NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Song Qing Bao menelan ludah pedih dengan susah payah. Ia menatap nanar sang adik, dadanya sesak seperti di remas tangan-tangan iblis tak kasat mata.

"Ah, biar aku rapikan untukmu. Setidaknya buat ruangan ini terlihat seperti baru."

Dengan cekatan, Qing Bao mengeluarkan perlengkapan sehari-hari dari mahar sang adik, lalu menyimpannya dengan rapi.

Meja wastafel, ember baru, semua barang yang dibuat Zhao Chang Dong untuk Zhao Jiao selama bertahun-tahun semuanya ikut dibawa.

Qing Bao mengganti selimut lama dengan set seprai merah baru.

Ruangan itu akhirnya terlihat jauh lebih baik, terselip sedikit kemeriahan.

"Jika aku tahu keluarga Xiao akan bertindak seperti ini, aku tidak akan pernah membiarkanmu menikah dengan Jian." gerutu Song Qing Bao merapikan selimut.

"Awalnya kupikir keluarga Xiao cukup murah hati dengan hadiah pertunangan, dan mungkin saja rumor itu salah. Tapi aku tidak menyangka ibu mertuaku bahkan lebih kejam dari pada yang digosipkan."

Melihat sikap adiknya yang seperti tidak terganggu dengan kekejaman ini, Song Qing Bao menjadi semakin cemas.

"Adik, jika kau mengalami kesulitan di masa depan, jangan ragu untuk melawan. Buatlah keributan, aku akan datang membelamu."

"Kakak, kenapa kau mengajariku begitu..? bukankah aku akan menjadi wanita cerewet nantinya..?" kelakar Song Aran sembari terkikik geli.

"Menjadi wanita cerewet lebih baik dari pada ditindas." balas Qing Bao tak kalah tengil.

"Jika nyonya Xiao menindasmu dan suamimu diam saja, datang kepada kakakmu untuk meminta bantuan. Kita akan memberi mereka pelajaran bersama. Tapi jika kau sudah tidak sanggup bertahan, kau bisa bercerai lalu pulang kerumah."

Song Qing Bao merasa menyesal menjadi anak lelaki tertua dan satu-satunya, karena dia harus bertanggung jawab atas keluarga Song. Jika tidak, ia lebih memilih membesarkan adiknya seumur hidup dari pada membiarkannya menderita.

"Ehem..!"

Terdengar batuk dari ambang pintu.

Song Qing Bao langsung mengunci bibirnya rapat-rapat.

"Menjadi cerewet memang lebih baik dari pada di tindas. Jangan memikirkan reputasi, karena semua itu kadang tidak ada gunanya." kata Xiao Jian tegas.

Song Qing Bao menggaruk kepalanya canggung.

Sementara Aran melipat bibirnya guna menanahan tawa.

"Aku akan pergi menghadiri pesta jamuan, sampai jumpa nanti."

Song Aran akhirnya tergelak, melihat kakaknya keluar dengan langkah kikuk tergesa. Ia lalu menatap suaminya.

"Kenapa kau sudah kembali..? pesta pernikahan baru saja dimulai, tapi pengantin pria malah kabur. Itu tidak sopan."

Xiao Jian tak menjawab. Sebaliknya, dia menatap ruangan yang baru direnovasi itu, matanya mendadak memanas perih.

Tak heran jika saudara iparnya mengeluh, istrinya memang telah diperlakukan tidak adil.

Meski pikirannya berkecamuk, batinnya bergolak menjerit. Xiao Jian tidak sanggup mengatakan apa pun. Ia hanya menyerahkan sebungkus kue kering, lalu berkata dengan lembut.

"Kau belum makan apa pun sejak bangun pagi ini. Kau pasti lapar, jadi aku membawakanmu beberapa kue untuk mengganjal perut."

Song Aran tersenyum ranum, menerima kue kering yang berasal dari toko makanan di kota dan harganya tidak murah.

"Terima kasih..!"

Song Aran memang sangat lapar. Tanpa ragu, ia membuka bungkus kue kering lalu menelan sepotong.

Aran mendongak, melihat sang suami yang masih memperhatikannya.

Xiao Jian melangkah maju, meraih tangan sang istri "maaf karena kau harus mengalami ini. Aku pergi dulu untuk menjamu beberapa tamu."

Song Aran mengangguk.

Setelah melihat Xiao Jian pergi, Aran mendesis pelan. Suaminya sungguh tidak disukai, bahkan pakaian pernikahannya pun bukan yang baru. Hanya bersih dan tanpa tambalan.

Song Aran khawatir si ibu mertua akan menimbulkan banyak masalah baginya di masa depan. Tapi Aran juga berencana akan bersikap galak seperti yang disarankan kakaknya.

Aran tetap perlu menggunakan otak untuk mengatasi situasi ini, karena reputasi baik juga terkadang sangat berguna.

Langit perlahan gelap, pesta pernikahan pun berakhir.

Banyak orang merasa kasihan pada Xiao Jian Bagaimana pun ibunya, Wang Jinlian, sangat keras dan jijik padanya.

Keluarga Xiao tidak sedang kesulitan keuangan, tapi kenapa pesta pernikahannya begitu sederhana.

Selain itu, Xiao Jian adalah anak baik dan amat berbakti. Apa pun yang dikatakan ibunya, ia akan selalu patuh. Xiao Jian kerap menjadi pilar keluarga, melakukan pekerjaan paling banyak.

Setiap musim gugur dan musim dingin, Xiao Jian akan pergi berburu di pegunungan. Anak yang sangat cakap.

Hanya saja ia tak beruntung karena memiliki ibunya yang bukan cuma tidak menyukainya, tapi juga dianggap Xiao Jian sebagai pembawa sial.

Mereka bertanya-tanya apa gadis keluarga Song cukup kuat untuk bertahan hidup.

Bahkan banyak yang berpikir kalau Wang Jinlian setuju membiarkan Xiao Jian menikah agar dia bisa membunuh mempelai wanita, kemudian mencuri mahar.

"Kakak ipar keluar, bantu aku."

Saat Song Aran sedang berpikir apa harus keluar untuk makan, ia mendengar teriakan dari luar.

Apa dia dipanggil untuk bekerja..? yang benar saja.

Song Aran mengangkat tinggi satu alis. Diminta membantu pekerjaan rumah tangga di hari pernikahannya, apa adik iparnya itu mencoba mengintimidasinya, atau ini atas perintah si ibu mertua.

Melihat Song Aran melamun, wanita itu mendesaknya lagi.

"Kakak ipar, apa yang kau pikirkan.? begitu banyak meja, kursi, bangku, panci, dan wajan menunggu untuk kau bersihkan. Cepat, keluarga Xiao tidak akan memaklumi seorang pemalas."

Song Aran akhirnya dapat melihat wajah wanita itu dengan jelas. Ia mirip dengan Wang Jinlian, jadi ini pasti istri putra kedua.

Konon katanya, istri adik laki-laki Xiao Jian adalah keponakan si ibu mertuanya. Tidak heran jika ia begitu sombong.

"Suamiku, suamiku..!"

Song Aran memanggil Xiao Jian. Ia tidka akan membiarkan siapa pun menindasnya.

Mendengar sang istri berseru, Xiao Jian segera berjalan mendekat, menatap Aran sambil tersenyum.

"Ran'er, ada apa..?"

"Adik iparku yang kedua bilang dia terlalu lelah. Semua panci, wajan, meja, dan kursi itu terlalu banyak untuk dibersihkan. Bisakah kau meminta beberapa bibi yang belum pergi untuk membantu..?" kata Song Aran sambil tersenyum.

Song Aran sengaja menyuruh suaminya, sekalian untuk membuktikan ucapan pria itu yang katanya tidak akan membiarkan dirinya menderita.

Jika Xiao Jian bersungguh-sungguh dengan apa yang telah di janjikan, mereka akan menjadi suami istri selamanya. Tapi jika tidak, maka jangan salahkan dirinya jika dia melarikan diri.

Suruh siapa sudah membual sebelum menikah.

Xiao Jian melirik dingin istri adiknya "Jika kau lelah, istirahat saja sana. Aku akan memanggil para bibi untuk membantu."

Wajah Wang Zhaoi langsung memerah padam, ia menggelengkan panik.

"Tidak perlu, ini hanya pekerjaan kecil, jangan berhutang budi pada siapa pun. Kakak ipar, kau sudah bekerja keras hari ini, istirahat saja dengan baik." kata gagap Wang Zhaoi.

Wang Zhaoi memandang Xiao Jian dengan sedikit kebingungan. Bagaimana mungkin seseorang yang dulunya begitu jujur ​​sederhana, berubah galak setelah menikah.

1
Fauziah Daud
bagus harus tegas... lanjut
Andira Rahmawati
tambah up nya thorr..msh kurang🙏💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Ona Sukatendel
thor cerita baru ini menurutku ceritanya kurang nendang, beda dgn 3 novel tetang masak memasak alur ceritanya sangat bagus, yg baru ini aku kurang sreng baca nya. dia trasmigrasi cuma balas dendam. kenapa kg dibuat usaha menjual makan atau pakian gitu. kalo cerita balas dendam udah pasaran thor. klo trasmigrasi jiw ke zaman berhula itu sedikit.
Datu Zahra
Bagus, selalu keren & rapi tatanan bahasanya ❤️
Datu Zahra
mampus, rasakan kau 🥳🥳🥳
Datu Zahra
❤️🫰🤩
miss blue 💙💙💙
anak sombong begitu mau jadi apa pas gede 😤😤😤
Fauziah Daud
makin seru.. trusemangattt
Datu Zahra
pembalasnnya sadis, tapi itu layak buat mereka. keren ada selipankisah didunia modernnya👍
Datu Zahra
Mantap Aran, lawan terus 🥳
Sribundanya Gifran
lanjut
Datu Zahra
Dih Jiao 😡😡😡
Datu Zahra
Qing Bao kocak, pedes mulutnya 🤣🤣🤣
Datu Zahra
😍😍😍😍
Datu Zahra
terjemahan tapi bahasanya rapi, enak dipahami kek karya sendiri..Seru thor, campuran kah ini sama idemu sendiri..?
ShuanZiee
ayooo lanjut kakkkk🙏😍
Miea™
lanjut
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
emak nya minta ku cekik kaya nya ya😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!