Ica gadis beruasia 21 tahun ,tak pernah menyangka akan menikah dengan Sakha lelaki 26 tahun .
lelaki idaman wanita dari segi paras dan harta, kini menjadi suami yang terpaksa di nikahinya setelah kejadian malam itu .
Pernikahan yang harus nya bahagia malah menjadi petaka bagi Ica .
Demi nama baik keluarga Ica harus tetap bertahan disisi suami nya, yang super dingin bak balok es di kutub utara itu , bertahan dari perlakuan kasar bahkan perselingkuhan suami nya.
Hingga suatu saat Sakha menyadari daya tarik istri nya, dan diam - diam mulai jatuh cinta , tapi sayang nya pada saat itu hati istrinya mulai goyah .
sakha makin kelabakan , mengetahui ternyata daya tarik istri nya tak hanya membuat dia jatuh cinta .
Ada pria lain yang berharap Sakha melepas kan Ica , pria yg menjadi sandaran ketika Ica membutuhkan nya .
Sakha benar -benar harus berjuang mempertahan kan rumah tangga yang sudah dia runtuhkan sendiri .
berjuang menumbuh kan cinta istri nya yg sedikit -demi sedikit hampir memudar karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Peringatan dari Ica
Ica sedang bersantai saat hp nya berdering mendapat telpon dari bayu
" Halo ca.."
" Halo kak.."
" Lagi apa kamu Ca.."
"Lagi nyantai aja nih kak "
"Paku jemput kamu ya, kita ketemu bentar "
"Aku bilang mas dulu ya kak, takunya dia pulang gak ada orang di rumah "
"Gak usah, cuma bentar aja , kalau bilang udah pasti gsk boleh "
"Kalau gak aku telpon mas dulu nanya pulang jam berapa ya .."
"Ya udah "
Ica menutup telponnya menganghiri panggilan
belum sempat dia menelpon, hp nya kembali berdering, telpon masuk dari Sakha.
"Halo Ca.."
"Iya mas .."
"Aku mungkin pulang malam , ada pekerjaan yang harus aku selesaikan Ca.. "
"Iya gak apa mas"
"Kamu udah makan....??"
"Tadinya mau makan bareng mas "
"Hhhmm, gituya udah makan dulu sana , aku juga mau lanjut kerja ."
"Iya mas.."
Berhubung Sakha pulang malam, Ica menerima ajakan Bayu untuk ketemu di luar, Bayu menjemput Ica dengan mobilnya.
"Uda makan siang kamu Ca .." tanya Bayu, seraya melirik Ica.
"Belum, traktir yaa..." ujar Ica manja
"Boleh , mau makan apa..? "
"Kakak aja yang nentuin aku ngikut aja"
"Oke .."
Bayu yang tau kalau ica doyan makan, jadi tidak sulit memilih menu buat Ica, menu apa aja yang penting rasanya enak Ica sudah pasti suka.
Bayu mengajak Ica ke sebuah resto yang baru beberapa bulan buka, walau terbilang baru tapi resto ini tak pernah sepi pengunjung, setiap hari selalu ramai.
"Aku kok gak tau ada resto di sini kak.." Ica merasa heran sebab baru kali ini dia tau di tempat ini ada resto.
"Baru sekitar lima bulan di buka Ca, lagian kamu tu di rumah terus gimana mau tau .."
"Bener juga .." ujar Ica di barengi tawa kecil.
Bener juga sih, Ica keluar cuma belanja kebutuhan rumah tangga , itupun disekitar komplek rumahnya.
"Kita ambil tempat dimna Ca " Ica memandang sekeliling mencari tempat yg tidak terlalu mengundang perhatian pengunjung lain.
"Di sana aja..." Ica menunjuk kursi kosong di sudut ruangan.
"Boleh.. ayok "
Ica duduk nenghadap pintu masuk sementara Bayu membelakanginya
"Aku pesan mie sepesial satu mbak " ujar Ica pada waiters.
"Jangan terlalu sering konsumsi mie Ca, gak bagus, mienya gak usah mbak, ayam penyet pakai nasi aja, dua mbak "
"Minumnya mas "
"Lemoon tea hangat dua "
"Baik mas.."
Tak berapa lama pesanan mereka terhidang di atas meja, Ayam penyet dengan porsi yang lumayan besar.
"Makanlah Ca .."
"Hhhmmm kelihatannya enak, udah lama gak makan ini " ujar Ica.
Dulu sebelum menikah Bayu selalu membawanya makan diluar, tidak hanya malam mimggu
biar nafsu makannya nambah katanya kalau bareng Ica.
"Hhmm beneran enak lo kak .."
"Iya seleramu banget tuh sambelnya .."
Bayu tau Ica suka sambel ayam penyet yang pedas dan sedikit manis.
"Kamu memang pintar cari tempat makan sesuai seleraku kak.." Bayu tersenyum seraya menikmati makanannya.
Sementara di pintu masuk tampak sosok yang sangat di kenal Ica masuk kedalam resto.
Sosok Sakha suaminya, Sakha nampaknya tidak datang sendiri, ada wanita yang dengan santainya bergelayut manja pada lengan Sakha.
Ica juga sepertinya mengenal wanita itu, iya dia Elena gadis super seksi di abad ini.
Ica menghentikan makannya, matanya pokus menatap Sakha dan Elena, sementara Sakha tak menyadari keberadaan Ica.
"Siapa Ca ..?" tanya Bayu penasaran diapun menoleh kebelakang mencari arah pandangan Ica.
Bayu melihat Sakha dengan Elena duduk diantara pengunjung , Bayu beralih menatap Ica.
Ica sudah kembali melanjutkan makannya dengan santai.
Sementara itu mata Elena menangkap sosok yang dia kenal diam- diam, dia Ica istri Sakha.
"Kha.."
"Heemm"
"Sepertinya aku lihat istrimu.."
"Apa..??"
"Aku lihat istrimu..."
"Mana ...?"
"Lihat kesamping kirimu, paling sudut " Elena, menunjuk keberadaan Ica dengan kode matanya.
Sakha mengedarkan pandangan mencari sosok Ica diantara ramai nya pengunjung.
Matanya berhenti pada sosok yang memang benar Ica dan Ica ternyata tak sendiri.
wajah Sakha berubah berang, sedang apa dia dengan lelaki itu, Sakha memalingkan wajahnya dari pemandangan yang membuat dadanya panas. Sakha meraih hp nya dan mulai menelpon.
"Haloo" terdengar suara lembut di sebrang telpon.
"Dimana Ca.."
"Diluar mas .."
"Dengan siapa kamu.."
"Kak Bayu mas .."
"Bagus ..!!!!" ujar Sakha dengan suara sedikit meninggi, membuat beberapa orang melirik padanya. Elena menatap tak senang ke arah Sakha.
Sementara Ica di kursinya merasa heran dengan Sakha
"Dia udah lihat aku disini kenapa harus telpon" gumam Ica pelan.
"Apa sebaiknya kita pulang saja Ca ..." Bayu mulai melihat gelagat yang tak baik dari Sakha.
"Ya udah ayok..."
Ica dan Bayu pun beranjak pergi, Ica berjalan santai melewati Sakha dan Selena seakan tak melihat keberadaan mereka.
Sementara Sakha menatap geram kearah mereka, Sakha melihat Bayu berhenti di meja kasir, sementara Ica berjalan sendiri ketempat parkir.
Sakha bangkit mengikuti Ica dari belakang , Selena yang melihat kelakuan Sakha merasa jengkel.
Sakha menyentak tangan Uca dengan kasar, membuat Ica kaget.
"Mas..." serunya seraya meringis kesakitan.
"Ngapain kamu di sini !!!" bentak Sakha yang mengundang perhatian beberapa orang yang kebetulan berada di situ.
Merasa jadi pusat perhatian Shaka melepaskan cengkramannya di lengan Ica.
Bersamaan denga kedatangan Bayu, ada kilatan kemarahan yang terpancar di wajah Sakha saat menatap Bayu.
"Cepat pulang , jangan kelayapan lagi..." ujar Sakha.
Sakha berlalu meninggalkan mereka berdua , kembali menemui Selena.
"Sepertinya dia marah Ca..." Bayu sedikit khawatir.
"Gak apa, nanti aku jelasin sama mas dirumah.." Ica meyakinkan Bayu.
Ica duduk di mobil denga santai, Bayu yang menatap Ica penuh tanda tanya dengan sikap tenang Ica.
"Ca..."
"Hemm"
"Sepertinya Sakha marah sama kamu Ca, dia kelihatan cemburu liat kita jalan bareng "
"Mas memang suka cemburu gak jelas kak cuekin aja "
"Gitu..ya.."
Bayu melirik Ica sekilas, kembali melihat lurus kedepan. Ada sedikit kecewa di hati Bayu melihat kecemburuan Sakha, sepertinya harapan memiliki hati wanita sekaligus teman dekatnya cuma menjadi harapan kosong.
Bayu diam - diam memang jatuh cinta kepada Ica
gadis lugu itu bahkan tak menyadarinya
Bayu sudah akan memberi tau akan perasannya pada Ica. Tapi kabar pernikahannya membuat Bayu urung melakukannya.
Bayu merasa memiliki harapan saat tau penolakan Sakha terhadap Ica.
tapi apa yang dia lihat hari ini sepertinya harapan itu sedikit kemungkinannya.
Bayu nenghentikan mobilnya di depan pagar
dia mengambil bara barang di kursi belakang mobilnya
"Ca ini..."
"Apa ni kak..."
"Barang mu tempo hari ..."
"Ooo kirain mau kakak pakai sendiri..." goda Ica.
"Belm Ca ..gak tau kalau nanti .." balas Bayu dengan canda.
" Hhiiiii " Ica begidik.
"Haahaa ," Bayu terbahak melihat mimik jijik Ica yang mengemaskan, andai bukan istri orang..
"Masuklah ..." ujar Bayu.
"Oke, makasih teraktirannya kak..."
"Heemm" Bayu melambai kearah Ica kemudian melajukan mobilnya.
Ica menghepaskan tubuhnya di sofa, mengankat kedua kakinya di atas meja sejajar dengan posisi duduknya. menyandarkan kepalanya di sisi sofa lalu memejamkan mata sesaat.
"Ngapain ..kamu kelayapan sama Bayu...!!"
Ica tersentak kaget, suara Sakha tiba tiba terdengar keras di telinga. Ica menarik kakinya turun dari meja.
"Kapan kamu pulang mas kok gak denger aku mas...?"
"Aku nanya kamu Ca..!, gak usah berdalih.." Uca menghembuskan nafasnya pelan.
"Bayu minta aku nemui dia di lua , mau ngasih barang ini , kebetulan aku belum makan siang, ya udah dia ajak makan .." jelas Ica panjang lebar
"Apa ini ..? " Sakha membuka bungkusan yang Ica bawa.
"Dari kak Bayu mas.."
Sakha meraih semuah bingkisan membanya keluar, lalu di masukkannya kedalam tempat sampah.
"Apa apan sih mas .." seru Ica yang mengikutinya dari belakang.
Sakha tak menjawab , dia menarik Ica kedalam rumah dengan kasar.
"Mas.. kamu kenapa sih..?" ujar Ica setelah Sakha melepaskan tangannya, dia menyentuh lembut tangan nya yang terasa sedikit sakit, terlihat ada tanda merah bekas tangan Sakha.
"Aku sudah bilang aku tidak suka kamu ketemu Bayu " ujar Sakha dingin.
"Gak suka kenapa sih mas, Bayu baik kok , kenapa meski gak suka.."
Sakha menatap Ica tajaam ada kilatan amarah terpancar dari mata Sakha.
"Kamu bodoh atau gimana , gak bisa mengartikan perasaan orang kekamu..!!" Sakha melirik sinis wajah Ica yang terlihat sedih.
Ica terdiam, dadanya terasa nyeri , dia berbalik meninggalkan Sakha, tapi Sakha menahannya dengan menarik tangan Ica.
"Aku belum Selesai bicara Ca ..!!!"
"Apa lagi mas...."
"Aku gak suka kamu kelayapan dengan laki - laki gak jelas "
"Siapa yang gak jelas...?, Bayu maksud mas ..? "
"Menurut kamu siapa lagi...?"
"Kami berteman sudah lama mas dia baik, gak pernah macem -macem " Ica berusaha membela Bayu, hal itu membuat Sakha semakin jengkel
"Tentu saja dia baik, dia menyukai mu.."
"Mas salah ...dia cuma menganggap aku tuh temen mas...gak lebih"
"Kamu itu istriku Ca, kelayapan dengan laki - laki lain apa kata orang ,kecuali kamu bukan wanita baik - baik " ujar Sakha ketus. Ica sedikit tersinggung dengan ucapan Sakha.
"Terus mas yang pergi denga wanita lain, makan di luar, apa gak takut,denga apa yang di katakan orang .."
"Aku sudah bilang ada urusan pekerjaan, jadi bukan sekedar kelayapan gak jelas ..!!"
"Dengan bergelayut manja di lengan mu begitu cara kalian menyelesaika pekerjaan" balas Ica tak mau kalah.
"Atau jangan-jangan kalian saling suka...??" tuduh Ica.
"Ca..!!"
"Aku dan Selena teman bisnis gak lebih.." ujar Saka membela diri.
"Aku gak percaya mas... temen bisnis seperti apa yang menggandeng mesrah suami orang di depan umum , apa gak mikir dia, kecuali ..."
"Kecuali apa...!!!" bentak Sakha tak senang.
"Kecuali mas senang di perlakukan begitu dan Selena senang memperlakukan mas seperti itu"
ica menatap dalam wajah Sakha seakan mencari kebenaran ucapannya barusan.
"Ca...aku dan Elena gak ada hubungan apa - apa sumpah ...!" Sakha yang merasa di tuduh oleh Ica mendadak kelabakan.
"Aku gakk yakin ..." Ica masih terus mempermaikan Sakha.
" harus bagai mna meyakin kan mu ..." sakha mulai putus asa
"Mana aku tau .." ujar Ica seraya mengedikkan bahunya lalu pergi meninggalkan Sakha. Sakha mengikuti langkah Ica dari belakang.)
"Ca please ..." Sakha sedikit memohon, Uca berbalik menatap suaminya.
"Aku juga tidak ada hubungan dengan kak Bayu mas, tapi mas ...aku tidak tau .. terlalu banyak wanita di sekitar mu, sementara kau tau kan ,aku terlalu bodoh mengartikan perasan orang, dan satu lagi, aku rasa aku perempuan baik- baik , sebab aku tau etika saat pergi dengan lelaki yang bukan suamiku.." ujar Ica panjang lebar penuh penekanan.
Ica kembali berlalu meninggalkan Sakha yang terdiam
Ica masuk kedalam kamar lalu menutup pintu kamar, Sakha menghampiri kamar mereka membuka pintu , tapi ternyara Ica mengunci pintunya dari dalam.
"Ca aku pergi dulu "
Ica tak menyahut dia sedang memberi Sakha peringatan , bukan hanya dia yang harus jaga sikap diluar tapi juga Sakha , bagai mana bisa dia hanya diam saat wanita yag bukan istrinya bergelayut manja kalau bukan dia juga suka.
memikirkan itu membuat dadanya terasa panas
di bakar cemburu , cemburu...???
.
happy reading😊😊
tingalin like, komen, and Vote ya sayang🙏🙏🥰