NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Alistair Tidak Marah Padaku

Keheningan di kantor kepala sekolah terasa begitu mencekam setelah Alistair melontarkan pertanyaan dinginnya. Eleanor melirik tangan Alistair yang masih bertengger di bahunya. Tekanan jari-jari kakaknya itu tidak keras, namun terasa protektif.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Apa mungkin Alistair hanya sedang berakting? Ya, itu pasti. Dia hanya ingin menjaga citra keluarga Sinclair di depan publik. Dia tidak mungkin membiarkan orang luar menginjak-injak anggota keluarganya, meski dia sendiri membenciku. Mungkin aku baru akan dimarahi habis-habisan saat kami sudah sampai di rumah nanti," pikir Eleanor.

Alistair sedikit membungkuk, mendekatkan wajahnya ke arah Eleanor tanpa melepaskan pandangan tajamnya dari orang-orang di depan mereka. "Eleanor, jelaskan padaku dengan jujur. Apa yang terjadi dari awal?" tanyanya dengan nada suara yang sedikit lebih lembut, namun tetap tegas.

Eleanor menarik napas panjang. Ia mulai bercerita dengan nada suara yang sengaja dibuat sedikit pelan, seolah-olah ia masih trauma dengan kejadian tersebut. Ia menceritakan bagaimana Jason dan empat temannya mencegatnya saat ia baru saja keluar dari bilik toilet, bagaimana mereka mendorongnya kembali ke dalam dengan kasar, dan bagaimana pintu dikunci dari luar oleh kelompok itu.

Namun, Eleanor dengan cerdik tidak menjelaskan secara detail bagaimana ia melayangkan tendangan rahang yang mematahkan gigi atau bagaimana ia membanting tangan mereka hingga dislokasi.

"Aku... aku sangat ketakutan saat itu, Kak. Mereka ada lima orang dan aku hanya sendirian di ruangan tertutup. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, jadi aku hanya berusaha membela diri sebisaku. Aku tidak menyangka kekuatanku akan menjadi tidak terkendali karena rasa panik yang luar biasa. Tapi tidak semuanya perbuatanku. Saat aku berusaha menghindar beberapa kali, pukulan mereka meleset malah kena teman mereka sendiri," ucap Eleanor sambil menunduk.

"Apa aku cukup meyakinkan? Hm... Memang ada beberapa kali mereka salah tinju dan tendang karena aku menghindar tapi efeknya tidak terlalu parah jadi ya aku perparah saja luka mereka sekalian. Lagipula mereka kan sudah sering merundungku selama ini, wajar saja kan aku membalas dendam lama dna dendam baru sekaligus. Kapan lagi aku punya kesempatan seperti ini?! Asal mereka minta maaf dengan sungguh-sungguh, hal ini akan jadi terakhir kalinya. Tapi kalau tidak.... Yang selanjutnya akan aku buat mereka tidak punya kemampuan bereproduksi. Hahahha", pikir Eleanor di dalam hati meskipun di luar, wajahnya menampakkan wajah takut dan cemas.

"Bohong! Itu tidak mungkin!" teriak ibu Jason. "Lihat kondisi anak-anak kami! Mereka terluka parah, sementara anak ini tidak lecet sedikit pun! Mana ada hanya karena ketakutan bisa menghajar lima atlet sekolah sampai pingsan?!"

Eleanor mendongak, menatap para orang tua itu dengan tatapan datar. "Jika kalian tidak percaya padaku, tanya saja pada kepala sekolah. Beliau sudah mengamankan rekaman CCTV di koridor depan toilet. Di sana tampak jelas siapa yang mulai duluan, siapa yang mendorong dan mengunci pintu toilet supaya aku tidak bisa kabur dan mencari pertolongan. Selain itu, ingat! Anak kalian masuk sembarangan ke toilet wanita! Tidak cuma pengecut dan lemah, mereka juga mesum dan kurang ajar"

Kepala sekolah akhirnya memutar rekaman video dari komputer di mejanya dan memutar layar monitor agar bisa dilihat oleh semua orang. Di sana, terekam dengan jelas. Jason mendorong Eleanor masuk ke toilet wanita, sementara teman-temannya mengusir siswi lain dengan kasar lalu semuanya masuk ke toilet dna mengunci pintunya dari dalam.

Memang, apa yang terjadi di dalam toilet tidak terekam karena tidak mungkin dipasang CCTV di bgaian dalam toilet, hal itu melanggar privasi. Namun bukti awal bahwa Eleanor adalah pihak yang dikepung dan diganggu lebih dulu sudah lebih dari cukup untuk membungkam argumen bahwa Eleanor yang melakukan penyerangan seperti yang dilayangkan para orang tua. Eleanor jelas hanya membela diri dari perundungan para siswa itu.

Wajah para orang tua itu seketika memucat. Fakta bahwa anak-anak mereka menyerang seorang gadis di dalam toilet wanita jelas adalah pelanggaran berat yang bisa berujung pada jalur hukum pidana, bukan sekadar urusan sekolah lagi.

1
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!