Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mia Dilindungi
Aisah Sara tahu siapa yang punya andil dalam kepindahannya. Sebenarnya dia keberatan, namun dia menerima keputusan ini, soalnya jabatan barunya masih tetap eselon tiga.
Aisah masih menunggu kedatangan Roy. Bagitu melihat Roy masuk ruangannya, dia langsing masuk ke ruangan Roy meskipun staf di ruangan itu melarang.
"Buka pintunya??"
"Baik, berarti kamu sudah siap satu kantor ini tahu siapa kita."
"Dulu iya, itu sudah sepuluh tahun yang lalu. Sekarang tidak. Saya punya istri dan anak."
"Dan saya berterima kasih, karena istrimu saya bisa pindah. Padahal darah papua tidak ada, tetapi dia cukup berpengaruh. Saya yang ada darah Fak - Fak saja tidak berpengaruh."
"Siapkan semua tugas kamu dan diserahkan pada saat serah terima di kantor bupati dengan pejabat baru."
"Perbuatan hari ini akan saya ingat."
"Apa maksud kamu??? Sampai saya tahu, kamu sakiti istri saya. Maka kamu akan berurusan dengan cara saya."
Aisah mendapat tatapan tajam dari Roy. Air matanya jatuh. Dia langsung keluar ruangan kepala dinas. Roy duduk di kursinya sambil menarik nafas panjang.
"Dasar perempuan saraf."
Acara serah terima sudah berlangsung. Papa Nico juga ada. Dan saat itu, papa Nico menghampiri Aisah dan menegur dia secara langsung agar tidak menyakiti anak mantunya Maria Theresia Johan. Tentu teguran dari seorang Nico sama, ketua dewan dan ketua adat ini membuat nyali Aisah menjadi kecil.
"Gila, banyak juga yang menjaga perempuan itu."
Namun Aisah tidak kehilangan akal, dia tahu bahwa saudara tiri Roy tidak perna menyukai Roy dan keluarganya. Maka dia berencana akan melewati mereka menyakiti Mia. Aisah tahu bahwa saudara perempuan Roy sering membuat masalah dengan Mia istrinya Roy. Dan sekarang, dia sekantor dengan Beti kakak tirinya Roy.
Hari pertama Aisah di kantor baru dia sudah mendapat sambutan yang tidak baik dari staf lainnya. Karena ada dari mereka yang tahu, bahwa Aisah di pindahkan karena suka kepada kepala dinasnya. Rumor itu beredar sampai hampir seluruh kabupaten ini tahu.
"Makanya jadi perempuan itu jangan gatal."
"Maksudnya???"
"Ya kamu sudah mengertikan maksud saya. Bisa tidak ngak usah cari suami orang buat jadi pacar."
"Saya dan Roy itu kuliah di tempat yang sama. Dan kami dulu pacaran."
"Itu kan dulu, sekarang dia sudah punya istri dan anak."
"Kalian tidak tahu masalah saya dan Roy waktu itu. Jadi saya mohon jangan asal bunyi jika tidak tahu."
Aisah berakting menutupi kekurangannya. Setidaknya dia bisa lolos dari kerumunan orang yang mau menjatuhkannya. Beti yang terhipnotis dengan apa yang dikatakan Aisah menuju ke ruangan Aisah.
"Kenapa kamu dan Roy putus??'
"Karena kami banyak perbedaan. Kami tidak seiman."
"Jadi kamu???"
"Ya."
"Goblok sangat."
"Aku kira dengan cara itu, Roy bisa menerima saya. Namun saya dengar dia sudah melamar cewek yang dia cintai, tanpa tahu pengorbanan saya."
"Tetapi saya tidak perna melihat kalian bersama."
"Saya kan tugas di distrik. Bagaimana bisa ada di kota ini."
Aisah mulai, besar kepala setidaknya Beti kaka tirinya Roy dekat dengannya.
Berita pindahnya Aisah Sara, yang sempat heboh seminggu ini. Di tutupi dengan berita baru yang sengaja di lakukan oleh seorang Nico Sam, mertua Mia, agar nama anak mantunya tidak ikut terseret. Berita yang beredar, bahwa kegiatan yang di jalankan oleh Aisah Sara, staf di bidangnya tidak puas akan honor yang mereka terima. Hal itu yang menyebabkan Aisah di pindahkan.
Sudah sebulan ini, di kabupaten berita pembagian honor itu yang menjadi pemicu Aisah Sara pindah. Aisah tidak bisa membantah, dalam hatinya dia mengakui bahwa memang dia tidak bijaksana waktu itu. Nico Sam berhasil membuat anak mantunya merasa aman.
Mia dan pegawai angkatannya sedang mengikuti kegiatan pelatihan dasar bagi calon pegawai negeri. Kegiatan yang hanya berlangsung satu minggu ini. Mewajibkan Mia setiap pagi sebelum jam tujuh pagi sudah berada di aula kantor bupati dan akan kembali ke rumah pada pukul empat sore. Roy setiap pagi mengantar istrinya dan sore harinya menjemput kembali.
Terlihat Aisah Sara sebagai panitia. Nico Sam yang tidak mau menantunya di kerjai oleh seorang Aisah Sara, sudah langsung berbicara dengan kepala badan kepegawaian selaku pelaksana kegiatan ini. Maria Theresia selalu berusaha dalam kegiatan ini, tidak berbuat salah.
Materi yang diterima di ikuti dengan baik bahkan dengan muda dia bisa menjawab soal - soal dari pemberi materi. Mama Sisca dari Jayapura datang menemani cucunya Jared Hans Sem yang baru berumur sepuluh bulan.
Aisah tidak punya cara untuk menyakiti Mia, bahkan Beti ipar tirinya Mia pun tidak punya cela untuk melakukan. Karena tidak ada kesalahan dari Mia. Karena kesal yang dia rasakan akhirnya di akhir kegiatan ini, Panitia menemukan Aisah pingsan karena mengkonsumsi obat secara berlebihan.
"Ada apa??"
"Ibu Aisah Sara, keracunan obat. Mencoba membunuh diri."
Roy hanya terdiam. Dia tidak menyangka obsesi dari seorang Aisah Sara membuat dia bisa celaka.
"Kak, tidak kasihan???"
"Kasihan apa???"
"Mantan kaka mencoba membunuh dirinya."
Roy tahu, bahwa istrinya sedang mencoba dirinya. Di tatap mata istrinya semakin dalam dan dekat, sambil berjalan ke arah istrinya. Mia yang tidak bisa menghindar akhirnya terjatuh di atas tempat tidur. Roy membuka bajunya dan juga baju istrinya dan dengan lembut dia mencium bibir istrinya turun ke bukit kembar dan bagian sensitif lainnya. Penyatuan pun terjadi. Organ intim Mia yang belum begitu siap, ketika menerima rudal suaminya langsung merintih.
Suara tubuh yang menyatu semakin bergema. Dari yang awalnya pelan sampai cepat gerakannya dan di akhiri dengan Roy melepaskan serum cintanya kedalam rahim istrinya. Namun berdua bersama - sama mencapai puncak kenikmatan.
Roy mencium bibir dan kening istrinya. Mia sudah lemas dalam pelukan Roy suaminya. Di usap wajah istrinya dengan lembut.
"Memang kamu bukan cinta pertama kaka, namun kamu akan menjadi cinta terakhirku dan kita akan menua bersama Maria Theresia Johan. I love you. Saya sangat cinta ko sayangku."
Kembali Roy mencium bibir istrinya dan Mia tersenyum.
"Janji sayang, tidak meninggalkan ade, pergi dengan wanita lain."
"Janji sayang. Aku tidak akan menciptakan Roy baru yang nasipnya sama denganku. Hanya kamu yang kaka cinta sayang."
"I love you more kaka."
Mia mencium bibir suaminya sangat lembut dan dalam. Biasanya Roy yang memukai melakukan hal itu. Namun ini dilakukan oleh Mia. Roy tersenyum. Karena Rudal yang belum keluar dari sangkarnya. Ketika kata - kata cinta dan tindakan cinta yang mereka lakukan. Membuat rudal itu kembali berfungsi lagi. Akhirnya ronde kedua pun terjadi.