NovelToon NovelToon
Mencintai Badai

Mencintai Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anissah

Menyandang status janda di usia muda, bukan hanya sekali, tapi tiga kali. Membuatku membangun benteng pertahanan yang angker.

Bagiku, laki-laki hanyalah makhluk lemah yang datang untuk memanfaatkan atau meninggalkanku. Keangkuhan itu menjadi perisai utamaku.

Sampai hari itu, ketika ego tinggiku berhadapan dengan mas Barraq, seorang pemuda keturunan berada yang dengan berani mengutarakan ketulusannya padaku.

Dengan lidahku yang tajam, kulontarkan kalimat-kalimat penuh racun yang meremukkan harga dirinya. Aku menghakiminya seolah dia tidak punya hak untuk mencintai wanita berpengalaman sepertiku.

Dadaku sesak oleh rasa bersalah yang teramat sangat. Di tangan pemuda yang dulu kuanggap remeh inilah, titik balik hidupku terpampang nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 19. Ingin tahu lebih 2

“Terus gimana lagi cerita selanjutnya?" Aku penasaran saat situasi seperti itu.

“Kata pamannya dia, coba datanya dicek lagi nak. Ngomong kek gitu ke Mas tuh. Rumah ayah Wiya tuh digrebek, udah kek lagi ada akad nikah. Rame betul manusia berjenis kela*** laki-laki. Mas tertekan di situ, cek berulang kali masih sama hasilnya. Sampai akhirnya sadar setelah air putih habis sebotol, bahwa Mas salah masukin rumus di satu kolom. Masukinnya dobel di kolom yang berbeda, sepele memang tapi bikin keluarga besar kumpul. Terus akhirnya bakar-bakaran ubi, singkong, buat kambing guling, melekan kita sampai pagi. Happy ending memang, tapi traumanya nggak habis sampai sekarang," katanya dengan terkekeh kecil dan barulah menoleh ke arahku.

Aku tengah bergelut dengan pemikiranku sendiri. Maksudnya, mereka semua itu bekerja di perusahaan satu itu? Atau bagaimana? Karena mereka semua seolah mengetahui datanya dan siapa yang menyusun laporan tersebut.

"Jadi itu usaha bersama ya, Mas?” Aku memperhatikan sekitar dan mengecek ponselku sesekali.

"Usaha apapun yang mereka punya, yang usahanya dimasukkan ke Putra Tunggal Berintan, pendapatannya akan dibayarkan setiap enam bulan sekali. Jadi mereka yang usahanya goyah pun, bisa kebantu dengan usaha saudara lain. Tapi data hasil usahanya tetap rinciannya per satu usaha, ya memang ada data menyeluruhnya juga. Intinya kek begitu garis besarnya. Makanya kenapa segala sesuatunya dihitung, karena kalau kita nggak bisa ngatur uang yang masuk enam bulan sekali itu ya kita bakal punya hutang nantinya. Tapi ada beberapa perusahaan inti yang memang punya keluarga besar, tidak dibagi waris dan pemilik sudah wafat lama. Jadi hasil dari perusahaan itu digunakan untuk memperluas usaha inti, membuka usaha baru, memperbanyak cabang dan boleh diminta anggota keluarga yang membutuhkan. Tapi kembali lagi, ada hitungannya. Kalau memang digunakan untuk membuka usaha baru, nantinya akan bagi hasil. Misalnya dari uang perusahaan inti ini full cover dananya, berarti presentasinya nanti lebih besar uang yang masuk ke perusahaan inti ketimbang si owner. Gampangnya, tujuh puluh dan tiga puluh persen. Perusahaan inti dapat untung tujuh puluh persen karena modalnya dari sini semua, si owner dapat untung tiga puluh persen dari hasil usaha tersebut.”

Aku geleng-geleng kepala, gila saja keluarga ini. Bagaimana tidak cina coba? Eh, kaya maksudnya. Orang perusahaan yang pemiliknya sudah wafat saja dananya masih dipertahankan dan diolah.

"Ada nggak salah satu keluarga yang nakal, dalam artian meminjam uang hasil perusahaan inti tapi uangnya tidak dikembalikan?" Kan tidak mungkin seluruh anggota keluarga orangnya baik semua, kan hati orang siapa yang tahu.

“Dikiranya pinjam uang perusahaan itu gampang?” Ia terkekeh kecil. "Ada lawyer, harus ada tanda tangan orang yang dituakan, saksi beberapa saudara dan itu di atas materai. Satu lagi, biasanya ayah dari orang tersebut dijadikan penanggung jawab bilamana orang tersebut tidak mampu membayar uang tersebut sesuai kesepakatan. Tidak ada bunga di sini, tapi sistemnya bagi hasil nantinya misal dipakai untuk membangun usaha. Ayah Wiya pernah cerita, beliau hutang ke omnya, beliau nggak bisa bayar. Nah, ayahnya beliau yang melunasi. Terus misalnya mau bayar hutang ke perusahaan inti, sistemnya nanti membeli saham. Biar hutangnya lunas dan full uang hasil usaha tersebut nantinya akan masuk ke owner semua, tidak dibagi hasil lagi.”

Informasi begini-begini itu ilmu untuk diriku kelak. Usaha kolam lele dan ayam petelor ecek-ecekku pun pasti kelak bisa sukses nantinya, lalu aku membuat struktur yang seperti itu.

"Kalian terlalu gila uang nggak sih? Sampai-sampai uang perusahaan yang pemiliknya udah wafat masih dikelola aja. Kalau misalnya dibagi waris kan keknya nggak bakal seribet itu,” celetukku enteng.

Misal orang tuaku wafat dan bagi waris, amit-amit ini sih. Warisannya siapa yang akan dapat? Aku semua pastinya. Karena semua yang ada di sana sudah menjadi hak milikku. Aku hanya mengakui, mereka bebas menempati dan menikmati. Termasuk kakakku juga. Karena hanya mereka yang bisa aku andalkan dalam perjalanan usahaku.

Jika dibilang, enak aku hanya menerima hasil. Ohh, tentu tidak. Aku tidak mengerti bagi hasil, yang jelas hasil usahaku itu setengahan. Setengah dikirimkan ke aku, setengah lagi untuk kakakku dan orang tuaku.

“Karena kalau dibagi waris nantinya akan terjadi perpecahan. Kalau begini kan mau tidak mau harus mengikuti peraturan perusahaan. Mentang-mentang kami keturunannya, jadi kami bisa seenaknya? Jelas, tidak akan terjadi. Perusahaan sebesar itu punya badan hukum yang kuat. Jika ditanya adakah ahli waris dalam surat kuasa atau semacamnya? Tentu ada dan kami tau tanpa melihat surat tersebut. Karena biasanya keturunan sesepuh kami langsung, generasi tertua untuk saat ini, ya merekalah ahli waris yang sebenarnya bisa mengutak-atik asalkan mau repot ikuti prosedur hukum. Kalau ditanya adakah yang nakal sekali sampai nekat terjun minta bantuan hukum untuk mengambil haknya? Pernah ada dan tidak bisa menembus, karena butuh tanda tangan saudara kandungnya. Pasti akhirnya permasalahan kelar di musyawarah sebelum tanda tangan persetujuan. Solusi pun didapat dari musyawarah tersebut.”

Ohh, inilah jawaban yang aku cari. Ya kan bener? ternyata ada loh saudara yang nakal sekali seperti itu. Di kampungku pernah terjadi kasus adik membu*** kakaknya lantaran sebuah empang. Nah itulah penyebabnya, ingin dibagi waris tapi si kakak menolak dengan alasan ibunya masih hidup. Alhasil satunya meninggal, satunya masuk penjara dan ibunya dikirim ke panti jompo.

"Ada nggak sih saudara yang kondisinya miskin banget, Mas?” Pertanyaanku ke sana ke mari, jelas sekali orang ‘kepo’.

"Ya ayah Wiya lah tuh, di mata keluarga besar ya dia miskin sekali. Orang miskin bisa punya mobil pajero, miskin macam apa itu?” ujarnya dengan tertawa renyah.

Lah, jika ayah Wiya disebut paling miskin. Bagaimana yang paling kaya?

"Saudara yang paling kaya siapa dong? Terus kayanya seperti apa?” Aku sambil mengecek email dari Fina.

"Saudara yang saat ini paling kaya itu sepupu dekatnya ayah, dia itu anak dari kakaknya ibunya ayah. Kakaknya ibunya ayah itu dokter spesialis, beliau pemilik pabrik kopi, punya rumah sakit, punya resto yang menunya khusus menjual ikan-ikanan, punya rumah jahit juga. Apa ya namanya? Semacam Ivan Gunawan gitu loh buat baju glamor pesanan artis. Beliau juga punya ladang, dari suaminya sih. Tapi nasib suaminya tragis dan beliau menjanda sampai wafatnya. Untungnya udah punya satu keturunan, nah itulah dia yang akhirnya megang seluruhnya. Memang usahanya kalau disebutin sih sedikit, tapi keuntungannya ngalahin hasil ladang dan tambang. Ditambah lagi anaknya sepupunya ayah itu sekarang punya tambang emas di Sumbawa. Berarti dia ini sepupuan sama Mas, tapi dia paling sukses di antara seumuran Mas. Hebatnya lagi, dia ini perempuan loh.” Mas Barraq berdecak kagum dan menggeleng kepalanya seolah tidak percaya.

"Kenapa dia dari ibunya bisa paling kaya dan condong dari semua keluarga?” tanyaku makin penasaran.

1
Fitri Ristina
rer the best pokoknya...ga pernah bosan dengan cerita keluarga mamah dinda
Batriani
tak sanggup ku berkata kata ingin mencela takut kualat pula aku ... jaga diri aja kau ya de' . dr awal udah kata urus cerai kau..... ya sudah lah ikutin aja kisah kau ama siberraq itu......
Rini qi: jgn anggap remeh dea...
total 1 replies
Christine
hahahaha itu jagung Afika dea....
Christine
astaga....rasanya gmna itu goyang sambil tlpn ora konsen ak mas
Miss F
urs de ceraimu
barrack jgn blg kamu badboy,,kyk mantan pcrnya adiknya canda,,ceria skalane😠😠
Miss F
jgn SMP de kamu cm dicicipi barrack tok tp g dtanggung jwbi...
Batriani
pak suami mana pak suami.... permainan apa ini, geli2 basah.....🤭
Miss F
KLO BNR garis 2 nangis loe de dipojokan🤣🤣🤣
Christine: 🤭🤭🤭🤭👍👍👍
total 3 replies
Christine
aku kok ikut menegang de
Christine
jangan.....ihhh ak mlh berdoa jgn ada yg dtng takut ihh tetiba digrebek ...
Rini qi
🫣
Fitri Ristina
suami mana suami...
Miss F
abis baca sidea koq JD cenat cenut🤣🤣🤣
Christine: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kesetrum say
total 1 replies
Miss F
de,,kamu dminta baik2 dksh status gakk mau malah milih yg haram😞
Christine
hahahaha serang balik de dibilangin kelamaan klu nungguin dia
Miss F
yg minum mas barrack ehhh authornya yg kena pngaruh alkohol jg JD mabok🤣🤣
Miss F
tak ingat kau de pesan ayah wiya n ayah bara😞
Batriani
wah...😟. jebol pertahanan nya...
Christine
wahhh besar uhhh aku kok ikut nahan de..ya ampun de bagi2 atuh de
Christine
hahahahaha....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!