Alya Sandrina seorang gadis yang masih berusia 17 tahun serta memiliki paras yang sangat cantik.
Ia kehilangan kesucian nya disaat masih duduk dibangku SMA setelah mengenal seorang pria tampan dan mapan yang bernama Rendy.
Sejak perkenalan nya dengan rendy kehidupan alya berubah drastis sebab rendy telah merenggut segala nya kebahagiaan alya.
Author tidak hanya menceritakan cerita cinta yang indah bak didunia dongeng saja.
Novel ini menceritakan konflik percintaan Alya yang begitu rumit dan terlibat diantara cinta segitiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#episode 19
Alya memberhentikan sebuah taksi,
"ke universitas *** ya pak!!" ujar alya.
"baik mbak".
Alya berusaha tegar dengan keadaan nya, sebenarnya ia juga tak mau kehilangan rendy.
Alya mulai berpikir ia harus mencari pekerjaan yang baru dan tempat tinggal yang baru tapi pekerjaan apa yang bisa menerima tamatan sma dan bekerja separuh waktu, kalaupun ada pasti tidak cukup untuk biaya hidupnya apalagi kuliahnya.
memang selama ini rendy lah yang menanggung segala kebutuhan nya. ia tak pernah tau berapa banyak uang yang ia habiskan untuk satu bulan, alya menghela napas panjang, ternyata dia tak bisa hidup tanpa rendy, dari segi keuangan maupun tempat sandaran.
ponsel alya berdering dan alya menerima panggilannya.
"kamu dimana?" rendy menghubungi alya setelah emosi a mereda.
"lagi dikampus, kenapa?" jawab alya cuek
"jam berapa kamu pulang? aku akan menjemputmu." ujar rendy
"tak perlu" jawab alya dan ia mematikan sambungan telpon nya sepihak.
Sesampai nya rendy dirumah nya, ia naik keatas menuju kamar nya. dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu ia berbaring diranjang nya dan menyalakan televisi.
Entah berapa kali dia mengganti channel tv a, tak ada acara televisi yang menarik untuknya, karna pikiran nya terus ke alya, dia menyesal karna telah membentak alya.
Dia bangkit dari ranjang nya, mematikan tv dan mengganti pakaian nya, ia juga membawa baju kerja nya karna ia berencana tak pulang lgi malam ini.
Sesampainya dipintu depan rumah, ayah nya baru sampai dirumah, "kamu mau kemana?" tanya ayah nya,
Rendy tak mengindahkan pertanyaan ayah nya bahkan ia tak menatap nya. ia masuk kemobil nya dan membunyikan klakson mobil nya agar bang udin membuka kan pintu gerbang nya.
Rendy melajukan mobil nya kekampus alya,
"pasti alya belum pulang" batinnya.
Sesampai nya disana ia memarkirkan mobil nya didekat gerbang masuk kampus. rendy menunggu alya sambil memainkan ponsel nya.
Tak berapa lama ia melihat alya keluar dari gerbang bersama mahasiswa lainnya.
"alya.." rendy memanggil nya.
Alya menghampiri rendy, "kan aku sudah bilang sama kamu, tak perlu menjemputku".
Rendy menarik tangan alya masuk ke mobil nya.
Rendy memegang tangan alya, "aku minta maaf alya, seharusnya aku nggak marah sama kamu." ujar rendy.
"aku yang minta maaf, karna aku yang memulainya", alya menjadi labil karna ia sebenarnya ingin memenuhi keinginan ayah rendy tapi ia juga sangat membutuhkan rendy.
Rendy mencium tangan alya dan mencium kening alya, dia segera melajukan mobil nya untuk pulang ke apartemen alya.
Sesampainya di apartemen, rendy menarik tangan alya menuju kamarnya dan mulai menciumi seluruh tubuh alya.
"rendy,,aku belum mandi," ujar alya.
"kalo gitu kita mandi bareng ya," rendy segera membuka baju dan celana nya dia berlari menuju kamar mandi. ia duduk dibath up menunggu alya.
Alya mulai membuka baju nya satu persatu, rendy menatap nya seperti singa yang hendak menerkam mangsanya.
Alya menyalakan lilin aroma terapi dan masuk kedalam bath up yang penuh bubble bath. alya duduk membelakangi rendy sehingga rendy bebas memeluknya dari belakang dan rendy memijat pundak dan mencium leher alya dan mereka saling memuaskan nafsu mereka.
***
Rendy berbaring diatas ranjang sedangkan alya duduk dimeja rias mengeringkan rambutnya yang basah.
"aku lapar," Alya melihat rendy dari bayangan cermin yang sedang asik memainkan ponsel nya.
"aku sudah memesan pizza untukmu tadi, sebentar lagi juga datang." rendy masih menatap ponselnya.
bel apartemen nya pun berbunyi, " tuh udah datang, rendy bergegas keluar untuk mengambil pesanan nya.
"terima kasih mas". rendy menutup kembali pintunya.
Rendy meletakkan pizza dimeja depan tv dan menuju kedapur untuk menuangkan jus kedalam gelas mereka dan rendy membawa nya keruang tv
"alya,,nih makanannya udah dateng, tadi kamu bilang laper". rendy memanggil alya.
alya keluar dari kamar nya dan duduk disamping rendy dan menikmati makan malam mereka sambil menemani rendy menonton bola.
jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, alya tertidur dipangkuan rendy yang masih asik dengan acara bola nya. rendy mematikan tv dan menggendong alya kekamar dan membaringkan nya di ranjang. rendy mengusap pipi alya yang merona.
dan rendy pun berbaring disebelah alya yang sudah tertidur lelap.
*alya sama sekali tidak pernah menghargai suaminya dan sama sekali tidak pernah menjaga perasaan suaminya
*alya bahkan kembangkan dan mengancam suami hanya karena mencemaskan pria lain
*alya bahkan memohon dan sujud dikaki suami hanya untuk pria lain
*alya tidak pernah berterima kasih pengorbanan suaminya
anggap lah suami ini konfkinya
tapi disayangkan penyelesaian konfliknya
*tidak perasaan bersalah alya pada suakinya
*tidak ada perasaan menyesal alya kerena menyakiti suaminya
*tidak ada permintaan maaf alya pada suaminya
*tidak ada ucapan Terima kasih alya pada suaminya
*tidak ada rasa bersyukur alya untuk suaminya
*tidak ucapan cinta alya membalas cinta suaminya
*tidak ada perjuangan alya untuk membahagiakan suaminya
alya adalah istri yang tidak pandai berterima kasi, tidak tau diuntung, tidak tau diri, bahkan tidak peka dan menjaga perasaan suami, kasian Daniel yang memiliki istri kayak alya
Alya kelebihan bodoh
Ga enak jadi anak perempuan ya gitu.Lelaki meh ga ada bekas nya lah klo cewe ibarat kaya ikan merah ( Kata Alm ema )