NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zidan dan Naila

Hari ini kedua anak kembar Rania akan mengadakan aqiqah. Rania mengadakan acara Aqiqah menggunakan jasa rumah Aqiqah untuk keperluan membeli kambingnya dan juga pengelolaan nya, karena menurut Rania bu Arini agar praktis tidak dak banyak memakan waktu dan juga tempat, lain halnya jika mereka mempunyai keluarga besar, mungkin akan dikelola sendiri.

Rania mengundang beberapa pantes asuhan yatim piatu dan juga anak yatim lansia yang berada disekitar rumah mereka, dengan memberikan paket sembako dan bingkisan serta amplop.

Rangkaian acara sudah mulai di laksanakan, mulai dari pengajian, potong rambut dan tausyiah dari ustad yang sengaja di undang untuk acara Aqiqah. Sampai acara pemberian nama untuk kedua bayi kembar tersebut.

"Bismillahirrahmanirrahim, saya akan memberikan nama pada putra saya "Haidar Zidan Alfarizqi" yang artinya anak laki laki cerdas yamg berani dan beruntung, panggilannya Zidan

"Sedangkan yang perempuan adalah Hafsa Naila Syafa Artinya anak perempuan yang baik dan lembut. Di panggil Naila..

" Nama yang cantik. " Sahut beberapa orang tamu undangan.

Setelah memberikan nama kedua bayi kembar nya, Rania meminta ustad untuk mendo'akan keluarga nya. Setelah do'a di kumandangkan pak ustad, Rania dan bu Arini membagikannya paket sembako, amplop dan juga paket satu set alat sekolah bagi anak yatim yang masih sekolah.

Acara Aqiqah telah selesai, kedua bayi kembarnya di letak kan di dalam box bayi, sedangkan Rania lebih memilih beristirahat di dalam kamarnya. Bu Arini masih memantau beberapa orang yang masih membersihkan rumahnya dan juga orang yang sedang membongkar tenda. Selain memberikan suguhan minuman dan juga camilan, Bu Arini juga memberikan bingkisan yang masih tersisa banyak.

Setelah semuanya terlihat sudah selesai, bu Arini masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat karena badannya terasa sangat lelah.

Di pinggir pantaii Leon duduk seorang diri menatap lautan yang luas tanpa ada batas, angin yang menerpa tubuhnya yang yang saat ini merasakan kekosongan. Leon tahu kalau bayi yang di kandung Rania telah lahir, Leon merasakan ada kontak bathin dengan bayinya, namun saat ini Leon hanya bisa meratapi diri, menyesali apa yang sudah pernah terjadi seandainya saat itu tidak ada orang yang berniat mencelakakan dirinya mungkin saja saat ini rasa sesak di dadanya tidak akan pernah ia rasakan.

Seandainya malam jahanam itu dirinya bisa melawan hasrat nya yang menggebu dengan cara merendam dirinya dengan air dingin di dalam bathup semalaman, mungkin rasa sesal ini tidak akan bercokol dalam dirinya, menggerogoti hati yang tersiksa.

Dan di saat wanita yang pernah di hancur kannya mengandung benih yang. mungkin saja tidak di harapkan kehadirannya oleh wanita itu, ada rasa sakit yang di rasakan Leon.

Kini bayi itu sudah lahir ke dunia, siapa yang telah Mengadzani bayinya, wajah siapa yang pertama di lihat bayinya, mungkin penyesalan yang di rasakan nya saat ini tidak akan pernah hilang hingga dirinya tidak ada lagi di dunia ini.

"Ya Tuhanku, betapa aku sangat berdosa dengan kedua bayiku, nak apakah kamu benar memiliki saudara dalam rahim mamahmu? "

"Maafkan papah nak, semoga kelak do kemudian hari nanti kita akan bertemu. dalam waktu yang tidak terduga. "

"Semoga saja jika kita bertemu nanti kalian akan mengenali papah. "

Tidak terasa cairan bening keluar dari kelopak matanya tanpa bisa di hentikan. Leon seorang CEO perusahaan raksasa yang di kenal sangat dingin, di takuti lawan di segani para relasi. Hatinya harus luruh dan hancur ketika mengingat buah hatinya yang telah lahir namun tidak dapat di gapai.

Leon sudah mengerahkan semua kekuatan nya untuk mencari keberadaan Rania dan kedua anaknya, namun hingga detik ini tidak menghasilkan apapun. Mereka seperti di telan bumi. Tidak dapat di lacak oleh semua anak buahnya.

Aaarrrrggggjhjjj

Leon merasa prustasi, Leon yang mampu memenangkan tender milyaran harus kalah dengan Rania gadis lugu yang tidak memiliki power apapun

"Raniaaaaaa, dimana kamu.......???? "

"Kembalikan anak anakku... !!! ".

Tubuhnya bergetar menangis tak dapat di bendung lagi. Luapan kekesalan, penyesalan , keinginan untuk bertemu dengan kedua anaknya.

" Tuhan, aku mungkin orang yang tak layak mendapatkan semua ini karena aku sudah terlalu jauh dari Mu, aku hanya minta dekatkanlah aku dengan mereka. Hanya itu pintaku Tuhan..... " Leon terdengar putus asa.

Leon merasa bahunya di sentuh seseorang, kepalanya melihat ternyata mamahnya yang datang untuk nya.

"Mamah..... "

"Menangislah, kalau memang Italia bisa membuat mu merasa lebih baik. " nyonya Erlina memeluk erat putra semata wayangnya.

Dalam dekapan hangat mamahnya, Leon menumpahkan semua perasaan. Menangis dalam pelukan orang yang selama ini tidak pernah meninggalkan nya, yang selalu menyayangi nya tanpa syarat.

"Pulanglah nak. "

"Iya mah, rapi bagaimana dengan dengan anak-anak ku mah. "

"Jodoh maut rezeki sudah ada yang mengatur, mungkin hari ini kamu tidak bisa melihat kedua anakmu, mungkin suatu saat nanti kalian akan bertemu dan berkumpul. Sekarang kita pulang, berdoalah meminta pada pemilik anak-anak mu., "

Dengan hati yang masih berkecamuk, Leon bangkit dari duduknya dan berjalan di samping mamahnya yang memeluk tangannya dengan sangat erat, seolah takut jika Leon akan pergi dari pandangan nya.

Keduanya naik ke dalam mobil yang di kendarai Ryan, sedangkan mobil nyonya Erlina yang di bawa sopirnya sudah lebih dulu kembali ke rumah. Nyonya Erlina masih terus memeluk tangan putra nya berharap dapat mengalirkan kehangatan serta ketenangan. Sepanjang perjalanannya pulang ke rumahnya hanya keheningan yang ada, keduanya berkutat dengan pikiran nya masing masing.

Satu jam setengah kemudian, mobil yang membawa Leon dan mamahnya sudah sampai di depan gerbang yang menjulang tinggi, Ryan membunyikan klakson, kemudian seorang security segera membukakan gerbang, dengan sedikit membungkuk security berdiri di depan pos.

Mobil berhenti di depan teras rumah, tuan Aditama berdiri tidak jauh dari pintu masuk. Menatap ke arah putra dan istrinya yang baru saja datang.

"Akhirnya kamu mau pulang juga" suaranya datar.

"Sudahlah paham, jangan bicara dulu biarkan Leon menenangkan diri dan istirahat. " Nyonya Erlina tidak suka dengan sikap suaminya.

"Mah, seharusnya Leon tidak harus pergi dari kenyataan yang ada, justru harus tegar menghadapi masalah yang sudah di buatnya sendiri. " tuan Aditama merasa kesal.

"Leon tidak lari pah, Leon hanya ingin menenangkan diri saja. " Leon membela diri.

"Seandainya dulu kamu berpikir cepat, untuk tidak melakukan hal memalukan. Mungkin saat ini kamu tidak akan seperti saat ini, sedang mengelola perusahaan dan tidak ada acara sedih dan menangis seperti banci saja."

"Pah.... "

" Mah, jangan terus membelanya, Leon kalau tidak kita pecut dia akan terus lembek. "

"Pah, Leon hanya teringat dengan anak Leon yang sekarang entah ada di mana, bagaimana dengan keadaan nya apakah mereka tinggal fi rumah yang nyaman."

"Wanita itu sudah mau mengandung anak kamu, berarti dia sudah tahu resiko yang akan di hadapi seperti cemoohan orang orang yang julid, pertanyaan dari orang orang yang kepo dan ingin tahu tentang aib orang, tapi wanita itu tetap bertahan untuk tetap hamil anak kamu. Apa kamu tahu apa itu artinya? "

"Tidak pah... " Leon hanya menggelengkan kepala.

"Nah itulah bodoh nya kamu. Makanya sampai sekarang tidak dapat menemukan dimana wanita itu dan anaknya tinggal. "

"Kok papah bi ara seperti itu? " Tanya mamah.

"Harus Leon berpikir, dengan beraninya wanita itu membiarkan kehamilan dirinya sampai besar, dia sudah tahu akan seperti apa, dan sudah pasti wanita itu akan berkorban untuk anaknya jangan sampai anaknya itu terlantar tidak ada tempat tinggal."

"Dan kamu pernah bilang kalau rumah nya sudah di jual dan pindah ke luar kota. Iya kan?"

"Iya... "

"Berarti dia punya uang untuk sekedar membeli tempat tinggal dan untuk memulai usaha yang baru. Papah yakin, wanita itu wanita hebat yang bisa di andalkan untuk mengurus dan melindungi anaknya. "

"Benar apa yang di katakan papah, benar sayang kamu jangan terlalu larut dan merasa sangat bersalah dengan mereka. "

Nyonya Erlina menggenggam tangan Leon dengan erat, memastikannya untuk tetap berpikir positif tentang anaknya.

Leon tampak lebih semangat, semua yang di katakan oleh papah nya memang benar. Yang harus Leon lakukan sekarang adalah berusaha lebih keras dalam bekerja membangun perusahaan, agar jika nanti sudah waktunya bertemu dengan anaknya , Leon dapat mempersembahkan yang terbaik untuk buah hatinya kelak.

Mamahnya mengusap punggung Leon, seraya tersenyum kebahagiaan. Sedangkan tuan Aditama hanya memandang Leon dengan pandangan penuh arti, hanya tuan Aditama saja yang tahu.

Setelah perasaan nya sudah mulai tenang, Leon bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah tangga untuk istirahat di dalam kamar nya. Menenangkan jiwanya yang sebelumnya terasa seperti menghimpit, setelah mendengar perkataan papah nya, pikiran Leon menjadi lebih terbuka.

Di rumah nya bu Arini, setelah istirahat sebentar, badannya sudah mulai segar, bu Arini keluar dari kamarnya, keadaan rumah sepi, mungkin saja Rania masih tidur dan bayinya belum bangun.

Terlihat dua orang babysitter sedang duduk dan berbicara di halaman belakang entah apa yang mereka bicarakan, bu Arini tidak ingin tahu.

"Zaidan dan Naila belum bangun, kok kalian terlihat sedang santai? " tanya bu Arini.

"Belum bu, dari tadi saya di sini. Nona Rania belum keluar dari kamar dan belum memanggil kami. "

"Tidak kalian lihat ke kamarnya? "

"Tidak bu, biasanya kami ke kamar nona Rania kalau beliau memanggil kami. "

"Kalian sudah makan? "

"Belum bu. " Jawab kedua nya.

"Lebih baik kalian berdua makan dulu, sebelum nanti kalian mengurus kembar"

"Baik bu, terima kasih. "

"Oh ya sudah kalau begitu, biar ibu lihat ke kamar Rania. "

"Baik bu.. " Jawab keduanya.

Bu Arini berjalan ke kamar Rania, mengetuk pintu sebentar kemudian masuk, suasana kamar masih sepi. ibu Arini masuk ke dalam kamar, terlihat bayi Zaidan dan Naila masih nyenyak tidurnya mungkin keduanya kelelahan setelah acara aqidah tadi siang. Rania tidak terlihat, mungkin berada di kamar mandi karena terdengar suara gemericik air.

Bu Arini menghampiri kedua cucunya yang sangat menggemaskan, pipinya terlihat chubby, walaupun baru berusia tujuh hari namun kedua cucunya sudah sangat gemuk, mungkin karena minum asinya sangat kuat sehingga berpengaruh pada pertumbuhan nya.

Cklek...

Suara pintu terbuka, tampak Rania keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar, memakai bathrobe sedangkan rambutnya di memakai handuk karena basah.

"Sudah selesai mandinya? "

"Sudah bu, tadinya mau mandi setelah selesai acara, tapi selesai menyusui kembar Ran ngantuk banget, baju aja belum ganti. Ran terasa sangat enak tidurnya."

"Mungkin karena lelah juga setelah acara tadi, jadi kamu nyenyak tidurnya. "

"Iya mungkin juga bu. "

"Kamu sudah lapar? "

"Ibu sudah makan? " Rania menjawab pertanyaan ibunya dengan pertanyaan.

"Belum, tadi ibu lihat kedua babysitter sedang duduk di dekat dapur, ibu menyuruh mereka untuk makan dulu, karena kalau sudah mengurus kembar mereka tidak akan sempat makan. "

"Oya, baguslah jadi mereka sedang makan. "

"Iya."

"Seperti nya mereka sebentar lagi akan bangun karena metasa perutnya lapar, biasanya kalau salah satu bangun dan merengek minta asi, pasti bakal ikutan bangun juga. "

Dan tak lama kemudian Zidan, merengek mungkin merasa haus, Rania yang sudah memakai pakaian lengkap segera mengambil Zaidan untuk di beri asi, dan benar saja Naila ikut bangun lalu merengek minta minum asi.

Rania kalau tidak terlalu sibuk akan memberi kedua anak minum asi langsung dari sumbernya, walaupun sedikit kerepotan dan Rania sangat menikmati jika salah satu bayinya menangis menunggu saudaranya minum asi.

Setelah merasa perutnya sudah penuh, Zaidan berhenti minum asi, kemudian bu Arini memberikan bayi Naila untuk minum asi. Bu Arini memanggil Devi yang biasa mengurus Zaidan kemudian membawanya ke kamar bayi yang pintunya tersambung langsung ke kamar Rania.

Selesai memberikan asi pada kedua bayinya, Rania merasa sangat lapar karena nutrisi dalam tubuh nya sudah di ambil kedua bayinya.

"Ibu masak apa? "

Rania menghampiri ibunya yang sedang berada di dapur. "Biasa ibu masak kesukaan kamu, sayur lodeh sama ikan emas goreng di tambah sambal terasi. "

"Wuih mantap, Rania udah laper banget bu. "

"Ya sudah, sana duduk dulu, ibu siap kan makanannya."

Bu Arini menyiapkan semua makanan di atas meja makan, tidak lupa dengan kerupuk udang yang tidak boleh ketinggalan kalau Rania sedang makan makanan kesukaannya.

Rania makan sangat lahap sekali, mungkin karena sangat lapar dan karean nafsu makannya juga sedang bagus sehingga membuat Rania makan lahap.

"Pelan pelan makannya, ga akan ada yang minta. " Canda bu Arini saat Rania tersedak.

"Iya bu, habis enak banget sih masakan ibu memang the best lah. " Rania mengacungkan dua jempolnya.

Bu Arini menggelengkan kepalanya melihat Rania berbicara dengan mulut penuh dengan makanan. Walaupun sudah punya anak dia, namun Rania masih tampak seperti anak kecil di hadapan ibunya yang selalu memanjakannya.

"Kapan kamu mulai ke toko roti lagi? " tanya bu Arini setelah selesai makan.

"Mungkin lusa bu. Besok Ran masih ingin di rumah, karena kalau sudah sibuk lagi dengan toko roti pasti waktunya dengan bayi aku akan sangat sedikit, jadi besok Ran akan puas puasin main dengan mereka.

...****************...

1
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!