NovelToon NovelToon
Everything About You

Everything About You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:457.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

"Bukan karena aku sudah bahagia, hanya saja aku sangat pandai dalam menyembunyikan luka"

Anisa Rahmawati

Tidak ada yang indah dari sebuah pernikahan tanpa cinta, begitulah yang di rasakan oleh Dimas Prasetyo hingga dia memilih menghadirakan kembali kekasihnya sebagai istri kedua di tengah - tengah pernikahannya dengan Anisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

*** Selamat membaca. Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya 🤗***

Jam delapan pagi lebih beberapa menit pesawat yang membawa mereka kini mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Anisa menarik nafasnya dalam lalu mengikuti langkah kaki Angga dengan Zia yang kembali terlelap dalam dekapan laki-laki itu. Sedikit keraguan mulai mengusik langkah kakinya yang semakin mendekat di ruang tunggu para penumpang.

Dia sangat yakin dengan tabiat Abinya, pasti dia akan memberi kabar pada mantan Ibu mertuanya tetntang kepulangan mereka hari ini. Dan benar saja, di ujung sana sudah banyak yang menunggu mereka. Termasuk mantan suami dan Ibu mertuanya juga ikut menjemput mereka. Langkah mereka semakin dekat pada orang-orang yang sedang menunggu mereka dengan raut wajah bahagia. Anisa menarik nafasnnya berusaha mengurangi gemuruh di dalam dadanya ketika tatapannya tidak sengaja bertemu dengan laki-laki yang masih bersemayam jauh di lubuk hati terdalamnya.

"Assalamualaikum Abi." Ucap Angga pada lelaki paruh baya dengan senyum teduh menyejukan jiwa itu.

"Waalaikumsalam nak Angga." Balas abi sambil menepuk bahu Angga pelan.

Sedangkan Anisa segera menghambur memeluk tubuh cinta pertamanya. Tubuh yang terlihat lebih kurus dari empat tahun lalu itu menyambut pelukan hangat putrinya.

"Nisa rindu Bi," Ucap Anisa pelan.

"Rindu kok tapi ngga pernah pulang." Kali ini Umi Zainah yang bersuara, membuat Anisa melepaskan pelukan hangat dari laki-laki cinta pertamanya itu kemudian menatap wajah yang semakin menua dengan balutan hijab panjang sang Umi.

"Maafin Nisa Umi." Ucap Anisa lalu membenamkan tubuhnya dalam pelukan wanita yang sudah berjuang susah payah untuk membawanya ke dunia ini. Menghirup aroma wangi dari hijab yang menutupi hampir sebagian tubuh Umi Zainah.

"Iya, tidak apa-apa yang penting kalian sehat." Ucap Umi Zainah sambil melepaskan pelukan putrinya.

"Ibu gimana kabarnya ?" Tanya Anisa pada ibu mertuanya. Sungguh dia sangat kaku, namun melihat binar bahagia yang terpancar dari netra tua itu membuat Anisa tidak bisa menahan dirinya. Diapun segera membawa tubuhnya untuk memeluk mantan ibu mertuanya.

"Ibu sangat baik nak dan terimakasih sudah hidup dengan sebaik ini. Ayah pasti senang melihat kamu bahagia." Ucap Ibu Mirna sambil menyentuh pipi mantan menantunya itu.

***

Di sebuah kursi yang tidak jauh dari para orang tua berdiri, Dimas masih duduk terdiam disana. Sesekali menatap ke arah wanita yang begitu dia rindukan beberapa tahun ini. Namun dia masih belum punya keberanian untuk datang dan ikut menyapa.

Angga terus berjalan mendekati Dimas dengan Zia yang masih terlelap di bahunya. Membiarkan Anisa melepaskan rindu

"Bisa minta bantuan untuk menggendongnya, tangaku sudah keram karena dia terus saja terlelap." Ucap Angga pada laki-laki yang kini sudah menegang dan menatap lekat kearahnya.

Dimas menoleh sebentar ke arah Anisa yang masih sibuk mengobrol bersama ibunya.

"Dia tidak akan marah." Ucap Angga lagi seakan mengerti apa yang membuat Dimas khawatir.

Dimas segera merentangkan tangannya saat Angga menyerahkan gadis kecil yang masih terus terlelap padanya. Wajah yang bagai pinang di bela dua dengannya sama sekali tidak terganggu saat Dimas membenamkan wajah itu keatas bahunya. Setelah memastikan gadis kecil itu kembali terlelap dengan nyaman di bahu Ayahnya, Angga segera berlalu meninggalkan Dimas sendirian disana, kembali berjalan menuju kearah Anisa dan tiga orang paruh baya berada.

"Ga," Ucap Anisa lirih saat dia melihat Dimas yang kini memeluk tubuh putrinya erat.

"Berikan dia waktu Nis, empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Aku yakin dia sangat tersiksa hanya bisa melihat perkembangan Zia dari gambar dan video yang terus kamu unggah di media sosialmu." Ucap Angga.

Sedangakan Abi Arif segera membawa tubuh laki-laki yang sudah bersedia menjaga putrinya dengan baik. Laki-laki yang begitu sangat bijaksana dalam menjalani kehidupannya. Ucapan banyak terimaksih terus saja di ucapkan Abi Arif pada Angga dan keluarganya yang selalu menjaga dan memastikan putrinya hidup dengan baik.

"Terimakasih nak, terimakasih sudah menjaga putri dan cucu Abi dengan baik." Ucap Abi Arif sambil memberikan tepukan lembut pada punggung Angga.

Ibu Mirna segera mmberjalan mendekat ke arah Dimas yang sudah kembali dusuk di kursi tunggu dengan perasaan yang begitu membuncah juga maaf yang terus dia gumamkan di dalam hatinya. Mendekap erat tubuh kecil itu lalu menghirup bau wangi khas balita yamg menguar dari tubuh putrinya, berharap indra penciumannya akan menyerap dan menyimpan dengan aman diotaknya. Bulir-bulir air mata kini mulai turun di pelupuk matanya, sama seperti ibu Mirna yang kini sudah duduk di sampingnya. Air mata ikut luruh saat dia mengecup pipi gembul cucunya.

"Dia mirip kamu Dimas." Lirih Ibu Mirna

"Iya Bu, mirip banget." Jawab Dimas menahan haru.

"Ayah pasti senang sekarang."Lirih ibu Mirna lagi dengan mata yang masih terus berkaca-kaca. Dengan senyum haru yang masih terus terpancar di wajah wanita paruh baya sambil terus saja memberikan usapan- usapan lembut di kepala cucunya.

Anisa dan kedua orang tuanya kini melangkah mendekat kearah Dimas yang masih memeluk tubuh Zia yang kini trlelap di bahunya. Angga sudah berpamitan bersama Yuna untuk kembali terbang menuju Jakarta. Anisa berjanji akan menyusul besok, malam ini dia ingin beristirahat di Bandung.

Anisa masih menarik koper yang berisikan pakaian miliknya dan juga milik Zia. Berjalan di samping Dimas yang masih terus mendekap erat putri mereka.

Anisa merasa sangat canggung, namun dia tetap berusaha menguasai dirinya. Semua sudah berlalu, mungkin mereka tidak bisa bersama sebagai sepasang suami istri namun tetap saja, Dimas ayah biologis putrinya.

"Maaf." Ucap Dimas pelan.

Anisa tersenyum getir saat kata itu kembali dia dengar setelah di rumah sakit dia tidak meresponnya sama sekali.

"Gimana kabar kamu mas ?" Tanya Anisa mengalihkan topik yang berusaha dia lupakan kembali terbahas. Sungguh meskipun belum sepenuhnya, namun dia ingin sekali melupakan masalalu menyakitkan itu.

Dimas menatap kearah mantan istrinya lalu kembali mengucapkan kata yang sama.

"Maaf aku sudah menyakitimu." Ucap Dimas lagi.

"Mbak Rania gimana kabarnya ?" Tanya Anisa lagi tanpa ingin membalas ucapan maaf yang terus keluar dari mulut Dimas.

Karena tidak mendapat jawaban yang dia inginkan, Dimas memilih diam dan terus melangkah menuju parkiran mobil.

"Masuklah lebih dulu." Ucap Dimas saat mereka sudah tiba di samping mobil. "Kopermu biarkan saja diaitu, biar aku yang akan memasukkannya kedalam bagasi." Ucap Dimas lagi saat Anisa kini mengalihkan pandangannya pada koper yang ada dalam genggamannya.

Anisa mengangguk dan ikut masuk kedalam mobil lalu duduk di samping ibu Mirna dan Umi Zainah yang kini sudah duduk di kursi penumpang.

Setelah memastikan Anisa sudah duduk dengan nyaman, Dimas mneyerahkan putrinya pada Anisa. Debaran jantung dari keduanya mulai menggila saat tubuh mereka sedekat ini. Entahlah apa yang rmterjadi hari ini, rasanya begitu berbeda saat mereka masih bersama dulu.

Kehilangan akan memberikan pelajaran, betapa sesuatu yang kita sia-siakan itu begitu berarti.

1
falea sezi
g jelas ne novel pantes sepi like
falea sezi
tau agama tp kumpul. satu rmh ma mantan suami. yg buat novel gmna /Pooh-pooh/
falea sezi
males klo ujungnya balikan/Drowsy/ bekas rania aja. lu doyan nis begooo
falea sezi
goblok aja g bs. move on dr laki bekas jalang di kasih spek. baik kayak angga g mau oon
Annie Soe..
Cerita yg bagus thor, cuma tlg revisi typo nya ya..
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Yunior
typo lagi
Yunior
nama orang banyak yang typo
Saini Jamudin
anak sya sja suda 5 thn masi mnyusu
Jumadin Adin
jgn ada pelakor ya thooor kasian anisa
Jumadin Adin
akhirnya cinta yg menang....horee cinta
Jumadin Adin
perasaan mengalahkan luka
Jumadin Adin
Ya Allah ANISA kamu bkn muhrim,kenapa mau di gandeng
Jumadin Adin
cinta mmg tdk masuk akal,sesakit apapun pada seseorang tp di hadapkan dg hati yg masih bersamanya...perih itu tak terasa
Jumadin Adin
sakitnya hati ini thoorr..melihat nereka berdua sama² tersakiti
Jumadin Adin
lho dimas dan ANISA kan hidupnya di apartemen.kenapa melihatnya trenyuh di rumah Dimas
Jumadin Adin
pergumulan yg menyakitkan
Jumadin Adin
sesuatu baru terasa setelah kehilangan.Pada saat msh bersama sering terabaikan
Jumadin Adin
dimas betul² jomblo ngenes.Anisa menggugat ceria,Rania di cerai krn memilih hidup dg suami orang
Jumadin Adin
thooorrr banyak typo²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!