Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dianggap Pengemis
Lue Ang yang menghentikan langkahnya mengernyitkan dahi, di sampingnya tidak ada siapapun, seketika Lue Ang tersadar pengemis yang dimaksud oleh penjaga adalah dirinya.
"Toko senjata ini tidak bisa dimasuki oleh pengemis," ucapnya lagi.
"Tapi aku punya uang untuk membeli senjata yang aku mau di dalam," sahut Lue Ang.
"Hahahaha, Lihatlah pakaian yang kamu gunakan, untuk membeli pakaian saja kamu tidak mampu apalagi membeli senjata spirit yang ada di dalam toko ini," ucap Penjaga kembali meremehkan Lue Ang.
Lue Ang memperhatikan bajunya yang memang sobek di beberapa bagian, sebelum pergi Lue Ang tidak memperhatikan kalau baju dan celananya banyak yang sobek walau begitu penjaga yang memandangnya rendah hanya karena penampilan luar sudah sangat keterlaluan.
"Hanya karena ini kamu merendahkan ku," ucap Lue Ang.
"Kota Togal kota yang memiliki kemegahan, pengemis sepertimu bagaimana bisa masuk kemari, apalagi sampai berpikir untuk masuk ke toko senjata ini," sahut penjaga membuat Lue Ang semakin kesal.
"Aku sangat tidak menyukai perkataannya," ucap Mak Nung dari kejauhan.
"Bukan hanya kamu aku sendiri juga tidak menyukainya, ingin sekali ku sobek mulutnya itu," sahut Lue Ang.
"Apa yang kamu tunggu cepat pergi," ucap penjaga.
Keributan yang dibuat penjaga membuat banyak orang berkumpul, semua memperhatikan ke arah Lue Ang yang direndahkan sang penjaga.
"Tapi dari bajunya memang tidak meyakinkan, mungkin dia mau mengemis ke dalam toko."
"Aku juga berpikiran sama sepertimu, atau dia mau mencuri dari toko itu."
"Anak muda lebih baik kamu cari di kota lain saja, tempat ini hanya menerima orang-orang kaya dan terpandang," ucap pemilik toko bahan herbal yang merasa kasihan pada Lue Ang.
Sebelumnya pemilik toko yang bisa melihat semuanya merasa sangat terkejut, pemilik toko bahan herbal terkejut karena anak muda yang baru datang ke tokonya malah diperlakukan seperti pengemis.
"Tapi aku membutuhkan senjata," sahut Lue Ang.
"Lebih baik cari di tempat lain saja" ucap pemilik toko bahan herbal.
Yuan sang pemilik toko senjata spirit bergegas menghampiri Lue Ang setelah sedari tadi hanya memperhatikan dengan diam, yang dilakukan penjaganya tidak salah karena itu sudah peraturan yang sudah dibuat olehnya, peraturan yang dibuat hanya mengizinkan orang-orang kaya saja yang masuk ke tokonya.
"Ada apa ini?" Tanya Yuan berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
"Tuan aku hanya melakukan tugasku, pengemis ini ingin masuk ke dalam dan mengaku memiliki uang untuk membelinya," ucap penjaga.
"Dia bukan pengemis dan memang dia memiliki uang untuk membelinya, dia menjual bahan herbal ke toko ku aku membayarnya dengan harga mahal," sahut pemilik toko bahan herbal membela Lue Ang.
"Kalau begitu maafkan penjagaku karena tidak tahu, tapi tetap saja tidak sembarang orang bisa memasuki tokoku apalagi orang lemah," ucap Yuan.
"Itu alasanmu saja," sahut pemilik toko bahan herbal.
"Ini toko ku terserah aku," ucap Yuan sombong.
"Padahal aku sering melihat banyak pemula masuk ke dalam tokomu," sahut pemilik toko bahan herbal.
Lue Ang yang merasa dibela oleh pemilik toko bahan herbal tersenyum, pak tua itu memang berbeda dari orang lain pikirnya.
"Kita pergi saja, dari awal mereka sengaja melakukannya," ucap Lue Ang.
"Benar, Seharusnya kamu pergi dari tadi," sahut pemilik toko bahan herbal sambil melangkah pergi.
Yuan tiba-tiba terpikirkan sesuatu untuk mempermalukan anak muda di depannya, siapa suruh dia dibela oleh pak tua pemilik toko bahan herbal yang tidak kalah besar dari toko miliknya.
"Anak muda tunggu," ucap Yuan.
"Aku punya satu tawaran," sambung Yuan membuat Lue Ang menghentikan langkahnya seketika.
"Dia hanya ingin mempersulitmu percaya padaku," sahut pemilik toko bahan herbal.
"Aku akan memberikan satu senjata yang kamu suka jika kamu berhasil menarik pedang Surgawi milik ku, tidak hanya itu aku juga akan membayar mu lima puluh keping emas jika berhasil," ucap Yuan.
"Pedang Surgawi saat ini tertancap di batu besar di belakang tokonya, pedang itu sudah ada di sana sejak ratusan tahun lalu tapi belum ada yang berhasil mencabutnya," sahut pemilik toko herbal.
"Aku akan membantumu menggunakan seluruh kekuatan ku, tapi tambahkan satu syaratnya minta penjaga itu bersujud meminta maaf padamu," suara yang baru saja terdengar mengejutkan Lue Ang.
Suara itu Lue Ang yakin bukan suara Mak Nung.
"Aku tidak tahu siapa kamu tapi sepertinya tidak perlu aku cari di tempat lain saja," sahut Lue Ang.
"Ini bukan hanya masalah senjata spirit yang kamu inginkan tapi juga harga diri, sebagai calon seorang kultivator kamu harus menjaga harga dirimu," ucap suara yang kembali terdengar.
"Aku tahu kamu ragu, tapi kalau aku bilang aku bisa membantu maka aku bisa membantu melakukannya, katakan saja seperti yang aku katakan tadi," sambung suara itu lagi.
"Baiklah," sahut Lue Ang pelan.
"Aku setuju untuk mencoba mencabut pedang mataharimu, tapi kita tambahkan satu persyaratan lagi, sedari tadi penjagamu terus menghinaku aku mau jika aku berhasil mencabut pedang Surgawi itu dia harus bersujud meminta maaf padaku," ucap Lue Ang.
Yuan cukup terkejut karena anak muda di depanya menerima begitu saja walau pemilik toko herbal sudah memberitahu semuanya, tapi tidak masalah persyaratan yang diminta juga tidak merugikannya sama sekali karena dirinya yakin tidak akan berhasil.
"Tidak masalah jika kamu berhasil aku akan memintanya minta maaf padamu, kalau begitu ikut aku ke belakang," sahut Yuan.
Saat Yuan dan Lue Ang berjalan pergi ke belakang penjaga bergegas meminta semua orang untuk ikut menjadi saksi, walau dirinya dan pemilik toko yakin anak muda tadi tidak lebih dari pengemis yang hanya bisa melakukan apa saja.
Setibanya di belakang toko Lue Ang menatap pedang yang bersinar terang tak jauh darinya, dinamakan pedang Surgawi karena pedang yang tertancap di Batu itu memiliki Sinar yang sangat terang seperti pedang yang berasal dari surga.
"Sekarang kamu bisa mencoba untuk mencabutnya," ucap Yuan.
Semua orang yang diminta penjaga telah datang, Beberapa orang bahkan langsung menyoraki Lue Ang dan mengatainya pengemis tidak pantas memegang pedang Surgawi.
Lue Ang yang berjalan mendekati pedang Surgawi berhenti tepat di depannya, setelah meyakinkan dirinya sendiri dan mendapatkan semangat dari Mak Nung Lue Ang memegang gagang pedang.
"Dia masih saja mencari malu sendiri."
Hooooooooeeeeeeeer.
Bertepatan dengan menarik gagang pedang ke atas suara auman terdengar sangat keras dari tubuh Lue Ang, saat itu juga semua orang melihat sekilas spirit berbentuk Naga keluar dari tubuh seorang anak muda yang mereka anggap sebagai pencuri dan pengemis.