NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Roh sabit

Bulan-bulan berlalu di bawah kanopi raksasa Federasi Lin. Hutan purba ini bukan lagi sekadar tempat persembunyian bagi Shan Luo, melainkan kawah kawah candradimuka yang menempa setiap inci tulang dan aliran darahnya.

​Lin Yue adalah guru yang tak kenal ampun. Ia tidak mengizinkan Shan Luo berlatih di zona aman.

Setiap hari, pemuda itu dilempar ke kedalaman hutan yang dihuni oleh Babi Hutan Taring Kristal atau Elang Sayap Badai, makhluk-makhluk yang memiliki kekuatan setara dengan Pendekar tingkat 4.

​SLASH!

​Pedang baja Shan Luo yang lama telah hancur bulan lalu, digantikan oleh pedang kayu cendana hitam yang diberikan Lin Yue, kayu yang sekeras besi namun mampu mengalirkan Qi elemen es dengan sempurna.

​Shan Luo melesat di antara akar-akar pohon yang mencuat.

Di depannya, seekor Macan Tutul Bayangan setingkat puncak Tahap Pembentukan Fondasi menggeram.

Dalam sekejap, Shan Luo menghilang menggunakan Langkah Embun Beku, muncul di atas kepala makhluk itu, dan menghunjamkan pedangnya yang dilapisi es tebal.

​"Terlalu lambat," desis Shan Luo.

​Dalam tiga bulan terakhir, tubuhnya telah tumbuh lebih tinggi. Bahunya melebar, dan tatapannya kehilangan sisa-sisa kepolosan seorang pelayan klan.

Energi di dalam Dantiannya kini telah memenuhi seluruh ruang, berputar-putar seperti pusaran air hitam yang siap meledak.

​Tiba-tiba, saat Shan Luo sedang menyerap esensi dari monster yang baru ia bunuh, udara di sekitarnya membeku secara tidak wajar.

Kabut ungu pekat keluar dari tato di lengannya, membentuk siluet manusia di depannya.

​Seorang laki-laki muncul dari kabut tersebut. Ia tampak berusia sekitar dua puluh tahunan, sangat tampan dengan wajah tirus yang alami, namun ekspresinya penuh dengan kejengkelan yang mendalam.

Rambutnya hitam panjang terurai, dan matanya berwarna ungu gelap yang identik dengan warna sabit.

​"Bocah kecil ... kau benar-benar menjengkelkan," suara pria itu terdengar bergema, sombong dan penuh otoritas.

​Shan Luo tidak terkejut. Roh ini sudah mulai muncul sejak ia mencapai tahap puncak Pembentukan Fondasi. "Kau lagi, Roh Sabit. Apa kali ini kau mau mencoba mengambil alih tubuhku lagi?"

​Pria itu, yang merupakan perwujudan dari Sabit Jiwa Kegelapan, melipat tangannya di dada sambil mendengus kesal. "Namaku adalah Mo Huang, bukan 'Roh Sabit'! Dan ya, jika kau cukup bodoh untuk membiarkan celah di kesadaranmu, aku akan dengan senang hati mengubah tubuh lemahmu ini menjadi mesin pembantai yang sebenarnya. Tapi kenapa ... kenapa energi hijau dari wanita tua itu selalu menghalangiku?!"

​Mo Huang menggeram frustrasi. Setiap kali ia mencoba membisikkan kegilaan ke telinga Shan Luo, energi kehidupan dari Federasi Lin, dan terutama campur tangan Lin Yue selalu menekan kehadirannya kembali ke dalam tato.

​"Jangan panggil guruku 'wanita tua', atau aku akan meminta dia menyegelmu lebih dalam," ancam Shan Luo sambil tersenyum miring.

​"Cih! Kau hanya beruntung dilindungi oleh nenek-nenek sakti itu!" Mo Huang melayang mendekat, wajah tampannya hanya berjarak beberapa inci dari Shan Luo. "Dengarkan aku, bocah. Kau sedang berada di ambang batas. Dantianmu sudah tidak bisa menampung Qi cair lagi. Kau harus mengkristalkannya sekarang, atau kau akan hancur dari dalam."

​Shan Luo tahu Mo Huang benar. Ia segera duduk bersila di atas batu besar di bawah air terjun energi.

Lin Yue muncul secara tiba-tiba dari balik pohon, berdiri menjaga di dekatnya. Ia menatap Mo Huang dengan pandangan dingin yang membuat roh sabit itu mundur selangkah.

​"Lakukan, Shan'er. Fokus pada titik pusat Dantianmu," perintah Lin Yue.

​Shan Luo memejamkan mata. Di dalam tubuhnya, pusaran Qi cair hitam-ungu mulai ditekan secara paksa.

Rasa sakitnya luar biasa seperti ada bola besi yang dipaksa mengecil di dalam perutnya.

​“Berikan padaku sedikit kendali, dan aku akan membantumu memadatkan Inti itu!” Mo Huang berbisik menggoda di dalam pikiran Shan Luo.

​"Diam kau!" balas Shan Luo dalam hati.

​Ia menggunakan teknik pernapasan yang diajarkan Lin Yue, menarik energi murni dari hutan purba untuk membungkus Qi gelapnya. Cairan itu mulai memadat, berputar semakin cepat hingga menciptakan gravitasi internal.

​KRAK!

​Sebuah ledakan energi keluar dari tubuh Shan Luo, menghancurkan batu tempat ia duduk.

Di pusat Dantiannya, kini terdapat sebuah kristal berbentuk bulat sempurna yang berwarna hitam di satu sisi dan putih perak di sisi lainnya—Inti Sejati Dua Warna.

​Tahap Inti Sejati (True Core) – Tahap awal.

​Shan Luo membuka matanya. Rambutnya kini benar-benar menjadi dua warna yang kontras, terbagi dengan garis yang tegas. Auranya kini begitu padat hingga burung-burung di sekitar hutan terdiam karena tekanan tersebut.

​Mo Huang menatap Shan Luo dengan wajah yang semakin masam. "Sialan ... kau benar-benar melakukannya. Kau membentuk Inti Sejati tanpa bantuanku sedikit pun."

​"Itu karena aku tidak butuh bantuan roh pemarah sepertimu," goda Shan Luo. Ia berdiri dan merasakan kekuatannya telah melompat sepuluh kali lipat.

​Mo Huang mendengus, bayangannya mulai memudar kembali ke arah tato. "Nikmatilah kemenangan kecilmu ini, bocah. Semakin kuat kau, semakin manis rasanya saat aku akhirnya bisa mengunyah jiwamu."

​Setelah Mo Huang menghilang, Lin Yue mendekati Shan Luo. Ia memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan muridnya.

​"Kau melakukannya dengan baik," ucap Lin Yue. Ia kemudian menatap wajah Shan Luo cukup lama, tangannya perlahan naik untuk merapikan rambut dua warna muridnya yang berantakan karena ledakan energi tadi.

​"Guru ... kenapa anda menatapku seperti itu?" tanya Shan Luo polos.

​Lin Yue tersenyum kecil, sebuah pemandangan yang selalu membuat jantung Shan Luo berdebar aneh. "Hanya berpikir ... dalam beberapa bulan, kau sudah tumbuh dari seorang pelayan yang ketakutan menjadi pendekar Inti Sejati. Kau bahkan mulai bisa membuat roh sabit itu kesal."

​Lin Yue mencubit pelan pipi Shan Luo, sebuah tindakan yang sangat jarang ia lakukan. "Tetaplah seperti ini, Shan’er. Jangan biarkan dia atau siapa pun mengambil jati dirimu. Karena jika kau hilang ... siapa lagi yang akan memanggilku 'nenek-nenek'?"

​Shan Luo tertawa, suaranya bergema di hutan purba. Ia secara refleks menggenggam tangan Lin Yue yang masih ada di pipinya. "Tentu saja, Guru. Aku tidak akan pergi ke mana-mana. Lagipula, siapa yang akan menjaga 'nenek' secantik ini kalau bukan aku?"

​Lin Yue tertegun sejenak, wajahnya sedikit memerah, sebuah reaksi langka dari seorang pendekar berusia tiga ratus tahun.

Ia segera menarik tangannya dan berbalik, menyembunyikan senyumnya.

​"Dasar mulut manis. Kembali latihan! Jika kau tidak bisa menebas air terjun itu dalam sepuluh menit, kau tidak akan dapat jatah sup ikan malam ini!"

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!