NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Praktek Fathul Izhar.

Sore ini Agatha berniat ke asrama putri untuk bertemu temannya. Ia merasa rindu kepada teman-teman nya terutama kepada Mela sudah seminggu ia tidak ke kamar nya di asrama.

Saat sedang asik berjalan sambil bersenandung tiba-tiba ia merasakan pusing di kepala. Gadis itu berjongkok sambil memegangi kepalanya, sesekali ia memukul kepalanya pelan.

"Kenapa pala gue pusing lagi si, " gumamnya.

"Masa kurang darah atau darah tinggi? " tanya nya sendiri.

Saat sedang bertanya pada diri sendiri tiba tiba ada yang memegang bahunya.

"Agatha lagi ngapain lo? " tanya Mela saat hendak pergi ke asrama melihat sahabatnya yang sedang berjongkok.

Agatha melihat kearah sumber suara, "G-gua lagi nyari cacing. "

Mela menyipitkan matanya, "Cacing apa yang lo cari di lantai? "

"Cacing yang bisa makan lo. "

Tak! Mela menyentil dahi gadis itu saat gadis itu berdiri di hadapan nya.

"Gue mau ke asrama tapi tadi kaki gue kaya nginjek apa itu, " ujar Agatha sambil mengusap keningnya.

Mela mengangguk kan kepalanya, Dan menggandeng lengan Agatha sambil berjalan menuju asrama. Tiba-tiba Mela di buat heran dengan cara jalan sahabatnya itu.

"Lo abis anu ya ta? " tanya Mela sekenanya.

Agatha menghentikan langkahnya dan di ikuti oleh Mela.

Plak! Agatha menampar lengan gadis itu. "Eh Jubaedah, maksud anu lo apa? " tanya Agatha.

"Anu itu lo ta, lo abis bikin kecebong kan? "

Agatha membulatkan matanya, "Eh Jubaedah mana ada ngga ya, gue belum sampai tahap situ. "

"Terus kenapa lo jalan begitu? "

"Pala gue pusing Mel, udah dua kali ngerasa pusing gini. "

Mela merangkul pundak Agatha, "Udah minum obat belom lo? "

Agatha menjawabnya dengan menggelengkan kepala, mereka berdua berjalan kembali menuju asrama.

 •••••√√√•••

Agatha dan Mela masuk kedalam kamar asrama mereka setelah mengucapkan salam Mela, kedua gadis itu ikut duduk bersama kedua temannya.

"Kalian dari mana kok bisa bareng? " tanya Putri.

"Oh, tadi pas mau balik ga sengaja ketemu nih bocah lagi nyari cacing. "

"Cacing? " tanya Putri.

"Jangan dengerin manusia itu Put, ngaur kalo ngomong. "

Sedetik berikut nya ia mengalihkan pandangannya kepada Adel, yang hanya diam.

"Kenapa lo diam? " tanya Agatha.

"Eh. ga apa-apa Ning, " balas Adel dengan panggilan baru. Hal itu membuat Agatha paham, pasti Putri sudah memberitahu temannya itu.

"Panggil gue Agatha kaya biasa aja, Del. Jangan pake embel-embel Ning. "

"Tapi__"

"Udahlah Del, panggil gue nama aja kaya biasa. kalian bisa panggil gue Ning kalau gue udah jadi orang benar oke. " Agatha memotong ucapan Adel.

"Jujur aku kaget pas dengar kalau kamu udah jadi istrinya Gus Zayn, " kata Adel. "Aku pikir yang akan jadi istrinya Gus Zayn tuh Ustadzah Halimah, sesuai berita yang beredar. "

Putri yang sedang baca buku, otomatis menoleh kearah Adel saat mendengar perkataan gadis itu, dan menatapnya tajam.

"Padahal udah gue pesan jangan sampai Agatha tau apa lagi bahas prihal itu, " Batin Putri. Mela pun menghela nafas mendengar nya.

"Gimana-gimana ? " balas Agatha tak mengerti.

Adel terdiam saat teringat ucapan Putri dan Mela, "Jangan bilang Agatha kalau ustadzah Halimah dan Gus Zayn dekat, kalau lo gak mau pesantren ini roboh. "

"I-itu ta. " Adel menggaruk keningnya yang tak gatal, gadis itu mencoba mencari alasan, sedangkan Putri dan Mela menepuk jidatnya bersamaan.

Mela ini sebenarnya sudah tahu kalau Ustadzah Halimah menyukai Gus Zayn dan beberapa kali ia mencoba mendekati beliau. Karna Mela sering melihat nya saat ia mencoba mendekati Ustadz Farhan saat di kantor maupun di tempat lain. Awalnya Mela hanya mendengar dari temannya dan beberapa santriwati lain pas melihat langsung Ustadzah Halimah sendiri yang mendekat, tapi ia yakin kalau Ustadzah sendiri yang mempunyai perasaan suka terhadap Gus Zayn tapi tidak dengan Gus Zayn.

"Jujur aja Del, emang ada apa sama suami gue dengan Ustadzah Halimah? " Agatha menuntut penjelasan.

"Jadi gini ta, akhir-akhir ini ada beberapa santri pernah lihat kedekatan mereka berdua. terus ada juga yang pernah bilang kalau Gus Zayn pernah menyukai Ustadzah Halimah. terus kita dengar dari santri lain saat hendak mau Madin." jawab Adel yang pada akhirnya memilih jujur.

"Kalian yakin ngga kalau Ustadzah Halimah sama suami gue dekat? " tanya Agatha, ada sepercik api cemburu mulai terlihat.

"Nah itu ta. Maya lihat dengan mata kepala sendiri karna dia saat abis dari masjid menuju Madin, dia lihat Gus Zayn bersama Ustadzah Halimah lagi berbicara sesuatu. " timbal Putri membantu Adel menjelaskan. "Benar atau tidak itu kita ngga tau pasti. "

Suara Mela terdengar menimpali, "udah gak usah lo pikirin, gue yakin ini cuma salah paham doang kok. "

Agatha melihat Mela yang terlihat santai sambil memakan cemilan, "Gue percaya sama suami gue. "

"Ya emang harus begitu kan? " kata Mela sambil mengunyah, dan menghabiskan sebungkus makanan.

"Ya, tapi tetap aja gue kesal kenapa Gus Zayn gak pernah cerita sama gue? "

"Udah diam, kita bertiga punya hadiah buat lo ta. " ujar Mela lalu berdiri dan mengambil paper bag berwarna pink.

Setelah itu ya memberikan nya kepada Agatha, gadis itu tampak bingung ini bukan hari ulang tahun nya, hari ulang tahunnya sudah terlewat jauh.

"Kalo penasaran buka aja kali, " timpal Putri lalu merebut makanan yang Mela pegang.

Agatha membukanya, saat melihat apa isinya ia terkejut dengan apa yang ia lihat.

"Buset dah apa kaga masuk angin ini gue pakai ginian? " Agatha menggelengkan kepalanya pelan begitu pikiran liar merasukinya saat melihat pakaian itu, "ini fix bakal masuk angin, masuk angin sembilan bulan, " balas Putri.

Lingerie berwarna merah mengala dengan tali spaghetti yang begitu tipis, "Lo serius ngasih ini ke gue? " tanya Agatha yang mendapatkan anggukan kepala dari ketiganya.

"Kalian kapan beli nya kok gue gak tahu? "

"Belum lama, gue sama Putri yang keluar itu pun dapat izin dari Ummi, " jelas Mela.

Agatha menganggukan kepala, "jangan sampai Gus Zayn nikah lagi karna lo belum kasih haknya, " ujar Mela.

Mata Agatha mulai memanas saat mendengar perkataan sahabatnya itu, ia memang sampai detik ini belum memberikan hak nya sebagai seorang istri kepada suaminya.

"Kok lo ngomong nya begitu? "

Mela mengangkat bahunya acuh, "ya, bukan nya apa ta. Beliau juga manusia biasa, ya kan Put, Del? " balas Mela meminta persetujuan dari kedua temannya itu.

Tanpa Agatha sadari sebelum ia kembali ke asrama mereka bertiga sudah membuat rencana ini. Tentu mereka bertiga menginginkan Gus atau Ning kecil yang mengemaskan.

"Paham kan maksud gue? " ujar Mela setelah menjelaskan sesuatu kepada Agatha.

"Tapi gue malu, " cicit Agatha.

"Ya berarti lo harus siap berbagi suami, " Putri ikut mengompori.

"Gak ada cara lain gitu? " tanya Agatha, merasa ragu sama ide ketiga temannya itu.

"Engga ada ta. Kamu coba saja dulu, di jamin Gus Zayn akan makin jatuh cinta sama kamu, "

Setelah memikirkan nya Agatha memutuskan nya, "Oke nanti gue coba. "

Ketiga temannya tersenyum saat mendengar jawaban Agatha.

  ••••••√√√•••

Di malam harinya, Agatha kembali kerumahnya untuk menemui Zayn dan mengikuti saran ketiga temannya.

Saat masuk ke ndalam tak lupa ia mengucapkan saat melihat Ummi dan menghampiri Ummi yang tengah duduk yang di temani secangkir teh di ruang depan, ia tak lupa juga menyalimi Ummi dengan takzim.

"Cari Zayn Nduk? " tanya Ummi.

"Hehe iya Umm, Mas Zayn belum pulang ya? " tangannya sambil tersenyum malu.

"Kayanya masih rapat dewan asatidz, mungkin sebentar lagi, mau nunggu? "

"Iya Umm, Agatha tunggunya di rumah Mas Zayn boleh? "

"Tentu sayang, itu kan juga rumah kamu, kapanpun kamu mau di sana itu bebas sayang," jeda tiga detik. "Kamu tunggu saja di rumah nanti kalau Zayn sudah balik Ummi kasih tahu kamu sudah nunggu. "

Setelah mendapat izin dari sang ibu mertua ia setelah mengatakan terimakasih dan mengucapkan salam lalu pamit.

  •••••√√√•••

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, seperti rencana sebelumnya, gadis itu sudah menyiapkan semuanya di dalam kamar mandi.

Debaran jantung mulai menggila. Bayangan malam pertama membuatnya bergidik ngeri, apalagi semua orang bilang setelah melakukan itu rasanya sakit tak bisa dijelaskan dengan rangkaian kata-kata.

"Kok gue deg-degan, ya?" sesaat Agatha memegang dadanya, beribu perasaan kini bercampur menjadi satu.

Agatha melihat pantulan dirinya di cermin, merasakan aneh melihat dirinya sendiri, saat ini yang dimana pakaian yang ia sangka akan masuk angin terpasang sempurna membalut tubuhnya yang berisi.

"Gue ngerasa kaya bukan gue, gila! sexy banget. Apa ga klepek-klepek dia nanti? " lagi dan lagi hal liar merasuki pikiran bawah sadarnya, gadis itu menggeleng pelan. mengusir hal-hal kotor yang ada di pikiran nya.

Penampilan Agatha malam ini sangat sempurna. Ditambah rambut yang ia gerai begitu saja, serta makeup tipis yang sengaja ia pakai untuk menambah kesan maksimal.

"Semuanya udah oke dari ujung kepala sampai ujung kaki gue udah wangi. Tapi gue ragu buat keluar, kira-kira Mas Zayn udah pulang belum,ya? Atau gak jadi aja ya? "

Agatha mondar-mandir di dalam kamar mandi, merasa bimbang dengan apa yang ia lakukan, ia mencoba meraih handle pintu untuk memastikan sang suami ada di sana atau tidak. Ia mengintip dari celah pintu kamar mandi.

"Sepi, itu intinya belum masuk. Apa gue pura-pura tidur ga terus badan gua ditutup selimut, kalau dia sadar itu berarti udah waktunya malam ini kalau tidak ya berarti gue aman. "

Agatha membuka pintu dan melangkah lebar menuju tempat tidur, sayangnya. Pintu kamar terbuka dari luar membuat gadis itu mematung seketika.

Sama dengan Agatha, Zayn terdiam di tempat dan terus memandangi penampilan sang istri yang sangat berbeda dari biasanya. Segera, ia menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat sebelum akhirnya berjalan mendekat pada gadis itu yang justru malah memejamkan matanya malu.

"Ada apa ini, hm? " Zayn merengkuh pinggang sang istri dan mengusap nya perlahan, "kenapa pakai pakaian terbuka? "

Agatha berdehem sejenak, menormalkan irama detak jantungnya yang tak karuan, "A-aku, hm aku mau praktek Fathul Izhar? " balas Agatha bingung dan di akhiri kekehan di ujung kalimat.

Bukannya menjawab sang istri Zayn justru memeluk sang istri dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher gadis itu, "cuaca diluar lagi dingin sayang, gak mungkin kamu kepanasan kan? apa lagi AC di kamar nyala, " bisik Zayn yang suaranya terdengar berat. "Dari kapan udah suci? "

Agatha merasa geli saat merasakan hembusan nafas Zayn yang menyapu lehernya.

"Mas jangan kaya gini, geli ih. " Agatha melepaskan pelukan tersebut.

Zayn memperhatikan tubuh sang istri dari atas hingga bawah tanpa satu yang terlewat sedikitpun, sedangkan, Agatha yang melihat itu menangkup kedua tangannya di depan dada.

"Kenapa di tutup, hm? "

"Aku malu, " cicit Agatha.

Zayn kembali meraih kedua tangan gadis itu yang bersarang di sana, "Kenapa harus malu? kamu indah sayang. "

Cup! Zayn menghujani ciuman di wajah sang istri dengan lembut hingga berakhir di bibir ranum tersebut.

"Sekarang udah boleh? " tanya Zayn nafas nya semakin berat, pun dengan jakunnya yang terlihat naik turun.

Sebuah lengkungan senyum terbit di kedua sudut bibir Agatha, menyambut permintaan sang suami dengan manis. "Lakukanlah."

Mendengar ajakannya di sambut dengan baik, Zayn dengan segera mengangkat tubuh sang istri ala Bridal style dan membaringkannya di atas tempat tidur. Beruntung ia masih memiliki wudhu.

"Udah tau doa nya belum? " tanya Zayn.

"Doa? ada doa nya Mas? "

Cup! Zayn mengecup kening gadis itu, "Ada sayang, sekarang ikuti doa Mas, ya. " Zayn membimbing sang istri untuk mengikuti setiap lafadz yang ia ucapkan.

"Bismillahi, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa. "

("Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkan lah kami dari gangguan setan, dan jauhkanlah setan dari rezeki (anak/keturunan) yang akan engkau anugerahkan pada kami.")

Ada takut, ada debar dan ada pula canggung. Akan tetapi gadis itu merasa nyaman saat Zayn memulainya dengan begitu lembut, kini malam yang indah bertabur bintang menjadi saksi atas cinta mereka, Zayn berhasil menjadikan Agatha miliknya seutuhnya dengan cara yang indah.

"Makasih karna udah menjadi milik Mas seutuhnya, " Zayn meninggalkan kecupan di kening sang istri cukup lama, " Ana uhibbuki fillah, Zawjati. "

Kini mereka sudah menjadi sepasang suami istri seutuhnya. Setelah selesai, Zayn tak lupa juga membimbing Agatha untuk membaca doa setelah melakukan hubungan intim. Kedua nya sudah mandi wajib dan bersiap untuk tidur, Agatha tidur sambil membelakangi Zayn karna terasa malu. Bahkan gadis itu sampai menutup mukanya dengan selimut. Zayn yang melihat tingkah istrinya terkekeh lucu, ia memeluk Agatha dari belakang. "Selamat istirahat, Humairahnya Zayn. " keduanya pun tertidur.

Maaf ya guys up nya lama, otak nya juga lama di ajak kompromi.

Makasih yang sudah mampir dan membaca.

See you Next chapter.

Bye bye muahhhhhh

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!