NovelToon NovelToon
PENGANTIN ARWAH

PENGANTIN ARWAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lilack Sunrise

Seorang mahasiswi magang asal Indonesia bernama Kirana, yang tinggal di Taipei, tanpa sengaja menemukan sebuah amplop merah berisi uang di taman sepi saat Bulan Hantu. Ia mengambilnya karena mengira rezeki biasa. Namun, amplop itu ternyata adalah mahar dari seorang pengantin arwah laki-laki dari zaman Dinasti Ming yang telah meninggal sebelum sempat menikah. Dengan mengambil amplop tersebut, Kirana secara tidak sadar telah menerima lamaran gaib. Ia kini terikat benang merah takdir dengan arwah pengantin tersebut, yang datang menagih janji di bulan ketika pintu alam roh terbuka lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilack Sunrise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANGPAU MERAH DI BULAN HANTU

Angpau merah di bulan hantu.

Angin malam Taipei berembus dingin membawa aroma dupa dan kertas terbakar, sisa-sisa persembahan untuk para arwah selama Bulan Hantu. Kirana, mahasiswi magang asal Indonesia yang baru lima minggu tinggal di kota itu, tak pernah menyangka perjalanan pulangnya dari minimarket akan berakhir di taman kecil dekat kosannya tempat dia melihat sebuah amplop merah menyala terselip di sela akar pohon beringin tua, uang kertas seratus dolar Taiwan masih rapi di dalamnya. Saat jemarinya hendak mengambil, hawa dingin tiba-tiba menyergap tengkuknya, diikuti suara gemerincing suara alunan musik pernikahan kuno, yang tak mungkin berasal dari dunia orang hidup. Kirana tidak sadar, amplop itu bukanlah rezeki nomplok; itu adalah mahar yang sengaja ditinggalkan untuk seorang pengantin arwah dari Dinasti Ming, dan siapa yang tanpa sengaja mengambilnya, tanpa sengaja pula ia telah menerima lamaran yang tak bisa dibatalkan.

Sore itu sebenarnya tak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kirana baru saja menyelesaikan laporan magangnya di sebuah perusahaan desain grafis dekat Stasiun MRT Da’an. Rencananya hanya mampir ke FamilyMart untuk membeli onigiri dan teh hijau, lalu pulang ke kamar kosnya yang sempit tapi nyaman di lantai tiga sebuah gedung tua. Namun, ketika ia memutuskan memotong jalan melewati Taman Chengde yang oleh penduduk lokal dijauhi setiap bulan ketujuh kalender lunar nasibnya berubah. Taman itu sunyi. Tak ada anak-anak bermain ayunan, tak ada lansia yang biasanya tai chi di bawah pohon. Hanya Kirana dan gemerisik daun kering yang bergesekan dengan aspal.

"Sepi sekali di sini ,sepertinya juga mau hujan. Gumam Kirana .

Di bawah cahaya lampu taman yang berkedip-kedip, amplop merah itu tampak seperti setetes darah di atas rumput. Kirana membungkuk, memungutnya tanpa berpikir. Uang di dalamnya masih baru, selembar seratus dolar Taiwan. "Angpau? 100 dolar Taiwan ?Bulan Hantu?" (gumamnya setengah bergurau sambil berfikir ). Di Indonesia, ia terbiasa dengan budaya Tionghoa yang memberi angpau saat Imlek, bukan saat orang-orang sibuk membakar sesajen untuk hantu kelaparan. Ia hampir tertawa membayangkan keberuntungannya siapa yang membuang uang di taman sepi begini?

tanpa ia sadari ada sosok bayangan muncul di balik pohon beringin. Sosok laki-laki berpakaian merah khas pengantin Dinasti Ming, dengan mahkota rumit di kepalanya dan wajah putih pucat seperti porselen. Matanya hitam pekat, tampak putih, menatap Kirana dari kejauhan dengan rasa memiliki yang mengerikan. "Akhirnya," bisiknya, suara seperti gesekan sutra kering. "Istriku telah menemukan maharnya."

Kirana menjatuhkan amplop itu tapi sudah terlambat di pergelangan tangannya, tanpa sadar, telah melingkar seutas benang merah tembus pandang benang takdir yang menghubungkan hidupnya dengan pengantin arwah yang mati lima ratus tahun lalu, sebelum sempat menikah. dan sekarang, di bulan ketika gerbang alam roh terbuka lebar, ia datang untuk menagih janji.dengan langkah tergesa" Kirana segera meninggalkan taman itu ,dengan wajahnya yang pucat dan gelisah dia segera pulang ke kosnya selama perjalanan pulang dia masih merasa ada sosok yg mengikuti dan memperhatikannya,Kirana tidak berani menengok ke belakang, tiba- tiba ada yg menepuk punggung Kirana.

"Baru pulang na?

dengan wajah kaget dan nafas tak beraturan Kirana tak menjawab .

"Naaaaa !!!! ternyata dia adalah teman sebelah kamar kosnya yg sama" orang Indonesia bernama Hana.

1
Dania
semangat tor
byyyycaaaa
keren,lanjutkan thorr
no more dreams
bagusssssss
Na Er
bagus
byyyycaaaa
lanjut dong thor
CIngakuu🦁: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!