NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Setelah menyelesaikan misi terakhirnya, Aurora Veyra, seorang agen pembunuh bayaran, tewas akibat kecelakaan konyol dan terbangun di dalam novel favoritnya. Sialnya, ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan Shen Yuxin, istri kejam yang gemar menyiksa suaminya, Lu Zhichen, Raja Mafia paling ditakuti di Beijing.

Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Aurora bertekad mengubah jalan cerita. Namun, bisakah ia meluluhkan hati suami yang telah terluka, menghindari takdir kematiannya, dan menulis ulang akhir kisah nya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat Cerdik Lu Zhichen

Malam yang dipenuhi bau mesiu dan darah akhirnya berakhir.

Ketua klan yang menjadi dalang penyerangan berhasil ditangkap dalam keadaan hidup. Kedua tangannya diborgol dengan rantai baja khusus, sementara tubuhnya dipenuhi luka akibat perlawanan yang sia-sia.

Pria itu dipaksa berlutut di tengah ruang bawah tanah markas besar milik keluarga Lu.

Lu Zhichen duduk bersila di hadapannya dengan segelas alkohol di tangan, menatap ketua klan tersebut dengan dingin tanpa sedikit pun menunjukkan rasa puas.

Tatapannya sedingin es.

Seolah nyawa seorang manusia sama sekali tidak memiliki arti di matanya.

"Tuan Lu, saya mohon lepaskan saya. Saya akan memberikan seluruh wilayah saya kepada Anda, asal Anda mau melepaskan saya," pintanya memohon.

Lu Zhichen tersenyum miring mendengar tawaran dari mulut ketua klan tersebut.

"Apa menurutmu nyawa istriku hanya seharga wilayah kumuh mu itu?" kata Lu Zhichen dengan tatapan yang teramat mengerikan.

Tatapan tajam itu seolah menguliti tubuhnya hidup-hidup. Tubuh kepala klan tersebut semakin gemetar karena ketakutan.Namun, itu belum juga membuat Lu Zhichen merasa puas.

"Istriku bahkan terluka parah karena ulahmu. Kau pikir nyawamu yang tak seberapa itu pantas sebanding dengannya?" kata Lu Zhichen dingin.

"Ha... ha..."

Tiba-tiba kepala klan tersebut tertawa terbahak-bahak. Lalu ia mendongakkan kepalanya dan memandang Lu Zhichen dengan penuh kebencian.

"Jika istrimu mengetahui seberapa kejam dirimu, kamu pikir dia akan tetap mau berada di sisimu? Tidak, Zhichen. Ha... ha... Tidak ada yang mau hidup dengan monster sepertimu. Dia pasti akan lari meninggalkan mu."

Rahang Lu Zhichen semakin menegang mendengar nada provokasi dari mulut sang kepala klan tersebut. Bahkan matanya kini mulai memerah. Raut wajahnya sedingin Kutub Utara.Tatapannya setajam pedang yang siap menghunus lawan nya.

"Sepertinya kamu sudah tidak memerlukan lidahmu lagi," kata Zhichen dingin.

Lu Zhichen beranjak dari kursinya.

"Han Mo. Urus lalat tak berguna ini. Ajak dia bermain-main dengan hewan-hewan kesayanganku. Pasti mereka akan sangat senang mendapatkan mainan baru."

Han Mo langsung mengerti dan mengangguk cepat. Senyuman miring tersungging di wajah tampannya. Dengan cepat ia menyeret tahanannya untuk diajak bermain. Permainan yang mungkin sekaligus akan mengikis mental kepala klan tersebut karena sudah berani berkata sembarangan.

Sebelum Lu Zhichen benar-benar pergi, ia sempat berhenti lalu memandang Han Mo dengan datar.

"Han Mo, urus lalat itu sampai selesai. Dan selama dua hari ke depan, kau tidak perlu kembali ke Kediaman Lu. Selesaikan sisa-sisa penyerangan tadi hingga benar-benar bersih," perintah Lu Zhichen.

Han Mo hanya mengangguk patuh tanpa tahu maksud terselubung Lu Zhichen.

Karena Lu Zhichen akan melancarkan rencana rahasianya. Dan dia tidak ingin Han Mo kembali menggagalkan rencananya.

Lu Zhichen tiba-tiba tersenyum tipis. Senyuman penuh kebahagiaan. Entah apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh ketua mafia berdarah dingin itu.

*

*

Langit sudah semakin gelap. Bintang dan bulan berkilauan di atas sana, memberikan kesan malam yang begitu indah. Kota Beijing seolah tidak pernah tidur. Terbukti, di tengah malam seperti ini kendaraan masih berlalu-lalang ke sana kemari.

Hanya gedung-gedung perkantoran dan kawasan perumahan yang terlihat sepi. Mobil Lu Zhichen memasuki kawasan Lu Group, perusahaan yang kini ia kelola sendiri sejak sang kakek meninggal dunia.

Begitu Lu Zhichen keluar dari mobil, seluruh petugas keamanan langsung berkumpul dan membungkukkan badan memberikan salam. "Selamat malam, Tuan Lu," sapa mereka serempak.

Lu Zhichen hanya mengangguk singkat. Lalu ia segera naik menuju lantai tempat ruang kerja pribadinya berada. Di dalam ruang kerjanya terdapat sebuah kamar pribadi yang sering digunakan untuk beristirahat.

Segala keperluan Lu Zhichen tersedia di sana. Mulai dari pakaian, kemeja, jas, sepatu, hingga jam tangan.

Zhichen segera memasuki kamar mandi di ruang pribadinya. Jas hitam yang dikenakannya dilempar begitu saja ke dalam kantong khusus limbah.Disusul dasi, kemeja, celana, hingga sarung tangan kulit yang masih menyisakan bercak darah. Sepasang sepatu kulit mahal beserta jam tangan edisi terbatas pun ikut dibuang. Tak ada satu pun yang dipertahankan.

Air hangat mengalir deras membasahi tubuhnya. Zhichen menggosok kedua tangannya berkali-kali menggunakan sabun antiseptik. Kemudian sabun mandi biasa. Lalu menyemprotkan parfum beraroma kayu cedar yang lembut. Ia bahkan kembali mencuci rambutnya sebanyak dua kali.

Setelah memastikan tak ada lagi aroma darah yang menempel pada tubuhnya, barulah ia mengenakan setelan tidur santai berwarna abu-abu gelap. Sepasang sandal rumah pun ikut dikenakannya.

Setelah semuanya selesai, Lu Zhichen kembali menuju mobilnya. Para petugas keamanan bahkan sampai mengucek mata berkali-kali. Mereka mengira Zhichen kembali ke kantor untuk bekerja kembali. Siapa yang menyangka bahwa pria berkuasa itu datang ke kantor di tengah malam hanya untuk sekadar menumpang mandi.

Lu Zhichen tidak memedulikan tatapan heran para karyawannya. Ia melangkah dengan hati gembira karena sedang memikirkan misi rahasianya. Bahkan sepanjang perjalanan menuju mansion, Lu Zhichen bersiul pelan dengan wajah penuh kebahagiaan.

*

*

Mansion keluarga Lu sudah terlihat sepi. Hanya tersisa beberapa petugas keamanan yang masih berjaga dan berpatroli di sekeliling mansion.

Lu Zhichen melangkah santai menuju kamar pribadinya. Namun, hanya sesaat. Pria itu kembali keluar dari kamarnya sambil membawa sebuah bantal di tangannya.

Tujuannya sudah pasti... Kamar Shen Yuxin, istri kecilnya.

Tok... Tok... Tok...

Di dalam kamar Shen Yuxin, wanita itu masih sangat asyik menonton drama. Matanya masih sembab karena baru saja selesai menangis akibat adegan sedih yang ditampilkan di layar televisi.

Dahinya mengernyit ketika mendengar ketukan di pintu kamarnya. Ia melirik jam di samping tempat tidur. Jarum jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari.

"Huh... siapa sih?" gerutunya.

Namun, Shen Yuxin tetap melangkah membuka pintu kamar sambil masih memegang sepiring buah. Mulutnya pun masih sibuk mengunyah potongan buah segar.

Begitu pintu terbuka, Shen Yuxin dikejutkan oleh kedatangan Lu Zhichen yang membawa sebuah bantal. Pria itu bahkan tanpa permisi langsung menerobos masuk ke dalam kamar istrinya.

"Eeehh..."

Shen Yuxin membelalakkan mata karena terkejut melihat tingkah suami dadakannya itu, Sementara Lu Zhichen sudah berdiri di tengah kamar Shen Yuxin.

Ia memindai seluruh isi kamar istrinya dengan saksama. Televisi masih menyala menampilkan drama yang sedang ditonton Shen Yuxin. Di atas sofa berserakan piring-piring kotor, remahan keripik, serta beberapa gelas soda kosong.

Bibir Lu Zhichen perlahan membentuk senyum tipis. Ternyata istrinya benar-benar sangat menikmati kehidupannya.

Tanpa berkata apa-apa, Lu Zhichen langsung naik ke atas ranjang Shen Yuxin dan merebahkan tubuhnya begitu saja tanpa meminta izin pada pemilik kamar.

Sedangkan Shen Yuxin hanya bisa melotot dengan mulut sedikit terbuka karena syok melihat tingkah ajaib suami dadakannya tersebut.

1
My_Lucia
wkwk modus banget si zhichen 😂
My_Lucia
WaOow 🫣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: masih aman kak😉
total 1 replies
My_Lucia
bener jawabannya.. ya, mau tidur lah 🤣
My_Lucia
demen nih .. kalau yang sangar" gini..
di novel aja ya, kalau di RL hus... hus... jauh" serem
My_Lucia: jangankan main tangan ya kak .. bentak aja udah melow ini hati 😭🤣
total 2 replies
My_Lucia
jiahh... dia malah ketawa.. tar dikuliti baru tau rasa
Muft Smoker
lin xioran hati2 km udh jdi target suami bucin yg cemburu ,, 😂😂😂😂😂
Muft Smoker: yx kak ,, tp emnk dasar aj pak su pencemburu beraaat ,,
total 2 replies
My_Lucia
🤣🤣 seriuskah maksudnya Han mo .. aku kira xiaoran🤭
My_Lucia
terlalu ambigu si Yuxin ini .. "Suamiku" bersama "Cinta sejatinya itu."
berarti emng dia ga ada perasaan apa" sama zhichen ya...
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪💪 dlm upnya
Muft Smoker
waaaah si pak su ,, awas loo pagi harii di amuk yuxin 😂😂😂
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baca ulang lagi kaka😉
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: udah kak
total 2 replies
Evi Marena
kok aq dah lupa ya....awal ceritanya apa🤔
merry
klo bukn demi klan zhi chen gk sudi merendahkan dri ddpn yuxin🤔🤔🤔🤔tp knp rela Dicambuk diem ajj uang emas y di kuras diam di bentak di maki klo cm mendapatkan klan 🤔🤔🤔🤔
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: ya karena Zhichen belum menemukan alasan sang kakek meminta nya tetap bertahan bersama Yuxin. dan nanti akan terjawab kok kak
total 1 replies
My_Lucia
kalau di kasih tau percaya ga ya dia 🤭🤣
My_Lucia
oh iya .. Gu yichen ini gmna kabarnya 😂 .. apa masih halu dia 😂
My_Lucia
Eehhemm ... 🤣🤭
My_Lucia
sett.. ada granat juga 😖
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: namanya juga mafia kak. musuhnya di mana mana
total 1 replies
My_Lucia
mafia bucin satu ini sweet bngt 🤭
Muft Smoker
sabar yx buu ,, suami ny lgi mode manja anak TK ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker
uuuuh ganteng ny anak org ,, bawa pulang boleh kak???
😁😁😁😁😁
Muft Smoker: sama2 kak ,, aq sbnrnya suka genre yg transmigrasi bgini kak ,, apa lgi model ny bar2 begini ,, suka pake banget ,, 😁😁😁
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!