kali ini ia cukup cerah untuk beraktivitas biasa,seperti kegiatan hari hari minggu biasanya beberapa warga di melakukan kegiatan gotong royong membersihkan des,ada yang bertugas untuk membersihkan selokan serta menghias taman desa,kali ini aeri ikut berpartisipasi untuk ikut membersihkan taman desa yang ada si tengah tengah desa,banyak ibu ibu serta gadis gadis desa yang ikut juga, seperti kegiatan perempuan pada umumnya melakukan aktivitas bersama sama tanpa ada unsur bergosip itu sangat kurang"yang benar atu bu ida?"tanya bu arum,
"ya mana saya bohong bu,saya kan tetanggan sama bu lia,nah saya dengar sendiri mereka bertengkarnya" ujar bu ida
"karma bu lia itu bu,dia kan selalu tuh beda bedain anaknya sama anak kita"ucap bu yang satu ya lagi sebut saja bu tatum,nah bu tatum ini kembaran nya bu arum ya
"mana anak saya pernah dikatain nd benar lagi,nah bukti nya anak nya sendiri nd benar"timpalnya lagi
"emang berapa duit bu?"tanya bu arum ke bu ida
"500 juta bu"jawabnya
"inalillahi,hancur benar atu si baim baim itu"ucap bu arum
"ya iya atu bu,bu lia ma udah habis jual sawah sama tanahnya kalau tidak bisa di penjara atu si baim"jelas bu ida
aeri yang mendengar itu paham betul tentang resiko judol itu,bahkan di desa yang seperti ini pun masih terkena dampaknya
"nak aeri kalau di kota dulu kerja apa?"tanya bu ida,
"kerja kantoran biasa bu"jawabnya
"owalah,kenapa berhenti atu nak,kan enak kerja di kantor kantor begini?"tanya nya
"saya cuman mau berhenti aja bu,kebetulan saya lebih suka tinggal di desa"jawabnya
"kalau calon udah ada nak?"kini bu tatum yang bertanya
mendengar itu aeri tegang seketika,ay ia baru saja di tanya tentang hal seperti ini
"belum ada bu"jawabnya sedikit kaku
"bagus lah tu,mau tidak sama anak ibu?"tanya nya,apakah ia baru saja di jodohkan
Tanpa mereka sadari di jarak cuman beberapa kaki saja teryata dika dengan beberapa temannya yang sedang mencangkul tanah pun kesal mendengar aeri di kenalkan oleh ibu ibu disana,eyy di duluan yang mendekati aeri apakah ibu ibu itu tau
"yang benar atu dik,tanahnya masuk ke mulut atu"ucap yuda,bagaimana tidak dika mencangkul tanah di hadapannya seperti kesetanan dengan emosi ia tetap mencangkul tanah tanpa memperdulikan yuda
yuda yang kesal pun melihat arah pandang dika dan sesaat kemudian pun ia tau apa yang terjadi
"ngg perlu emosi juga kali,kan mbak aeri juga ngga bakal mau"ucapnya
"ck lo ngga paham,dia baru aja di jodohin ibu ibu desa"jawabnya
mendengar itu yuda cuman geleng gelengkan kepala nya melihat tingkah dika
"tau ah malas"ucap dika ia menghentikan kegiatannya dan pergi dari sana
"lah si bocah"ucap yuda
Belum sempat ia menghentikan dika kejadian yang tak diinginkan terjadi,dika jatuh di sawah,seketika tawa yuda terdengar begitu pula dengan beberapa warga yang melihatnya pun segara membantunya,yuda sendiri pun menghampiri dika sambil tertawa
"makanya kalau jalan pake mata jangan pake emosi"ucapnya
"ck,diam ngga lo"jawab dika sedikit emosi,ia malu sekarang ia aeri melihatnya dengn kondisi seperti ini,mana tadi sempat aeri membantu nya sebelum yuda menarik nya pergi
"malu kan lo"ucap yuda lagi,mendengar itu dika segerah mempoles wajah yuda dengan sisa tanah di tangan nya
"lo benar benar ya"kesal yuda,comot sudah la wajah nya