Renata, seorang istri yang sudah berumah tangga lima tahun lamanya bersama sang kekasih yang di pacarinya sedari dulu.
Dani, sang suami yang sangat mencintai Renata sekaligus sebagai orang yang manjadi mandat dari ayah mertua untuk selalu menjaga Renata di akhir hayatnya.
Namun sayangnya, sang Suami memiliki kelemahan yang sering membuat sang istri menangis karena kenormalannya sebagai seorang wanita muda yang bergairah.
Bermacam cara pun di tempuh Renata bersama sang suami agar bisa menyelesaikan masalah tersebut, namun sayang, hasilnya sama saja. Para ahli dalam bidangnya tidak bisa mengobati kelemahan yang di miliki Dani.
Lalu bagaimana Renata dan Dani menangani masalah ini ??
__________
Ditunggu kritik dan sarannya..
Tolong gunakan bahasa yang baik saat memberi kritik dan sarannya ya..
Makasih..
Selamat membaca 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idhan Kusmana The'a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Hah.Renata ngidam?? 😨
Hamil?? 😨😨
Kata siapa?? 🙃
Belum tentu kok!! 😉
🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣
Dani dan Denis sedang berunding.
Memikirkan menu makan malam apa yang enak untuk santap.
Karena Renata sedang ngambek,jadinya mereka memutuskan untuk memesan makanan dari Restoran D.I.D saja. Restoran yang menjadikan Menu ayam bakar sebagai menu terfavoritnya.
"Bagaimana?" tanya Denis pada Dani yang mendapat tugas untuk memesan sekaligus membayar 3 porsi ayam bakar yang tadi mereka pesan.
"Sudah, sana cepetan. Siapkan nasi dan juga susu putih hangat di piring" titah Dani terburu-buru.
"Susu di piring?" Tanya Denis heran dengan titah yang sepupunya itu ucapkan.
"Di gelas maksudnya.
Pake nanya lagi.
Cepetan gih sono" ralat Dani.
"Ia,tenang tenang.
Lagian masih ada waktu tiga puluh menitan lagi kok.
Kalau di siapkan dari sekarang,nanti keburu dingin" jawab Denis tak mau kalah.
🐣🐣🐣🐣🐣
"Turilit" suara notif dari hp Dani yang berada di meja.
"Hp mu bunyi Dan" teriak Denis yang sedang berada di samping Hp Dani.
"Buka saja" teriak Dani yang sedang berada di dapur melaksanakan tugasnya.
Denis pun meraih hp Dani, kemudian mengusap layar untuk membuka kunci hp tersebut.
Terlihat sebuah pesan masuk di apl WA.
"Mas,saya sudah berada di depan rumah mas" begitulah tulisan yang Denis baca di chat milik Dani.
"Dan.
Kurirnya udah sampai noh." ucap Denis pada Dani yang kini sedang berjalan ke arahnya.
"Ia.
Gih siapin nasi dan yang lainnya" ucap Dani sambil menuju kamarnya.
Mengambil uang untuk si kurir yang sedang setia menunggu kedatangannya untuk membukakan pintu.
Denis langsung bangun dari duduknya dan berlari ke dapur untuk menyiapkan piring, nasi, dan air minum tentunya.
Sementara Dani yang sedang menunggu kembalian dari si abang kurir, dia memberanikan diri untuk bertanya pada si kurir tersebut sesuatu yang menurutnya sangat penting.
"Dek,kamu tau gak apa itu Hunlor?" tanyanya sedikit malu.
Si adek kurir ini masih bocah,palingan baru berumur 19 tahunan, pikir Dani.
"Apa mas?
Hunlor? " adek kurir itu malam berbalik bertanya.
"Ia.
Apa kamu tau?"
"Tau Mas" jawabnya singkat sambil memberikan kembalian Dua puluh ribuan 1 lembar, 2 lembar Sepuluh ribuanan,dan 2 lembar gocengan.
"Sungguh ?" tanya Dani antusias sambil menerima uang kembaliannya.
"Jajanan yang biasa di jual di depan sekolahan.
Berbahan dasar Bihun dan telur kocok" jelas si anak tersebut.
"Ah ia.
Aku ingat sekarang." teriaknya kegirangan saat mengingat jajanan yang dulu pernah ia beli untuk mengganjal perutnya ketika lapar.
"Ini.
Ambilah" Dani menyodorkan uang lima belas ribu pada si kurir.
"Banyak banget mas?" si adek itu sempat menolak, karena menurutnya itu terlalu banyak. Biasanya dia sering menerima uang tips sekitar dua ribu sampai sepuluh ribu saja. Itu pun kalau ada sisa dari kembalian makanan yang di antarnya.
"Tidak.
Ambil saja, ini tips karena kamu sudah membantuku." ucap Dani sambil menyumpelkan uang recehan itu ke tangan si Adek kurir yang sebelumnya sudah menolak.
"Terimakasih banyak mas.
Saya pamit dulu"
"Ia sama-sama.
Hati-hati ya"
Dani pun berlari menuju dapur sambil berteriak pada Denis.
"Nis.
Aku inget sekarang apa itu hunlor"
"Apa emangnya" Denis menghentikan tangan kanannya yang sedang mengaduk susu dengan sendok kecil.
Dani pun menceritakan semuanya dengan detail pada Denis.
Dan mereka berencana akan memberikan kejutan pada Renata saat mereka pulang kerja.
APAKAH INI PENGALAMAN DARI AUTHOR SENDIRI. .. KRYA SPERTI GK MUNGKIN HNY SKEDAR CERITA HALU DOANK... PSTI PNGALAMAN PRIBADI..
semangat
mksh