NovelToon NovelToon
The Return Of The Mighty Mother

The Return Of The Mighty Mother

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Reinkarnasi
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Rania Anandira, mati mengenaskan di tangan sahabatnya sendiri yang cemburu pada kehidupannya. Tak ada yang tahu tentang kematiannya itu, suami dan anaknya hanya tahu Rania menghilang tiba-tiba.
Shakira, sahabatnya itu kemudian tinggal di rumah Raina dengan alasan menggantikan Raina sebagai ibu pengasuh untuk anaknya. Namun, perlakuannya terhadap Rasya, tidaklah manusiawi. Bersama paman dan bibinya, mereka menekan Rasya yang masih berusia tujuh tahun.
Karena tangisan anak itu, jiwa Rania tak tenang. Dia kembali menggantikan jiwa seorang gadis nelayan yang hidup di bawah garis kemiskinan, jauh dari tempatnya tinggal dulu. Rania harus mencari cara untuk bisa kembali ke sisi sang anak.
Bagaimana caranya dia kembali untuk membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Meninggalkan Rania yang sedang berjuang untuk kembali, di gubuk belakang rumah megah itu, Rasya membuka mata perlahan saat sinar matahari menelusup masuk dari celah gubuk dan menerpa wajahnya. Ia bangkit dan merapikan selimut tipis yang menghangatkannya semalam. Menyimpannya di balik peti mati agar tidak ditemukan oleh sang bibi dan yang lainnya.

Pagi terlihat cerah, udara sejuk perkebunan di belakang terasa menyegarkan. Matahari memberikan rasa hangat pada gubuk yang diterpa rasa dingin semalaman. Wajah Rasya tak sepucat semalam, rasa lapar pun menghilang setelah ia menghabiskan dua buah roti kukus yang diberikan oleh si Tukang Kebun.

Langkah kaki yang mendekat mengetuk telinga Rasya. Ia kembali membaringkan tubuh, meringkuk di samping peti mati yang bertuliskan nama sang ibu. Rasya mengernyit saat pintu gubuk dibuka dan cahaya matahari yang sudah dua hari tak ia lihat menyerbu masuk menerangi gubuk yang gelap dan dingin.

"Sudah aku katakan, anak pemalas itu belum bangun." Suara seorang pelayan terdengar sengit setelah pintu gubuk dibuka.

Langkah mereka menyerbu masuk, Rasya tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Di tangan mereka satu ember air dingin siap disiramkan untuk membangunkan Rasya. Namun, sebelum ember diayun ke tubuh Rasya, anak itu bangun sambil menguap lebar.

"Oh, rupanya sudah bangun. Sayang sekali air dingin ini," celetuk pelayan yang membawa air tersebut.

Ia berniat menumpahkan air dingin itu ke tubuh Rasya, tapi dicegah rekannya yang merasa kasihan terhadap anak kecil itu.

"Tuan Muda sudah bangun, jangan disiram," katanya dengan suara pelan.

Rasya melirik pelayan tersebut, raut wajahnya tak sama dengan yang lain. Ia lembut, sedangkan yang lain selalu memasang wajah keras di hadapannya. Siapa pelayan tersebut?

"Kau masih baru di sini, tidak tahu apa-apa. Di rumah ini tidak ada yang menganggapnya sebagai Tuan Muda. Orang yang berkuasa adalah Nyonya Shakira, calon nyonya masa depan di rumah ini. Semua orang menghormatinya dan semua orang harus mendengarkan kata-katanya. Jika tidak, jangan harap bisa bertahan bekerja di sini," ucap pelayan itu dengan sengit.

Dia hanya mengangguk kecil, diam-diam melirik Rasya yang masih mematung di samping peti mati. Pelayan jahat itu membanting ember dan pergi dengan menghentakkan kaki kesal. Setelah kepergiannya, pelayan baru tersebut gegas menghampiri Rasya dan memeriksa tubuhnya.

"Tuan Muda, Anda tidak apa-apa?" tanyanya sembari memeriksa tubuh Rasya.

Sudah lama sekali tidak ada pelayan yang memperlakukannya dengan lembut dan penuh perhatian seperti dia. Rasya menelisik wajah manis berlesung pipi itu dengan seksama.

"Kau baru di sini? Dengarkan ucapannya jika ingin tetap bekerja di sini," ketus Rasya dengan nada dingin menusuk.

Ia pergi begitu saja meninggalkan si Pelayan baru yang kebingungan dengan kata-katanya tadi. Rasya tak ingin ada korban selanjutnya hanya karena peduli kepadanya. Sudah banyak pelayan yang diusir dari rumah itu tanpa menerima gaji karena memperhatikan dirinya. Ia tak ingin hal itu terjadi pada pelayan baru itu.

Si Pelayan baru berlari mengejar Rasya yang sudah berada di dalam semak untuk tiba di rumah utama.

"Tuan Muda, tunggu!" Ia mencekal lengan Rasya, membuatnya berhenti melangkah.

"Tapi, kenapa, Tuan Muda? Kenapa harus seperti itu? Bukankah dia belum menjadi nyonya? Untuk apa mendengarkan kata-katanya?" tanya pelayan itu dengan kerutan di dahi.

Ia berjongkok di hadapan Rasya, bersembunyi di dalam semak.

"Dia mengandalkan kepercayaan ayahku untuk mengendalikan rumah. Dia bisa berbicara apa saja saat tidak menyukai pelayan kepada ayahku. Kau jika ingin bertahan di sini, maka menjauhlah dariku. Peduli kepadaku hanya akan membuat kerja kerasmu sia-sia. Kau tidak akan mendapatkan apapun," beritahu Rasya menggelengkan kepala pelan di akhir kalimatnya.

Pelayan itu tertegun, mencerna setiap kata yang diucapkan tuan mudanya. Sungguh benar-benar kejam. Mereka bukanlah siapa-siapa di rumah itu, tapi menguasai semuanya.

"Aku mengerti," katanya sambil tersenyum pasti.

"Siapa namamu?" tanya Rasya. Ia memperkirakan usia pelayan itu masih belia. Mungkin sekitar tujuh belas tahun dan masih bersekolah.

"Namaku Mayra, usiaku saat ini tujuh belas tahun dan masih berstatus pelajar. Aku bekerja di sini saat pulang sekolah kecuali hari Sabtu dan Minggu," papar Mayra dengan senyum manis yang menampakkan lesung pipinya.

Rasya mengulurkan tangan hendak berjabat, Mayra menyambut dengan semangat.

"Selamat bekerja, dan ingat selalu kata-kataku!" katanya.

Mayra menganggukkan kepala.

"Mayra, cepatlah! Nyonya sudah menunggu!" teriak pelayan yang tadi di kejauhan.

Dia sudah berada di rumah utama, menatap jauh ke arah gubuk. Mayra menghela napas sebelum berdiri.

"Aku di sini! Sebentar lagi sampai. Anak ini benar-benar malas!" sahut Mayra dengan suara keras. Ia memukul tanah hingga terdengar bunyi berdebum.

Argh!

Rasya menyahut, kemudian mereka tertawa dan pergi menuju rumah utama.

Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi semoga sikapmu ini bukanlah palsu.

Rasya membatin.

1
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Beranina keroyokan 😏
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah mak lampir datang
Tiara Bella
Shakira br nongol tinggal suaminya Rania nh gk nongol² gk gercep bngt deh kynya
Dwi Setyaningrum
dih rumahku..ngimpi aja loe..bangun loe Shakira ntar jatuh sakit tauk..
kaylla salsabella
rumah mu... mimpi🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Nyonya Gunawan
Shakira datang siap" ketemu dgan rania,,,Eeeeh bisa" nya blg rumahnya mimpi kali yeeee..
😄😄
Dwi Setyaningrum
yaelah bodo dipelihara hasutan Shakira utk menyiksa Rasya untungnya di km apa coba kalau niatmu spy Hardian mau bantu ayahmu..hadehhh..kalau Hardian tau yg ada km malah ga dibantu mgkn malah di kek 🤪🤪
Aisy Hilyah: nah bener itu
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Emang dasar otakna kriminal semua 😏
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ..... menyesal sudah terlambat🤭🤭🤭
Aisy Hilyah: Rania sudah datang
total 1 replies
Tiara Bella
gk sabar Shakira ketemu sm Rania tp btw suaminya ko gk nongol² ya .
Aisy Hilyah: yey datang
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Baru sadar lo shakira licik.,kalian berdua g' akan lepas bgtu az di tangan rania
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
Tiara Bella
pecatin aja semua pembatu apa masukin ke penjara sekalian sm Shakira....
Tiara Bella: iya juga ya😄
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Seret mereka semua ke kantor polisi 😏 biar preman tahanan yg siksa mereka
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Cakeepp
total 2 replies
Dwi Setyaningrum
duh gemes aku sama kepala pelayan ga ada nyesel2nya ya 🤦..hmm gmn ya Shakira ketemu sama Rania apakah jantungan atau langsung pingsan🤔😁😁
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭 logika nya jalan gak mungkin kan
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Siang" gni ngsh kopi ke authornya enak kli y..🤣🤣
Biar authornya upnya double" trus biar g' nanggung bacanya..😄😄
Aisy Hilyah: haiiihhh otw otw sabar lagi ngetik
total 1 replies
kaylla salsabella
😭😭😭😭😭 kakek tukang kebun meninggal😭😭😭
Aisy Hilyah: gak mungkin tubuh udah tua disiksa gak bakal tahan. yang nyuri dua labu aja mati kan ya
total 3 replies
Allea
ngetik2 itu bapa dajal ga pernah liat anaknya kah thor😁
Aisy Hilyah: semedi cari Ilham dia
total 3 replies
Nyonya Gunawan
Waktunya pembalasan di mulai..
Aisy Hilyah: tegang gak hehehe
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kurung semua digudang ga usah kasi makan kyk Rasya disiksa seperti itu..biar kapok tuh para pelayan sdh berani sm tuan rumah🤪
Dwi Setyaningrum: iya thor bener itu ga layak disebut manusia tuh🤪
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Patahin tuh semua tangan na trus usir semua
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Iya biarin tumaann 😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!